
“Tapi jika ini racun hidup, maka penawarnya Cuma satu.MATI.” Qira berucap serius.
“Mengapa seperti itu? Bisakah kau jelaskan terperinci kepada kami.” Sahut Yuan. Ia menguping pebicaraan ini sedari tadi. Jangan bilang Qira tak tau, ia tau, namun ia tak merasa jika Yuan adalah ancaman.
Qira menatap orang-orang didepannya secara saksama. “biarkan kalian tau apa yang kalian ketahui saja. Biar urusan ini aku dan Zao, Sun yang mencari tau.” Putusnya. Toh memberi tahu mereka juga tak bisa membuahkan hasil bukan? Jika mereka bisa membantu enak, nah ini hanya mencari tahu saja.
Qira melangkah kearah pintu. Matanya melirik kiri dan kanan. “Kau mau kemana? Jelaskan kepada kami terlebih dahulu.” Sahut Taotao yang masih ngotot ingin tau. Ia heran, bagaimana bisa Qira tahu ada racun transparan. Apakah dia tabib? Atau apakah dia ahi racun?
Aahh, dia tidak tau jika Qira itu sebenarnya racun berjalan.
Cap..
Argghh..
Sudut bibir Qira terangkat melihat pisau itu tepat mengenai lengan atas sang korban. Sesangkan yang lain hanya menutup mulut tak percaya apa yang ia lihat. Qira mendekat kepada korbannya lalu tersenym manis.”Sudah lama kau menguping pebicaraanku?”
“Apa-apa’an kau Qira. dia itu kepala dapur yang selama ini mengurusi kami disini.” Bentak Yuan yang menatap Qira tak percaya. Semudah itukan Qira membunuh dan melukai orang lain?
Pria paru baya yang memiliki tubuh bulat itu meringis perih saat ia mencabuti pisau itu dari lengannya. Ia bersembunyi dibalik karung berisi obat obatan tak jauh dari mereka mengobrol. ia smaa sekali tak bisa melihat gerakan Qira yang bagaikan angin.matanya menatap Qira penuh kebencian.” Kena kenapa kau menyerangku nona? Apa salahku? Aku baru saja membereskan obat-obat ini.” Apakah ia berbohomg? Andai ia tahu jika Qia bisa membaca pikirannya.
Slap...
Lagi lagi suara ringisan keluar dari beberapa orang, ada yang meringis sakit dan ada yang meringis perih saat melihat Qira dengan entengnya mencabut pisau itu dari lengan pria paru baya itu.” Maafkan aku. Aku kira kau menguping.” Ia tersenyum lalu pergi begitu saja. Sepertinya sebanyak apapun ia menjelaskan, mereka tak akan percaya perkataan Qira. karena apa? Karena orang lebih sering mempercayaakan orang lama dari pada orang baru bukan? ditambah pria itu adalah kepala dapur yang dihormati dan dikagumkagumi.
“Apa maksudmu Qira.” Taotao mendekat lalu membantu pria paru baya yang bernama Jong Do. Ia membantu beliau untuk berdiri.
Qira tak mengubris. Ia melompat melewati jendela lalu pergi begitu saja. Meninggalkan orang-orang tanpa pejelasan.
“Qira..!” kaisar Zauhan mendekat kejendela untuk mengejar namun ditahan oleh Ren.
“tenanglah. Qira tau apa yang harus ia lakukan, kita lakukan saja rencana kita. Aku yakin apa yang Qira ucapkan tadi ada benarnya. Aku yakin dia pelakunya.” Matanya bertubukan dengan mata tajam kaisar Zauhan.
“Sehebat apapun dia. Dia masih saja seorang perempuan. lemah. Aku harus membantunya.” Ia memberontak.
__ADS_1
“Tidak. Dia sama sekali tak lemah. Ayolah Zou, kita masih memiliki misi. Kita harus menemukan tempat persembunyian dia. Dan aku yakin Qira mampu menyelesaikan masalah wabah, setidaknya tanpa sepengetahuan Qira, kita berbagi masalah.” Ren masih bersikukuh.
“Kau memamfaakan dia.” Bentak kaisar Zauhan.
Ren mengangkat bahunya.” Kadang kita memang harus memamfaatkan orang lain dalam hidup kita. Tapi kita harus ingat satu hal, hargai dan hormati.” Lalu pergi.
Seperti inilah jika mereka diluar. Mereka bersikap bagaikan teman tak ada jabatan, tak ada kehormatan dan tak ada yang membuat dia harus tunduk pada kaisar Zauhan.
Kaisar Zauhan menatap keluar jendela, sekarang masih sore, menampakkan langit keemasan ang indah.” Aku merindukanmu. Mari kembali dan jadilah seperti dulu lagi. Aku ingin kita bersama lagi seperti dulu. Au sangat kesepian disini. Aku mencintaimu melebihi nyawaku sendiri.” Gumamnya, matanya bahkan berkaca-kaca mengingat pristiwa itu. Ahh, ia sangat merindukan sosok seseorang yang membencinya namun ia sangat mencintai sosok itu.
Dunia memang aneh bukan? Cinta dibalas benci, dan benci bisa berubah menjadi cinta. Leluconkah?
Kaisar Zauhan mengenggem batu giok yang berbentuk naga kristal ditangannya. Matanya terpejam erat menyiratkan kepedihgan dan kerinduan yang sangat mendalam.
“Zou. Apakah kau masih mau disana?” Tanya Yuan yang menatap punggung kok Zkaisar Zauhan yang tak bergerik sedikitpun.
Kaisar Zauhan melepskan nafasnya sebentar. Ia mengerjab beberapa kali untuk menetralkan mata dan jiwanya lalu berbalik.” Hm..” Gumamnya tak jelas lalu pergi meningalkan Yuan yang menunggunya sedari tadi.
...
Prang...
“Apa maksud kalian..!” Bentak seseorang.
Nafas seseorang itu memburu dengan manik mata merah sekenta darahnya. Ia memporak-porandakan seisi kamarnya mendengar kabar dari bawahannya.wajahnya ditutup topeng, namun hanya setengah saja. Kulit putih bersi dan juga bisa dilihat bahwa wajahnya menawan. Hanya saja ia memiliki mata berbeda warna. Satu hitam pekat dan satunya lagi berwarnah merah darah membuat dirinya dicap sebagai anak kutukan.
Pelayan yang menggunakan baju coklat itu berlutut dengan nafas yang tercekat karena ketakutan. “Am ampun Tuan, tap tapi dia memang sudah datang, namun dia pergi dengan seorang gadis, dan sepertinya gadis itu sangat berharga baginya.” Nafasnya memburuh, jantungnya sudah tak bisa dikontrol lagi kecepatannya.
Pria bertopeng itu berjalan mendekati pelayannya. Matanya tajam.” siapa perempuan itu? Bagaimana ciri-cirinya?” Tanyanya tegas.
“Perempuan itu sangat cantik tuan, namun ia berpenampilan bagaikan seorang pria, namun pagi ini ia menggunakan hanfu putih biru. Dan ia juga sangat cerdas dan mahir dalam bela diri.” Pelayan itu tak berani lagi melanjutkannya.
“Apa kau takut dengan perempuan itu?” Tanya seseorang yang memakai topeg itu.
__ADS_1
“I iiya tuan. Karena teman saya dibunuh dengan secara kejam dihutan saat malam kemarin.” Ternyata ia menyimak dan menikmati pertunjukan itu semalam. lalu mengapa ia tak membantu temannya bukan? Ahh, pengecut bukan?
“Dasar tak berguna. Mati saja kau.” Tuannya itupun menendang pelayan itu dengan kasar.
Pelayan itu terhempas jauh dekat dengan pintu.” Am ampun yang mulia. Ham hamba akan berusaha lebih kuat lagi untuk berguna tuan. ham hamba ingin berguna untuk tuan.” Ia bersimbuh mencium tnah.
“Aku jadi penasaran dengan gadis itu. Apakah ia masih kuat jika berhadapan denganku.” Ia mengertakkan jari-jarinya membuat suara tulang merengang. Seringaiannya muncul dibalik topeng, mata merah darahnya menyala bersinar menandakakan bahwa niat membunuhnya sedang bergejoak naik darah.
Ia yakin bisa membunuh Qira. secara kekuatannya bisa dikatakan setara dengan kaisar Zauhan. Ahh, ia bahkan menuntut ilmu hitam dengan tingkat tinggi.
Dunia ini bukan dunia kaltuvasi yang kehebatannya menggunakan level ataupun dengan bersemedi akan membuat kekuatan mereka bertambah. Jika kekuatan ingin bertamba mereka harus belajar dan mencari guru yang bagus, jika tidak, jangan harap bisa dapat apa yang diinginkan. Hebat? Apakah dunia selolucon tu sehigga jika kita hanya duduk diam energi bisa diserap.
Namun didunia ini juga ada sihir, namun sihir itu ditutup dengan printal batas antara dunia mereka yang dunia ini. karena apa? Karena dunia sang penyihir itu gelap, tanpa cahaya. Ditambah mereka lebih menykai dunia mereka sendiri. Ahh, ada juga ilmu angin dan api seperti Qira miliki, ini bukan elemen api ataupun air. tapi ini memang ilmu api dan air. Namun satu hal yang harus diingat, jika didunia modern harta dan tahta membuat kita dihargai. Maka disini, dizaman kuno mereka akan menghormati orang yang ilmunya tinggi.
“Aku harus menemui gadis itu. Harus, bila perlu aku akan membunuhnya ditempat itu. " Dimana ia bisa membunuh seluruh orang hebat dan juga seluruh manusia didesa hujan. Ahh, ia bahkan tak tau jika sedari tadi Qira menguping pemicaraan mereka dari tadi. Ia masuk didalam guci besar ak jauh dari orang bertopeng itu, ahh, untung tubuhnya kecil bukan?
Jadi Qira akan mencari tau, siapa pria bertopeng tu? Atau mungkin ia harus kembali mencari tau apa penawar racun itu. Apa obat yang harus ia temui sepuaya racun itu tak menyebar. Karena apa? Karena rakyat desa hujan sekarang tak lebih dari 300orang , selebihnya mereka meningal.
Sistem mereka meningalpun akan membuat siapapun akan bergidik negrih. Siapa yang menguburkan mayat penyakit wabah, maka besok ia yang akn mendapatkan penyakit wabah dan akhirnya meningal. Karena itu tak ada kepedulian agi stu sama lain dan pada akhirnya seperti ini. melindungi satu sama lain untuk bertahan hidup.
.
.
.
.
.
**hummm. Author up lagi ya. Ada ynag biaa tebak alurnya diakhir nanti nggak.?
like komen dan vote terus oke**
__ADS_1