
“Rit.. tutut Tik. Hiks hiks ngga nggak yaa...” Iya memeluk kaisar Zauhan sembari mengelus pantatnya, menghiraukan Qira yang menadakan tangan. “Sakit... Pantatku sakit. Ada serangga hiks hiks)
“Lihat. Dia tidak mau dengan mu.” Ucap kaisar zauhan licik. Ia bahkan tersenyum menantang.
Cih... bisa merah semua tu pantat Zuzu. Ayo hujat kaisar Zauhan jahat.
“Baiklah. Baiklah..” Ucap Qira mengalah. Ia mulai menyuapi kaisar Zauhan. Jangan harap ada kelembutan. Nasi yang ia masukan sangat penuh dimulut kaisar.
Kaisar Zauhan memakan nasi dari suapan Qira tergesa-gesa. Ruang mulutnya penuh dengan nasi tanpa sayur. “Jawngan, kaaoou mauo mauti..” Gumamnya. ( Jangan seperti ini.. kau mau mati...!)
“ Diam lah. Aku akan hati hati. Tapi berhenti makan sambil bicara.” Guam Qira seakan tau gerutu kaisar Zauhan.
Qira kembali menyuapi kaisar Zauhan, disela-sela menyuapi kaisar Zauhan. Ia juga makan dengan sendok yang sama. Ia tak paham akan arti jika makan satu tempat itu berarti ciman secara tidak langsung. Ia tak peduli, ia lapar. Tak lupa ia juga menyuapi Zuzu penuh kelembutan. Cih beda sekali perlakuannya membuat kaisar Zauhan ingin menelan Zuzu hidup-hidup.
Wajah kaisar Zauhan? Jangan tanya. Bisa dikatakan ia tak pernah merasakan hal sesenang ini. Meskipun ada rasa cemburu karena Zuzu. Dan meskipun Qira melakukan tidak dengan cara lembut, tentu saja ia bahagia, kapan lagi mengerjai gadis dingin ini.
“Sudah?” Tanya Qira kepada kaisar Zauhan. Kaisar Zahan pun mengagguk.
“Ayo temani aku kerja.” Lanjut kaisar Zauhan sembari memegang tangan mungil Zuzu sembari berdiri.
“Mau ngapain? Tidak, aku harus pergi dari sini.” Elak Qira.
“Tidak bisa. Kau tidak kasian dengan Zuzu? Nanti jika nanti ia menangis bagaimana?” Jawab kaisar Zauhan menatap Qira yang mulai berdiri.
“Kan ada kau? Sepertinya kau menyayanginya.” Ucap Qira enteng sembari memperbaiki baju yang menurutnya kusut.
“Tidak bisa. Kau harus menyayangi Zuzu, dan berada disampingnya setiap saat. Apa kau tega melihat dirinya mencarimu nanti?” Bujuk kaisar Zauhan tapi menggunakan wajah datar,
cih pencitraan.
__ADS_1
“Kau mengapa jadi bodoh seperti ini sii? Aku jadi semakin curiga kepaadamu. Jangan-jangan.” Qira menatap kaisar Zauhan dengan alis terangkat. “Jangan-jangan kau memang ayahnya. Saat kau membantuku itu kau membuangnya kan? Iyakan? Ngaku..!” Lanjut Qira tegas.
Platak..
Kaisar Zauhan menjentikkan bibir tipis Qira dengan jarinya. “Sekali lagi kau bilang seperti itu. Menuduhku sembarangan, Kau tau akibatnya.” Ancamnya. Tapi tak berlaku untuk Qira.
Qira menggusuk bibirnya yang memang merah menjadi tambah merah gara-gara kaisar Zauhan. “Kau jahat sekali. Aku tambah—“
Cup..
Kaisar Zauhan memotong ucapan Qira Dengan mencium bibir tipis Qira.
Mata Qira membulat menatap kaisar Zauhan. Untunglah ciuman itu sangat singkat, jika tidak. Ia pasti akan mencincang bibir laknat itu.
“Ayo tuduh lagi. Aku pasti akan memberikan hukuman yang lebih.. “Ancam kaisar Zauhan menantang. Padahal hatinya bersorak ria akan kebahagian.
“Dasar kaisar Laknat. Beraninya kau mencium bibirku. Mengambil ciuman pertamaku...” Teriak Qira sembari menatap aksiar Zauhan tajam. Sedangkan Zuzu diam menatap mereka polos.
Wajah Qira semakin memerah. Apa maksudnya kedua? Apa kaisar Zauhan pernah mencuri ciumannya. “Das—“
Cup...
Kaisar Zauhan melepaskan tangan mungil Zuzzu dan menarik Qira semakin dekat dengan dirinya. ini bukan sekedar ciuman seperti tadi, lebih... sangat lebih, ia ******* bibir tipis Qira yang menurutnya manis. Sangat manis, seakan lupa jika ia mencium Qira karena mencuri kesempatan dan membuat peringatan, tapi ia malah mabuk dengan ciuman itu sendiri. Tanganya tanpa sadar terangkat dan menekan tengkuk Qira.
Sedangkan Qira melotot dan terkejut. Saat kesadarannya memasuki pikirannya kembali, baru ia memberontak dan memukul kaisar Zauhan menjauh. Tapi bukanya menauh, kaisar Zauhan semakin mengeratkan pelukannya dipinggul Qira. Ia semakin meminta lebih dibibir yang menurutnya membuat dirinya gila. Ia memaksa bibir Qira untuk terbuka. Sedangkan Qira menendang kaisar Zauhan, sekan tau apa yang Qira perbuat, ia membuat Qira tak bisa bergerak dengan ilmunya.
Sungguh Qira ingin memaki perbuatan kaisar Zauhan. Ia menenggelamkan bibirnya keras supaya lidah kaisar Zauhan tidak mencuri kenikmatan pada bibirnya. Ia tak suka. Sungguh. Tapi kaisar Zauhan menggigit bibir bawahnya yang membuat ia kaget dan membuka bibirnya. Tak membiarkan kesempatan hilang. Kaisar Zauhan menarik tengkuk Qira semakin dalam dan mengecap lebih dalam rasa manis yang Qira simpan selama ini.
“Ya ya... nan git bu.. hiks hiks nan git bu..” Zuzu menepuk kaki kaisar Zauhan yang menurutnya membahayakan Qira. “Ayah ayah. Jangan gigit ibu,)
__ADS_1
Sontak kaisar Zauhan sadar, tepat pada Qira menggigit lidahnya keras membuat lidahnya terluka. Ia melepaskan Qira dalam pelukannya. Matanya memerah menahan sakit dilidahnya? Apa kaisar Zauhan marah? Saat ini ia sedang merasa kecewa pada dirinya.. bagaimana bisa ia membuat Qira semakin membencinya? Qira yang dingin pasti akan semakin dingin.
Qira menatap kaisar zauhan dengan cemooh. “ Lepaskan aku.” Bentaknya.
Kaisar Zauhan melepaskan ilmunya membuat Qira terlepas. Wajah Qira penuh amarah menatap kaisar Zauhan. Ia marah, sangat marah saat ini.tapi saat tangannya melayangkan pukulan kaisar Zauhan terlebih dulu mengangkat tubuh Zuzu kedepan tubuhnya sebagai tameng.
“Hiks hiks. Bubu..” Zuzu kaget sekaligus memberi wajah polos penuh air mata didepan Qira.
Cihh kaisar licik. Sangat licik. Masa anak kecil dijadikan tameng.
“Awas kau kaisar Laknat.” Gumam Qira sembari pergi meningalkan Zuzu dan kaisar Zauhan. Ia tak bisa membawa Zuzu atau memarahi kaisar Zauhan. Tapi akan ada masa ia balas demdam. Yakinlah...!
Sedangkan kaisar Zauhan menghembus nafas kasar. Ia bersyukur karena Qira tak jadi memarahinya. Tanganya terangkat menyekah bibirnya yang berdarah. Sungguh gigitan Qira bukan main-main. Satu bulan kedepan ia yakin tak bisa makan-makanan pedas. Tapi tak ada rasa kesal akan lidahnya yang terluka. Ia bahkan mengecap darah itu dan tersenyum manis. Membayangkan bibir Qira yang sangat manis membuat luka ini tak berarti apa-apa.
Ada yang mau bilang kaisar Zauhan gila? Maka jawabannya orang yang jatuh cinta akan merasakan T*i ayam rasa coklat. Nah itulah yang dirasakan kaisar Saat ini..
...
**Allhamdullilah selesai juga eps ini. maaf ya kalo nggak romantis atau garing. Tapi sumpah Author rada nggak bisa bikin adegan romantis yang ala-ala yang dibaca kalian. menurut Author ya Cinta Sawit sekaligus lucu membuat suasana semakin berkesan.
Entahlah, nanti Author fikir lagi gimana cara bikin suasana romantis hehe.
Btw. Kok alurnya jadi punya anak thur? Kok ceritanya kemana-mana? Ada yang berfikir seperti itu? Aman jawabanya in i masih diruang lingkup ini aja kok. Semua akan ada sangkutan paud titik END. Kakek Liu. Mata-mata. Kakak-kakak Qira. Semua nanti ada jawabanya di END. Jadi santai aja, slow sampai titik puncaknya. Soal Endnya ya Author udah ancang-ancang meskipun belum diketik hehe.
Like. Komen dan Vote oke. Salam sayang daei author...
Author juga mau kasih iklan sama Novel author yang lain. Judulnya.
“Hijrah sang Pemberontak”
__ADS_1
“Gadis Tomboy Pindah ketubuh gadis cupu.”
Semua gendre di toko i oleh Perenpuan jagi bela diri dan toboy. Disetiap novel juga berisi Sedih, bahagia, Ketulusan. Hanya saja beda cerita. Kalo ada yang suka sama gendre kayak gini mampir yookk.. sembari menunggu up novel kesayangan kan enak**.