
Pisau dari arah samping Qira melayang pada Lenyei mengenai lengan Lenyei hingga mengoyak lenganya, darah mencicir membuat Qira menatap arah pisau.
Sepertinya seseorang itu tak puas, sama seperti Lenyei yang mengepalkan tanganya. Seseorang itu adalah pria bertopeng namun mata yang berbeda. Jadilah mereka berkumpul, pria bertopeng dengan pria bertopeng yang hanya menutupi setengah wajahnya..
“Jangan sentu dia..!” Bentak pria bertopeng yang Qira tak ketahui namanya.
“Kau siapa?” Tanya Xiolenyei keras. Ia menutup lenganya yang terluka.
“Kau tak terlalu istimewa bukan? Sampai-sampai kau perlu tau siapa aku...!” Ketus pria bertopeng..
Xiolenyei mengarahkan pedangnya pada pria bertopeng.
Sebelum pedang itu melayang, pria bertopeng itu sudah lebih dulu mengarakan pedangnya pada pedangXiolenyei.
Cling..
Clang..
Bugh..
Bugh..
Pria bertopeng itu menerjang Xiolenyei membuat sang empu menabrakkan pungungnya pada pohon. “ Kau sangat lemah. Menyesal rasanya keluar dari persembunyian.” Ucapnya. Ia kira Xiolenyei itu sangat kuat, ia takut Qira kenapa-napa. Ia hanya brniat melindungi Qira dari jauh. Tapi nayatanya Xiolenyei itu hanya besar mulut, sedangkan kekuatanya sangat kecil. Wajar saja Qira menantangnya dengan enteng.
Lenyei terbatuk segelas darah. Ia tak tau siapa yang menyerangnya. Matanya memerah dengan memegang dadanya. Hanya hitungan detik saja ia kalah., ciih, ternyata ia masih sangat lemah membuat ia malu pada Qira.
“Aku pastikan kau akan menjadi milikku Qira. kau itu tunanganku. Aku akan mendapatkanmu baik dengan cara baik-baik atau dengan cara kotor. Kau akan tau akibatnya..!” Ia berdidi lalu melesat entah kemana. Ia memasuki hutan lebih dalam.
“Ternyata putra mahkota kerajaan dewa yang terkenal dengan kebaikanya sangat tak sama dengan rumornya. Cihh menyesal rasanya berkerja sama denganya.” Gumam pria bertopeng itu.
“Kau berkerja sama dengannya?” Qira bisa mendenarnya dengan sangat baik membuat pria bertopeng itu terkejut.
“Kau mendengarkan ucapan ku?” Tanyanya menatap Qira. tajam sekali pendengaran Qira membuat ia kagum.
“Aku bisa mendengarmu meskipun kau berbisik sekalipun..” Ucap Qira kepada pria itu membuat pria itu terkekeh.
__ADS_1
“Siapa dia Qira?” Tanya Yuan dari belakang. Ia tak mengenal pria bertopeg itu membuat ia terkejut sekaligus kagum. pria bertopeng lawan pria bertopeng.
“Dia temanku. Kenalkan. namaaa....” Qira baru sadar jika mereka belum berkenalan membuat ia melirik pria itu.
Pria itu terkekeh. Ia menatap Yuan sinis.” Kekasihmu?”
“Dia kakakku. Ayo kenalkan kakaku..” Ucap Qira tersenyum.
Pria itu mengangkat tanganya untuk bersalaman.” Zoulan..”
Dugh..
Zoulan?
Zauhan?
Apalah mereka gembar?
Qira menelan pil pahit rasanya saat ini. ia menngerjab lalu menatap pria bertopeng itu bodoh.
“Yuan...” Yuan menerima sambutan tangan Zoulan dengan senyum cangung.
Qira menatap Zoulan Lekat, mencari adakah kesamaan pada Zauhan. Apa hanya nama saja yang hampir sama. Tapi nama nya sama dengan nama smaaran Zauhan. Yaitu Zou atau Zoulan. “Iy iya. Namaku Qira..” Gumamnya gugup.
“Namamu sama dengan nama suamimu Qora, zou..” Yuan terkekh dengan ucapanya sendiri.
Zoulan menatap Qira penuh tanya.” Kau sudah menikah?”
Qira harus jawab apa
“Lalu siapa Zou itu?” tanya Zoulan membuat Qira tak bisa berkata kata.
Mengapa semakin rumit, padahal ia datang kesini hanya untuk mendapatkan identidasnya sebagai gadis bermata baru. Ia hanya mau mencari kebahagiaan, tapi tertimpa hal yang semakin rumit.
Qira menggelemng tak tau.” Zou .. Entahlah. Kau mau kemana?” Tanya Qira untuk menghindar pertanyaan tentang kaisar Zauhan. Apa dia bilang saja yang sebenarnya jika Zauhan adalah kaisar.
__ADS_1
Zoulan yang sepertinya paham jika Qira menglihkan pembicaraan hanya diam sebentar. Tapi matanya langsung terkejut saat melihat Kaisar Zauhan yang memangil nama Qira dari balik punggungnya.
“Siapa itu Qira?” Kaisar Zauhan terkejut saat mendengar suara keributan membuat ia gelagaban mencari Qira, ia takut terjadi sesuatu yang buruk pada Qira.
Qira mengalihkan pandanganya pada Zauhan yang berada dibelakang Zoulan membuat ia terkejut. Ia menatap Zoulan yang sedang diam tak mau berbalik.
“Dia---“
“Sampai ketemu Qira... Kau ingat bukan perjanjian kita?” Ia berlari dengan kencang meningalkan Qira dan kaisar Zauhan yang mematung tak bicara apapun.
“Kau berjanji akan menemuinya Qira?” Kaisar Zauhan meletakkan kedua tanganya dipungung dengan sorot mata dingin, entahlah, rasanya sedikit mengusik relung hatinya saat tau jika Qira berjanjian pada pria lain.
Qira mengangguk. Ia mendekati kaisar Zauhan tanpa beban.” Iyaa... Hanya untuk bermain kepestival makanan didesa seberang. Kenapa?” Tanya Qira pada kaisar Zauhan, dia tau jika kaisar Zauhan sedang marah, *** ia biasa saja.
Kaisar Zauhan menggertakan giginya. Dengan tangan yang meremas satu sama lain. Ia berbalik tanpa mau berbicara lagi pada Qira. ia tak tau harus berbuat apa. Karena Qira yang memang tak mencintainya dan dia yang selalu berharap pada Qira. jika dibayangkan membuat hatinya remuk. Ahh, dia seorang pria kuat tak boleh menangis.
Disisi lain sosok Xiolenyei yang masih memandangi Qira dari jarak jauh dengan memegang lenganya yang sobek menggertakkan gigi. Ia mengepalkan tanganya dengan penuh kebencian.” Akan aku pastikan jika kau akan menjadi miliku seutuhnya Qira. sepertinya aku harus melakukan suatu hal yang tak akan bisa kau lupakan seumur hidupmu. tunggu saja pembalasanku...” Ucapnya mengebu-gebu. Ia akan merencanakan suatu hal yang licik untuk mendapatkan Qira.
...
Seorang pria bermata biru terang mirip dengan mata Qira sekarang tersenyum bahagia saat melihat pemandangan Qira dan kaisar Zauhan, Xiolenyei dan juga Zoulan yang bersiteru hanya untuk satu gadis.
“Sepertinya rencanamu sebentar lagi akan berhasil yang mulia...” Satu sosok dengan mata biru yang dibelakang pria itu tersenyum juga saat melihat kejadian itu.
“Hahaha.... Pasti akan berhasil. Kita hanya tunggu mereka membunuh satu sama lain, lalu kita akan melancarkan tujuan kita...” Tertawa jahat yang sangat kentara dari sang tuan dengan mata yang menyala seperti lapar akan tujuanya. Matanya pun berwarna biru.
“Benar. Kau memang sangat pandai yang muliaa.... Kaum kita akan kembali membuat balas demdam dengan kaum rendahan seeprti merka...!” Ucap sang pelayan dengan tersenyum penuh dendam.
Tuannya mengibaskan bajunya. Ia menganguk.” Sudah kah kau sebar berita jika putri Zhu Qira Han berada dikerajaan Barat pada kerajaan Timur, Awan, Langit dan iblis?” Tanyanya dengan menatap pelayanya yang menunduk.
“Sudah Tuan. Kita hanya tunggu perperangan dimulai...!” Jawabnya sopan.
Senyum sang Tuan mengembang. “Tak sia-sia aku mengutusmu kesini Qira...” Ucapnya tersenyum sinis.
“Hmmm. Dia memag budak catur mu tuan...” Sang pelayan mengulum senyum.
__ADS_1
“Apakah Qira juga akan kita bunuh nantinya tuan? Diakan juga dari kaum kita. Kaum bermata biru?” Tanya sang pria itu dengan sedikit takut.
“lihat nanti. Jika dia berada dipihak lawan, maka kita tak ada alsan untuk tidak membunuhnya. Tapi jika dia berada dipihak kita. Maka dia kaum kita...”