
.
.
.
"Kenapa paman? Mengapa kami tak boleh bermain disini? " Tanya Qira polos menatap Jendral Luo.
Jendral Luo menatap Qira dengan binar. Faktanya Qira memanggilnya 'Paman' yang berarti ia tidak menganggap dirinya lebih berkuasa, bahkan ia menghormati orang yang lebih tua tanpa memandang status dan derajat. Ada rasa bahagia didalam hatinya.
"Begini putri, kami sedang berlatih karena 10hari lagi akan ada acara perlombaan yang akan diadakan di kerajaan kita, tepat pada saat kaisar ulang tahun. "
"Ulang tahun kaisar? " Kening Qira mengerut saat mendengar itu, ia sama sekali tak tau hal itu, ia juga tak tau jika diadakan lomba "Tapi paman, kami hanya menggunakan separuh dari lapangan. Kalian bisa menggunakan separuh bagian sana" Lanjut Qira dengan cepat, ia menunjukan sebelah tangan kanannya ke arah belakang jendral Luo.
"Tidak bisa putri, ini bukan arena bermain." Jawab Jendral Luo dengan lembut.
"Ayolah paman, Qira ingin bermain " Rengek Qira, ia memegang tangan Jendral Luo dengan manja.
Mata jendral Luo membesar ketika Qira menggelayuti tangannya, ia ingin melepaskannya tapi ia tak tega melihat polosnya Qira.
'Sejak kapan putri Qira menjadi manja? ' Batin jendral Luo.
"Ada apa ini? " Tanya seseorang. Ia datang bersama 4 orang lainnya. dengan baju khas keluarga kerajaan.
"Hormat kepada yang mulia putra mahkota dan pangeran " Ujar Jendral Luo, ia membungkuk dan diikuti dengan prajurit yang ada disana.
Yang tidak hanya Qira, Wolf dan Leon
"Begini yang mulia, Putri Qira ingin bermain disini, tapi kami ingin berlatih untuk perlombaan yang mendatang, saya melarangnya karena ini bukan tempat bermain." Jawabnya.
"Meimei, Mengapa kau ingin bermain disini? disini berbahaya." Kata Guang Lii pangeran ke2. Ia mendekati Qira dan melepaskan tangan Qira yang ada di jendral Luo.
"Hanya sebentar saja. Ayoolah, aku sungguh bosan, aku hanya ingin bermain bola bersama teman temanku." Jawab Qira sedikit manja.
Ada senyum tipis dibibir putra mahkota, Ada rasa senang yang menyelinap saat melihat sisi lain dari Qira.
.
"Tapi putr--" Ucapan Jendral Luo terpotong.
"Bermain bola? Apa itu bola? " Tanya Juang Lii mendekat dengan raut yang bertanya.
"Inii bola..." Jawab Qira sambil menunjukan bola yang ada di tangan Kirinya.
"Lalu apa yang kau mainkan dengan benda bundar ini?" Tanya Jung Lii. Ia merebut bola dari tangan Qira, ia membolak balikkan bola tersebut.
"Kami akan melakukan permainan sepak bola.Membagi beberapa tim, lalu merebutkan bola ini, kita akan berusaha memasukkan bola ini kedalam gawang dengan cara menendangnya." Jelas Qira dengan lancar.
"Apa kau gila? Kami bisa membeli seribu bola. Untuk apa kita merebut bola itu?" Jawab putra mahkota dengan membuang bola yang ada ditangan Juang Lii, Tapi ditahan oleh Juang Lii.
" Kau menjalani hidup pasti dengan sangat membosankan! Ini hanya permainan," Jawab Qira sambil merebut bolanya ditangan Juang Lii " Pergilah dari sini! Kalian sama sekali tidak berguna. Ayoo kita cari tempat diluar istana saja untuk bermain" Ucap Qira.
"Tunggu, aku ikut. Aku ingin bermain." Ucap JuangLii.
"Aku juga..." Sahut Guang Lii.
"Kalian tak mau ikut? " Tanyanya dengan Zian Lii dan Zain Lii.
"Apa kami juga boleh ikut? " Tanya Zian lii takut. ia adalah pangeran ke3.
__ADS_1
"Hm..." Jawab Qira sambil menatap mereka.Dengan gaya berfikir " Baiklah, dengan syarat kita main dilapangan ini " Ucap Qira.
"Baiklah. Jendral Luo. kami akan bermain disini, kalian latihannya nanti saja." Ucap Juang Lii dengan Antusias, ya dia orang yang sungguh kekanak kanakan.
"Tap-"
" Tidak ada tapi tapi. Qira ayo kita bermain.." Ucapnya antusias, ia mendekati Qira dengan Berbinar. Qira melihat itu tersenyum dan menganggukan kepalanya.
"Ayo, sini kita bagi tim..." Ucap Qira dengan menarik tangan Juang Lii.
Guang Lii dan Zian mengikuti dari belakang.
"Ayo kalian harus suit. " Ucap Qira.
"Suit? " Beo mereka serentak.
'Astaga inikan zaman kuno'Batin Qira
"Suit itu bertanding siapa yang menang dan kalah! Nah caranya kalian cukup menggunakan Gunting, batu, kertas." Ucap Qira sambil mempraktekkannya.
"Gunting, batu, kertas..." Ia menjelaskan mana guntung, mana kertas, mana Batu, ia juga mempraktekkan bagaimana mempermainkannya..
Zian memulainya dengan Wolf, Wolf memberikan Gunting sedangkan Zian menggunakan batu " Yey aku menang kan Qira? "Tanya Zian dengan Antusias, Qira menggangukan kepalanya tanda 'Iya'
"Yey hahhaha aku menang, aku menang..." Teriak histeris Zian. " Ayooo Gege coba lah. ini mengagumkan." Ia menarik narik tangan putra mahkota. putra mahkota hanya mengerutkan keningnya.
'dasar bodoh' Fikirnya
" Aku juga mau." Teriak Juang Lii dengan melangkah maju. Ia menantang Chao. Chao mengajukan batu sedangkan Juang Lii mengajukan gunting " Hey kau curang! " Teriak juang Lii.
"Aku tak curang, kau memang kalah pangeran. " Jawab Chao. mereka memang sudah sering bermain ini bersama Qira.
"Aku tak mungkin kalah, pengawal cambuk dia." Teriaknya marah.
"Liatlah, dia bahkan mengejekku." Cemberut Zian..
"Haha. Ayolah, kita mulai lagi..." usaha Qira mereraikan.
Sampai semua sudah mendapatkan timnya. tim 1 berisi : Qira, Zian, Chio. Leon dan Putra mahkota.
sedangkan tim 2 berisi : Guang Lii, Juang Lii, Wolf, dan juga Zain. mereka kekurangan 1 personil.
" Hey paman. apa paman tak mau bergabung bersama kami? " Tanya Qira. ia berlari menuju Jendral Luo. Jendral Luo yang awalnya mengajarkan prajurit berbalik melihat Qira.
"Tidak!. Zhen yang akan bermain." Ujar seseorang. dia bukan jendral Luo tapi kaisar.
'Kaisar kurang kerjaan kayaknya' Batin Qira
Semua orang terkejut melihat Kaisar Alexon yang baru datang. Mereka membungkuk memberi hormat.
" Aku ingin mengajak paman Luo untuk bermain. Bukan kau." Ujar Qira datar " Ayo lah paman. Ikut bermain bersama kami ayo." Bujuk Qira.
Jendral mendongak melihat Kaisar Alex untuk meminta persetujuan, tapi bukan persetujuan yang ia dapat, mata tajam kaisar yang seakan akan bisa menembus matanya.
"Ma maaf putri, tapi hamba harus melatih prajurit." Jawab Jendral Luo dengan cemas.
"Oh ayolah paman! Jika paman tidak bisa, aku akan meminta kepada salah satu prajurit. Siapa yang mau bermain ay?o" Ia menatap prajurit yang ada didepannya.
'*O*h ayolah, siapa yang ingin bermain jika kepala kami berguling' Batin para prajurit. Mata Kaisar Alexon adalah isyarat.
__ADS_1
"Oh ayolah. Mengapa kalian tak ingin bermain?" Ujar lesu Qira.
"Mengapa tidak Zhen saja?" Ujar kaisar Alex dengan senyum cerah.
"Kau sudah tua! Belum bermain kau sudah sakit pinggang." Ujar qira sinis.
"Apa aku setua itu? Oh ayolah Zhen kuat." Ujar Kaisar rada sedikit manja.
semua orang memandang kaisar geli ' Dimana kaisar yang berwibawa? '
Kaisar yang menjadi perhatian semua orang menjadi salah tingka " Hmmm Zhen akan menang, Zhen kuat." Ia memaksimalkan suaranya.
Qira tak tahan untuk menahan tawanya, ia tertawa kencang, bahkan ia memegang perutnya " Haha baiklah baiklah, jika kau kalah awas kau." Tantang Qira.
Kaisar melihat tawa Qira menjadi tak bisa menahan tawanya. 'biarkan jika orang memandangnya jijik jika bertingka manja ia dapat melihat senyum Qira' Batin kaisar.
Memang selama ini Qira sama sekali tak pernah menunjukan senyumnya. ia selalu berwajah datar dan sinis hanya itu..
Kaisar berjalan mengikuti Qira pergi menuju yang lainnya. Yang lain melihat kaisar hanya menunduk takut.
"Kaisar akan bermain bersama kita. ia akan masuk kedalam tim 2. " ujar Qira.
"Ayahanda akan ikut bermain? " Tanya Juang Lii kaget bersama yang lainnya.
"Apa ayah tak boleh ikut,.?" Tanya kaisar
"Bo boleh. " Jawab Juang lii gugup ' Ini tak akan semudah ia bayangkan' Batinnya
"Lermainan ini akan dimulai. Sesuai dengan peraturan. Yang kalah akan mendapatkan hukuman, yaitu menggendong tim yang menang mengelilingi lapangan ini! " Ucap Qira tegas. yang di iyakan histeris oleh seluru tim.
Mereka memulai permainan dengan histeris. Kaisar yang tak tau jalan bermain ia hanya mengikuti berlari Kesan kemari. Ia hanya asal menendang bola.
Karena terasa tidak mendapat bola kaisar mengeram kesal menatap bola. Ia berlari dan mengambil bola yang lagi diperebutkan " Apa yang kau lakukan!" teriak Qira.
"Zhen yang punya bola. Zhen tak mau memberikan bola ini." Jawabnya.
"Astaga, ini permainan! Ayolah kau cukup merebut bola dari lawanmu dan menendang bola ini kegawang lawanmu. " Jawab Qira.
Kaisar hanya mengangguk malu. Ia tak tau cara bermain, tapi ia ingin bermain untuk mendekati Qira.
Sedangkan para pangeran hanya menahan tawa melihat peristiwa itu.
Permainan dimulai lagi. Qira dengan semangat menendang bola dan merebutnya. kaisar pun begitu. ia berkali kali terjatuh karena didorong Leon dan Qira saat merebut bola. Ia tak marah bahkan ia merasa senang. Ia bisa tertawa bebas dan bermain dengan anak anaknya.
selama ini ia tak pernah bermain bersama anak anaknya, ia hanya memberi kasih sayang apa adanya, ia selalu sibuk akan kerajaan sampai lupa cara untuk tertawa lepas seperti saat ini.
Begitu juga dengan yang lain. Bahkan mereka juga ikut ikutan merebut bola ayahnya, dan tak segan mendorong sampai sampai kaisar jatuh mencium tanah. Bukan meminta maaf tapi mereka hanya tertawa terbahak bahak. Kaisar jangan tanya? Ia bahkan tertawa lebih kencang dari yang lain, 'Kapan lagi bisa kurang ajar dengan kaisar' Fikir mereka.
Permainan berlalu sampai hari sudah menunjukan sudah sore pertanda permainan akan berakhir, tapi mereka sama sekali tak terlihat lelah. Bahkan permainan itu berjalan sangat bahagia. Pemenang permainan tentu Tim Qira.
"Permainannya sudah selesai dan dimenangkan oleh kami. " Ucap Qira dengan nafas yang memburu.
"Oh ayolah Qira. Sebentar lagi " Jawab Juang Lii dan Guang Lii, karena mereka adalah tim kalah.
"Tidak tidak. kalian Harus menggendong kami." Qira semangat.
Tubuh mereka sudah penuh dengan keringat. Bahkan baju mereka sudah sangat kotor, mereka lebih mirip dengan rakyat biasa.
"Aku akan digendong Wolf." Ujar Qira. tapi sebelum ia menaiki punggungnya. Leon sudah lebih dulu naik.
__ADS_1
."Hey Leon! " Teriak Qira.
"Oh ayolah Qiqi kapan lagi aku bisa digendong oleh Wolf..." Jawabnya.