
“Kalian belum mencobanya. Coba saja mempercayainya. Lagi pula masa kalian tak memiliki seseorang yang bisa kalian andalkan..” Sinis Qira memberi saran.
“”Sepertinya perdana mentri Woncu bagus. “ Kaisar Zauhan mengangguk sebentar.” Aku juga yakin dengan pangeran Wex. Meskipun dia orang yang sembrono, ia memiliki tekat dan prisip. Aku bisa membicarakan padanya nanti.”
“Lalu? Kaisar menerima tawaran pergi langsung kedesa tersebut?” Tanya Ren sedikit terkejut.
“Tak ada cara lain bukan?”
Ren mengangguk. Yaa, tak semua bisa ia lakukan sendiri bukan. “Baik yang mulia. “
“Aku ikut..” Qira tersenyum manis sembari mengepalkan kedua tangannya didepan dengan sorot mata yang menggemaskan.
“Tidak. Kau Disini saja. Disana bahaya..” Kaisar Zauhan menjawab secepat mungkin.
“Bailah. Aku akan pergi main bersama Wolf dan Leon saja jika begitu.” Qira mencebik tak mau berdebat. Sudahlah, semuanya juga bukan urusan dirinya. Hanya saja ia ingin berpetualang sebagaimana hobbynya.
“Baiklah. Kita pergi besok pagi. Jangan sampai ada yang mengetahui keberangkatan kita.” Putus kaisar Zauhan cepat. Ia tak akan mau Qira berdekatan dengan teman-temannya. Ia hanya punya dua minggu untuk membuat Qira jatuh cinta. Dan ia bisa memulai diperjalanan ini. meskipun sedikit menguji adrenalin.
“Bolehkah teman-temanku ikut?” Tanya Qira penuh harap.
“Jika kita pergi dengan banyak orang. Maka akan menarik perhatian para musuh. Kita hanya pergi bertiga. Kau, Ren dan Aku. Itu sudah cukup.” Jawab kaisar Zauhan.
“Tap—“
“Ikut secara baik-baik atau aku bopong secara paksa?” Ancam kaisar Zauhan.
Qira menekuk mukanya. Sudahlah. Ia akan mengatakannya pada sahabat-sahabatanya itu.” Baiklah.” Putus Qira.
...
“Qiqi.. Kau benar-benar mau pergi dengan sidia..” Wolf melirik kaisar Zauhan yang menatapnya penuh ancaman.
“Kau tak mau mengajak kami?” Tanya Leon tak kalah patah hati.
Qira menepuk lengan kokoh mereka sembari tersenyum tipis. “Aku pergi sebentar. Nanti jika aku pulang, kita main kembali..”
“Kami mau ikut. Biar kami bisa melindungimu..” Wolf berucap penuh harap.
“Tidak bisa. Kami sudah membuat perjanjian 2minggu kedepan adalah waktu bersama..” Kaisar Zauhan tiba-tiba berada disamping Qira. ia memeluk pinggang Qira secara posesiv. Yang mendapatkan pukulan keras dari Qira.
“Menyingkirlah dariku..” Ancam Qira. kaisar Zauhan ini macam lintah saja, selalu menempelinya.
“Tapi kami sellau bersama Qiqi. Kau orang baru disisi Qiqi.” Ucap Wolf tak takut kepada kaisar Zauhan.
__ADS_1
Wajah dingin dengan sorot mata yang tajam menghujami Wolf.” Sudahku katakan, Kau mau mati?” Tegas kaisar Zauhan tak mau dibantah.
Wolf sudah mau menyerang kaisar Zauhan karena ia muak Qira yang selalu dibuat menderita. Ia benci akan hal seperti ini, ketika ia tak bisa melindungi Qira.” Sudahlah Wolf. Hanya dua minggu saja. Kalian berlatih saja disini supaya nanti kalian bisa membunuh lintah ini.” Mata Qira melirik kaisar Zauhan seba.
Kaisar Zauhan ngakak.
Bukan marah, andai orang lain. Sudah dipastikan jika kepalanya sudah terputus saat ini juga. “Ku tunggu dua minggu kedepan sayang.” Ucapnya berbisik ditelinga Qira.
Kuduk Qra meremang. Geli bercampur apa ini? ia tak tau rasa apa ini, jantungnya berdesir mendengar kaisar Zauhan memanggilnya ‘sayang’. “Menjauh dari ku.” Qira menjulak kepala kaisar Zauhan yang berada dicengkuk lehernya.
Kaisar Zauhan sedikit bergeser tapi tak menjauh.” Bau mu wangih. Aku suka. “ Ia mengendus bau ditubuh Qira. bau tubuh Qira itu seperti biasa. Lavender.
“Dasar kaisar kurang kerjaan.” Ucap Qira sembari menjulak kepala kaisar Zauhan keras. Hanya saja kaisar Zauhan tak merasa apapun, ia bahkan terkekeh.
“Jauhi Qiqi. Dia tak menyukaimu.” Sahut Wolf geram menatap kaisar Zauhan yang sok romantis didepannya.
“Jika aku tak mau. Kau bisa apa?” Tantang kaisar Zauhan pada teman-teman Qira. ahh, dia sangat tak suka miliknya harus dibagi fungsi.
“Jika tidak aku akan membunuhmu.” Ancam Wolf berani.
“Aku menunggumu. “ Ucapnya dingin. “Sudah bukan. Ayoo kita istirahat, besok kita harus pergi..” Kaisar Zauhan membawa Qira pergi dari sana. Tapi ia melirik Wolf da Leon sebentar.
“Sampai jumpa Wolf, Leon. Aku akan kembali dua minggu lagi..” Qira melambaikan tangannya berisyarat sampai jumpa.
Leon menepuk pundak Wolf.” Sepertinya ini waktu untuk kita berlatih lagi. Aku takut jika dikemudian hari kita seperti ini lagi. Sama sekali tak berguna untuk Qira.” Leon sangat tak suka mengakuhinya. Tapi ini lah yang sebenarnya, Qira yang kesusahan dan harus dikurung oleh kaisar Zauhan, namun ia tak bisa bertindak. Ia harus melihat Qira menanggungnya tanpa bisa bergerak dan bertindak. Andai ia lebih kuat dari kaisar Zauhan, ia pasti tak akan membiarkan Qira seperti ini.
“Kau benar. Ayoo kita harus menjadi lebih kuat. Aku tak mau melihat Qira semakin hari semakin dibuat susah oleh kaisar Zauhan.” Wolf memantapkan hatinya untuk menjadi kuat. Setidaknya ia bisa membantu Qira dikemudian hari.
Wolf dan Leon sudah berlatih sejak Qira menghilang. Mereka belajar bela diri dengan seorang guru yang nanti author kasih tau oke. Masih rahasia soalnya. Meyangkut And nya nanti wkwk.
Wolf dan Leon akan berusaha menjadi kuat untuk melepaskan Qira dari rantai pengikat tubuh Qira. mereka akan membuat Qira bebas seperti biasanya. Tempat Qira itu bukan diistana tapi dialam bebas. Menurut mereka.
Sedangkan kaisar Zauhan harus bersabar melihat Qira yang selalu mementingkan sahabat-sahabatnya. Apakah pertemanan mereka begitu erat sehingga Qira tak bisa melepaskan teman-temannya? Ia tak menyukainya tapi ia akan membuat Qira akan mementingkan dirinya melebihi apapun sama seperti dirinya.
Sejenis perang dinginlah antara kaisar Zauhan dan Wolf, Leon.
....
Belum bisa dikatakan pagi, karena takut bulan akan cemburu. Langit masih berwarnah gelap, tapi Kaisar Zauhan dan lainnya sudah siap untuk berangkat kedesa hujan.
Desa Hujan ini seprti yang dijelaskan. Tempatnya sedikit jauh dan terpencil, membuat mereka harus sampai sebelum gelap kembali menyapa.
“Ayooo. Kau pergi bersama ku.” Kaisar Zauhan menjulurkan tangannya untuk menyambut Qira.
__ADS_1
Qira menatap kaisar Zauhan dengan alis sebela terangkat. “Akupunya Black. Pergi dengan kudaku sendiri.”
“Tidak-tidak. Itu berbahyaya untukmu. Bagaimana jika nanti kau diserang hm?” Ucap kaisar Zauhan menentang.
“Aku bisa sendiri. Aku tak suka bergantung kepada orang lain. Lagi pula nanti akan sengat repot jika aku harus satu kuda denganmu. Kasihan juga kudanya harus membawa dua orang sekaligus..” Bantah Qira.
Kaisar Zauhan sedikit kesal.” Perjanjiannya kau harus mengikuti apapun perintahku. Aku hanya ingin bersikap romantis.”
Qira terkekeh geli. “Romantis embah mu.... Wajahmu tak cocok romantis-romantisan. Bunuh orang baru bagus.”
Kaisar Zauhan menjitak kening Qira.” Ini usaha. Perjuangan. Cinta..” Sanggah kaisar.
“Dasar kaisar bucin..” Sahut Qira geli.
“Buncit?” Beo kaisar Zauhan.
“bfuuuff..”
Yang menahan tawa namun menyemburkan larva itu bukan Qira ya, tapi Ren yang sedari tadi menyimak pebicaraan mereka. Ia masih mengusap leher kudanya sayang.
Sekarang Qira juga yang menjitak kaisar Zauhan. “ Bucin. Budak Cinta... bukan buncit. Kau kira hamil?” Ucap Qira.
Kaisar Zauhan mengusap kepalanya. Hanya Qira yang berani menjitak kepalnya. Sangat-sangat luar biasa bukan? Kaisar disegani diseluru kerajaan dikalahkan oleh gadis tengil didepannya ini. tapi bukan marah yang ia rasakan. Malah ia merasa hangat karena bisa bersama Qira seperti ini. Qira juga sudah mulai menerima dia. Sepertinya... “Akukan budak cinta kamu...” Kaisar Zauhan tersenyum malu. “Kalo kamu mau hamil anakku juga boleh.” Lanjutnya.
Apasihh...
Kaisar Zauhan neglantur kemana coba.
.
.
.
.
.
**Up Qira masih jalan ya sampek And. dia ini aja cepet selesai.
Author sii.maunya nggak lebih dari 200eps ya. Jadi ya nggak terlalu banyak lagi Ini udah mau kepuncak konfliknya kok hehe...
Like. kome dan Vote terus ya. dukung Qira terus ya sampek And nanti**...
__ADS_1