
Kepala anak itu terangkat menatap Qira. “pa bu?” Tanyanya seperti paham.
Qira terkekeh akan kepintaran anak itu. “Kau mau ayah yang mana?” Tanya Qira to the point.
Anak itu melepaskan tangannya satu, tangan kanannya, ia menunjukkan dada bidang kaisar Zauhan dan mengetuk-ngetuknya. “Ini ya ku.” Gumamnya.
“Ha? Ini ayahmu?” Beo Qira tekejut. Dan anak kecil itu mengangguk.
Qira menatap kaisar Zauhan penuh tanda tanya. “I ni anakmu? Kau menyusulku karena membuangnya? Kau sung---“
“Ini bukan anakku.” Potong kaisar Zauhan tegas. Bagaimana bisa ia dituduh membuang anak. Punya istri saja masih gadungan cekcekcek..
“Lalu anak ini menggapa mengakuhimu sebagai ayah?” Tanya Qira tajam. Bukankah Zuzu sendiri mengakuhinya seorang ayah?
Kaisar Zauhan menatap Qira tak kalah tajam. “ Kau dipanggil ibu, apakah kau ibunya?" Tanyanya. Qira menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. “Lantas jika aku dipanggil ayah, apakah aku ayahnya?” Tanyanya lagi.
Lah..
Benar juga..
Kan dirinya juga dipanggil ibu.
Qira terkekeh sembari menggaruk tengkuknya tak gatal. Entah, sudah kebiasaan jika salah mengaruk tengkuk. “Lalu, bagaimana?” Tanya Qira. Mata Qira membulat kembali. “Siapa namanya?” Tanya Qira.
"Coba kita tanya saja langsung." Jawab kaisar Zauhan.
Sedangkan yang lain hanya diam menatap Zuzu yang mengakui kaisar Zauhan ayah. Mereka juga hanya menyimak pembicaraan Qira.
"Hallo anak manis. Siapa namamu?" Tanya Qira menatap anak itu. Sedangkan yang kain hanya terkekeh melihat Qira sangat manis kepada anak kecil. Langkah memang jika Qira menjadi manis.
Anak itu “Ma, ma... “ menggelengkan kepalanya.( Nama. Ia tak tau)
Qira kembali menggaruk tengkutnya. “Beri saja namanya Qiqi.” Sahut Wolf.
“Benar..” satu Leon.
Qira matap anak itu sembari berfikir.campuran namanya dengan Loen? Bisa-bisa diamuk Wolf, campuran nama dirinya dan Wolf, bisa diamuk oleh Leon, nama bertiga.
Qilewo. Kan nggak elit. Qira kembali berfikir keras dan menetapkan. “Namamu. Zhuqi Lewoqi dipanggil Zhuzhu.” Putusnya.
“Zhuqi?” Gumam kaisar Zauhan sembari tersenyum.
“Mengapa kau tersenyum?” Tanya Qira.
__ADS_1
“Zhu Qi. Zauhan dan Qira.” Jelasnya sambil tercengir. Bisa bisanya ia percaya diri?.
Platk...
“Mengapa kau menjitak kepalaku? Mau mati ya.” Teriak nya.
“Zhuqi itu artinya Zhu Qira. Sedangkan Lewoqi singkatan dari Leon Wolf dan Qira.” Jelas Qira.
“Jika Benar pun tidak apa-apa.” Sahut kaisar Zauhan.
“Tidak.” Ucap Qira malas.
“Ayo pulang. Hari sudah tak lagi hujan.” Sahut Leon memisahkan Qira dan kaisar Zauhan.
Qira menatap Zuzu. “Zuzu. Ayo ikut aku.” Ucap Qira menadakan tanganya.
“Kita kembali bersama.” Jawab Kaisar Zauhan tegas.
“Aku mau pergi. Urusan kita sudah selesai.” Ucap Qira sembari mengambil alih Zuzu.
“mau ma ya bu. Mau ma ya..” Gumam Zuzu anak kecil itu. Ia mencengkram erat baju kaisar Zauhan, sukses membuat kaisar Zauhan tersenyum bangga.( Mau degan ayah bu)
“Baiklah. Biar kau yang merawatnya, aku pergi.” Putus Qira. Toh kaisar Zauhan raja bukan? masa ia ia mau membunuh nyawa tak berdosa. Padahal memang sering.
Qira berdecap sebal dan berbalik. “Ayoo kita pergi jika mau pergi bersama ku.” Ucap Qira.
“Bu ngan gi. Mu ya..” Jelasnya yang tak jelas.(Ibu jangan pergi. Aku mau dengan ayah juga)
Qira sunggu mengacak rambutnya frustasi. Bahasa planet mana ini Dewa?
“Dia tak mau kau pergi tapi ia mau bersama kaisar Zauhan Qira.” Sahut Leon dari belakang.
“Sedari tadi kau sangat paham bahasanya Leon.” Sahut Qira heran. Sedari tadi Leon paham, apa Leon cenayang?
Leon menghela nafas dalam. “Tapi memang itu.”
Ada senyum licik diwajah kaisar Zauhan. “Kau pulang saja keistana, jika Zuzu mau pergi bersamamu nanti, maka kau boleh pergi. Ia membutuhkanmu, aku tak bisa berlaku lembut. saat ia sudah bisa lepas dariku, kau baru pergi membawanya.” Dan aku tak akan membiarkan Zuzu mau lepas dariku, dan kau selalu bersamaku.’ Sambungnya dalam hati. Hatinya tersenyum mengkhianati wajahnya.
Andai Qira bisa membaca pikirannya. Sudah Qira cekik mungkin.
“Ada benarnya kata kakakku.” Sahut putri Tea.
“Tap—“
__ADS_1
“Ini menyangkut anak ini. kau tak kasihan.” Dan ini juga menyangkut hatiku, kau juga tak kasihan pada ku?’ Lanjutnya lagi dalam hati.
Qira menghela nafas dalam. Ini bukan urusannya. Matanya beralih menatap wajah anak kecil yang penuh harap didepannya, wajah tanpa dosa dan pemuh harap membuat hatinya luluh. “Baiklah.” Putus Qira.
“Kita pulang.” Ucap kaisar Zauhan semangat.
Baru kali ini ia sangat menyukai anak kecil dan bersyukur. Setidaknya ia memiliki alasan untuk membuat Qira berada disisinya meskipun tak tau sampai kapan.
Kaisar Zauhan tau jika ia sudah mulai tertarik pada Qira. Dia bukan pria bodoh ala-ala pria dingin bodoh yang paham akan hatinya.ia tau, karena baru kali ini ia tertarik pada seorang perempuan. Meskipun perempuan itu berbeda dari yang lain. Tapi sepertinya perbedaan itu yang membuat dirinya jatuh hati pada gadis aneh ini. ya ‘Putri Zhu Qira Han’
Dengan masa lalu nya yang kelam membuat dirinya membenci perempuan. tapi bukan berarti ia benci cinta. Ia hanya butuh hati yang bisa memberikan getaran yang membuatnya jatuh dan nyaman. Mungkin bisa dikatakan dirinya lebay. Tapi karena masa lalunya membuat ia tak mau menaruh hati pada orang sembarangan.
Semua yang berpautan Dengan hati ia serahkan pada suatu saat. dan saat itu hadir ketika Qira hadir di hidup nya.
Apa Dewa sebegitunya memberkati hubungan mereka sehingga ada saja alasan untuk mereka bersama meski sama-sama dingin dan keras? Tidak, tidak, itu dukungan Author dan Reader kok. Wkwkwk.
Dan perjaanan awal dimuai....
.
.
.
.
Halo semua....
Perjanan cinta Qira dimulai..... jeng jeng jeng...
Konflik?
Nyusul dong nanti. Kalo kini slow dulu sampek titik penghujung permasalahan oke. Kalo langsung kekonflikkan nggak lucu. Apa lagi sifat Qira yang keras langsung jatuh cinta...
Apakah kaisar Zauhan pasangan Qira? Ada yang bisa nebak alurnya? Heeh. Semua kejutan oke.
Alhamdulliah sampek detik ini nggak terlalu banyak yang ngeritik jangkrik novel ini. ada sii yang ngomong asal, bikin nyelekit. Sebenarnya Author nggak pernah masalah kena kritik, justru kritik kalian ngebangun Author jadi lebih baik lagi. Tapi bukan berarti author suka dihina hehe, tapi makasih banget atas dukungan fositif kalian semua.
Klik Like, isi kolom komentar, dan beri penghargaan melalui Vote. Dan terimakasih yang selalu dukung putri Zhu Qira Han. Kalo ada yang bisa kasih saran untuk adegan romansa bisa kasih dong wkwk. Soalnya Author rada buta adegan romansa.
Terimakasih para pecinta Leon dan Wolf.
......
__ADS_1