Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Qira genit


__ADS_3

Sudah 1minggu Qira dirawat, sehingga tubuhnya semakin membaik. Ia dirawat dengan baik oleh Wolf, Leon dan juga Kim. Begitu juga keluarga kerajaan, mereka sering mengunjungi Qira. Kaisar Geourgue dan permaisuri Luen Fin.


Sosok mungil berbaring diranjang king Size. Tubuhnya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Ia menatap pintu yang terbuka, disana ada Leon yang membawa nampan berisi makanan. Ia tersenyum, karena memang selama ia sakit Leon sendiri yang memasak untuk Qira.


“Qira. Ayoo makan, supaya kau cepat pulih.” Ucap Leon. Ia meletakkan nampan itu dinakas samping kasur lalu mengambil piring yang berisi makanan beserta lauk pauknya.


Qira menatap Wolf yang masih menganggapnya sakit. Padahal ia sudah sangat sehat. “Leon, Aku sudah sehat. Ayolah...” Ucapnya.


“ Wajahmu saja masih pucat. Ayoo, jangan menjadi gadis nakal saat ini.” Ucap Wolf. Ia mengarahkan sendok berisi nasi dan sayur kedepan mulut Qira.


Suara dari pintu membuat Qira tak jadi memakan nasi dari Leon. Ia menatap orang yang baru datang. “Hay Qira....” Ucap Kim sambil tersenyum.


“Hey Leon. Biarkan aku saja yang menyuapi Qira.” Tukas Wolf. Ia merebut paksa piring dari tangan Wolf.


Sontak saja Leon menolak. “Apa yang kau lakukan!. Aku yang memasaknya, tentu aku yang menyuapinya...!” Leon menjauhkan piring itu dari tangan Wolf.


“Tapi kau selalu menyuapi Qira dari kemarin. Kini giliranku..!” Ucap Wolf sewot.


“Apa kalian sudah selesai ributnya?” Tanya Kim menatap Leon dan Wolf.


“Belum...!” Jawab mereka serentak.


Kim hanya tersenyum masam melihat mereka. Faktanya mereka selalu kompak dalam bicara, tapi tidak untuk mendapatkan perhatian Qira. Ia menggelengkan kepalanya lalu berucap. “Dengan kalian ribut, Qira tak akan makan sampai nasi itu basi dari tangan kalian, atau tumpah mengena Wajah Qira...!. sini biar aku saja biar adil.” Ucap Kim sambil mendekat.


“Tidak...!” Ucap mereka serentak lagi. Mereka menatap Kim sinis. Tatapan permusuhan teracik kental.


“Mengapa?. Aku juga temannya Qira. Biarkan aku saja..!” Tukas Kim sambil mengisyaratkan ‘berikan makanannya’


“Qira tak punya teman selain kami..!. cukup Wolf saja yang menjadi sainganku..!” Ucap Leon menatap Wolf sinis.


“Hey. Kau saja yang berlebihan...!. aku hanya meminta jatah kasih sayangku..!” Jawab Wolf.


Qira merasakan hatinya menangis menatap mereka. Belum Wolf dan Leon yang selalu beribut, dan sekarang ditambah kakak Kim yang menambah keributan. Ia memijat pelipisnya, mendadak kepalnya sakit. “Cukup...! Aku lapar. Beri makanannya kepadaku, biar aku makan sendiri..!” Ucap Qira.


“Tapi kau masih sakit.” Jawab Leon.


“Cepatlah..! Aku tak mau makan dari tangan kalian. bisa-bisa sebelum kalian menyuapiku, nasinya akan basi.” Ucap Qira kesal.


“Apa kau marah Qira?” Tanya Wolf takut.

__ADS_1


“Iya. Cepat...!” Qira melambaikan tangannya .


“ Maaf.” Ucap mereka serentak.


“Minta maaf kalian itu sama sedangan angin lalu.” Ucap Qira. Ia mengambil nasi dari tangan Loen. “Tapi kalian masih teman terbaikku...” Lanjutnya jujur.


Seketika wajah mereka mengembang. Tapi tidak dengan Kim, ia menatap Qira dan berucap. “Apa aku boleh menjadi temanmu juga Qiqi?” Tanyanya.


Qira mengunya makanannya dengan cepat, ia menelan secara paksa . ia tersenyum “ Kau terlalu tampan untukku jadikan teman. Apa kakak mau jadi kekasihku?” Tanya Qira menggoda sambil menaik turunkan alisnya.


Wolf dan Leon membuka mulutnya membentuk hurup O besar.’ Sejak kapan Qiqi mereka menjadii genit?’


Kim yang digoda menjadi tersipu. Meskipun ia pria. Tapi dengan tampang Qira yang sangat cantik, siapa yang tak tergoda?. “Jangan bercanda. Aku akuu. Akuu tak suka bercanda.” Ucapnya gugup.


Qira menahan nafasnya untuk tidak tertawa melihat tingkah Kim. “Aku berkata jujur. kau memang sangat tampan kakak.”


Wajah Kim semakin memerah, bahkan sampai ketelinganya. “Jan jangan menggodaku.” Ucapnya.


Wolf dan Leon seperti dialam mimpi. Mereka bagaikan menonton sireal romansa, “Qiqi. Apa kau Qira?” Tanya Leon.


“Apa wajahku berubah Leon?” Tanya Qira. Ia kembali mengunya.. “Aku hanya bercanda. Kaian semua temanku. Tapi jika kakak Kim itu tampan aku serius” Ucapnya.


Sebenarnya Qira berkata jujur. Ia tau dalam Fikiran Kim tak pernah memikirkan dirinya, ia selalu memikirkan bagaimana ia membuat keluarganya bahagia, bagaimana keadaan adik perempuannya. Hatinya suci dan bersih. Ditambah dengan wajah tampannya membuat Qira kagum akan dirinya. Tapi ia cukup merahasiakannya, sebab Kim salah satu Tipe ideal pria yang ia sukai. Bukan hanya tampan.!. tapi juga memiliki hati yang bersi.


Hari-hari dilalui begitu banyak dikerajaan serigala. Membuat Qira semakin sehat dan kembali pulih seperti semula, ia berniat untuk kembali melakukan perjalanannya kekerajaan Barat. Tapi ia memutuskan untuk berkumpul diruang aula untuk menemui keluarga Wolf.


Qira berjalan dibelakan Wolf. Sedangkan Wolf sepperti biasa, ia menggunakan aura pemimpin yang pekat untuk menundukkan kawanannya.


Didepan pintu aula itu dijaga oleh serigala setengah manusia. Wajah mereka menyeramkam, mereka langsung menunduk hormat ketika Wolf datang. “ Putra mahkota memasuki aula....” Ucap salah satu mereka tegas.


Qira mulai melangkah memasuki aula. Disana berbaris rapi dari tingkatan tertinggi sampai ketingkatan paling rendah. Mulai dari kaisar Geourgue, permaisuri Luen Fen, kakek, nenek, kakak Kim dan juga adik laki-laki Wolf. Tapi sampai detik ini Qirabtaknpernahnbicarabdengan adik Wolf. Ia juga bingung mengapa adik Wolf sangat dingin dan pendiam.


“Salam kepada ayahanda...” Ucap Wolf tegas. Ia menjatuhkan satu kakinya untuk berlutut. Qira menatap itu hanya diam saja, toh ia tak akan memberi hormat yang menurutnya itu berlebihan. Ia hanya merundukkan seidkit kepala dan tersenyum rama. “Salam semua.” Ucapnya.


Seluruh keluarga Wolf sudah mengenal Qira. Mereka juga mendengar semua tentang Qira dari Wolf, karenanya mereka sangat tau Qira dan menyayangi Qira. Ditambah Qira sudah menyelamatkan anaknya membuat mereka menghargai Qira.


“Bangunlah nak. Dan terimaksih Qira.” Ucap kaisar Geourgue. Saat Wolf sudah berdiri, ia melanjutkan perkataannya. “Mengapa kalian mau menemui kami speerti ini?”


Wolf menatap Qira sejenak. Dan kembali menatap kaisar. “Ayah, kami ingin kembali pergi kekerajaan barat. Kami ingin meminta izin”.

__ADS_1


Kaisar Geourgue mengerutkan keningnya. “Apa Qira sudah sembuh total?”


“Sudah ayah.”


Kakak Kim menatap Qira bersedih. Ia sudah terlanjur jatuh hati kapada kebaikan Qira. “Apa aku boleh ikut?” Tanyanya.


“Tidak...!” Jawab Wolf.


“Aku bertanya kepada Qiqi...!” Ucap Kim sinis.


“Jika kau mengikuti Lue, lalu siapa yang membantu ayahmu Kim?” Tanya permaisuri Luen lembut. Ia tak ingin anaknya yang baru sembuh pergi dari sisinya. Beda dengan Wolf yang memang berlalu lalang didunia luar.


“Tapi ibu. Aku sudah sangat lama tidak keluar. Aku ingin melihat dunia luar lagi.” Ucap Kim memelas.


“Cucuku. Kau boleh pergi, tapi saat keadaanmu sudah pulih benar.” Sahut kakek Wolf.


“Benar kak. Kau adalah calon raja. Aku tak ingin mengabil gelarmu lagi sebagai putra mahkota. Kau yang seharusnya menerusi ayah, dulu kau sakit, karena itu aku mau. Tapi sekarang kau sudah sehat. Aku ingin kau mengambil hakmu kembali.” Ucap Wolf tegas.


Qira menatap Wolf. Ia tersenyumtipis. Wolf sama sekali tak gila jabatan membuatnya kagum. “Tapi kau lebih kuat dariku. Ayolah, kau saja bantu ayah. Aku yang pergi bersama Qira ya,” Ucapnya cepat.


“Tidak mau... aku yang mengikuti Qira, aku yang akan menjaganya..!” Tukas Wolf.


“Aku juga akan menjaganya. Kau lebih pantas menjadi penerus, bukan aku!”


“Aku lebih kuat darimu dulu...!”


“Itu dulu...!” Jawab Wolf.


Sumpah Qira merasa seperti neraka. Kepala merasa seperti mau meledak melihat semua orang ribut seperti ini. “Bisakah kalian diam.!. kepalaku sakit..!” Teriak Qira kesal.


“Yang mana yang sakit?” Ucap Wolf cepat.


Qira merasa ingin menangis darah. “ Begini saja. Kakak Kim kan baru sembuh, jadi aku akan membuatkan pertandingan antara Wolf dan kak Kim. 3bulan lagi aku akan kembali kesini untuk menjadi penilainya. Kakak Kim belajarlah lebih keras disini untuk mengasah kemampuan bertarungmu. Siapa yang menang akan mengikutiku, dan yang kalah tinggal disini. Tapi sekaramg Wolf saja yang ikut, karena aku butuh Wolf menunjukan jalannya. Dan jika kakak Kim yang menang, aku akan memberi hadia juga nanti.” Jelas Qira mencoba mereraikan.


Kaisar Geurgue menatap Qira tersenyuum. Ia tau tujuan Qira adalah menyemangati Kim untuk belajar dengan mengandalkan namanya. Cerdik bukan?. Ia juga mengambil sisi cepat untuk mereraikan manusia yang bersifat kekanakan.


“Baiklah. Aku setuju.” Jwaab Kim.


“Aku juga...” jawab Wolf cepat.

__ADS_1


__ADS_2