Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Halusinasi yang terasa nyata


__ADS_3

Zauhan merasakan sakit dipipinya membuat ia menatap Qira sendu.” Rasanya sakit dan ini nyata. Apakah kau membuatku kembali gila Qira? ku mohon bawa aku bersamamu kesyurga..” Ujarnya memeluk Qira lagi bagai orang mabuk saja. Ia tak rela jika sosok ini menghilang.” Jangan menghilang lagi Qira.. seperti ini sebentar saja. Aku mohon..”


Qira yang mendengar itu menjadi kelu. Ia haru rasanya melihat Zauhan.” Apa kau lelah megurusi anak anak kita hm?” Tanya Qira dengan mengelus pipi Zauhan yang memejamkan matanya lembut, menikmati sentuhan yang sangat terasa nyata didepanya itu.


“Sangat lelah Qira..” Jawab Zauhan jujur.” Apa lagi tanpamu Qira... karenamu aku bertahan meskipun hidup penuh dengan kerinduan. Aku lelah Qira. bawa aku pergi bersamamu kesana. Bawah aku.. aku sangat lelah akan rindu ini..!!” Ia merasakan nyawanya sudah melayang keawan. Seakan rasa rindunya melayang dibawah angin. Apakah itu terlalu lebay?


Tidak.. karena setiap perpisahan, perpisahan yang paling menyakitkan adalah ketika dipisahkan oleh alam, dan rindu yang paling sakit adalah rindu ketika kita berhalusinasi orangnya ada didepan kita. rasanya sangat sesak dan juga rasa membunca didada seseorang..


“Ayo pulang.. aku ingin bertemu dnegan anak anak kita..!!” Ujar Zauhan semakin mengeratkan pelukanya ditubuh Qira membuat Qira sesak.” seperti ini saja. Selamanya aku tak mau kau pergi..!!”Ia menyingkirkan rambut halus diwajah Qira karena mengganggu pengliatan.


“Aku kembali hidup. Kau didepanmu nyata Zahan. Ayolah.. kau sadarlah.. aku nyata..!!” Ujat Qira lagi membuatan menegang ditempat,” Rasakan ini.. bugh..”


“Argh..” Zauhan mundur beberapa langkah karena pukulan mengenai perutnya, itu dari Qira supaya Zauhan sadar dan itu mampu membuat Zauhan tertegun. Bagaimana bisa roh menerjangnya seperti itu? Itu sangat keras dan menyakitkan membuat ia menatap Qira yang menyeringai.


Zauhan mendekat lagi lalu tatapanya sulit diartikan.” Kau masih tidak percaya?” Tanya Qira lagi karena tatapan Zauhan tak bisa ia artikan. Memang benar, Zauhan sangat lah keras dan juga egois. Sekarang saja dia masih tak percaya Qira masih hidup


Tak Qira sadari Zauhan memeluk Qira lalu memutar tubhnya membuat Qira kaku dan melotot. Zauhan menangis lalu menunduk, ia meletakkan lagi tubuh Qira isisnya. Ia bersujud dengan air mata yang tumpah.” Terimakasih dewa.. terimakasih..!!” Ujarnya dengan lembut dan tulus lalu memeluk Qira.” Kau nyata bukan? Kau serius bukan?” tanya Zauhan lagi tak percaya.


“Tak masalah kau roh atau setan sekalipun, selagi kau Qira aku bahagia.. aku bahagia..!!” UjarZauhan bagai orang gila. Ia memeluk Qira penuh kegirangan. Qira yang mendengar itu hanya terkekeh. ia tak tau harus apa melihat respon Zauhan yang diluar nalarnya. Ia hanya menggeleng kaku ditengah pelukannya.


Sedangkan ditempat lain Liong dan Fugo menatap Qira dengan tatapan sulit diartikan. Mata mereka bertemu dengan mata Qira membuat mereka tersenyum lalu mengangkat jempol mereka. Qia pun mebalasnya dengan lembut.


“Argh.. rasanya pasti sakit ya meninggalkan cinta pertama untuk orang lain. yang sabar yaa Liong..!”! Ujar Fugo mengejek temnaya padahal ia pun menangis saat ini. ia yakin pasti ia akan kesepian, temannya selama ini Qira sudah kembali kebumi membuat ia akan kespian tak punya teman berdebat. orang orang pada takut denganya tak seindah bermain dengan Qira..


...


.


“Kau juga menyedihkan. Tak punya teman untuk kau ajak berkelahi lagi.. pasti hidup kita akan kesepian..!!” Ujar dari Liong mengakuhi ucapan temannya. Fugo hanya mengusap pipinya lalu bergumam.” Benar..” Lalu terkekeh geli akan kehidupan mereka.

__ADS_1


Sedangkan dua insan itu memilih kembali kerumah Zauhan. Qira duduk dikuda bagian depan dengan Zauhan mengendarai kuda tanpa melepaskan senyumnya. Ia berkali kali mencium pipi Qira dan puncuknya. Ini adalah hari terindah selama ia hidup. Sunguh ini adalah hari terindah dihidupnya,


“Kau membuat rumah disini? Ditempat yang dulu aku inginkan?” Tanya Qira bahagia melihat sekitarnya. Ia dapat melihat disana ada tiga rumah yang cukup besar dan dipagar dengan pagar bambu dan beberapa kayu, rumah tak terlalu besar namun sangat indah, karena salah satu rumah itu ada yang tiga tingkat dengan menghadap langsung keair terjun dibagian jendelahnya dibagian bawahnya penuh dengan bunga mangoli dan juga Lili.. disebela selatan ada kebun sayur yang Qira nampak. meskipun hari sudah malam tapi ia bisa melihatnya karena malam ini adalah malam purnama sempurna.


Disana juga ada dua rumah yang tak kalah besar. Dan ada juga rumah kayu dimana dulu Zauhan dan Qira tidur, disana sekarang dihiasi beberapa bunga dan juga sangat cantik dari sebelumnya. Sugguh, ini adalah rumah impian Qira yang dulu ia ucapkan kepada Zauhan. “Dan itu rumah siapa? Jangan bilang itu adalah rumah Wolf dan Leon?” tanya Qira anggun menatap Zauhan. semenjak ia tingal dilangit membuat ia terbiasa dengan tatakerama dan sopan santun, anggun dan juga tegas. Leher yang selalu lurus dan juga menawan.


Zauhan menganguk tanda mengiyakan. Matanya tak beralih dari waah Qira yang cantik.” Iya.. ini semua yang kau inginkan bukan? itu rumah kita dengan anak anak..” Zauhan mengarahkan telunjuknya pada rumah bertingkat dua itu. Dan disebelah kiri adalah rumah Wolf dan putri Thea sedangkan disebelah kanan adaah rumah Leon dan juga Via..” Ujar Zauhan menjelan. Masih tak percaya Qira hidup. Ia yakin saat ini ia hanya halusinasi.


Qira membelalakkan mata. “Ada banyak yang aku lewati ya disini...” Ia terkekeh sedih mendengarnya. “Apa mereka sudah memiliki pasangan hidup? Apa mereka sudah bahagaia ketika aku pergi? Apa mereka juga sudah punya anak?” Tanya Qira dengan wajah kepo.


Zahan terekeh lagi.” Iya.. ada banyak yang kau lewati Qira.. “ Jawabnya menganguk.” Leon dan Wolf mengalami mimpi buruk yang saja denganku. Kami semua mengalami mimpi buruk karena kau pergi... lalu takdir mengubah kami stau persatu membuat kami. aku tak bisamenjelaskan stau persatu bsaat ini. karena sangat banyak dan memakan waktu..” JAWABNYA MEMELUK PINGANG Qira.


Qira merasaan sesak didadanya.” Maafkan aku Zau..” Ujarnya merasakan hangat pelukan Zauhan.” lalu, bagaimana kerajaanmu? Jabatanmu?” Tanyanya lagi.


“ Aku sudah bukan lagi menjadi raja atau kaisar. Ada Zoulan yang menggantikanku, dan aku memilih menjadi ayah tunggal dari anak anakku aku tak ingin mereka kekurangan kasih sayang seorang ayah. Cukup kekurangan kasih syaang ibunya saja... lagipula kau suja dengan pria yang memiliki alam bebas bukan?” Tanya Zauhan menatap Qira dengn sendu.


Qira terkekeh. “ Ka ingat semuanya rupanya,,” Ujarnya terkekeh.” Terimakasih karena mau bertahan untuk anak anak kita Zauhan. terimakasih..” Ujar Qira dengan seraknya. Ia memeluk ayah dari anaknya ini. ia aku tau benalu sulitnya Zauhan berusaha seorang diri untuk membesarkan anak anaknya. Tapi ia mengerti pasti sangat lelah dan sesakut. Semuanya bersatu menjafis atu bukan?


Qira ingin sekali menanyakan kabar kakak Kim, tapi ia tak sangguo melihat wajah sedih Zauhan. ia merindukan sosok pria itu. Apakah salah? Ya Dewa maafkan Qira yang masih memikirkan pria lain, sedangkan dia sudah punya suami dan juga anak..


...


Pagi ini Qira tidur dikamar Zauhan. ia merasa sesak didadanya karena pelukan Zauhan tak lepas sedari semalam membuat ia bangun dipagi hari ini. ia malam tadi ingin bertemu dengan anak anaknya, namun tidak bisa karena ia sangat lelah dan memilih tidur lagi saja. Ia lelah karena mengoceh banyak hal kepada Zauhan. membicarakan banyak hal yang sudah Qira lewatkan. Apa lagi kamar mereka yang gelap membuat Qira memilih besok saja melihatnya....


Pagi ini Zauhan bangun dengan senyumnya. Ia merasakan mimpi indah semalam, memeluk sosok gadis yang ia cintai. Ralat bukan gadis tapi wnaitanya..!! Ia bahkan memeluknya erat supaya tak hilang dalam genggamannya, padahal ia tak tau saja jika Qira yang menderita semalam.


Ia meraba sisi kasurnya untuk mencari sosok yang terasa hilang dipelukannya. namun ia trekejut karena sosok itu tidak ada. Ia membuka matanya lebar mencari keseluruh ruangan dan benar, tak ada Qira disana membuat ia mengusap wjahnya. “Ternyata hanya mimpi..!!” Gumanya mengelus dadanya supaya sabar.


Lalu bangkit untuk mandi. Sebab ia harus menyiapkan sarapan anak anaknya. “Tapi terimakaih Qira.. karena malam ini aku mimpi indah karenamu..!” Ujar Zahan tersenyum manis. Mimpi saja ia bahagia, bagaimana asli dan nyata? “ Andai itu nyata..!” Gumanya lagi lalu pergi kekamar mandi.

__ADS_1


Setelah Zauhan selesai mandi. Ia memilih kedapur untuk masak. Dia pria multitalen ya. Bisa semua. Masak, makan tidur bersih bersih dan semuanya ia lebih dari Hot mother sekarang... namun ia mencium bauh masakan yang sangat harum membuat ia mengernyit, seingatnya Sugu Jin sekarang berada dikerajaan langit. Leon dan Wolf juga. Lalu siapa yang masak?


Ia mengikiti aromah harum itu membuat ia sampai didapur. Mendadak ia merasakan sesak didadanya. Ia melihat sosok perempuan yang menggunakan hanfu putih yang sangat cok dnegan kulit putihnya, wajh trus dan bibir tipsinya tersneyum bahagia. ia meletakkan beberapa makanan diatas meja dengan bersenandung.


“Qira..!!” Gumam Zauhan serak. Ia bahkan menjatuhkan lap yang seharusnya ia bawah untuk membersihkan dapur. matanya berkaca kaca lagi saat ini.


Qira yang mendengar suara Zauhanpun mendongak dan mencari asal suara. Ia menemukan Zauhan dengan tatapan sulit diartikan.”Kau sudah bangun Zou?” Tanya Qira lalu menepuk nepuk tanganya supaya membersikan tagannya.” Tadi aku tak bis tidur lagi, jadi aku ingin masak saja untukmu dan anak anakku. Maaf ya membangunkanmu..” Ujar Qira lagi dengan semyum manis dn tulus.


Zauhan mendekat lalu mengelus pipi Qira.” Kau nyata Qira.. aku kira ini hanya mimpi.. Hiks hiks..!”! Ia memeluk tubuh Qira sayang. Sunggu ia kira semua kejadian itu hanya halusinasi dan mimpi. Dan pagi ini ia diberi karunia dan juga keberkahan yang luar biasa membuat ia tak kuasa menahannya.


“Sudah.. panggil anak anak. Aku ingin melihat anak anakku. Amboy.. pasti sangat lucu lucu seperti aku kecil dulu..!!” UjarQira melepaskan pelukanya.


“Tidak mau..!!” Ujar Zauhan semakin memeluk Qira.” Aku masih merindukanmu Qira. Sungguh aku takut hausinasi dan ini hanya bayangan saja.. aku tak mau Qqi..” Ujar Zauhan lagi.


“Sudah ku katakan aku nyata Zauhan. jadi berhenti memelukku. Aku sesak nafas jika egini terus. Bisa bisa m]aku mati karena tercekik oleh pelukanmu mau?” Tanyanya dengan nada kesal. Ia kesal dipeluk yerus sedari semalam.


Zauhan menatap Qira dengan senyum.” Covba coum aku dulu. Baru aku percaya..” Godanya menunjukan bibirnya. Ia memonyongkan bibirnya supaya Qira mudah menyambarnya.


.


Qira yang melhat itu hanya memutar bola mata malas.” Aku bukan wanita murahan.. bagaimana bi-“ ucapanya terpotong dikalah Zauhan menciumnya dnegan mendadak. Ia hanya bisa membolakan matanya. Ia kaget. Namun ia tak memberontak. Sebab ini adalah ciuman rindu dan juga bahagia.


Zauhan mempederdalam ciumanya, ia memberi rasa rindu. kabut, sedih cinta smeuanya disana membuat Qira hanya memejamkan matanya, menerima apa yang sudah ia pilih. Ia tak boleh egois untuk mencintai laki laki lain saat ini. ia harus belajar mencintai Zauhan. masalah kakak Kim, ia yang akan memberikan jodoh untuknya, jangan lupa. Ia akan menjadi dewi bulan yang artinya pember jodoh orang ya.


Setelah itu Zahan memilih memanggil anak anaknya. Ia mengurus anak anaknya yang mem8liki tingkah absrut itu. Sedangkan Qora sedikit merasa guup. Apa reson anak anaknya nanti? Apa yang ia jawab dialah mereka bertanya dimana ia sleam aini? Kenapa ia kembali? Akg Qira merasakan takut bertemu dengan anaknya sendiri. Ia takut anak anaknya tak bisa menerimanya kembali dan ia tak mau ia sakit hati. tapi jika anak anaknya tak menerimanya. Maka ia akan kembali kekerajaan langit saja.” Tenanglah. Mereka pasti akan menerimamu. mereka sudah menantikan hari dimana mereka bertemu dengan ibunya..” Ujar Zauhan yang sampai disamping Qira.


“Dimana merka?” tanya Qira melihat Zauhan dayang sendiri tanpa anak anak. Iakan mau anaknya bukan Zauhan.


Zauhan mendesah.” Anak anakmu memiliki sikap yang diluar anak lainnya. Ada yang mandinya satu sampai dua jam. Ada yang malasnya bikin siapapun inin mengigitnya dan ada juga yang dinginnya tak tersentuh. Sudahlah. Lelah aku kita membicarakan sikap mereka.” Ujaran mendesah.

__ADS_1


“anakku anakmu juga ya.. jangan seenaknya jika bicara..!”! Ujar Qira menjitak kepala Zauhan membuat Zauhan memeluk Qira. ia ingin mengurung Qira saja ia tak mau kemana mana dan ingin selalu bersama Qira.


“Siapa itu ayah?”


__ADS_2