
Qira mengayunkan kakinya diddalam air. Ia tak berbaur pada siapapun yang ada didesa, sekarang wabah sudah tiada, hanya proses penyembuhan yang pengidap penyakitnya membuat Qira santai. Ia tak perlu pusing memikirkan hal apapun. Lagi pula ia tak terlalu suka mencari muka, ia memilih untuk diam dan merenungi dirinya sendiri.
Ia merasakan aneh pada dirinya. Semakin hari ia semakin mudah tertawah dan tak bisa mengontrol diri bersama kaisar Zauhan. Kejadian diatas bukit sudah berlalu selama tiga hari, hubungan mereka semakin dekat karena kaisar Zauhan selalu berlaku manis pada Qira.
“Sedang apa Qiqi...” Suara itu membuat Qira terkejut.
Ia melihat Yuan mendekat dngan membawa buah apel tiga buah dengan ukuran cukup besar. “Kau mau? kata Zou kau suka makan buah.” Ia menjulurkan dua buah apel.
Qira tersenyum. Ia mengmbil apel itu.” Teeimakasih..”
“Lalu. Apa yang kau lakukan disini?” Tanyanya. “Bolehkah aku duduk disini.” Ia melirik disisi kanan Qira.
Qira menganguk sebagai jawaban. Dengan gerakan berlahan Yuan duduk disisi kanan Qira. “Aku sedang bosan. Kau sendiri mengapa kesini?” Qira menatap Yuan.
Yuan mengigit apelnya.” Kenapa tidak gabung? Aku kesini karena melihatmu sendiri.” Ia tersenyum lembut membuat senyum itu tertular pada Qira.
“Aku tak terlau menyukai keramaian ataupun pertanyaan. Pastikan nanti disana banyak pertanyaan menyangkut aku dan Zou..” Jawab Qira jujur membuat Yuan terkekeh.
“Biasalah. Manusia itu diliputi rasa penasaran.” Jawabnya tenang.
Qira menggigit apelnya lalu menatap Yuan.” Apa aku boleh bertanya?” Tanyanya. Ia sangat ingin tau satu hal.
Yuan menganguk.” Itu kau sudah bertanya.”
Qira menggigit bibir bawahnya sembari tersenyum. “Kenapa kau bernama Yuan? Bukankah Yuan adalah marga dari kaisar kerajaan Langit?”
__ADS_1
Kunyahan dari Yuan terhenti, selra makannya hilang, dapat ilihat jika wajahnya menjadi masam, ia bahkan lupa jika mulutnya sedang terngangah karena mau mengusah apel kembali. Ia cukup terkejut akan pertanyaan Qira.
“Puk.. Apa kau mendengarku?” Qira menepuk bahu Yuan sedikit keras karena melihat respon Yuan.
Yuan gelagapan. Ia meneguk buah dalam mulutnya. Ia terpaksa tersenyum.” Memangnya mengapa Qira? tidak pantas ya?” Tanyanya miris.
Qira mengeleng.” Pantas atau tidaknya itu bukan urusan manusia. Memangnya kenapa?” Tanyanya heran.
Yuan tersenyum tipis. Matanya menyelimuti rasa sakit yang tak bisa Qira jabarkan. “ Ibuku penggemar kaisar Alexon Lii Yuan. Karenanya aku diberi nama yang sama pada kaisar Yuan..”
Qira bisa melihat kebohongan yang kental disana.” Aka tak suka kebohongan..” Jawab Qira membuat Yuan menatap mata Qira.” Aku bisa membaca pikiranmu, jadi santai saja, aku akan mendengarkan ceritamu tanpa memberi tau siapapun.” Lanjutnya. Ia memakan aelnya tenang sekaan tak tau apa-apa.
Yuan mnaruh kakinya juga diair membuat ikan kecil-kecil mengerumbuni kakinya dan kaki Qira, ada rasa sensai geli disana membuat Yuan tersenyum. “Tapi jika aku mengatan kejujuran, kau pasti mengatakanku berbohong.”.
Yuan menghela nafas. Matanya menatap ikan-ikan yang mengerumbuni kakinya.” Kata ibuku, aku anak dari kaisar Yuan..”
Uhukk..uhukk..
“Kau tak apa Qira?” Tanya Yuan kaget saat mendengar Qira terbatuh. Qira tersedak buah apel, buah apel masuk kehidungnya membuat sensasi perih. Matanya bahkan memerah karena sakit. Ia sangat kaget mendengar hal itu..
Pernah kah kalian tersedak hingga menyebabkan makanan tersumbat kehidung?
Qira mengeleng. Ia menghembuskan hidungnya supaya poyongan buah dihidungnya keluar dari dalamnya, untunglah keluar juga membuat ia sedikit tenang. Ia mau minum, tapi tak mungkin minum air dikakinya. Sial memang, tapi ia memilih memakan apel kembali untuk mentralkan rasa ditengorokannya.” Lanjutkan, aku hanya kaget saja.” Ucapnya sedikit pelan.” Ibumu selir kaisar Yuan kah?” Tanyanya.
Yuan menghela nafas lagi.ia menggeleng tanda bukan jawabannya.” Ibu dan kaisar Yuan mengalami pristiwa diluar kendali. Dulu kami tingal dikerajaan Langit, saat itu kaisar Yuan sedang menyamar menjadi rakyat biasa untuk mengontrol desa kami, desa Junyi bagian selatan kerajaan Langit, tapi kaisar Yuan diserang beberpa perampok membuat pengawalnya mati, hanya tersisa dirinya. Ia harus mencari penginapan dan ia bertemu ibuku dihutan, ibuku membawahnya kegubuk rapuhnya. “ yuan memijit pelipisnya yang nampak sedikit bingung.
__ADS_1
“Intinya kaisar Yuan dan Ibuku terjerat nafsu dimalam itu membuat mereka melakukan hal yang terlarang. Setelah kejadian itu kaisar Yuan tak kembali dan ibuku tak pernah bertemu kaisar Yuan lagi, padahal aku lahir dirahim ibuku. Ibuku tak mau meminta pertangung jawaban dari kaisar Yuan, karena ia bukan wanita baik-baik atau dari kalangan bangsawan. Ibuku mantan pela*r dan juga dari kalangan rakyat jelata. Padahal ia sangat mencintai kaisar Yuan, hingga setela itu ibuku tak lagi bekerja sebagai pelac*r dan memilih melahirkanku didesa hujan ini, kami pindah kesini untuk menjauhi kaisar Yuan.” Ia menarik nafas terasa legah."
Qira mendadak eneg. Ayahnya seperti itu? Ia tau ayahnya baji*gan, tapi ini namanya bukan pria, tak bisakah ayahnya seikit saja membuat Qira bangga. Ini apa? Malah membuat Qira malu setengah mati. “Karena aku tak bisa hidup denganya, maka ibuku membuat namaku sama denganya, setidaknya aku punya satu yang sama dan selalu berdekatan dengan ayahku bukan?” Ia terkekeh peri saat ini.
Qira mendadak keluh. Ia bisa melihat semua yang diceritakan oleh Yuan nyata. Berarti Yuan kakanya bukan?Qira memiliki 7kakak Laki-laki, Yuan berumur sama dengan Xuan Lii, berarti ayahnya dulu mengkhianati ibunya begitu dalam. Mata Qira memanas, ia mendekati diri dengan Yuan. Ia memeluk Yuan erat membuat Yuna terkejut akan Qira.
“Ke kenaapa Qira? “ Tanya Yuan terkejut. Tanganya mengambang, mau membalas takut, tak membalas sungkan. Ia meletakkan tanganya dipungung Qira berlahan secara lembut.
Qira melepaskan pelukannya. “Kakak..” Gumamnya.
Yuan mengangkat satu alisnya.” Kakak?” Beonya terkejut.
Qira menghupus air matanya. Ia benci ayahnya tapi tak membenci saudaranya. “Aku putri Zhu Qira han, anak dari permaisuri Zhizhi kerajaan Langit, adik dari Xian Lii Yuan dan kembaran Lian Lii Yuan, dan artinya kau kakak tiriku, kakak tak seibu tapi seayah.” Jelas Qira membuat Yuan mengangah.
Yuan menjauh lalu mengangkat kakinya dari air. Ia berniat pergi saja tapi ditahan oleh Qira.” Kau mau kemana? Kau tak mau aku jadi adikmu?” Tanya Qira pelan.
Yuan mematung. Ia bahagia, sangat bahagia, itu artinya ia punya adik perempuan bukan? Tapi kasta mereka yang berbeda membuat dirinya malu dan tak pantas menjadi kakak Qira yang notabenenya seorang putri kerajaan. “Tap tapi.. Aku tak pantas jadi kakakmu.”
Qira terkekeh. Ia menarik tangan Yuan membuat Yuan kembali duduk.” Dimana ibumu?”
Yuan menunduk. “Ibu sudah meningal sejak umurku 10tahun, saat itulah ia menceritakan semua tentangku.”
“Lalu kau tingal dengan siapa?”
“Aku harus kerja Qira. aku memenuhi kebutuhanku disini sendiri. Aku tak punya siapa-siapa
__ADS_1