
"Aku tak mau apa apa...! Aku hanya mau makan enak setiap hari. tak merasakan kelaparan dan kedinginan. Itu aja...." Jawab Ele polos.
"Dan yang aku mau adalah melihat adikku selalu bahagia, dan mendapatkan apa yang ia inginkan." Sahut Eul sambil tersenyum melihat adiknya.
"Kalian sangat mnggemaskan tau..." Ucap Qira sambil mencubit pipi mereka. Coba aja dulu Qira merasakan punya kakak sebaik ini. Setidaknya ia mati tak terlalu Kasihan. Kayak ia mati nggak dalam keadaan kasian aja. Emangnya ia orang yang penuh dengan kasih sayang? " Batinnya. miris si memang.
"Ini nona, makanannya, silakan menikmati..." 3orang pelayan datang membawakan makanan sangat banyak, mereka meletakkan di atas meja Qira, Qira hanya membalas dengan anggukan, yaaa Qira kan memang datar kalo sama orang lain cxcxcx.
"Waaaa. ini banyak sekali kak Qiqi..." Eul antusias.
"Ini hukuman buat kalian...! Karena kalian tak mau membantu kakak menghabiskan koin kakak, jadi kalian harus menghabisi semua makanan ini..." Ucap Qira.
"Wahhh, aku mau dihukum setiap hari aja Kak Qira...." ujar Ele dengan polosnya.
pPtakkk...
"Auuu, kenapa gege menjitak kepalaku..." Ucap kesalnya Ele kepada Eul.
"Kau ini, ucapkan terimakasih dengan kak Qiqi." Ajar Eul.
"Hukuman macam apa ini? hukuman makan enak, siapa yang tak mau coba' Batin Leon dan Wolf.
"Kak Qiqi terimakasih, maafkan kami karena kami mengira kakak orang jahat tadi..." Ucap Eul. Ia tidak enak hati dengan orang yang baik. Tapi ia malah menduga Qira orang jahat.
"Hey...! Ini semua tidak gratis tau..." Ucap Qira.
Ele yang mulanya mau menyentuh makan dihadapannya. Tak jadi. Ia menatap Qira takut, sedangkan Eul hanya pasra, ia menatap Qira takut.
Sedangkan Leon dan Wolf mulai memakan makannya, ia tak peduli.
"Kalian harus mau jadi adik kakak, jadi adik yang baik..." Kata Qira.
Eul dan Ele yang merasa takut awalnya, sekarang tersenyum dan mengangguk.
"Hmm bagus, lanjutkan hukuman makan kalian..." Ucap Qira menepuk mepuk kepala Eul dan Ele dengan kasih sayang.
Setelah mereka makan Qira dan yang lain melanjuti perjalanan menuju rumah Qira yang dulu.
Sesampainya Qira digerbang yang besar, ada beberapa prajurit yang membungkuk dan memberi hormat..
Terpampang rumah yang sunggu megah di depan mata mereka " Wahhh kak Qiqi memang orang kaya, Kakak Qiqi tak berbohong...." Ucap Eul polos.
"Hahhaha, ia kak Qiqi memang kaya...." Balas Eul.
"Kalian akan tinggal disini...." Qira mensejajarkan kepalanya dengan Eul dan Ele.
"Apa tak masalah Kak? bagaimana dengan orang tua mu? Apa mereka tak marah jika kakak membawah orang miskin dan tak tau dari mana seperti kami? " Ucap Eul polos.
"Tenanglah, tak akan ada yang marah!. Ini rumah kakak, nanti akan ada pelayan yang mengurus kalian, Kalian harus hidup dengan baik disini, kakak tidak tinggal disini, besok kakak akan mendaftarkan kalian untuk Academy. Apa kalian mau? " Jelas Qira.
__ADS_1
"Lalu kakak tinggal dimana? Kami disini dengan siapa? " Tanyanya lagi.
"Nanti ada pelayan, dan kepala pelayan. ia namanya Xuale jadi kalian harus baik baik disini oke...."
Qira menghabiskan beberapa waktu untuk menjelaskan kepada mereka. setelahnya ia kembali keistana.
"Qiqi. mengapa kita harus kembali ke Istana. mengapa kita tidak kembali ke hutan kematian saja, aku ingin kita main seperti dulu, aku selalu menggendongmu seperti ini. tapi dalm wujud singaku. Kau akan tertawa lepas, dan aku bisa merasakan bahwa kau bahagia" Tanya Leon saat dalam perjalanan. ia masih menggendong Qira dipunggungnya.
"Kau pernah tinggal dihutan kematian? " Tanya Wolf.
"Yaaa, kami pernah tinggal disana, mungkin kurang lebih dua tahun " jawab Qira.
"Mengapa? Kalian tinggal Dihutan kematian? " Tanya nya.
Qira menjelaskan semua masalahnya kepada Wolf. Leon pun juga mendengarkannya. ia sebenarnya juga tak tau masalah Qira. karena Qira tak pernah menceritakan prihal Keluarganya 'mereka sudah ia anggap keluarga bukan? ' Batin Qira.
Tak terasa hari sudah hampir gelap. sedangkan mereka masih dijalan. Leon dan Wolf bisa saja merbah wujud dan sampai tepat waktu tapi ini kota..! Bukan hutan!.
"Leon biarkan aku menggendong Qira, kau dari tadi menggendongnya, kau pasti lelah" Ujar Wolf mengayunkan tangannya.
"Tidak..! Qiqi itu ringan. aku juga sudah terbiasa.." Jawab Leon. sedangkan bajunya udah basah dengan keringat.
"Tidak...! Bukannya kita sudah berjanji untuk melindungi Qiqi bersama sama. lalu mengapa kau egois.." ujar Wolf keras.
"Baiklah" Ucap Leon lemah. ia memindahkan Qira kepunggung Wolf..
"Jawab pertanyaanku Qiqi.mm" ujar Leon.
"Kau benar...! Aku bisa saja pergi. tapi aku mau bermain dengan mereka. " Ujar Qira.
"Apa kau mau balas dendam Qiqi?" Tanya Wolf.
"Haha. Aku tak berniat seperti itu. Aku percaya, jika Tuhan akan memberikan karma untuk mereka. Dan aku hanya ingin melihat mereka tersiksa karena penyesalan" Jelas Qira.
Apa yang lebih sakit saat penyesalan datang dan kau tak diberi kesempatan untuk memperbaikinya? bahkan penyesalan itu akan mencekik kalian sampai mati bukan? hahhaha, mati terlalu mudah jika Qira mau balas dendam.
Mereka sampai di kediaman Qira, ia menggunakan ilmu peringan diri untuk melompat ke arah tembok besar, hari sudah gelap. ia tak mungkin menggunakan gerbang utama atau gerbang belakang.
Sesampainya ia didepan pintu. ada suara seseorang dari belakangnya.
"Dari mana saja kau putri? " Tanya nya.
Qira membalikan badannya, ia melihat asal suara itu. ya dia Ayahnya, Alexon, 'pasti mata matanya yang memberi tahu' Batin Qira.
"Sejak kapan kau perhatian pada ku? " Tanya Qira datar.
"Tak bisa kah kau sopan padaku Putri? Aku ini ayahmu....! " Duara khas dari raja itu menggema. Ia menatap marah kepada Qira.
"Huuuu...!, Alexon...! Aku capek. Aku mau istirahat, pergi lah" Ucap Qira dengan penuh penekanan mengucap kata perkata.
__ADS_1
'*Sa*mpai saat ini saja ia masih memanggil ku dengan nama...!, kenapa prasaan ini begitu sakit' Batin Kaisar.
"Sampai kapan kau akan memanggil ku seperti itu...? Aku ini ayahmu..! " Ujar kaisar.
"Kau mau aku panggil apa? Tuan? Paman? atau pembunuh? Katakan? " Tanya Qira sinis sambil melipatkan tangannya ke dadanya.
"Putri....! " Teriak Alexon. amarahnya memuncak saat ini. Qira Hanya memasang wajah datar.
"Yang mulia. Mengapa kau kemari? aku mencarimu dari tadi... " Seseorang datang dengan suara lembutnya. ia menghampiri Kaisar, kalian tau dia siapa? dia selir Mei...!
"Mengapa kau kemari? ada keperluan apa mencariku? " Tanya kaisar.
"Akuu... Aku hanya ingin mengajak yang mulia keruang makan bersama..mm" ujarnya.
"Hoooaaammmm.... Sudah Berdrama dikediamanku? masih ingat jalan pulang bukan? " Ucap Qira dengan bola mata malas. apa lagi melihat selir Mei. rasanya ia mau membotakkan rambut selir busuk itu.
"Putri....! Jaga sopan santunmu."Ucap lembut selir Mei.
"Dasar selir murahan kau....! Beraninya mengajarkanku sopan santun. Pergi kau dari sini. Bawah pembunuh itu sekalian..." Kata Qira dengan setenga berteriak. ia sangat lelah saat ini. Tapi di ajak bicara. Ia bicara lembut akan memperlambat ia istirahat.
"Beraninya kau menghinaku.. " Jawab Selir Mei.
"Putri cukup...! Kau sunggu keterlaluan...! Kau sama sekali tak tahu di untung. " Ucap kaisar. Ia mengangkat tangannya untuk menampar wajah Qira.
Tap....
Tangannya di tangkap oleh Leon. dan tubuh Qira di hadang oleh Wolf. Yang saat ini berhadapan dengan kaisar adalah Leon dan Wolf.
Qira hanya diam saja. ia membiarkan apapun terjadi, ia tahu jika Wolf dan Leon tak akan membiarkan siapapun melukainya terlebih kaisar.
"Beraninya kau menyakiti Qiqi kami...! " Teriak Leon.
"Siapa kalian! Beraninya menghalang Zhen...! " Ujar Kaisar marah..
"Wolf Leon. ayo kita istirahat biarkan ia disini jika tak mau pergi" ujar Qira. ia tak mau Leon dan Wolf terkena masalah...
.
.
.
***up ini lebih panjang dari yang lain. tapi hanya 1 eps. jika banyak yang like komen dan vote. besok autor bakal bikin 3 eps dee bonusnya**... janji*
***
**Terimakasih yang udah like, komen dan Vote...
kalian tau. komentar kalian bikin penulis tambah semangat saat menulis. Like kalian itu menunjukan bahwa karyanya disukai orang lain dan Vote kalian menjadi bukti bahwa kalian bersama si penulis 😇😇😘**
__ADS_1