Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Kabut asap


__ADS_3

Kaisar Zauhan mengangguk kepada kawanan dan memilih mengikut 4pemuda itu.


Sedangkan Qira mulai mengawasi sekitar. Ia sadar jika dari jarak 20meter ada yang mengawasi mereka, tepatnya diatas pohon besar. Qira tak tau siapa dia, tapi ia yakin jika dia ada sangkutannya dengan virus ini.


Qira duduk diatas Back menatap dua bangunan besar didepan matanya, disana banyak anak-anak yang sedang beramin kejar kejaran. Namun keadaan mereka sangat mengenaskan saat ini. karena apa? Baju mereka sudah tak layak pakai, wajah yang sudah koreng mareng dengan tanah.


Mata Qira beralih pada 4pemuda yang membawa mereka kesini. Mereka memberi senyum sangat lebar kepada pada beberapa orang yang berada didepan rumah itu.


“Kita mendapatkan umpeti..” Ucapnya berteriak. mengundang mereka memegang dada penuh syukur


Kaisar Zauhan sedikit mengerutkan keningnya. Bingung, mengapa mereka merespons dengan raut tak biasa. Bukankah setiap dua mingu mereka mendapatkan umpeti dari kerajaan? Lalu ini apa? Mengapa nampak bahwa ini baru pertama kali mereka mendapatkan umpeti.


“Benarkah Yuan? “ Tanya sang nenek-nenek yang masih cukup teriak.


Pemuda yang paling tampan bernama Yuan itupun tersenyum lembut.” Benar Nek.” Ucapnya.


“Ayo tuan, tuan. Mari masuk kesini... Ini kediaman kami.” Ucap pemuda satunya lagi. Tubunya paling kurus dari pada yang lain. Putih pucat.


Kaisar Zauhan membantu Qira turun dari kuda. Membuat mata mereka melirik Qira. apa ada yang salah dengan nya?


Mereka disana ada sekitar 10orang.


Sedangkan anak-anak yang tadi bermain sudah dipeluk dengan ayah-ayah mereka. Disana hanya ada dua wanita tua. Qira pun tak mengerti, namun sirat dimata mereka penuh dengan kewapadaan.”Perkenalkan namaku Zou, “ Ucap kaisar Zauhan memulai perkenalan.” Ini Qiqi, itu Sun dan Kedua orang disana yang menggunakan baju putih adalah tabib utusan kerajaan barat.” Ia memperkenalkan Qira dan lainnya secara bergantian.


“Dia laki-laki atau perempuan?” Yuan menatap Qira heran. Faktanya saat ini Qira menggunakan baju hitam yang ia beli saat bersama Wolf dan Leon dahulu. Bagus dan juga masih baru. Rambut kucir kuda dengan dihiasi cinsin giok hitam membuat ia terkesan seperti pria. gagah.


“Dia perempuan. Dia istriku.” Ucap kaisar Zauhan dingin. Ia memeluk pinggang Qira.

__ADS_1


“Oh. Maaf nona, kami kira kau seorang pria.” Ucap Yuan ramah.” Perkenalkan namaku Yuan, ini Luan tabib disini, dan gadis itu juga membantu Luan, dia bernama Ying Nye, pria disana bernama Jozu, dia yang mengawasi tempat ini. dan seluruh orang diluar ini adalah penjaga kami disini.” Jelasnya.


Yuan? Nama itu membuat kening Qira berkerut.


“Yang lain kemana?” apakah kami dilaerang masuk? Capek berdiri.” Ucap Qora ketus. Masa tamu tak dipersilakan masuk.


“Ayo mari. Maaf, tuan..” Ucapnya.” Tapi sebelumnya bolehkah kami langsung menyimpan umpeti ini, kami juga membutuhkan makanan saat ini, kami sudah tak memiliki pasokan makanan.” Lanjutnya menatap kaisar Zauhan.


Wajh kaisar Zauhan tak dapat dbaca sat ini. ia melirik mereka semua.” Silakan.” Jawabnya singkat.


Qira dan lainnya pun dituntun memasuki rumah itu. Disana ada ratusan orang. Mulai dari yang tua sampai yang muda, “Disini adalah tempat kami yang beum tertular wabah, disebelah, tapi jika disebelah rumah ini adalah orang yang sudah terkena. Disini kami sudah lama tak mendapatkan umpeti, membuat kami putus asah, namun kami mendengar berita bahwa ada yang datang dan berkelahi dihutan. Karenanya kami menyusul kalian.” Ucapnya, saat sampai dimeja ia mempersilakan Qira dan lainnya duduk.” Mari duduk tuan, tuan. Dan nona.” Ia melirik Qira dan tersenyum ramah.


Qira mengerjab saja. “Lalu kalian disini makan apa?” Tanya Qira polos.


“Kami disini hanya makan apapun yang kami bisa makan. Untunglah dihutan samping gunung masih banyak kekayaan alam yang kami bisa nikmati.” Jawa Yuan penuh rendah diri.


“Apakah kalian tak sesak nafas karena kabut asap beracun ini?” Tanya Qira heran, faktanya ia bisa melihat kesuraman sekitar, namun tak mengganggu lainnya.


“Kabut? Mana ada kabut nona..” Ucap Yuan heran.


Qira mengernyit tidak ada? “Kalian tak merasakannya?” Tanya Qira.


Yuan dan lainnya pun menggeleng sebagai jawaban. Baru Qira sadari jika kabut ini hanya bisa ia lihat, ini seperti racun terbang yang berwujud udara. Ini juga dibuat dengan ilmu hitam dan bisa ia prediksi atau ia simpulkan bahwa wabah ini adalah perbuatan manusia. Yaa, ini adalah sebuah rencana.


“Aku merasakannya.” Sahut kaisar Zauhan. Ia juga mulai curiga akan hal ini. “ Lalu masalah umpeti? Kerajaan Barat selalu mengirim obat dan umpeti untuk kebutuhan kalian. obat-obatan dan juga tabib. Lalu bagaimana bisa kalian disini tak mendapatkan umpeti?” Lanjutnya. Masalah kabut asap ia tak mau menjelaskan kepada warga, menurutnya itu urusannya dan Qira. ia yakin, pasti Qira juga tau akan keanehan tempat ini.


Yuan menatap teman-temannya, lalu melirik kesetiap sudut ruangan. Merasakan jika aman ia sedikit mendesah lega. “Kami sama sekali tak mendapatan umpeti itu. Entah, kami juga sedikit heran kepada kalian, bagamana bisa kalian masuk didesa kami.” Bukan Yuan yang mejawab, tapi Jozu.

__ADS_1


“Benar. Kami disini tau jika umpeti selalu datang, tapi tak pernah sampai ketangan kami, saat sampaipun itu hanya sedikit, tak sebanyak yang kalian bawah, “ Sahut Luan.


Qira menggosok keningnya. Ini teka-teki. Apakah perampok tadi asalannya? Apakah perampok lain? Atau ada tangan lain yang mengacau, tapi itu pasti ada kerja sama satu sama lain. Mata Qira berhenti dimata Ying yang selau menatap kaisar penuh kagum, sesekali tersenyum malu-malu. Tapi jika dilihat dari dandanannya, Ying ini hampir sama dengan Qira, sedikit urak-urakan. Tapi entah dengan kekuatannya.


“Aku bisa menebak. Jika umpeti itu akan dirampok saat dihutan pembatan antara desa Hujan dan desa cemara. Sedangkan sesekali mereka akan memberi kalian umpeti namun dipotong menjadi sepertiga dan kalian hanya mendapat satu darinya. karena para perampok atau pengacau itu tak ingin kalian curiga jika kerajaan barat memneri umpeti.” Ucap Qira tegas “Untuk mengelabui kalian saja itu. Tapi yang pastinya salah satu dari perampok itu ada diantara kalian. Untuk mendapatkan info kapan kalian keluar desa dan kapan kalian akan melaporkan masalah ini kekerajaan.” Lanjutnya tegas.


“Kami selalu melapor ketidak adilan ini, tapi kerajaan tak pernah menggubrisnya. Mereka layaknya acuh tak acuh, padahal dulu kami adalah pemberi umpeti terbesar. Ternyata dugaan kami salah.” Sahut Ying.


Begitulah percakapan mereka berlanjut membuat sedikit demi sedikit mendapatkan informasi, yaa.


Qira harus memecahkan misteri ini hanya jangka waktu dua minggu. Karena ia harus pergi kekerajaan Awan untuk membantu mereka. Jangan bilang jika Qira lepas tangan, ia hanya mencari waktu untuk melepaskan diri dari kaisar Zauhan yang sangat mengekang. Kalian masih mengatakan jika Qira melemah dan tak pantasa menjadi pemeran utama? Maka jawabnya adalah diatas langit masih ada langit.


...


Hari sudah larut, percakapan mereka harus berhenti. Waktunya mereka makan, aahh, Qira sangat lapar karena sehraian tak diberi makan, kejam memang kaisar Zauhan, tak sedikitpun memberi perhatian kepada Qira. sibuk dengan obrolan wabah saja.


“Mengapa kau tak makan ikannya?” Tanya kaisar Zauhan saat ini, karena sedari tadi Qira hanya makan daging dan sayur, sedangkan ikannya ia sisikan.


Saat ini mereka berada diruang makan, tapi mereka dipisah dengan ruang makan para penderita penyakit ataupun warga, karena kaisar Zauhan dan lainnya dianggap tamu terhorma.


Qira melirik kaisar Zauhan.” Aku terbiasa memakan ikan tanpa tulang, biasanya Wolf dan Leon yang membersikannya.” Sahutnya acuh sembari memakan makannnya kembali.


Kaisar Zauhan panas. Bagaimana bisa Qira mengatakan nama pria lain didepannya.” Apakah kau tak bisa memisahkannya sendiri? Sejak kapan kau menjadi manja?” Tanyanya sinis. Ahh, sifat kaisar Zauhan itu ganda. Ingat ya.. GANDA..!


Qira agi-lagi mendesah.” Aku M.ALA.S. Makan saja makananmu, hiraukan saja aku.” Ucap Qira sedikit ketus.


Kaisar Zuahan menarik piring Qira, Qira yang baru saja mau mengambil daging. Mulutnya berhenti mengunya dan menatap kaisar Zauhan tajam. Sedangkan kaisar Zauhan mulai memisahkan tulang dari daging ikan yang hanya direbus dengan rempah-rempah itu. Keningnya sedikit berkerut untuk meneliti, apakah masih ada tulangnya atau tidak. Qira melongo tak percaya, kaisar Zauhan memusahkan tulang dari ikan untuk dirinya?

__ADS_1


Rahang Ren lagi-lagi jatuh. Kaisar Zauhan dibudak oleh Qira? Bukan budak, namun membantu? Ahh, entahlah. Tapi menurut Ren ini keajaiban dunia. Kaisar Zauhan disuru dengan gadis kecil dan dia mau. Ingat MAU..!


__ADS_2