
Pagi hari...
Hari dimana akan datang tamu dari kerajaan kerajaan tetangga. Kerajaan disini terdiri dari 5kerajaan. Kerajaan yang akan datang adalah kerajaan dewa. Ada juga kerajaan iblis, kerajaan Awan, kerajaan Langit, kerajaan Timur .
Hoammmmmm” Guang Lii bergumam saat merasakan cahaya matahari menerobos masuk dan menyerang matanya. Ia mengucek ngucek matanya. Matanya membesar saat ia ingat jika hari ini adalah hari penyambutan kerajaan lain. “Astaga...” Ia terduduk kaget mengganggu tidur Qira dan Juang Lii.
Juang Lii yang saat ini masih memeluk Qira menatap Guang Lii dengan sedikit berat, ia melepaskan pelukannya dan mengucek matanya. “ Ada apa gege mengganggu tidur kami?” tanyanya dengan suara serak khas bangun tidur.
Qira menatap malas kepada Guang Lii dan memilih tidur lagi
“Apa kau sudah sehat Qira?” Tanya Juang Lii dengan meletakkan punggung tangannya di sisi kepala Qira “Sudah tak panas.” Gumamnya.
“Hhnn.” Jawab Qira masih dalam mode tidur.
"Apa kepalamu masih sakit? Atau bagian Mana yang sakit? Apa kau tidur nyenyak. Malam ini? " Pertanyaan bertubi tubi di hantar Juang Lii yang mengganggu tidur Qira.
"Astaga, kau ini banyak tanya. Mengganggu tidurku saja." Ujar Qira sambil menutup telinganya.
"Juang Lii hari ini penyambutan ta--"
"Astaga kita terlambat ayo gege kita akan kena hukum dari ayah nanti." Ucapnya dan melompat dari tempat tidur, Guang Lii masih dalam mode Mengaga karena ucapannya dipotong oleh Juang Lii. haappp...
Qira yang awalnya ingin tidur lagi menjadi bahagia karena mengingat Ia akan bertemu saudara kembarnya "Aku ikut..." Jawabnya melompat.
"Tidak. Kau istirahat saja. Kau masih lemah." Jawab Guang Lii.
"Oh ayolah. Aku ingin bertemu kembaranku. Semejak kecil kami belum pernah bertemu. Aku juga sudah sehat." Ucap Qira sedikit manja, ia menampakkan senyuman secera mentari pagi. Kalimat itu membuat mereka melunak.
"Putri kau sudah bangun? " Potong Shu Jin yang datang dari pintu luar ia memang mau membangun Qira dari tadi. tapi ia masih khawatir jika Qira masih sakit.
"Mommy cepat siapkan air mandiku. aku ingin pergi. Cepat,cepat." Ujarnya semangat sambil berdiri.
"Apa kalian tak mau mandi? " Tanya Qira menghadap Guang Lii dan Juang Lii.
"Oh astaga. kita belum mandi," Ucap Juang Lii dengan menutup mulutnya kaget. "Kami akan membersikan tubuh lalu kami akan menjemputmu." Ucap Juang Lii dan menarik kakaknya untuk keluar.
"Dan ingat kau harus menunggu kami untuk pergi bersama. Kami tak ingin kau terluka lagi." ia berbalik lagi karena ingin mengucapkan hal itu. Qira hanya menahan senyum katena Guang Lii ditarik tarik seperti anak kucing. Bahu mulusnya terpapar nyata karena baju yang ditarik Juang Lii melebar.
'sebenarnya yang disini siapa kakak dan siapa adik? " Gumam qira menatap mereka pergi.
__ADS_1
Qira membersikan dirinya secepat kilat. ia menggunakan baju seperti biasa. Ia sungguh tak terbiasa menggunakan hanfu berat. ia hanya memodifikasi baju laki laki zaman ini menjadi baju yang cukup berwarna. Ia menggunakan baju Biru dengan Sulaman phoenix, rambut gulung asal tanpa make up.
"Qira apa kau sudah siap? " Tanya Guang Lii dari balik pintu.
Cklekk....
Qira membuka pintu menatap mereka. "Aku belum sarapan. Apa aku boleh sarapan dulu? " Tanya Qira.
"Tidak sempat. Mereka pasti sudah datang. Nanti saat acara Penyambutannya sudah selesai kita makan." Ucap Juang Lii menatap Qira.
"Apa tak boleh telat sama sekali?" Tanya Qira memelas.
"Tak boleh Qira. Kita akan disebut tuan rumah tak tau sopan santun!. Ayolah kita tambah telat." Ucap Juang Lii menarik tangan Qira dan Guang lii.
"Tunggu sebentar. " Ucap Qira. Ia berbalik kedalam, ia kembali membawa satu toples besar yang berisi kue kacang coklat kering. " Ayo pergi." Ucapnya menatap Juang Lii
"Mengapa kau bawa toples kue? " Tanya Guang Lii heran. Ia menggarukkan kepala yang tak gatal melihat tingka Qira.
"Kalian tak memberiku waktu makan. Tapi aku punya waktu untuk berjalan, Aku hanya memanfaatkan waktu." Ucap Qira santai sambil memakan kuenya. Ia berjalan melawati Juang Lii dan Guang Lii yang masih menatapnya yak percaya.
Mereka menyusuri jalan menuju lapangan penyambutan. Mulut Qira penuh dengan kue. tangan kecilnya memeluk toples makanannya posesif, seakan takut ada orang yang mencurinya.
Mereka berjalan seperti anak kecil. Jalanan itu sepi. Mungkin semua orang sudah berada ditempat penyambutan.
Saat mereka sampai, Lapangan itu sudah penuh dengan orang orang. Mulai dari Raja Alexon dan keluarga kerajaan, ada juga pejabat pejabatnya. Mereka sudah duduk ditempat masing masing. Sedangkan masyarakat duduk didepan lapangan penyambutan. Disana tidak berisi banyak masyarakat, Karena lapangan itu tidak bisa menampung orang lebih banyak.
Kedatangan Qira, Guang Lii dan Juang Lii membuat perhatian orang beralih kepada mereka.
'Siapa gadis itu? Mengapa mereka bersama pangeran? "
"Lihatlah pakaiannya. Itu bukan pakaian putri kerajaan atau bangsawan. Bahkan pakaian itu lebih mirip laki laki'
'Ia juga tak memiliki hiasan rambut. Rambutnya saja diikat berantakan. Cx ia bahkan mengajak pangeran kita makan berjalan. Sungguh memalukan"
Banyak sindiran terlontar untuk Qira. Tapi ia sama sekali tak ingin menanggapinya. Yang menjalankan ia bukan orang lain.
Mereka datang saat kerajaan angin sudah sampai. Kerajaan timur dipimpin oleh kaisar Jei Fang Yuu. Ia memiliki 4putra dan 4putri. ia juga membawa 3orang istrinya. Beberapa orang kepercayaannya untuk mengikuti lomba juga berada disana, Kerajaan ini dikenal dengan pegunungan yang indah. Bahkan Kerajaan ini dianggap kerajaan yang paling asri dari pada yang lain.
"Hormat kepada yang mulia kaisar Jui Fang dari kerajaan timur." Ucap pangeran Guang Lii dan Juang Lii serentak. Mereka membungkukkan badannya "Maafkan kami karena terlambat. Kami kesiangan karena menjaga adik kami yang sakit." Lanjutnya yang masih membungkuk.
__ADS_1
Qira yang berada dibelakang mereka masih memakan kuenya dengan rakus, Matanya kesana kemari mencari seseorang. bahkan ia tak peduli akan raja Jui Fang yang berada didepannya. 'ia kesini untuk berjumpa kembarannya' Hanya itu fikirannya
"Qira, beri hormat kepada kaisar." Ucap Guang Lii pelan tapi masih bisa didengar. ia menarik lengan baju Qira. Qira menatap Guang Lii dan Juang Lii yang sedang membungkuk.
"Kalian sedang apa? Apa ada sesuatu yang jatuh? " Tanya Qira polos. ia juga membungkukkan kepalanya melihat ketanah itu.
"Berikan hormat Qira." Ucap Juang Lii sedikit ditekan. Jui Fang menatap mereka lucu. kaisar Jui Fang dikenal sangat baik . murah hati dan rama. Ia menatap Qira dengan senyum lembut.
Qira mendongakkan kepalanya untuk melihat kepada siapa ia memberi hormat. Ia melihat kaisar Jui Fang yang tersenyum lembut membuat ia juga tersenyum " Hai paman..." Ucap Qira sambil menatap Kaisar Jui Fang.
"Qira apa yang kau lakukan. membungkuk! " Ucap Juang Lii
"Apa membungkuk? Tidak, tidak. Apa kalian tidak sakit kepala karena membungkuk? " Tanya Qira polos dengan wajah datar.
"Berdirilah." Ucap Kaisar Jui Fang menatap Mereka. "Ah siapa kau? " Ia menatap qira.
Qira menatap kaisar Jui Fang. "Apakah itu perlu paman? " Tanyanya.
Kaisar Jui Fang terkejut mendengar jawaban Qira. ia baru kali ini ditantang gadia kecil.
"Ahk. Maafkan putra dan putriku kaisar Fang. Mereka pasti punya alasan mengapa terlambat. Biar nanti Zhen menghukum mereka." Kaisar Alexon menatap Qira yang berbicara kepada kaisar Jui menjadi ingin tahu apa yang mereka bicarakan. Terlebih Mereka terlambat, Itu sama sekali tidak sopan!. Qira menatap Kaisar Alex yang datang menjadi dingin dan datar.
'Bahkan kau memanggil orang lain paman. Tapi kau malah memanggilku dengan namaku. Sampai detik ini bahkan kau tak pernah memanggilku Ayah' Batin Kaisar alex
"Apakah mereka putrimu kaisar Yuan? " Tanyanya
Belum sempat Kaisar menjawab. Kasim kepercayaannya mengumumkan kedatangan kerajaan Iblis dan kerajaan dewa telah tiba.
"Kaisar kerajaan Iblis dan Kaisar kerajaan Dewa telah tiba....." Pengumuman itu diucapkan dengan lantang. Qira mengerutkan keningnya mendengar pengumuman itu. mengapa kerajaan itu disebut kerajaan iblis dan dewa? apa mereka iblis dan dewa?.
" Hormat kepada kaisar Dewa dan Kaisar Iblis berserta Seluru keluarga kerajaannya..." Ucap kasim lagi. diikiti seluru orang membungkuk. Kecuali Kaisar lain dan Qira! .
"Paman. Mengapa kerajaan itu dsebut Kerajaan dewa dan iblis. apa mereka dari klan iblis dan dewa? " Qira menarik lengan baju kaisar Fang. Kaisar Fang yang diperlakukan seperti itu terkejut. Bahkan Anaknya saja tak selancang itu! ditambah pertanyaan itu..!
...
.
jika ada typo bertebaran. maafkan Autor yaa.....
__ADS_1
vote yang banyak ya. Kalo banyak yang vote. like dan komen autor bakal bikin 3eps langsung besok.