
Qira tertawa lepas saat mendengar ucapan Jin Yu. “Hey. Aku hanya memberi pelengkap didadamu. Kau lihat dadamu datar. Apa kata orang jika dadamu sama sekali tida berisi seperti itu.” Ucap Qira menunjukan dada Jin Yu.
Sepertinya ronah merah yang sedari tadi ,membanjirinya belum cukup. Qira memasukkan gumpalan kain itu masuk kedalan baju Jin Yu lalu mengikatnya dengan baik. “Kau bahkan tidak memiliki buah dada.” Ucap Jin Yu kesal.
Qira menatap buah dadanya. Memang benar, ukurannya sangat kecil. Menampakkan ia seperti tak memilikinya. “Apa itu penting untuk mu? Ku rasa tidak.” Ucap Qira acuh.
“Hey apa yang kau lakukan.” Teriak Jin Yu saat Qira menariknya keluar.
“Keluar melihat lomba menari dan bermusik.” Ucap Qira. Hari ini memang masih lombah. Tapi Qira sama sekali tak tertarik untuk mengikutinya.
“Tidak. Aku tidak mau...” Ucap Jin Yu menepis tangan Qira.
“Hey, lalu apa guna aku meriasmu. Jika kau tak menurutiku. Habis kau.” Qira mengancam dengan sangat mengerikan.
Jin Yu lagi-lagi menahan jantung yang berdegub kencang karena ketakutan. “Lagipulah orang-orang tidak akan mengenalimu. Bahkan kau lebih cantik dariku.” Gerutu Qirra.
“Sudahku bilang. Kau memang bukan perempuan sejati.” Jawab Jin Yu.
“Sudah ayoo. Atau aku tak akan menahan untuk membunuhmu...” Jawab Qira menarik tangan Jin Yu. Jin Yu hanya pasra saat Qira menarik tangannya keluar. Jendral Zink ternyata masih menunggu didepan kediaman Jin Yu. Ia mengerutkan keningnya saat Qira keluar membawah wanita cantik. Bukankah tadi yang ada didalam hanya ada Qira dan Jin Yu.
Tapi Qira hanya tersenyum bahagia menindas Jin Yu. Ia melangkah melewati para pangeran yang menatap Jin Yu seolah-olah menemukan santapan nikmat. Bahkan ada yang meneteskan air liur. Jin Yu yang ditatap seperti itu menjadi risih. Ia bahkan lebih deg-degan melebihi jatuh cinta. “ Apa kau puas mempermalukanku putri. Cepat lepaskan tanganku.” Ucapnya memberontak saat Qira menggandengnya.
“Puas. Setidaknya aku bisa merasakan memiliki teman sesama perempuan...” Ucap qira menatap Jin Yu. “Kau tau Jin Yu, aku sama sekali tak memiliki teman perempuan dari kecil. Dan saat ini kau seperti perempuan, aku bisa merasakan bagaimana menggandeng teman perempuan dengan riang ditengah keramaiaan. Meskipun nyatanya kau tetap seorang pria.” Lanjutnya lagi lesuh.
Jin Yu dapat merasakan suara Qira begitu menyedihkan. Ia mengusap kepala Qira. “Ayaoo gandeng aku lagi.” Ucapnya semangat. Ia sangat merasa bersalah kepada Qira. Ia tahu ia sudah membuat Qira sedih.
“Hay putri.” Sapa seorang pria dari balik punggung Jin Yu. Qira dan Jin mengalihkan pandangannya menatap asal suara. Ternyata itu adiknya Jin Yu. “Ada apa?” Tanya Qira.
Pria itu menggarukkan kepalanya. “Hm kami.. kami... Bolehkah kami berkenalan dengan kalian putri,” Jawabnya canggung.”Kami sebelumnya belum pernah melihat gadis cantik bersama putri saat ini.” Jawabnya lagi. Ia berdua dengan Pria lain. Belum lama saja Jin Yu sudah membawa banyak penggemar cxcxcx.
__ADS_1
“Oh. ini bukan peremp----“
“Hay. Maaf kami harus pergi...” Dengan suara wanita yang mencolok.Jin Yu mendekap mulut Qira dengan telapak tangan kekarnya dan beranjak pergi meninggalkan adiknya.
“Apa yang kau lakukan.” Teriak Qira.
“Jangan bilang aku Jin Yu. Aku malu. Ayoo kita pergi sebelum mereka menyusul lagi. Aku merasa geli.“ Ucap Jin Yu merinding. Ia mengajak Qira langsung menuju pertandingan.
Bughh...
Saat mereka telah memasuki gerbang lapangan,Qira menabrak seseorang. Qira hampir saja jatuh ketanah jika tidak ada yang menahan punggungnya. Qira mengerutu kesal. Ia membuka matanya yang terpejam karena kaget. Dapat ia lihat. Ia menabrak maoxi.
“Ups...” Ia menutup mulutnya anggun seolah olah terkejut. “Aku tidak sengaja..” Lanjutnya.
Qira mengatur nafasnya untuk menahan emosi. “ Apa yang kau lakukan pada Qiqi ku...” suara bariton yang menangkap Qira kepelukannya menggemah, memancing perhatian orang-orang. Qira mendongak menatap orang tersebut, ternyata ia adalah Wolf. Wolf yang baru saja samapi menatap Qira hampir tersungkur membuatnya naik darah, untunglah jarak mereka tak begitu jauh.
Putri Maoxi menatap Wolf dengan tatapan lapar. Memang Wolf tampan, bahkan sangat tampan. “Ah aku tak Sengaja...” Ucapnya lembut.
“Aku baik-baik saja Wolf. Kenzi.“ Ucap Qira.
“Yang yang mulia.” ucap putri Maoxi. Ia menatap Kenzi dengan tatapan takut sekaligus kesal karena Qira, beruntungnya Qira dikelilingi orang-orang yang sangat menyayanginya sepenuh hati.
“Apa yang kau lakukan putri Maoxi?” Tanya Kenzi marah.
Putri Kenzi meremas hanfunya menatap Qira penuh benci. “Aku tidak melakukan apapun, aku tak sengaja. Ak akuu---“
“Aku peringatkan untuk tidak melukai Qiqi barang seujung kukupun. Kau harus ingat itu..!” Teriak Kenzi menggemah saat memotong ucapan Maoxi.
“Yang mulia. Aku tidak melakukan apapun. Aku tak sengaja. Lagi pulah apa pentingnya putri yang terbuang seperti dia. Kau harus ingat, aku calon istrimu, aku tunanganmu bukan Dia. Jadi kau harus mendukungku.” suara amara putri Maoxi menggemah.
__ADS_1
‘*O*h jadi Kenzi tunangannya. Wajar saja ia memandangku dengan sinis” Batin Qira.
Kenzi menatap putri Maoxi marah. Ia mengepalkan tangannya. Tapi suara lain membuatnya bertambah murka.
“Dia milikku. Milikku. Dia calon istriku.” Suara sexy itu memeluk Qira dari belakang. Menjauhkan Wolf disisinya.
Tentu Wolf pasti akan bertindak. Ia mulai mendekat lagi dan memukul pria itu. “Lancang kau mengakuhi Qiqi sembarangan...” Teriaknya menggemah.
Jin Yu dan yang lain menatap hal itu bingung. Tapi tidak dengan Maoxi. Betapa iri dan bencinya ia menatap Qira yang menjadi rebutan.
“Wolf. Sudah, cukup.” Ucap Qira menenangkan. Tapi semuanya terlambat. Mereka sudah saling menyerang. Pria yang melawan Wolf adalah pria bertopeng yang beberapa kali bertemu dengan Qira. Dengan berutal mereka sama-sama menyerang.
Untunglah tak lama kemudian suara kaisar Alex memisahkan mereka. “Apa yang kalian lakukan?” Ucapnya Tegas.
Baik Wolf maupun Pria itu menatap kaisar Alex dengan mengusap darah dari sudut bibirnya. “Dia yang memulai.” Ucap pria bertopeng, ia menggunakan cadar putih tapi cadar itu telah terlepas dan menampilkan wajah yang menawannya.
“Putra mahkota Xiolenyi. Apa yang terjadi?” Tanya kaisar Alex. Ya pria itu putra mahkota kerajaan dewa yang bernama Xiolenyai.
“Aku hanya mengatakan jika Putri Qira adalah calo istriku. Tapi dia memukulku. Bukankah aku memang tunangannya.” Ucapnya menatap Wolf tajam.
Kaisar Alex menatap Wolf dan Xio yang sama sama terlalu tampan. Ia menghela nafas. “Memang benar putra mahkota Xiolenyei adalah tunangan Qira semenjak dalam kandungan.” Jawabnya.
Qira menatap kaisar Alex bingunag, apa maksud semua ini?. ia sama ekali tak paham, ia bahkan belum tahu hal ini. “Apa maksudmu?” Teriak Qira.
“Wolf apa kau baik baik saja?” Qira beralih menatap Wolf yang memegang dadanya yang terasa sakit.
“Aku tidak apa-apa Qiqi. Tenanaglah.” Jawab Wolf. Ia memegang jemari mungil Qira yang mengelus dadanya. Tentunya semua itu tak luput dari penglihatan Xiolenyei.. tangannya terkepal dan hatinya terbakar oleh cemburu.
“Ibundamu dan ibunda putra mahkota Lenyei telah melakukan kesepakatan saat kau masih dalam kandungan. Jika ibumu memiliki anak perempuan, maka ia aberjanji akan menikahi mu dengan anaknya yaitu putra mahkota Lenya. Nyatanya kau terlahir perempuan, meskipun kau gembar.” Jawab kaisar Alex berat.
__ADS_1
Kening Qira mengerur menatap kaisar Alex. Ia tersenyum sinis. ‘Apa peduliku. Akukan akan pergi dari kerajaan ini’ Batinnya.