
Qira menghela nafas kesal.” Kalian bertahan ya.. dan tutup mata kalian. Dekap ibu serat mungkin jangan sampia jatuh. Jikapun kalian buka mata kalian, maka kalian harus menjadi tangguh seperti bu. dengar.. kalian harus menjadi anak yang tanggu. *** boleh cengeng dakalah tertimpah masalah. Harus tenang dan juga berani..” Ujarnya keras kepada anak anaknya sembari mengelak batu-batu itu. Tangannya sudah tak lagi bisa menyangga dengan baik.
“Iy iya ibu..” Ujar Heqi dan Qeqe yang masih sesegukan menangis karena takut.” Siap.. ayo kita berpetualang.. hiya..” Ujar Qra keras lalu memainkan lagi selendangnya kesisi lain membuat Heqi dan Qeqe mendongak. Mereka menatap ibu mereka yang mendekap tuhan mereka erat lalu berpindah keposisi lain. lalu ibunya mencari penyangga lain dengan cepat dan bisa kembali keatas. Itu cukup membuat mereka terejut. Dan satu hal lagi yang membuat mereka terkejut. Dikalah ibunya keatas. Ia mengeluarkan ilmu apinya dan membakar beberapa orang yang mau menghadanginya.
Mata mereka disuguhkan hal itu membuat tangis mereka reda. Mereka kagum sekali akan hal itu. Namun tangan mereka memeluk Qira erat sekali. Qira menarik selendangnya lalu mengikat tubuh putra mhkota shen erat diperutnya. Matanya melihat Lingling yang masih tertidur diatas siluman ular itu. Nampak ia mengelus kepala Lingling sampai ia tak sadarkan diri dan tertidur begitu pulasnya membuat ia mengerang marah. Bagaimana bisa anak-anaknya yang menjadi sasaran keserakahan semacam ini.
“Kurang ajar.. serang dia..!!” Teriak dari ketua sakte itu keras membuat mereka maju. Dengan cepat Qira membuka dan mengambul lima pisau dihanfunya. Ia membariskannya lalu melemparnya menyerong. Dan satu pisau mampu menebas tiga orang sekaligus. Tak putus kepala mereka tapi mampu memutuskan urat nadinya. Mereka berteriak histeris disana. Dan Tak sampai disana. Qira juga membuka lingkaran api disana membuat mereka dilindungi api. Kakinya menghentak dan menimbulkan batu yang berterbangan. Tangannya keluar dan mengintar dan ia buatkan gerakan untuk menimbulkan ilmu anginnya. Dan ia hempaskan tanganya.
bebatuan itu berterbangan dan melewati api Qira dan saat itu juga batu itu menjadi batu api dan itu cukup membuat mereka membelalakkan mata mereka. Mereka diserang dengan hujan batu api membuat mereka mundur banyak yang terkena batu itu dan terljatuh kebawah dan menjadi santapan ular. Ada yang berteriak histeris karena kepala mereka pecah dan ada yang matanya yang kena.
Heqi dan Qeqe mengeleng tak menyangkah. Putra mahota Shen yang sadar itupun sekarang kagum akan Qira. ia memeluk tubuh Qira erat dimana ia disangga oleh kain itu. Tangisan mereka sudah kering dan sekarang Qira mengekah keringatknya yang sangat banyak.
“Kurang ajar...!! siapa kau sebenarnya?” Terak dari ketua sakte yang sudah lanjut usia itu keras.” kau bukan manusia..!” Ujarnya keras. Ia tak yakin Qira manusia karena kemampuan Qira yang diluar batas. Dan itu membuat ia sedikit takut tapi tetap tak mau mundur karena malu dan juga gengsi.
Qira tergelak kencang dengan mata yang membiru.. mata yang tadinya hitam sekarang menjadi biru terang menjadi cahaya pertanda ia sudah sangat marah. Rambutnya juga menyalah biru membuat heqi dan Qeqe mendadak terkejut. Ibunya sangat menyeramkan.” Aku memang bukan manusia biasa.. kau mencar mati dengan orang yang salah..!” Ujarnya menggema dengan tawanya. Ia marah anak-anaknya diganggu dan ia marah diklaah Lingling mereka diracuni. Ya.. Lingling terkena racun tidur dan tak akan bangun jika Qira tak memberikan ramuannya.
Mereka saling tatap. Dan seringaian licik itu terjadi dimana seseorang disana keluar dan mendorong Qira. Namun Qira menahannya dengan tangan yang mengambang. Tangannya mencengkramnya bagaikan mencekiknya membuat ia mengeram. Lalu ia melemparkan sosok itu kedalam rawa-rawa itu membuat mereka tertegun dan menelan saliva yang terasa sangat kering.
“Kembalikan anakku..!!” Ujar Qira dingin kepada mereka menatap Lingling yang tertidur disana... matanya menyorot tajam mereka semua.
Sosok yang memeluk Linglingpun terkekeh. “ Ini anakmu?” tanyanya sinis memeluk LIngling.” Tapi dia sudah menadi milikku sekarang.. jadi, jangan mimpi ntuk mengambilnya dari tanganku..!” Ujarnya dingin menaikan satu alisnya. Matanya mengkilat dengan sisik yang menyinar kagi. Belum lagi lidahnya yang menjulur bagikan ular berbisa..” Tapi jika kau mau mengambilnya. Silahkan, tapi jika kau bisa...!” Ujarnya terkekeh sinis menatap Qira.
__ADS_1
Qira mendengar itupun terekeh sinis. Ia melangkah, namun nyatanya sebelum ia melangkah, kakinya dililir oleh banyak ular membuat ia diam dan mengeluarkan ilmu apinya. Namun kembali tubuh sampai satu ular yang ingin mematuknya membuat ia mundur. Saat ia mundur ia hampir masuk kedalam jurang itu.
Untunglah tangan kekah seseorang memeluk pinggangnya erat membat ia mendongak. Ternyata itu adalah tangannya Zauhan.” Kau lama sekali..” Gumam qira kesal kepada suaminya itu. lalu kembali berdiri dengan tegap. Sedangkan Heqi yang diatas leher ibunya itu memeluk Qira sangat erat karena takut jatuh. Jantungnya terasa mau copot dikalah tu. Untunglah ia siap saga.
Zauhan tersenyum.” Maaf sayang.” Ujarnya lembut.” Kau duduk saja dan jaga mereka. Aku yang akan mengambil Lingling dari mereka. Kau tenang saja ya...” Ujarnya mengusap kepala Qira membuat sang empu mengangguk yakin. Zauhan memiliki kekuatan ta kalah besar dan ia yakin itu.
“Woew, sekarang ayahnya yang rurun.. sepertinya kalian pasangan yang sangat manis ya..” Ujar dari tetua itu terkekeh dengan sinis menatap Zauhan.
Zauhan menatap mereka dengan mata yang memerah karena amarah. Mata hitamnya sekarang menjadi merah darah membuat tetua itu terkejut. Sama halnya dengan ular itu. “I i iblis.. raja iblis..!” Gumam mereka. Karena memang yang memilki mata yang berwarna merah darah itu adalah raja iblis yang sesungguhnya. Sedangkan ular? Kekuatanya masih dbawahnya. dan itu mampu membuat mereka takut.
“Kau tak apa Qira?” Tanya jendral Zing disamping Qira. ya.. dia yang mencar bantuna tadi. Dan ia menemukan Zauhan yang memiliki wajah yang sangat khawatir membuat ia yakin jika Zauhan mencari anak-anaknya. jadilah dia menemuinya dan menceritakan semuanya. setelah itu mereka menyusul Qira da kesini. Zauhan menggunakan ilmu penghilang tubuh kesini. Mudah baginya dan Zing? Ia mengikuti Zauhan.” Tenang. Aku akan melindungi kalian.” Ujarnya pada mereka dan Qira mengangguk dan melepaskan putra mahkota Shin dari gendonganya. Namun ia masih kekeh memeluk Qira karena takut membuat Qira membiarkan saja.
“Kalian jaga dia. Ibu akan mengambil Lingling..” Ujar Qira pada jendral Zing dan anak-anaknya. Ia mengarahkan pandang matanya menuju putra mahtota Shen.
Jendral Zing mengeleng cepat.” Kau disini saja. Biar aku yang mengambilnya dan membantu yang mulia Zauhan..” Katanya lalu pergi meninggalkan Qira yang pikirannya berkecambang. Ia tak bisa diam sjaa. Tapi ia harus menjaga anak-anaknya dari serangan apapun itu. Mereka dalam keadaan berbahaya saat ini.
Sedangkan Zauhan dengan mudah menebas kepala ketua sekte teratai itu dan mengalahkan siluman lar itu. Ia hanya mengeluarkan pedang nerakanya ular itu sudah pergi. Namun ketika ular itu pergi Qira menghadangnya. Qira mengeluarkan pedang putih milik dari Dewi bulannya. Lalu
clap.. ia mengapaknya tepat ditengah-tengahnya kepalanya membuat ular itu mati. tepatnya membela diri.
Qeqe disana terkejut pastinya namun Qira diam saja. Lalu ia mendekat, ia mengambil baju berwarna merah ditengah tengah itu mengeluarkan cahaya. Itu adalah penawar racun tidur yang diminum oleh Lingling.. jika tidak mengunakan itu maka Lingling akan tertidur selama-lamanya...
__ADS_1
. “Itu apa ibu?” tanyanya Heqi kepada Qira.
“Penawar untuk adik kalian..” Jawab Qira lalu merangkul anak-anaknya. “Ayo kita melihat Lingling..” Ujarnya membuat anak-anaknya mendekat dan meihat adiknya.
Zahan disana menatap Qira denga diam. ia tak tau tadinya jika lingling diracun, jika ia tau ia tak mungkin melepaskan siluman itu. Untunglah Qira menghadangya.qira mendekat pada Lingling yang tertidur nyenyak disana. Matanya sayu menata anaknya seperti itu. Ia menekan batu merah tu tepat dimulut Lingling membuat Lingling menghirupnya. Dan batu itu hilang.
Lingling sedikit menjengit membuat Qira menahan dadanya. Ia menahan anaknya supaya tak teradi apa-apa. Da setelahnya LIngling membuka matanya. Matanya awalnya berwarna merah sekarang berubah menghitam. Qira kembali tersenyum dibuatnya. “Ibu.. Huamm..” Gumamnya bagai orang yang bangun tidur.
“Lingling..!” Teriak heqi memeluk adiknya diikuti oleh Qeqe. Qira yang mrlihat itupun memeluk anak-anaknya. Rasa khawatirnya ingin membunuhnya tadi membuat ia menghela nafas.”Maaf..” Gumam Qira pelan. Zauhan yang melihat itu tak kalah terharu. Ia memeluk anak dan istrinya itu sendu.” Maafkan ayah... ayah tak bisa menjaga kalian..!” Gumamnya..
“Nanti jika aku besar aku ingin sekuat dan sehebat ibu-kakak... aku mau seperti ibu.. jadi ibu harus mengajari kami.. huaaaa kami sayang ibu. terimakasih ibu..” Ujarnya memeluk Qira erat diikuti oleh Qeqe dan bergumam yang sama. Lingling? Ia hanya mengerjab bingung saja.
Setelah kejadian itu... Zauhan hanya menghela nafas... dan berterimakasih pada Dewa,,, mereka akan bekerja keras untuk menjaga anak mereka lebih kuat lagi.
...
Hari ini adalah hari dimana pernikahanya G\=muang Lii. Semuanya sudah hadir. Termasuk Qira.. Qira dan Zauhan.. disini Qira menghela nafas dikalah depan semua orang. Disana ada ayahnya, kakak-kakaknya sekarang memang dikumpulkan oleh Zauhan. untuk menyampaikan jika Qira kembali hidup. semuanya menatap Qira. hanya keluarganya dan kerabat saja kog..
“Qira?!!” tanya kaisar Alexon serak menatap Qira dan Qira terkekeh geli saja menatap ayahnya...
TAMAT.....
__ADS_1