Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Kesetiaan


__ADS_3

“Qira... sudah jangan lari-lari lagi. Aku ingin memelukmu, ayolah. Kita baru bertemu..” Ucap Lian Lii saat merasakan lelah diperjalanan.


Hahah.. Qira tertawa riang melihat Lian Lii. Ia berlari mendekati Lian Lii yang sefikit jauh dari dirinya dan memeluk kembarannya itu.” Ini pelukan terakhirku. Aku mencintaimu kak..” Ucapnya lalu berlari lagi.


Lian Lii melihat itupun kembali mengejarnya karena tak mau melihat kembarannya itu pergi.” Jangan kejar aku kak. Aku akan pergi, aku menyayangi kalian.” Ucapnya lalu


cap...


Ia melihat Qira memegang perutnya yang tertuja Pedang. Darahnya mengalir dibajunya membua Lian Lii meringis. “Qira...” Teriaknya lalu berlari memeluk tubuh Qira.. tapi sayangnya ia hanya memeluk angin saja. Tubuh Qira hilang ditelan alam.


“Qira...!!!!!” Teriak Lian Lii terbangun setelah ia dibawah kealam sadar. Ia menarik nafasnya dengan terengah-engakh lalu secara refelek ia berlari tanpa menggunakan alas kaki keluar kediamannya.


“Kau mau kemana Lian Lii?” Tanya Xian Lii yang tak sengaja melihat adiknya yang acak-acakan. Dengan baju tidur tipis dan juga tanpa sendal itu berlari. Nampak sekali jika Lian ii baru bangun tidur dan sangat kacau saat ini.


Lian Lii berlari menujuh tempat kudnaya, mengambil kudanya lalu menaikinya, ia menggerakkannya tanpa mau mengindahkan pertanyaan Xian Lii. Kejadian itu dipandang banyak orang. Belum lagi ada pelayan yang berlalu lalang. Sekarang masih sangat pagi untuk bercanda.


“Jangan menghadangi jalanku.. Enyahlah. Aku mau menyelamatkan Qira kak..” Tereiak Lian Lii melihat Xian Li menahan kudanya.


“Kau Gila...! Ada apa ini Lian Lii. Kau mimpi?” Tanya Xian Lii berteriak mengundang saudara yang lainnya juga keluar.


“Awas. Aku mau kekerajaan Barat menjemput Qira..!” Teriak Lian Li yang ditarik paksa oleh Guan Lii dan juga Juan Lii. Ia terjatuh dari kudanya karena diangap gila oleh saudara saudaranya yang lainnya.


“Sadar Lian Lii. Kau mimpi?” Tanya Xian Li mendekati adik kandungnya itu.


“Hikshiks.. Kak Qira sedang tidak baik-baik saja. Aku mau membantunya kak. Aku mau pergi kesana, jangan halangi aku,” Ucapnya memberontak sembari menangis.


Xian Lii melihat itu tak habis fikir, “Tenanglah Lian Lii. Qira baik-baik saja. Kau kenapa? apa kau sedang bermimpi.?" Tanya Xian Lii melihat adiknya.


"Mungkin memang benar jika Lian Lii terminum racun membuat otaknya sedikit geser.” Ucap Guan Lii membuat mereka terdiam.


Tapi keributan mereka terhenti ketika gerbang dibuka. Dan disana ada kereta kencana yang dibuat dari ukiran naga. Ukiran naga yang sangat cantik menjadi ciri khas dari kerajaan Barat. “Apa itu?” Tanya Xian Lii pada perajurit.


Lian Lii tampak Diam. sebenarnya Lian Lii disangkah gila karena semalam Lian Lii memuntahkan darah saat memakan makan malamnya, saat diperiksa, kata Tabib tak ada yang salah dan Lian Li tak meminum racun membuat mereka terkejut dan penasarn. Jika bukan karena racun, lalu ada apa dengan Lian Lii?


Perajurit yang menjaga gerbang itu mendekati Xian Lii lalu membungku.” Mohon ampun yang mulia. Ada tamu yang mengatakan jika mereka membawah hadia dari kerajaan Barat. Apakah diizinkan masuk yang mulia?” Tanyanya pada Xian Lii.


Xian Lii dan lainnya terkejut,” Ada apa ini kakak?” Gumam Juang Lii pelan.” Siapa yang menghantarkannya?” Tanyanya lagi pada perajurit itu.


Perajurit itu menggeleng.” Hamba tidak tau yang mulia. Yang mulia bisa melihatnya sendiri..” Jawabnya jujur.


“Suruh dia masuk. Juang Lii pangil ayah, biar kita liat sama-sama hadia apa dari kerajaan Barat.,” Ucap Xian Lii sedikit takut, takut akan hadia itu.


Entah kenapa, ada rasa takut dihatinya mendengar jika itu adalah hadia dari kerajaan barat, jika itu hadia dari kerajaan barat, itu tandanya ada alasan kerajaan barat kembali mengusik kerajaannya lagi bukan? Bukankah kerajaanya tak mencari masalah? Atau? Qira sudah ketahuan dikerajaan sana membuat mereka meradang. Ahh, semoga berita baik yang mereka dapatkan..


“Baik kakak...” Ucap Juang Lii yanh tak kalah khawatir. Ia berjalan dengan langkah tergesa-gesa nenemui ayahnya yang ternyata ayahnya sudah mendekat.


“Ada apa Juang Lii?” Tanya sang ayah melihat Juang Li berlari.


“Ampun ayah handa. Disana ada hadia dari kerajaan Barat... Katanya dari kaisar kerajaan Barat.” Ucapnya takit.


Wajah kaisar Zauhan mendadak pias mendengar hal itu. Hadiah apa? Lau dimana? Kenapa tiba-tiba. Mendadak ada rasa tak enak didadanya. “Ayo kita kesana sekarang juga..” Ucapnya pada Juang Lii.


Juang Lii mengangguk lalu menuriti jalan kaisar Alexon. Fikiran keduanya berkecamuk dan juga ada rasa taut didadaya. Tapi mereka selalu merapalkan kalimat, semua akan baik-baik saja.


Saat sudah didepan gerbang dekat anak-anaknya, disana ia meihat satu petih ukuran manusia membuat jantungnya berdetak tak karuan. “Apa itu? Siapa pengirimnya?” Tanyanya takut.


Xian Lii dan lainnya mengangkat bahu acuh. "Kami tidak tau ayahanda. Saat kami kembali kekereta itu, tapi yang membawa keretanya sudah yidak ada."

__ADS_1


Tiba-tiba kaisar Alexon membuka peti itu dengan perasaan cemas, sangat cemas. Pikiranya mendadak kotor dan jahat, ia takut sangat takut.


Dugh..


Ia terduduk ditanah melihat isi dari peti itu. Petih itu berisi jasad yang sangat ia kenali. “Tidak mungkin. Itu tidak mungkin...”!


Gumamnya lemah. Mendadak hatinya hancur, perasaanya melebur dan jantungnya terasa ingin kabur.


“Qi.. Qi Qira? itu bukan Qirakan kak?” Tanya Lian Li pada Xian Li yang juga mematung.


“Tidak...! Itu pasti bukan Qira... Tidak mungkin...!” Teriak Juang Lii marah.


Ia mendadak gila saat ini. didalam petih itu ada sosok Qira yang sudah terbujur kaku, bibirnya pucat dengan hanfu putih membalutinya, sebagian tubuh atasnya sudah dipenuhi darah dan juga nampak sekali didadanya ada bekas tancapan pedang yang sangat besar.


Hati siapa yang tak hancur ketika melihat anak atau adiknya tiba-tiba datang dan dikirim seperti ini, dan ini? dikirim dalam bentuk mayat..!


Dengan tangan yang gemetar Xian Lii mendekati mayat itu, ia menarik tubuh kaku itu membuat tubuh mayat itu sedikit terangkat. Bibirnya gemetar dengan rasa kalut yang mendera perasaan ini. “ Qira? kau kah Qira?” Tanyanya pada sang adik. Suaranya bergertar karena takut.


Kaisar Alexon mendekati Xian Lii yang memegang tubuh kaku putrinya. Ia memegang tangan mungil itu. Ia menangis ditangan Qira. ia mencium semua ruas jari anaknya penuh sayang. “Qira...” Gumamnya pelan.


Lian Li? Guang Lii? Mereka mematung ditempat, kaki mereka tak dapat lagi menyanga tubuh mereka, mereka jatuh bersimpu dengan tatapan kosong. Lian Lii baru sadar jika kenapa ia memuntahkan darah semalam. Ia baru ingat kenapa ia berperasaan tak enak sedari semalam, ternyata belahan jiwanya hilang. Setenga hatinya, setenga hidupnya hilang..!


Lian Lii meringsut mendekati petih berisi Qira.” Qira? Kau benar-benar ingin pergi?” Gumamnya tak kuasa. Air matanya keluar dengan derasnya.” Kenapa kau pergi Qira? padahal kau mengatakn jika kau akan baik-baik saja. Dimana adikku yang kuat dimana..! kenapa kau pergi sebelum aku bisa melindungimu sebagai seorang kakak?” Tanyanya serak.


"Apakah tak ada kesemoatan untuk kami Qira? Kesenpatan supaya kami bisa meminta maaf secara benar? Kenapa kau pergi Qira.... Bangun Qira. toling jangan bunuh kami seperti ini...!" Teriak Juang Liii mengusap kepalanya kasar. Matanya nanar dengan langit terasa runtuh.


“Qira kenapa kau pergi... katakan padaku siapa yang membunuhmu.. katakan padaku. Akan ku bunuh mereka..!” Teriak Guang Li. Sedangkan Juang Lii sudah menggila dengan air matanya tak kuasa lagi terbendung.


Keadaan mereka sangat kacau karena mayat Qira. Para pelayan dan juga Pengawal lainnya menunduk dan bersujud karena ikut berduka.


tak kuasa menahan tangis membuat Lian Lii terpingsan dengan memeluk tubuh Qira. Sang kembaran telah tiada...! “Lian Li? Cepat bawa Lian Lii kekediamannya sekarang..!” Teriak kaisar Alexon pada pelayan yang masih ada disana.


Betapa terkejutnya mereka saat melihat Xian Lii memeluk sosok mayat adik tersayangnya. “Itu bukan Qira kan ayah?” Tanya Zian Lii datar.


“Katakan ayah. Jika itu bukan Qira...! katakan padaku jika itu bukan Qira ayah...!” Teriak Zain Lii takut.


Kaisar Alexon diam tak bisa berkata apa-apa. Mendadak mati rasa. Zian dan Zain mendekat lalu menatap lekat wajah Qira.


"Hey gadis sombong? ini bukan kaukan?" Tanya Zian Lii gemetar. Ia.menggoyoyangkan kaki mayat itu.


"Katakan jika ka sedang bercandakan? katakan Qira...!" Teriak Zain liii tak kalah keras. Semuanya diam dalam tangisan. Guang Lii. Juang Lii, Xian Lii. Semua menangis dalma diam. Tangisan pilu mejyayat hati


"Aku memang mau kau kembali Qira... Tapi bukan dengan mayatmu seperti ini..." Gumam Guang Lii. Ia ikut memeluk tubuh kaku jasad tersebut.


Xian Lii melihat gulungan disamping kepala Qira membuat ia mengambil surat itu. Surat itu berisi tentang Qira yang meningal ditangan kaisar Zauhan membuat Xian Lii mengeraskan rahanganya. “ Akan ku bunuh kalian...!” Gumamnya.


“Ada apa Xian Li?” Tanya kaisar Alexon.


“Kaisar Zauhan yang membunuh Qira.... dan ini surat dari sang pengirim..!” Ucapnya dan memberikan surat itu pada kaisar Alexon.


Dengan cepat kaisar Alexon menerimanya. Ia membaca dengan teliti dan rahang yang mngeras. Semakin lama sekalin mengeras dan juga marah.


“Kaisar Zauhan..!” Gumamnya pelan lalu meremas surat itu. “ Siapkan peperangan. Kita akan berperang melawan kerajaan Barat secepatnya...!” Ucap kaisar Alexon lantang.


Matanya kembali.menatap Qira nanar. Ia mendekat lalu mencium puncuk kepala anaknya sayang. "Bersabarlah sayang. Kita akan membalasnya untukmu. Bahkan dengan nyawa kami taruhannya... Maafkan kami yang tak berguna ini..." Gumamnya bergetar.


"Hiks hiks.... Qira....." Gumam kakak-kakaknya yang lain lalu memeluk Qira secara bersama. mereka sangat menyedihkan dihadapan langit dan bumi. Tangisan pilu bersahut sahut membuat siapapun mendengarnya juga akan menangis.

__ADS_1


...


Sosok tampan bak dewa yunani itu mengerang dikalah kepalanya terasa sakit, ia menggerakkan kelopak matanya memaksa untuk bangkit, sakit kepalanya menjadi dan membuat ia sedikit bersaha membuka matanya. Mata hijau itu melihat kedepan dan mendapatkan tempat yang tak asing baginya.” Auuu..” Rigisnya saat merasakan kepalanya sakit, sangat skit bagaikan ditimpa tangga.


“Kau sudah bangun nak?” Tanya paru baya yang tak lain adalah ibunya. Ia mendekati anaknya yang masih memegang kepalanya sakit.


“Mau minum?” Tanya ibunya lembut dan diangguki oleh sang anak.


Dengan dibantu ibunya, ia bangkit dari tidurnya dan bersandar dikepala kasur. Ia meminum habis satu gelas air putih membuat sang Ibu miris. Saat ia meneguk minum itu, barulah ia ingat suatu hal.” Qira dimana bunda? Apakah dia baik baik saja? Dia selamatkan bun?” Tanyanya beruntun.


Wanita paru baya itu tersenyum miris. Ia tak tau harus menjawab apa, ia diam tak bisa menjawab, tapi air mata yang jatuh semakin membuat sang putra kalut. “Bunda jawab. Kalo Qira baik-baik saja kan? Kalo Qira masih hidupkan..!” Teriak sang putra tanpa memikirkan sakitnya.


Sang bunda semakin terisak” Maafin kami nak..” Gumamnya takut. Kakak Kim meradang,.


Ia berjalan gontayangan menuju suatu tempat yang ia tak tau dimana tujuannya.” Dimana tempat Qira bun. Tunjukan...!” Ucapnya serak. Ia memegang kepalanya yang sakit dan sedikit berkedut, tubuhnyapun juga masih sangat sakit.


“Tapi nak---“


“Cepetan bun.” potong Kakak Kim keras membuat sang ibu hanya diam dan menunjukan jalan, sesekali ia menangis. Saat ia berdiri didepan pintu tak jauh dari kediaman kakak Kim. Ia membuka pintu itu, disana ia melihat sosok gadis yang awalnya berhanfu putih yang dihiasi darah itu sudah sangat bersih.


Hanfunya sdah tak lagi kotor, sudah tak ada lagi darah, semuanya bersih, wajahnya yang pucat dan juga bibir yang hampir berwarna putih itu didalam petih. Petih kematian dan dikelilingi lilin dan juga bunga-bunga.


Kakak Kim terisak... “Qira... Bun, qira belum matikan? ia belum meninggakkan kitakan bun?” Tanyanya parau lalu mendekati sosok itu.


Disana ada kaisar Geourgue yang diam, ada sosok paru baya juga yang diam yang tak lain adalah tabib. Mereka menyaksikan betapa pedihnya tangisan kakak Kim.


“Maafkan kami yang mulia. Kami tak bisa menyekamatkan nona Qira,” Ucap sang tabib.” Jantung nona Qira hancur beserta hatinya juga rusak akibat tusukan yang sangat dalam. Tapi entah kenapa ditubuh nona Qira terasa ada kehidupan yang sangat kuat.” Ucapnya lagi. Ia menarik nafas dalam.” Tapi nona Qira sudah tak bernafas ia sudah meninggal.” Lanjutnya agi.


Kakak Kim marah. Arhh... ia membanting semua lilin yang menghiasi peri Qira, ia mengambil jasat Qira lalu memeluknya erat. Ia menatap kaisar Geourgue nyalang.” Qira tidak mati..! tidak akan pernah, sampai kapanpun dia akan hidup.” Ucapnya membentak.


Cup... ia mencium pelipis Qira dalam.


Sayangnya Qira sudah kaku, ia tak dapat merespun dan tak lagi dapat merasakan. Kakak Kim bisa merasakan bibirnya bersentuhan dengan kulit Qira yang sudah bagaikan es, sangat dingin. Apakah Qira benar-benar meningal?


“Nak... Ikhlaskan Qira. dia sudah tiada...!” Ucap sang bunda kasihan pada anaknya.


“Tidak bunda...! Qira tidak akan mati. dia hanya tidur. aku tak akan membiarkan dia meninggalkanku. Dia mengatakan jika dia mencintaiku bu, dia mencintaiku...!” Ucapnya membentak.


Kaisar Geourge mendadak diam. ia tau, klannya sangat setia ketika jatuh cinta, ia akan rela melakukan apapun demi apa yang diinginkan terwujud dalam hubunganya. seperti sekarang, ia paham akan kesetiaan cinta kakak Kim akan Qira.


“Pergilah nak. Pergi kegunung Es. Biarkan tubuh Qira tak rusak dan kau bisa selalu melihat jasadnya.” Ucapnya ringan dengan air mata yang mengair. Ayah mana yang tega melihat anaknya menjadi gila?


Kakak Kim tertawa.” Ayah benar..” Ia mengusap air matanya, ia menatap wajah Qira yang diam tak berdaya.” Kau dengar Qira cup...” Ia mencium bibirnya sekilas.” Kau akan abadi, kita akan tetap bersama, percayalah. Aku akan selalu bersamamu... “ Ucapnya piluh.


“Aku... aku akan pergi. Terimakasih ayah.” Ucapnya lalu mengendong tubuh Qira.


Hikshikhiks. Tangisan kaisar Georgue pecah dikalah melihat anaknya. Klan serigala itu tak akan mau menikah lagi dikalah sang kekasih sudah mati, bahkan ada yang rela mati jika kekasih sudah mati, karenanya, ia menyuruh kakak Kim membawa Qira kegunung es saja dari pada kakak Kim harus mati bunuh diri. Dia menyayangi kakak Kim dan juga Qira...


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Like komen and vote ye.. Thanks udah setia baca sampek sekarang....


__ADS_2