Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Rapat


__ADS_3

Mereka meneguk salivanya keras. takut kaisar Zauhan mengamuk akan berita ini, tapi kebanyakan dari mereka terbelalak kaget mendengarkan hal itu. Kenapa berperang?


.


“Ampun yang mulia. Ini karena kematian yang mulia permaisuri. Kematian yang mulia permaisuri ditangan anda---“


“Itu karena kau Wouncu...! Karena kau membuatku salah paham ..prang...!” Kaisar Zauhan membanting poci teh didepannya marah. Ia sadar aan Wouncu saat itu, tapi ia masih membutuhkan perdana mentro Wuncu. Ucapan perdana mentri Wouncu dipotong talak oleh kaisar Zauhan membuat siapapun menciut.


Peredana mentri Wouncu meneguk saliva kering lagi. “ Ya yang mulia. Maafkan hamba, maafkan karena menyebabkan anda membunuh yang mulia permaisuri anda sendiri..” Ujarnya gugup. Ia menekankan kalimat ‘Membunuh permaisuri anda senidri.’ Supaya semua tau jika kaisar Zauhan memang benar-benar sudah membunuh permaisurinya sendiri.


“Jelaskan kenapa mereka mengajak kita berperang...” Ujarnya tak mau memperpanjang masalah Qira. andai Ren ada disini, sudah dipastian jia kepala perdana mentri wouncu sudah lepas dari tempatnya.


Perdana metri Wouncu menyeringai. “Karena kabar jika yang mulia kaisar sudah membunuh putri mereka telah menyebar luas yang mulia, membuat kaisar Alexon mengerang marah dan kembali mengibarkan bendera perang yang mulia.”


.


“Kapan aku membunuh putrinya? Bertemu dengan putrinya saja aku tak pernah. “ Tegasnya. Ia menerawang mengngat selama ini, ia tak pernah mengenal putri dari kerajaan Langit, lalu kapan ia membunuhnya.


Semua orang slaing lirik. “Yang mulia pemaisuri Ming Zhu itu sebenarnya adalah putri dari keajaan Langit yang mulia. Ia sejujurnya bernama Putri Zu Qira Han. Bukan Ming Zhu sebagai putriku.” Ujarnya pelan.


Kalian ingatkan kedatangan Qira dikerajaan Barat ini? ia memakai nama putri perdana mentri Wouncu yaitu Ming Zhu. Gadis bodoh yang sudah beberapa kali hampir bunuh diri. Gadis yang tak suka bergaul dan juga selalu dihina. Belum ada yang tau identitas Qira disini, bahkan kaisar Zauhan sekalipun, sebab Qira menutupnya secara rapat...


Qira selalu meneybutkan namanya dengan asli, tapi selalu saja tak ada yang mengenalinya, sebab kerajaan angit dan kerajaan Barat yang sudah sangat renggang, sudah tak ada transportasi lagi dan tak ada lagi hubungan apapun membuat apapun informasi tak akan bisa masuk didua sisi kerajaan. Jadi, wajar saja jika merka tak ada yang tau jika ia seorang putri dari kerajaan mush.


Kaisar Zauhan membola matanya. “Jadi dia putri kaisar Alexon, kerajaan Langit?” Tanyanya kaget. Jika Qira bukan anak perdana mentri Wouncu ia sudah tau sedari awal, arenanya ia tak terlalu kaget lagi. Ia juga tak terlalu memikirkan dari mana Qira semenjak ia tau Qira buan mata-mata.


.


Pperdana mentri Wouncu mengangguk. “Mohon ampun yang mulia. Tapi begitulah kebenarannya. Ia adalah anak dari kerajaan Alexon. Beberapa hari yang lalu ada yang mengirimkan mayat Qira dikerajaan Langit dengan surat yang menjelaskan jika yang mulia permaisuri mati ditangan anda, kaisar Alexon sangat marah mendengar hal itu membuat ia mengajuan peperangan sesegera mungkin.


“Apa alasannya putri mereka kemari? Kenapa Qira tak pernah memberi tauku..” Ujarnya pada perdana mentri Wouncu.


“Hamba tidak tau yang mulia..” Ujar perdana mentri Wouncu.


“Izin menangapi yang mulia..” Perdana mentri Perdesaan ikut berbicara sopan, ia membungkuk dengan tangan dikepalkan dan disatukan, ia menaruh kepalan itu diatas kepala sebagai tanda penghormatan.


“Silahkan Mon..” Ujar kaisar Zauhan pada perdana Mentri Mong. Perdana Mentri yang usianaya tak jauh dari dirinya ia adalah salah satu perdana mentri termuda dan tercerdas disana. Ia ada karena menggantikan ayahnya yang sakit.


“Menurut saya. Sepertinya kaisar Alexon membuat putrinya memata-atai kerajaan kita yang mulia, sebab itu putrinya tak pernah mengatakan identitasnya. Ia tak mau ketahuan menjadi mata-mata, seprtinya ia mau membalaasnkan dendam. Tapi yang mulia permaisuri mati ditangan anda membuat ia murka dan mengibarkan bendera perang.” Ujarnya memberilan pendapat. Perdana Mnetri Wuncu tersenyum tipis akan hal itu.


“Lalu buankah kaisar Alexon menggunakan marga Lii Yuan? Kenapa Qira tak mengunakan nama Lii Yuan? Malah menggunakan Han?” Tanyanya heran. Karena marga itu penting, karena menunjan identitas dan juga jabatan kita.


“Ampun yang mulia hamba izn menjawab. Mungkin karena putrinya menyamar dan menjadi mata-mata dikerajaan kita membuat ia mengubah namanya. Bisa sajakan...” Ujar sang perdana Mnetri Mon.


“Hamba setuju yang mulia, sebab, jika tidak begitu, mana mungkin kaisar Alexon mau mengajak kita berperang, seprtinya yang mulia permaisuri Qira sangat berharga.” Jelas perdana menyri Wouncu.


Kaisar Zauhan mengepalan tangannya.” Kurang ajar...” Pedana Mentri Wouncu semakin menyeringai didalam hati.” Lalu apa hubunganya dengan kerajaan Awan dan juga kerajaan Iblis?” Tanyanya lagi.


“Menurut yang hamba dapatkan informasinya yang mulia. Jika putri Zhu Qira Han adalah anak angkat dari kaisar kerajaan Awan, kaisar Long Wey dan juga selir Xia, sebab mereka tak memiliki anak gadis. Mereka bertemu dimanakalah putri Zhu Qira Han diasingkan dihutan kemarian. Katanya putri Zhu Qira Han itu sangat dibenci oleh keluarganya dulu. “ Jelas perdana Mentri Wouncu.

__ADS_1


“Lalu kerajaan Iblis?” Tanya kaisar Zauhan lagi. Bagaimana bisa tiga kerajaan seperti ini.


“Kerajaan Iblis membantu mereka karena putra mahkota kerajaan Iblis itu adalah sahabatnya putri Zhu Qira Han. Karenanya mereka juga turun tangan.”


“Hanya seprti itu? Mana mungkin mereka mau membahayakan kerajaan demi satu gadis seprti itu. Hamba yakin jika kerajaan itu sudah merencanakan banyak hal.”Sahut perdana Mentri pertahanan baru bernama Wifu..


“Maksudmu?” Tanya kaisar Zauhan.


“Menurut hamba, jika perperangan ini memang sudah direncanakan oleh kerajaan Langit, hanya saja alasan kematian putri Zhu Qira Han menjadi alasan bagi mereka. Bukankah putri Qira pernah diasingkan? berarti putri Qira itu tak ada harganya dan bukan anak kesayangan bagi mereka. Sepertinya memang sudah direncanakan jauh-jauh hari.” Sahut Mon lagi.


“Jadi menurut kalian i ni hanyalah dalih dan albih? mereka memang mau melawan kita dengan alasan kematian putri merka?


“Benar yang mulia...!” Balas mereka takut-takut.


“Tak ku sangkah Qira. tak kusangkah jika kau adalah mata-mata musuh dari kerajaanku.” Gumam kaisar Zauhan dalam hati. ia mengusap wajahnya kasar. “Ada lagi alasan dan bukti?” Tanyanya lagi.


“Ampun yang mulia. Hamba sependapat dengan perdana mentri Mon dan juga Wifu. Bukankah kerajaan kita memang sudah bermusuhan dengan kerajaan Langit karena tragedi itu? Tragedi dimana nenek buyut dibunuh oleh ayah dari kaisar Alexon, sepertinya mereka memang mau membalaskan dendam jika dipikir-pikir, dan jika kembali ditela'ah. Bagaimana bisa putri kerajaan mereka bisa masuk kesini sedangan seluruh akses sudah ditutup, dan lebih parahnya ia memasuki istana kerajaan kita.” Jelas perdana mentri lainnya. Tak ada yang menyalahi Wouncukaah?.


Kaisar Zauhan mengepalkan tanganya erat.” Kurang ajar kalian hmm.” Gumamnya. Jia dikir benar adanya. Jika memang Qira bukan mata-mata bagaimana bisa ia memasuki kerajaan ini? apa alasan ia memasuki kerajaan ini? apalagi Qira berani memasuki kerajaan Barat membuat siapapun akan mengirah ia memang mata-mata dari kerajaannya.


Belum lagi saat Qira dituduh mata-mata selalu gugup dan juga selalu mengelak, tak pernah mau membeberkan asal usulnya, ketika burung penghantar suratnya pergi, Qira bahkan rela menungu sampai burung itu tak terlihat lagi.


“Sampaikan suratku pada kerajaan mereka. Bahwa aku menerima ajakan berperang dari mereka... Meskipun harus melawan tiga kerajaan sekaligus...” Tegas kaisar Zauhan. “ Dan satu lagi, katakan jika kita tidak takut untuk menghadapi mereka... “ Lanjutnya tegas.


“Baik yang mulia. Hidup yang mulia kaisar.... hidup yang muia kaisar Zauhan...!” sorak sorakan tu terdenar jelas membuat siapapun untuk bersemangat.


Perdana menteri Wouncu dan juga perdana mentri Wife saling lirik dan tersenyum. “Akhirnya kau masuk dalam perangkapku yang mulia, sangat mudah membuat ia bertekukk lutut dihadapanku. Ahh, seprtinya perperangan besar aan segera dilaksanakan... “ Gumamnya dalam hati.


....


“Tida ayah... Aku mau ikut dengan kalian berperang melawan kerajaan Barat, aku mau membunuh kaisar Zauhan sii laknat yang sudah berani-beraninya membunuh kembaranku. Ayolah ayah, au mau membayar balas dendam Qira. ayoo mengertilah ayah..” Ujarnya membujuk kaisar Alexon.


Kaisar Alexon memerintahkan jika Lian Lii dan juga Zain Lii untuk tetap tinggal diistana supaya ada yang menghendel dan juga menjaga istana. Bagaimana bisa ia pergi lalu meningalan kerajaan yang kosong, bisa-bisa ia kemalingan lagi membuat lawan semakin leluasa menghabisi kerajaan mereka. Bukan kerajaan Barat yang kalah, matilah mereka nanti. Bagaimana coba?..


Disana hadir kaisar Long Wey dan juga kaisar Xing untuk membantu perperangan tiba. Merka sudah sepakat akan turun tiga hari lagi. Iyaa,,, mereka menyiapan peperangan ini hanya memaan satu minggu, cepat? Tentu saja cepat jika dalam peperangan. Kaisar Alexon tak sabar untuk membunuh kaisar Zauhan dengan tanganya sendiri. Dalam hati ia selalu bergumam ‘Tunggu ayah membalaskan semua dendammu sayang. Ayah sangat menyayangimu’


“Tidak bisa Lian Lii. Umurmu mu masih sangat mudah. Lagipulah kau harus menjaga rumah kita, istana kita, jika kau pergi, maka bagaimana dengan ibu kalian selir Dong? Apakah kalian tega meningalkan mereka, lalu bagaimana dengan Selir Mei dan Putri Liang? mereka harus ada yang mejaga. Putri Kenderli juga harus dijaga...” Ujar kaisar Zauhan.


Selir Mei memang sudah berada dikerajaan Langit semenjak Qira pergi dari kekerajaan Langit, menurut Qira sudah cukup bermain-main dengan mereka, sedangkan putri Kenderli juga sudah Qira berikan obat sebelum ia pergi membuat mereka kembali sehat seperti semula, hanya saja mereka diasingkan dikediaman dingin, dimana kediaman untuk orang-orang kerajaan yang sudah berkhianat ataupun berbuat kesalahan. Dan itu adalah utusan dari kaisar Alexon. Ia masih tak mau melihat selir Mei.


Sedangkan selir Dong lebih suka berdoa dikuil membuat ia jarang pulang, lagipula kaisar Alexon ta pernah menyentuhnya, jangankan menyentuhnya, bertemu dengannya saja sudah tidak pernah. Kaisar Alexin juga tak pernah keberatan jika ia mau kekuai kapanpun nitu, hingga kabar Qira meningal membuat semuanya berkumpul. Bahkan para warga banyak yang berdatangan dan bergabung untuk mengikuti perperangan. Karena memang Qira sangat berperangaruh dikerajaan Langit dan juga kerajaan Awan.


“Ayah. Aku juga mau membalaskan dendam adik kami, jika kami disini kami terasa tidak berguna. Ayolah ayah, berikan kami kesempatan...” Bujuk Zian Lii yang nasibnya sama dnegan Lian Li, tak boleh keluar dari kerajaan dan harus tingal.


“Kalian harus ikuti apa yang ayah suruh...! ini demi kebaikan kalian...!” Bentak kaisar Alexon marah, susah seali mengatur anaknya ini. apakah bagi mereka perperangan itu hanya main-main? Yang benar saja, semuanya ada taruhannya, dan taruhannya adalah nyawa.


“Ayah jahat...! Ayah tak tau bagaimana perasaanku saat kehilangan kembaranku. Aku mau ikut dan aku mau mebunuh kaisar Zauhan dengan atau tanpa persetujuanmu..” Bentaknya tak lagi mematuhi etitut dan iuga kesopanan, ia terlalu marah melihat ayahnya tak tak mengizinan keluar, padahal ia ingin seali membunun kaisar Zauhan dan membalas kesakitan yang Qira alami. Salahkah?


“Lian Lii..” Teriak Juang Li pada sang kembaran Qira. lian Lii meninggalkan aulah disana.

__ADS_1


“Bagaimana ini Yuan?” Tanya kaisar Xing melhat anak-anak kaisar Alexon mau ikut semua dalam perperangan.


Kaisar Alexon menggeleng.” Biaran saja mereka. Aku tak punya pilihan lain Xing..” Ujarnya pada kaisar Xing.


“Kenzi ikut perperangan?” Tanya kaisar Alexon pada kaisar Long Wey, semnjak Qira meningal membuat kaisar Long Wey selalu diam dengan aurah mematikan.


Kaisar Long Wey masih dalam keadaan duka mendalam membuat ia tak bisa berkata-kata lagi. “ Kenzi akan berbaris paling depan untuk gadis kecilku.” Ujarnya singkat nan dingin tu. Ia menekankan kata ;Gadis kecilku; membuat kaisar Alexon mendengus tak suka.


“Kau tak takut ia mati diperperangan? Sebab kami tak memberi penanggung jawab.” Ujar kaisar Alexon jujur, jika Kenzi mati dalam perperangam bagaimana? Jika sudah begitu nantikan akan mereporkan saja, dan juga akan menambah masalah baru sedangkan masalah ini saja bemum selesai.


“Bahkan jika dunia yang hancur aku tetap tidak peduli. Yang penting adalah aku dapat membunuh kaisar Zauhan ditanganku sendiri.” Ia mengepalkan tanganya yang berada diatas dadanya erat. Sedangkan tangan kirinya menggengam minuman itu sekarang mengeras membuat mainan itu hancur ditanganya." Mati untuk Qira adalah mati dalam kehormatan.."


Kaisar Alexon diam lagi. Bagaimana bisa kaisar Long Wey ta takut kehilangan anaknya untuk berperang. Ia bahkan rela mengorbankan Kenzi sii calon raja berikutnya, sedangkan ia? Ia bahan masih meningalkan Zian Li dan juga Lian Lii karena takut, jika mereka gugur dalam berperang, maka masih ada sang penerus.


Sungguh. Kasih sayang dirinya hanya secuil dari kasih sayang kaisar Long Wey, jadi apakah ia masih pantas disebut ayah yang sedang memperbaiki kesalahan?


....


“Lian Lii. Jangan marah..” Ujar Guang Lii mengikuti kembaram Qira ini diluar aulah.,


Lian Li mengerang marah keluar dari aulah.” Aku mau ikut berperang, apakah aku salah kakak? Aku mau mebalaskan dendam Qira kak. Apaah aku salah kak? Tolong beri aku alasan kenapa aku tak boleh turun berperang.” Lian Lii mengoyangkan tangan Guang ii.


Guang Lii menghela nafas dalam “Aku tau...” Ia mengelis punggung Lian Lii. “ Tapi ada saatnya kau harus menurti ayahhanda. Jika kita pergi bagaimana dengan istana? Apakah kau mau istana kita dirusak oleh kerajaan Barat. Kau jangan lupa jika kerajaan Barat itu sangat jahat dan juga kejam.” Ujarnya lagi.


“Aku tidak peduli. Yang aku pedulikan adalah membantu Qira diperperangan. Salahkah?” Tanyanya kesl.


Guang Lii menghela nafas lagi. Keras kepala sekali buan? Cih.” Buan begituLian Lii. Jika kita pergi semua, maka siapa yang akan menjaga kerajaan kita? siapa yang menjaga ibu Dong dan lainnya. Lagipula umurmu yang paing mudah, ayah hanya mengkhawatirkanmu.” Bujuknya pada Lian Li.


“Lalu kenapa tidak kau saja dikerajaan? Menjaga kerajaan dan menjaga ibumu itu, menjaga adik-adikmu. Bukankah kau lebih berhak melindungi adik dan ibumu?” Tanya Lian Lii marah.


Benar kata Lian Li, selir Mei, Kinderli dan juga Liang Lii semuanya bukankah anak dari selir Mei dan itu artinya mereka adalah keluarga dari Juang Li dan juga Guang Lii, lalu kenapa harus dia yang bukan siapa-sapa. Kenapa harus dia? Guang Li dan Juang Li lebih pantas tingal untuk melindungi mereka dari pada Lian Li sebagai kembaran Qira.


Guang Lii diam sesaat. “Aku mau berperang untuk membalaskan dendam Qira. ayolah, aku tak mau diam saja saat Qira mati dengan kejihnya ditangan kaisar Zahan..!” Ia mengepalkan tanganya, urat lehernya keluar saat mengingat bagaimana kejamnya Qira mati ditangan kaisar Zauhan, dan lebih parahnya kaisar Zauhan mengirim mayat itu dikerajaan ini seakan mengibarkan bendera perang.


“Lantas apa bedanya aku denganmu kak?” Tanya Lian Lii marah.” Alu juga sepertimu, mau membalas semua perbuatan mereka pada adikku. Qira kembaranku, aku mau membalas dendamnya... “ Teriaknya geregetan. Masa orang lain boleh sedangkan ia tidak.


Guang Lii menghela nafas. Ia tau rasanya jadi Lian Li. Mereka sama-sama memiliki tujuan untuk membalas ndendam pada merka yang ada disana. “Pikirkan baik-baik Lian Lii. Sebab jika kau gugur diperperangan, maka Qira akan sangat murka diatas sana..!” Guang Li menepuk pundaknya pelan lalu pergi.


“Lebih baik aku gugur dalam perperangan dari pada aku masih hidup tapi tak berguna untuk bagian dari darahku sendiri kak. Aku akan merasa terhormat jika mati dalam berjuang...!” Teriak Lian Li tegas dan yakin.


.


.


.


.


**kenapa tidak langsung perang saja? eggak secepat itu yaa. Masih membahas madalahnya supaya Kongkrit nanti keEND.

__ADS_1


jangan lupa Like komen and Vote yey**


__ADS_2