Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Ketulusan


__ADS_3

“Gombal?” Beo kaisar Zauhan. Bahasa apakah itu? Batinya.


“ Kamu ganteng.” Bohong Qira membuat kaisar Zauhan menggaruk tengkuknya yang terasa panas..


“Jangan garuk-garuk. Jorok. Kau kan masih menyuapiku.” Gumam Qira kesal.


Kaisar Zauhan tertawa kencang membuat Qira tersihir. Ini keajaiban dunia.


Ketampaanan kaisar Zauhan berlipat ganda. Jujur Qira baru kali ini melihat pria yang begitu tampan membuat ia tak mau mengalihkan pandangannya. Ahh, bagaimana bisa ia barus tau jika wajah kaisar Zauhan sangat tampan.


“Sudah selesai memandangiku hmm?” Tanya kaisar Zauhan mengoda. Ia


Qira mengeleng.” Kau tertawa? Kau semakin tampan jika kau tertawa. Mengapa kau tak suka tertawa?” Tanya Qira jujur.


Kaisar Zauhan menghembuskan nafasnya sesudah puas tertawa.” Karena senyumku mahal, hanya untuk kau seorang saja.”


“Ibumu? Ayahmu?” Tnaya Qira.


Kaisar Zauhan menggeleng.” Mereka bahkan membuatku lupa akan senyuman.”


Qira mengangguk.” Maaf.” Ia tak enak hati membuat kaisar Zauhan bersedih hati. meskipun tak tau apa masalahnya.


“Jadi... Akukan sudah tampan dimatamu, apakah kau sudah mencintaiku Qiqi?” Tanyanya.


Cinta?


Qira tertegun. Sejujurnya Qira sudah tertarik dengan kakak Kim sedari awal bertemu sampai sekarangpun ia sangat menykai kakak Kim. Mulai dri tutur bahasanya yang baik, prilaku yang lembut dan juga tekat yang kuat. tapi disisi lain jika dengan kaisar Zauhan ia bisa biasa saja, hanya merasa nayaman dan dilindungi. jantungnya yang sering berdebar membuat ia tak tau ia mencintai kaisar Zauhan atau tidak. Tapi ia yakin jika dihatinya ada nama kakak Kim. Dan ia tau jika kakak Kim juga menyukainya, yaa, dia bisa melihat itu dimata kakak Kim.


“Memangnya kenapa hm?” Tanya Qira mengalihkan pembicaraan. Rasanya mungkin akan menyakitkan jika Qira jujur.


“Aku tau kau mencintai orang lain. Tapi aku akan berusaha membuatmu mencintaiku jauh dari kau mencintai dia. tapi kau harus tau, jika aku sangat mencintaimu melebihi cintamu dengan dia. Jadi tolong cintai aku sedikit saja supaya aku bisa menjatuhkan hatiku ketempat yang tak terlalu sakit.” Mata kaisar Zauhan sendu.


Qira diam.” Aku mau makan ikan lagi.” Ia berucap untuk menghindarkan perkataan kaisar Zauhan. Rasanya sakit jika melihat mata kaisar yang biasanya dingin sekarang sendu, yang biasanya memerintahkan dan sekarang memohon. Hatinya sedikit dicubit membuat ia tak nyaman.


“Berjanjilah jika kau membuka hatimu Qira.. kita masih ada satu mingu lagi waktu untuk bersama.” Ucap kaisar Zauhan penuh harap.


Qira harus jawab apa?” Kau tau? Aku tak pernah jatuh sejatuh jatuhnya pada orang lain. Aku memang menyukai kakak Kim, tapi aku tak pernah mau berharap dengan manusia. Karena apa? Karena berharap dengan manusia itu S.A.K.I.T.” Jawab Qira menekankan kata ‘sakit’ ia tau rasanya berharap, ia tau rasanya sayang kepada orang lain tapi orang lain tak sayang padanya. Ia tau rasanya berkorban tapi tak dilihat pengorbannya ia hanya mau hidup tanpa harapan, mengalir bagaikan air. Ia ingin hidup bebas tanpa tuntutan perasaan dan juga sakit. Karena apa? Karena ia lebih memilih sakitnya fisik dari pada sakitnya hati.


Sakit fisik bisa diobati tapi jika sakit hati? Ia harus apa? Ia terlalu banyak makan pil pahit, baik kehidupan sebelumnya sampai kehidupannya yang sekarang membuat ia memikir dua kali untuk menaruh harapan.


Kaisar Zauhan menatap Qira yang matanya menyiratkan kepedihan. Jadi nama orang yang beruntung itu Kim? Siapa dia? “ Jika aku membunuh kakak Kimmu. Apakah kau bisa mencintaiku?” Tanya kaisar Zauhan.


Qira menggeleng.” Cinta itu dari hati.”

__ADS_1


“Tapi kata Ren, cinta bisa datang karena terbiasa.” Jawabnya cepat.” Pamanku menikah karena perjodohan antar kerajaan untuk saling menguatkan posisi. Para pangeran maupun lainnya juga menikah tanpa landasan cinta, tapi setelahnya mereka bisa sma-sama jatuh cinta dan mempunyai anak. Apakah kita tidak bisa seperti mereka?” Tanya kaisar Zauhan. Ia rasanya sudah sangat jatuh pada pesona Qira. ia bahkan lupa jika ia seorang raja saat ini. bolehkah ia menjadi pria biasa yang sedang mengejar cinta dari pujaan hatinya?


Dinginya hati bisa cair jika berada didekat orang yang nyaman, dia masih manusia biasa yang bisa nyaman dan juga menyayangi orang sekitarnya. Ia tau jika ia berebihan. Tapi tak mengapa, asal ia bisa melihat Qira selalu disisiinya.


“Bohong jika ada cinta karena terbiasa. Yang ada itu hanya rasa nyaman. Nyaman karena sudah terbiasa bukan cinta, cinta datang karena pandangan pertama itu ada yang berbeda, pandangan kedua ada ketertarikan dan pandangan ketiga adalah candu. Aku tak pernah mempercayaan cinta datang karena terbiasa. Jika mereka takut jika dipisahkan satu sama lain karena apa? Karena mereka sudah terbiasa satu sama lain untuk hidup bersama. “Qira menjawab dengan serius seakan aktor dalam cinta yang ahli.


“Jika begitu, aku hanya ningin kau terbiasa denganku. Biarkan aku mencintaimu.”


Qira menghela nafas. Ada debaran yang tak kunjung padam membuat ia mengontrol dirinya sangat hati hati. Ia harus terlihat tenang. “Maaf. Biarkah hatiku yang memilih.”


Hening setelah Qira menjawab hal itu. Kaisar Zauhan sudah kehabusan kata-kata. Ia kembali membakar ikan yang ada dan menyuapi Qira. cangung keduanya.


Kaisar Zauhan yang rasanya sangat sakit didadanya sedangkan Qira juga menahan hatinya yang terasa menyalahi dirinya sendiri? Kenapa? Apakah dia salah? Bukankah pilihannya benar?


“Apakah kau tidak kedinginan?” Tanya kaisar Zauhan.


Qira menggeleng. Ia menguap sembari menatap kaisar Zauhan yang memakan ikannya, rasanya tak kenyang dan tak berselerah. Qira menidurkan dirinya disamping kaisar Zauhan. Tepatnya ia bersandar dibatuh besar dibelakangnya.


Yaa, sekarang kaisar Zauhan dan Qira sedang berada disamping batu yang ukurannya dua meter dengan dibelakangnya adalah sungai. Ada api ungun didepannya membuat Qira bisa tidur dengan hanngatnya malam, ia sudah bisa tidur deperti ini.


Kaisar Zauhan yang mendengar dengkuran halus Qira membuat ia menoleh. Ia bisa melihat wajah damai Qira. ia mendekat lalu menatap secara jelas. Tangannya terulur, jempol tangannya mengelus pipi Qira, menyusuri lekuk wajahnya, matanya, alisnya, hidungnya dan terakhir bibir Qira.” Aku harap aku selalu bisa melihat kau tidur disampingku Qira. selamanya.” Gumamnya.


Cup..


Beberapa kali ia mencium pipi Qira dengan sayang lalu memilih tidur dengan menumpuhkan dagunya dipuncuk kepala Qira. sedangkan Qira sudah terjun bebas kealam lain.


Inilah kebiasan Qira jika bersama kaisar Zauhan. Ia tak pernah takut dan waspada. Ia mengegesekkan kepalanya didada bidang kaisar Zauhan dan kembali terlelep.


Kaisar Zauhan memeluk perut Qira erat membuat ia dan Qira bagaikan pasangan yang melindungi satu sama lain. Aahh, kaisar Zauhan mimpi indah malam ini.


...


Mata Qira mengernyit ketika matahari mengintip disela-sela dedaunan pohon membuat tidurnya tergangu. Ternyata sudah pagi membuat ia mau menentangkan kedua tanganya.


Tapi tanganya terhenti diudara lalu acara menggeliatnya juga tertahan karena merasa perutnya dililit begitu erat. Ia mengernyit lalu memutar lehernya. Terpampang wajah damai kaisar Zauhan membuat ia tertegun.


Tampan..


Mungkin sudah berkali-kali Qira akui. Sangat-sangat tampan. Bibir tipis rahang tegas, alis tebal, mata hitam yang tajam, hidung mancung dengan kulit yang sangat putih dan bersih. Membuat Qira mengigit bibir bawahnya.


Ia menggeleng namun tertangkap oleh mata kaisar Zauhan yang tiba-tiba terbuka. “Apakah kau mulai mengaagumiku?” Kaisar Zauhan berbicara dengan suara serak-serak basahnya.


Qira membuatkan matanya. Ia menepuk pipinya pelan.” Kau baru bangun saja tampan.” Gumamnya. Ia melemaskan bahunya. Ia terlalu jujur.

__ADS_1


Kaisar Zauhan terkekeh sembari mengeratkan pelukannya. Ia meletakkan kepalanya dicengkuk leher Qira membuat Qira menjulak kepala kaisar Zauhan.” bangun.. aku mau membantu orang-orang disini. Ini sudah pagi.” Ucap Qira.


“Sebentar saja.” Kaisar Zauhan mengernyit namun masih memaksakan kehendaknya.


“Tidak mau.”


“10 menit.”


“Tidak..!”


“5menit..”


“Tidak ya tidak..!”


“Baiklah. Hanya satu menit saja. “


Qira menghela nafas kasar lalu membiarkan saja nafas kaisar Zauhan menyapu kulit putih bersinya. “Jantungmu.” Ucap kaisar Zauhan. Ia menatap Qira dengan alis terangkat.


“Biarkan saja.” Ucap Qira malas. Ia menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu. Ia ketahuan jantungan. Sial..


Cup..


Kaisar Zauhan terkekeh. Ia mencium pipi kiri Qira lalu melepaskan peluknnya.” Sudah.. ayo kita mandi.”


Qira menyentu pipi bekas ciuman kaisar Zauhan. Hangat... “Ma mandi saja duluan.” Ucapnya gugup.


“Bareng..”


Qira menendang tulang kering kaki kaisar Zauhan.” Kau pikir aku mau? Cihh.” Qira segera berdiri lalu meningalkan kaisar Zauhan yang mengeluskan kakinya.


“Istri jahat..” Gwrutunya. Ia memandang sungai didepan matanya. Apa ia mandi disini saja apa dirumah? aahh, ia mau mandi dirumah saja mengikuti Qira dari belakang.


Qira mengutuk dirinya.” Diam.. jangan berdetak keras-keras. Bikin malu saja..” Ia menepuk dadanya berkali-kali supaya detak jantungnya normal..


.


.


.


.


.

__ADS_1


like komen and vote ya hehe....


__ADS_2