
Kaisar Long Wey dan kaisar Xing diam dengan rasa masing maisng.
Kaisar Long Wey memang sangat pendiam setelah Qira tiada, tak ada yang tau jika kaisar Long Wey sudah menyiapkan semua strategi supaya tangannya sendiri yang membunuh kaisar Zauhan dan ia yakinkan itu. Ia yakinkan pada putri kecilnya jika ia tak boleh gagal dalam membalaskan dendamnya. Mau memangis? sepertinya tangisanya sudah habis, mau meraung? Sepertinya raungannya saat ini sangat tiada berguna.
Sedangkan kaisar Xing diam dengan mata haru menatap sahabatnya itu. Baru kali ini ia melihat kaisar Alexon sepeduli ini pada rakyatnya. Sungguh besar pengaruh anaknya.
“Kita pasti memeangkan peperangan ini ayah..” Yakin Kenzi pada sang Ayah disamping kaisar Alexon itu, ia memegang pundak ayahnya yakin.
Kaisar Long Wey menatap anaknya disampingnya. “Pasti...”Jawabnya tegas. Ia tersenyum tipis, sangat tipis, tak akan ada yang menyadarihya kecuali Kenzi sendri
“Kita harus semangat Kenzi..” Ujar Jin Yu disamping Kenzi. Ia tersenyum cera secerah mentari pagi.
Kenzi mendengus.” Laki-laki jadian tak pantas berbicara semacam itu.” Dengusnya. Ia masih ingat bagaimana Jin yu menggunakan riasan wajah, sunggu cantik.
Jin Yu yang diucap seperti itu mengerang kesal. “Cup..” Ia mencium pipi Kenzi membuat Kenzi menatapnya tajam. Ia.memasang wajah lempeng.
“Akukan laki-laki jadian, makan rasakan itu..” Ia berbicara layaknya wanita. Apakah dia tak malu ditengah lautan manusia?
“Sinting...” Ujar Kenzi. Ia memilih menjauhi Jin Yu yang masih saja mencebik. Ia memang sudah berumur tapi sayangnya ia masih saja suka bermain-main. Saat seperti ini Jin Yu lah orang satu-satunya yang masih bermain-main.
“Kita berangkat...!” Tegask kaisar Alexon diatas sana. Rambutnya berkibar-kibar.
Bendera dari kerajaan Langit sebagai simbol berkibar kibar dengan gagahnya, disamping kanan ada bendera kerajaan Awan yang berkibar tak kalah gaga dan disisi kiri adalah bendera dari kerajaan Iblis dan kerajaan inilah bendera yang paling mengerigkan, sebab benderanya terdapat tanda kematian. Semuanya mrmgijuti gerak angin, kemana ia mengajak mereka...
Sama dengan kaisar Long Wey, kaisar Long Wey hanya menggunakan baju perangnya tapi tak menggunakan penutup kepalanya, ia membiarkan saja rambut ikal panjanya itu tergerai dan melayang diterpah angin. Rambut merahnya itu dipaduhkan dengan kumis tebalnya, mata tajam dengan alis tebalnya membuat siapapun berfikir dua kali untuk menatapnya.
Sedangkan Kenzi dan kakak-kakak Qira sudah siapa dengn semua peralatan yang dibutuhkan. Mereka memang saat ini belum menggunakan hal semacam itu, dan kaisar Alexon membuka pelindung kepalanya yang itu memang harus dilakukan, sebab ia seorang raja harus hatihati. Bisa jadi saat ia mengibarkan perintah seperti tadi ada yang mengintai nyawanya kan?
Hikhikhik..
(Anggap suara kuda guys)
Suara derap kuda terdengar bersahut-sahut memasuki kapal masing-masing., Kapal paling besar hanya menampung dua ratus orang dan itu kapal berisih untuk para kaisar-kaisar seperti yang lain beserta orang yang paling mereka percaya, sedangkan kapal lainya dimasuki pasukan yang lain, dari beberapa pasukan hanya diisi dua ratus orang, sebab masing masing membawah kuda, ada juga yang tidak dan itu hanya seperti tiga dari yang membawah.
Saat kapal hampir em;aju ketengah lautan suara dari seberang membuat perhatian pada kaisar dab kakak Qira dipinggir kapal itu menatap asal suara.
“Tunggu...”! Disana ada kribuan pasukan berseragam putih dan itu adalah kerajaan Dewa, ada apa dengan kerajaan Dewa? Apakah mereka mau berperang dengan kerajaan Awan? Tapi disana juga ada kerajaan Timur, meikipun disana hanya dipimpin oleh beberapa kesatria dan hanya pangerannya saja. Mungkin.
“HENTIKAN KAPALnya..” Ujar aisar Alexon saat melihat tamu ta diundang itu. Iamenatap pasukan itu dengan tajam.
Disana ada putra mahkota Xiolenyei dan juga kaisar Feng yang tak lain adalah kaisar kerajaan Timur. Dia membantu kerajaan Dewa sebab putra mahkota mereka sedang sakit
“Ada apa?” Tanya kaisar Long Wey. Ia merasa jika dua kerajaan ini adalah lawannya bukan lawan kerajaan Langit.
__ADS_1
“Izinkan kami bergabung untuk membantu kalian. aku sebagai tunanganya juga mau ikut andil dalam balas dendam ini...!” Putra mahota dari kerajaan Dewa itu maju dengan kuda putih yang meringik gaga membuat suasana menjadi hening.
Kerutan didahi kaisar Long Wey menjadi jadi saat mendengar itu.” Apa rencanamu? Jangan bercanda saat ini..” Bukan kaisar Long Wey yag menjawab, melaikan Xian Lii yang sedari tadi hanya diam dan menyimak.
“Aku memng benar-benar mau membantu kalian, sebab aku memang sudah berjanji membantu kerajaan dewa. Tapi saat aku mendenar putri kalian, putri Qira dibunuh dengan kejihnya membuat aku juga turun tangan, aku juga mau melawan kerajaan Barat..” Kaisar Feng maju dengan kuda coklatnya. Sedangkan ratusan pasukannya dibelakang hanya menunduk dengan prisai melindungi diri, ada yang memegang tombak dan juga ada yang membawa pedang. Ada yang membawah panah tapi mereka ada dibagian paling pinggir dan paling belakang. Ada sekitar 5Kuda dibagian depan dan itu pastinya adalah jendral mereka.
“Biarkan saja. Tapi biaran mereka beda kapal, sebab aku rasa Xolenyei sedang tak bercanda..” Gumam kaisar Aleon pada Long Wey.
Long Wey hanya menatap mereka dengan tatapan yang sulit diartikan.
“Demi Dewa dan Langit, aku memang benar-benar tulus untuk membangtu kalian. aku mencintai Qira karenanya aku datang untuk kalian...” Tar...
Suara petir membuat mereka terkejut. Apa itu benar adanya? apakah langit memang sedang mendukung Xiolenyei? tapi sepertinya benar, sebab Xiolenyei adalah keturunan Dewa bukan? Iya, kalian masih ingatkan kisahnya? mereka yang lima saudara adalah keturunan Dewa. Yang nyimak bacanya pasti tau ya...
“Baiklah. Tapi kalian sudah menyiapkan kapal bukan?” Tanya kaisar Alexon pada rombongan kaisar Feng dan putra mahkota Xiolenyei. “Dan terimakasih karena kalian mau membantu kami..” Lanjutnya membuat mereka terharu. Sunggu kaisar Alexon berterimakasih?
Putra mahkota Xiolenyei tersenyum gagah, dengan kaisar Feng ikut tersenym. Mereka merasa jika mereka ada disini dihargai. “Ayo... Siaplan kapal kita. kita berangkat...!” Ujar kaisar Feng sebagai ketua dirombongan mereka, sebenarnya putra mahjota Xiolenyei yang jadi ketua, tapi karena ia lebih tua membuat ia harus dihargai. Jadilah mereka dijadikan ketua semua, padahal pimpunan dalam perperangan itu harus satu kan? Tapi tak mengapa, sebab perperangan kali ini akan dipimpin kaisar Alexon secara langsung, demi purinya.
Jadilah mereka harus menungguk kerajaan Dewan dan kerajaan Timur, sebenarnya mereka tak membawa pasukan begitu banyak. Hanya sekitar lima ratus orang, tapi bisa Xiolenyei pastika jika mereka adalah orang-oramg terbaik dan orang-orang pilhannya. Ayahnya tak ikut, adiknya pun juga, sebab mereka membantah tegas ketika Xiolenyei mau membantu kerajaan Langit, karena ia tau jika kerajaan langit lebih memilih untuk membantu kerajaan Awan, dan itu artinya mereka musuhan.
....
Gelap menyapa semua orang yang sedang berada dibumi, ada yang sedang tertawa bersama keluarganya ada yang menangis karena diolok-oloki oleh keluarganya atau hanya sekedar tidr untuk menenangkan diri. Ada juga yang membenci malam sebab malam begitu gelap namun ada juga pecinta malam, sebab ia menyukai kesunyian dan kesendirian. tapi semua yang dilakukan orang adalah watak dan gamabaran dalam hati dan dirinya.
Seperti pria yang sedang berdiri diatas kapal ini, ia mendongak merasakan angin menerpa wajahnya. Matanya tertutup dengan bayangan seorang gadis yang pernah memegang tangannya lembut, tak pernah ada yang berani kecualinya, tapi tak lama kemudian ia ingat dengan sebutan ‘Paman’ atau menjadi ‘Kakak’ padahal ia yang hanya seorang jendral saja diangap sebegitunya oleh putri dari kerajaan Langit.
Bukan hanya dia yang menghabiskan malam seperti itu, tapi juga kaisar Alexon.. Xian lii dan lainnya, tapi tidak dengan kaisar Long Wey. Ia menyiapkan apapun untuk ia nanti, katakan ia berlebihan untuk membalas dendam. Tapi jujur ia tak akan ikhlas pembunuh Qira mati ditangan orang lain. ia mau ia yang mematahkan tangan jahat itu.
“Apa yang kau pikirkan Zing?” Tanya Jin Yu pada jendral terkuatnya itu.
Jendral Zeng yang tadinya menatap langit searang membungkuk hormat. Didepannya ada Jin Yu dan juga Kenzi. mereka seprtinya semakin lama semakin akrab, padahal setiap saat bikin l ribut. Sebab mereka sama sama memiliki sifat arogan dan juga sombong tingkat akut. Yaa,,, hanya Qira seorang yang mampu menaklukkan manusia sombong nan arogan didepannya ini
“Hanya melihat langit yang mulia.” Jawab jedral Zng pada kedua putra mahkota namun beda kerajaan itu.
Mereka melihat arah tatap jendral Zing. Disana ada bintang bertebaran, “Lihatlah Zing bintang itu... Qira tersenyum menatap kita dari atas sana..” Ia menatap bintang paling terang yang ada dilautan bintang.
“Kenapa harus bintang itu? Kenapa tidak bulannya saja, kan lebih nampak besar..” Ujar Jin Yu mengerucut, ia melihat Kenzi sok puitis.
“Karena aku bulannya dan Qira bitangnya, tanpa Qira aku tak akan menarik dilangit sana..” Ujar Kenzi memberi alasan yang logis.
Jin Yu mencebik dengan bibirnya. “Berarti kau akan memiliki banyak bintang dan Qira buan satu satunya...”
Kezi berdecap sebal.” Kau ini selalu sewot ya... terserah aku dong mau mengumpamakanya bagaimana. Mau ku ikat mulutmu itu ha?” Ia melotot tak terimah.
__ADS_1
Jin Yu berdecak pingang menatap Kenzi dengan tatapoan remeh. “ Aku membicaraan fakta. Hey hey, dasar pujangga lapuk..”
“Apa katamu? Lapuk?” Kenzi mengerang marah.
Dengan cepar Jin Yu mengangguk.” Iya lapuk..”
Kenzi diam tak mau menjawab, ingin sekali rasaya ia mengucir mulut sii Jin Yuu ini. tapi sesaat setelah Jin Yu bicara ia sedikit kagum.” Bintang banyak dilautan angit, tapi Bulan hanya satu satnya. Qira diibaratan bulan yang hanya satu-satunya, dan kita sebagai bintangnya yang menatapnya disini penuh dengan sinarannya. Kita hanya beberapa dari yang lain. tapi aku yakin, kita yang paling bersinar dari yang lain? dan disini kita, berusaha untuk menghidupkan langit meskipun Qira tak ada....”
....
“Jadi mereka sudah berada diperjalanan?” Tanya pria paru baya itu, tanganya yang lumpuh sekarang membuat ia semakin melemah, sebab tangan yang lumpuh adalah tangan kirinya. Ia menyeringai kejih saat mendengar jika kerajaan itu sudah diperjalanan menuju kerajaan ini. ah, sepertinya tontonan menariknya sudah akan segera dimulai, ia jadi tak sabar menantinya. Sam seperti yang baca, penasarankan bagaimana akhir cerita.
“Benar tuan..” Ujar sang pelayan..
“Bagaimana dengan Liu? Kau sudah mengikutinya bukan? Apakah kau sudah mendapatkan informasi apa yang sudah ia rencanakan?” Tanyanya lagi, sebab ia tau jika kakek Liu adalah penghianat didalam kaum bloerose. Dia masih diam sebab ia mau permainan kakek Liu menjadi abu saja, tak berguna. Jangan tanya dimana ia tau, sebab ia sudah tau semenjak ramalan itu, karenanya kematian Qira tak diketahui oleh kakek Liu. Itu semua adalah rencana licik dari sang Tuannya.
“Dia sudah berencana untuk menghancurkan klannya sendiri tuan, sebagaimana yang kau tau..” Ujarnya lagi.
“Penghianat itu..” Gumamnya sinis.” Lalu, apaah kaisar bodoh itu sudah terhasut?” Tanyanya pada sii pelayan.
Pelayan itu menyeringai.” Tentu saja tuan. Apa yang tidak bisa aku laksanakan.” Ia menyombongkan diri didepan tuanya berharap nanti akan naik pangkat.
“Bersiaplah. Aku mau menonton perperangan ini. dan kau jangan lupa untuk membereskan dua manusia yang tak lain adalah Wolf dan Leon itu. Jangan sampai mereka mengagalkan cerita atuhor.”
“Baik tuan. Akan segera dilaksanakan.” Ujrnya pelayan pelan.’ Kita lihat, siapa yang akan menjadi pemimpin nanti, saat ini kau boleh memerintahlu sepeti ini, tapi lihat saja seusai perang nanti, aku pastikan jika akulah yang akan menjadi tuanmu. Aku lebih pantas menjadi penguasa dari pada dirimu. Tangan saja lumpuh, bagaimana bisa mengusai dunia... Hmm Hm... bermain tanpa mengotorkan tangan memang asyik..’ Lanjut sang pelayan menyeringai kejih dalam hati.
...
“BUNUH SIAPAPUN YANG KALIAN LIAT DAN YANG MENGHALANGI KITA. KITA HANCURKAN KERAJAAN BARAT..” Teriak dari kaisar Alexon saat turun dari kapal, mereka sudah tiga hari diatas kapal, dan saat turun mereka memasuki pulau kecil kerajaan Barat itu.
Disana sudah ada beberapa prajurit yang mengintai kedatangan mereka. karenanya mereka menyerang saat sudah sampai. Disama juga ada ratusan warga yang sudah menghadang. Ya beginilah jika harus menyerang kerajaan yang jauh drai mereka, harus melalui rintangan yang cukup besar.
Bruh bduk buduk... suara langkah kuda nyaring didengar serta decapatan air laut dan kaki kuda membuat suasana begitu tegang,
Kaisar Long Wey dan lainnya berada direngah-tengah, karena mereka memang akan didepan ketika perang, namun saat ini merka belum berperang, hanya sedikit pemanasan.
“Serang mereka...!..
.
.
.
__ADS_1
.
Menuju perang..And jangan lyoa.like komen amd vote yey