
Happy Reading Gays... Nungguin hbis lama ya...nnti aku kasih satu konflik de untuk penutup wkwkwk... Tapi nanti ya..
“Disisni Aku Zauhan ingin mengatakan padamu Qira... aku ingin memulainya dengan yang baru.. awal yang buruk itu kita kubur dalam dalam dan kita mulai dengan cara baik.. aku ingin kita menikah lagi apakah kamu menikah denganku dan bersaksi pada Tuhan dengan bersama, sama sama sadar dan sama sama menikmati kebahagiaan kita?” tanyanya mendongak menatap manik mata Qira.
Manik mata Qira memberikan manik yang sayu.. ia bahagia dikalah Zauhan ingin memperbaiki semuanya. Karena pertemuan dan perjalanannya dengan Zauhan sangatlah banyak, tak ada yang baik dan tak ada yang istimewa, diisi dengan keributan keributan dan slelau keributan. Semuanya bterlalu buruk untuk dirinya dan Zauhan ingatkan.
Qira memberikan jarinya yang lentik itu kehadapan Zauhan.” Aku mau...” Jawabnya tampa ragu... ia rasa mencintai memang tak harus memiliki, tapi dengan rasa bahagia sekarang ia katakan jika ia mencintai Zauhan menginginkan kebahagiaannya akan berlanjut sampai ia tua kelak, sampai ia memilki cicit nanti.. akh ia bahagia..
Zauhan yang mendengar penerimaan Qira itu melompat ia memeluk Qira dnegan erat setelahnya baru ia pasangkan cincin dijari manisnya Qira.” terimakasih Qira...!! Terimakasih karena sudah mau memberikanku kesempatan untuk memperbaiki semunya dengan bersama” Ujarnya lalu memeluk Qira lagi.” Aku pikir kau akan menolakku Qira.. Sekali lagi terimakasih karena sudah mau menerimaku dengan semua kekuranganku yang ada ini..”
Qira membalas pelukan Qira meletakkan kepalanya didada bidang Zauhan, ia bisa mendengar suara detak jantung Zauhan yang menggebe-gebu pertanda bahwa Zuahan sedang degdegan. Entah kenapa Qira suka hal itu. Qira suka Zauhan yang deg-degan wkwk... “ Terimakasih juga karena masih mau mencintaiku dengan setulus ini dan sebesar ini..” Ujarnya. Jantungnyapun berpacuh bagaikan kuda. Ia tersenyum manis didalam dekapannya Zuahan.
Zauhan mengangkatkan dagunya Qira membuat ia mendongak. Mata Zauhan menatap bibir Qira yang ditutup cadar itu. Matanya menatap mata Qira untuk meminta izin, Qira yang melihat itupun mengangguk seakan tahu apa yang Zauhan inginkan.
Dengan bahagia Zuahan membuka cadarnya Qira lalu menatap wajah manis dan cantiknya Qira. ia mengelu basah bibir pink Qira dan menyatuhkan bibir mereka.
Qira diam dengan mata yang tertutup. Menikmati ciuman Zauhan. jujur saja, ia merasakan ada banyak kupu-kupu yang menari diperutnya ada banyak bunga yang bermekaran disekitarnya.. ia merasakan kelembutan Zahan memperlakukanya membuat ia terbuai.
Zauhan mendalami ciumannya. lalu menaruh satu tanganya dibelakang tengkuknya Qira. ia menahan tengkuk itu supaya memperdalam ciumannya. Meekan bibir itu supaya terbuka, mengerti dengan insting Qira membuka bibirnya memberi akses untuk Zauhan menjelajahi manisnya bibir itu. Meneliti berapa banyak gigi Qira. jujur saja. Qira memiliki dua gigi berlubang dan satu gigi yang dicaubut yang artinya ompong.
Zauhan sadar itu.... Dan itu membuat Qira sedikit malu.
Tapi ya sudah jangan dibahas ya.. Zauhan masih tetap menikmati perang dari mereka.. sampai suara yang memuat dua insan itu terkejut. “ Ayah katanya tak boleh mencium bibir.. ini ayah mencium bibir ibu-kakak...!!” Pekik Heqi disana...” Bahkan ayah memakan bibir ibu-kakak..!!” Pekiknya lagi dengan menatap ayahnya dengan permusuhan saat ini.
Zauha melepaskan ciumannya dari Qira. sedangkan Qira gelagapan. Ia tak tau harus biacara apa dengan anaknya ini. anak yang sangat cerewet dan juga bikin sakit kepala. Tapi mirip dengannya katanya sii.
“Ayah tadi membersihkan bibir ibumu. Tadi ada noda disana ya..!” Zauhan kehabisan alasan membuat ia bicara ngaco saja. Ia bahkan mengusap tengkuknya yang tak gatal. Sedangkan disana ada Qeqe yang mengendong Lingling yang berada dibelakangnya.. Lingling maish tertidur dipungung kakaknya membuat Qira mendengus. Bagaimana bisa anak gadisnya ini sangat pemalas.
"Alasan.... " Cibir Heqi dengan bibir yangia monyongkan karena tak terima akan ayahnya.
" Ayah serius... Tanya saj dengan ibu cantik kalian jika tak percaya..," Ia mengintip Qura disisiinya tapi dibalas Qira dengan tatapan yang mematikan karena kesal. Zauhan melempar batu oada Qira saat inikan
.
__ADS_1
“Ibu sudah masak bakso bakar dan sup itu ayo makan..” Ujar Qira mengalihkan pembicaraan kepada anak anaknya itu.
Mata Heqi dan lianya penuh binar.” Bakso itu apa ibu-kakak?” Tanya Heqi seangat. karena baru kali ini ia mendengar kata bakso. Ibunya suka memasak hal yang berebda setiap harinya dan itu membuat heqi semangat dalam makan apapun. Apa lagi masakan ibunya selalu bisa memanjakan lidahnya yang tak tau diri ini. akh.. ia tak sabar memakan makanannya.
Qira terkekeh. Ia menyuruh anak-anaknya duduk dulu.. “Ini dianya bakso bakar.. bakso itu ada yang dicamapurkan dari sagu dengan daging ikan dan ada yang dicampur dengan daging, ada daging sapi, kerbau dan juga rusia. Kalian coba saja. Ini sangat enak..!” Ujar Qira memberikan bakso yang sudah ia tusuk dengan bambu.. lalu ia bakar dengan bahan-bahan yang ada.
Dnegan semangat HEqi dan lainnya memakan makanan itu. Mata mereka membulat setelahnya. “Ehmmm rasa dagingnya enak...” Ujar dari Lingling memakannya. Lalu matanya melihat disebelahnya ada yang berkuah juga.” Kalo ini apa bu?” Tanyanya dengan mata yang memicing.
Disana Qira melihat arah pandang Lingling. dan ternyata adalah sop.. “Itu namanya bakso.. bakso kuah yang dikuahi dengan sop. Kan kalo yang kalian makan itu dibakar, tapi yang ini setelah direbus yang dimasukkan kedalam bakso. Rasanya tak kalah enak kog..” UjarQira memberikan mangkok yang berisi bakso didepan anak anaknya.lalu memberikan kepada Zuahan juga..” Dan ini cobalah.. ini enak kog..” jar Qira jujur sembari memberikan bakso itu.
Zauhan mengelus kepala Qira sayang.” Terimakasih sayang..!” Ujar Zauhan manis lalu mencicipi yang diberi Qira... Ternyata itu sangat panas membuat lidahnya harus digelitik. Ia memainkan bakso itu didalam mulutnya dengan uap yang masih menguap membuat Qira dan lainya tergelak kencang. Zauhan merasakan lidah yang terbakar tapi masih digigit dan dimakan. Lalu disampai bakso sudah dimakan.” En Eyn Enyyak sekyallii..” Gumamnya dengan menup bakso yang sudah dikunya. Tak jelas memang.
“Hahaha.. ayah bisa sjaa...” Pekik dari Heqi terkekeh paling keras. Diikuti oleh Qira dan lainnya. Qira memberikan susu kepada Zahan” Pelan-pelan.. ini minum.” Ujar Qira kasihan. Karena mata Zauhan yang sudah memerah. Apa lagi mulutnya maish komat kamit. Dengan cepat Zauhan memimumnya “ Terimakasih sayang..!” Ujarnya sembari memberikan gelas kosong itu.
“bakso ini memang sangat enak loo ibu... bagaimana bisa ibu membuat makanan yang selalu enak seperti ini hm?” Tana Qeqe memakan bakso bakarnya.” Apa lagi yang bakar.. emm. Rasanya pedas manis,...” Ujarnya bagaikan chef yang tukang cicip saja. Mengalahkan chef juna...
“Enakan yang berkah kog.. rasanya enak dan guri.. yang itu pedas..” Sahut dari Lingling memakan bakso yang berkuah. Lingling memang tak suka pedas. Dan ia memakan bakso itu dengan secaraa berlaha supaya tragedi Zauhan tak terjadi padanya sendiri.
Qira terkekeh.” Enak semua kog... semuanya enak... apapun yang ibu buat itu enak. Terimakasih Ibu..” Ujar Heqi setelah memakan bakso bakarnya.
...
Setelah tragedi pagi tadi sudah tutup, sekarang anak-anak Qira sudah berangkat kesekolah mereka yang ada sekarang Qira yang sedang menyiapkan banyak bekal, karena memang rencananya mereka akan pergi menuju kerajaan Langit untuk menghadirkan acara pernikahannya Guang Lii. Yaa.. mereka akan pergi, tenang saja.
Ada yang bertanya dimana Zuahan? Maka jawabannya adalah Zauhan seng pergi kedesa, dan sekarang Qira juga ikut dengannya, ya.. Qira ingin memberi beberapa baju dan juga banyak halnya. Aksesoiris dan juga baju anak-anaknya. Ia sudah lama sekali tak kepasar asal kalian tau. Sudah tujuh tahun.
Zauhan yang melihat Qira yang sedari tadi sangat seangat membuat ia tersenyum lembut, QIra MEMAKAI CADAR dan juga Baju HANFU PUTH MEMBUAT IA JADI SOROTAN ORANG-ORANG. APALAGI IA BERSNDING DENGAN Zauhan yang sangat tampan membuat smeua orang merumorkan dirinya. Ya... siapa yang tak akan menanyakan Qira dan Zauhan jika penampilan mereka saja berbeda.
Tapi Qira tak masalah dan tak memikirkanya. Ia terus saja berjalan menuju ketoko-toko untuk membeli beberapa kebutuhannnya. “ Sepertinya kau sangat senang Sayang..” UjarZauhan menatap Qira. tangan mereka saling memaut satu sama lain membuat mereka tak akan bisa bepisah. Kayak orang mau nyebrang aja kan?
Qira terkekeh lalu tersenyum.” Sangat.. ayoo aku ingin beli baju ini... baju kau tak ada dirumah, masa aku pakek baju ini terus..” Ujarnya menarik tangan Zauan menuju ketoko pakaian disana. Disana cukup ramai membuat Qira harus mengantri dan sedikit berdesakan.
Zauhan menahan tangan Qira.” Kita cari toko lain saja ya..” Ia menatap sekeliling yang sangat sempit karena banyaknya pengunjung. “ Disisni sangat rama. Nanti jika ada apa-apa bagaimana? Lebih baik ketoko lain yang sei saja.” Lanjutnya. Ia takut nanti akan ada tragedi yang tak diinginkan akan terjadi pada mereka. Namanya juga panikan, ia panik dan khawatiran jadi orang.
__ADS_1
Qira menggeleng keras. “ No.. aku tidak mau Zau.. ditoko ini itu sudah ada pakaian jadi.. sedangkan ditoko lain itu enggak ada, aku tidak mau menunggu bajuku sampai jadi dulu. Aku butuh bajunya sekarang..” kekeh Qira. karena memang baju ditoko ini itu ada yang sudah dibuat ada yang kits hanya memilih kain, lalu dijahit. Qira maunya yang sudah dijahit supaya ia tak pusing lagi dan tak menunggu lagi.
“ Tapi Sayang...” Ujar Zauhan menghela nafas. Namun ia tahan karena Qira menarik tangannya untuk masuk kedalam tokoh itu jadilah ia masuk saja namun ia menarik tangan Qira supaya merapatkan tubuhnya, lalu ia menaruh Qira kebelakangnya dan melingkarkan tangan Qira kepinggangnya. “ Apa-apaan ini Zau..” Ketus Qira tak terima.
Zauhan diam saja. Ia menahan tangan Qira lalu melangkah.. dan ternyata Zauhan itu hanya ingin melindungi Qira. jadilah Qira bersembunyi ditubuh kekarnya Zauhan dan Zahan menahan orang-orang didepan. Ini lebih aman menurut Zauhan.
Qira dibelakang? Ia tersenyum mesem-mesem karen Zauhan. Zahan sangat paham akan kemauannya rupanya. Ia menengelamkan kepalanya dipundanya Zauhan lalu tersenyum manis disana.
Zauhan tersenyum didepan Qira. ternyata didalam tak sesempit yang ia pikirkan. Disini cukup luas dan tak terlalu sempit dan tak terlalu seramai yang ia bayangkan. Hanya saja cukup ramai.. ia menarik tangan Qira untuk berada disisinya. “ Ayo beli apa yang kau mau..” Ujarnya.
Qira mengangguk lalu mencicit lari. Namun langkahnya terhenti dan berbalik lagi menatap Zauhan. ia meaikkan satu alisnya menatap tanganya yang ditahan oleh Zauhan.” Ada apa lagi?” Tanya Qira heran. Tadikan Zauhan menyurunya mencari baju.
Zauhan tersenyum lalu mendekat. “ Cup..” Ia mencium pipi kanan Qira lembut lalu mengelus kepala Qira.” Ayo... “ Ia menarik tangan Qira lembut. ada yang bertanya hati Qira saat ini? cenat cenut bagaikan tersengat ikan leleh. Akhh Qira yakin jika sekarang mukanya sangat memerah karena malu...
Qira mengelengkan kepalanya. Karena Zauhan ia menjadi tak fokus kan.. ia mencari baju ya, sedangkan Zauhan hanya melihat saja. Ia melihat sekitar sampai Qira menjauh ia tak sadar. Saat ia melihat Qira yang sudah menjauh ia memilih duduk saja disalah satu kursi kayu yang panjang disana. Ia memandang pungung Qira yang meloncat kesana kemari karena memang nampak sangat riang dan senang,
Ia bahkan tak sadar jika ia menjadi sasaran empuk para perempuan ganjen dan haus akan belaian. Ia tak sadar jika ia sudah menjadi tontonan gratis untuk beberapa gadis. Bahkan ibu-ibu disana. Sampai ada seseorang gadis yang medekat lalu pura-pura jatuh didepannya.
Zauhan bergeming menatap gadis itu.” Aduh sakit..” cicit perempuan itu yang masih terduduk didepannya dan mengintup dan curi curi pandang dengan Zauhan. hanya saja Zauhan hanya menarikkan satu alisnya karena heran. Bukan heran sii. Hanya saja pura-pura tak tau lalu kembali melihat Qira. namun Qiranya tak ada lagi membuat ia mengernyit bingung. dimana wanitanya itu? Eh wanitanya?
Saat Zauhan melangkah ia ditahan oleh dua perempuan, yang tak lain yang jauh tadi lalu satu perempuan lainnya. “ Tuan bantu teman saya.. Tolong...” Ujar dari temannya. namun gadis itu menatap Zauhan dengan tatapan nakalnya.
Zauhan tak bergeming sama sekali sampai pada gadis yang jatuh tadi dengan lancangnya menyentu tangannya membuat Zuahan menepisnya kasar dan menatapnya tajam.” Singkirkan tangan kotormu itu.. atau akan ku patahkan sekarang juga..!”! Gertaknya keras membuat beberapa pengunjung tokoh menatap kearahnya dengan tatapan bingung. ada apa ini?
“Tuan.. teman saya jatuh da meminta bantuan. Apakah kau tak punya hati?” Tanya temannya namun tu membuatan Zauhan mendengus tak suka. Ia menatap Zauhan dengan binar sekaligus takut.
Zauhan menganguk lalu membantu perempuan itu bangkit. Namun itu hanya mimpi. Nyatanya Zauhan melewatkan perempuan itu saa tanpa menoleh atau melirik sedikitpun, dan itu membuat mereka menganga tak percaya. “ Sialan..” Gumam yang terjatuh tadi malu. sebab ia tak ditolong tadi malah dapat malu.
Temannya Gadis itupun tak kalah mendengus dan kesal karena di...
.
.
__ADS_1
.
jangan lupa tinggalkan jejak ya guyss