Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Istri?


__ADS_3

..


“Bagaimana ini Wolf?” Tanya Leon khawatir.


“Seharusnya kita mencegah Qira lebih cepat tadi.” Jawab Wolf.


“Jangan bahas seharusnya. Bahas saja bagaimana kita keluar dari sarang maut ini.” Jawab Leon Frustasi.


“Kita cari cara nanti. Kita harus pastikan Qira baik-baik saja untuk saat ini.” Jawab Wolf.


Sednagkan Leon hanya mengangguk dalam kegelisahan.


....


Nyilu... itu yang Qira rasakan ditulangnya, ia meringis pedih, tapi lama-kelamaan nyilu itu memudar. Qira mencoba membuka matannya. Hal yang pertama kali ia lihat adalah langit-langit yang berwarnah emas. Ia mengerjabkan lagi matannya. Ia mencoba mengingat apa yang baru terjadi padanya.


Saat ia sudah mengingatnya. Matannya membola, cepat-cepat ia melihat kiri dan kanan. Seluru ornamen didalam kediaman itu terbuat dari emas. Mata Qira berhenti pada sosok yang duduk didekat jendela. Tangan kanannya menumpuh pada meja untuk menyandarkan kepalanya. Wajahnya tetap datar namun terpejam. Parasnya cukup tak asing bagi Qira.


Qira mendesah. “Sial...” Umpatnya. Ia mulai duduk di kasur itu. Matanya lekat menatap pria yang telelap itu. Senyum Qira terbit karena ia tak juga bangun.


Cepat-cepat Qira menurunkan kaki mungilnya keatas lantai, ia berdiri dengan berjinjit, hati-hati ia melangkah keluar dan kabur dari kediaman apa yang ia tidak ketahui ini. saat senyumnya sudah sangat mengembah tepat didepan pintu. Mulutnya langsung berteriak kencang. “Kyaaakkkk...”


Seseoarang mencengkram tangannya erat. Ternyata pria itu sama sekali tak tidur. saat ini ia menarik tangan Qira yang ia cekal. Karena ia menarik terlalu kencang membuat membenturi dada bidangnya.


“Puk...” Qira memukul dada bidang pria itu menyebabkan bunyi yang cukup keras. “Hey. Ini baja atau apa?” ucapnya sinis.

__ADS_1


Ia bukanlah gadis polos yang tak pernah lihat atau terbentur dada bidang pria yang membuat ia merona malu. Jangan lupakan jika seluruh teman dan kakaknya seorang pria...!


Pria itu mengernyit dalam kedataran hidupnya. “Mau kemana kau?” tannyanya tanpa mau menjawab pertanyaan konyol Qira.


Wajahnya sangat dekat dengan Qira. Qira bahkan dapat mencium bau segar mulut pria itu. Anak-anak rambutnya bahkan berterbangan. Ia sama sekali tak takut. Ia sama menatap pria itu dingin, hanya saja mata itu sama sekali tak bersahabat. “Lepaskan tanganmu...!” ucapnya tanpa mau menjawab pertanyaan.


“Sebatkan siapa kau. Baru aku lepaskan kau..” Ucap pria itu dingin.


Qira mempasrakan tangan pria itu. Cekalan itu sangat erat. Ia menatap pria itu tajam . “Siapa aku. Itu tidak ada hubungannya denganmu. Jangan membuang waktu berhargaku.” Jawab Qira acuh.


Pria itu terkejut. Baru kali ini ia diperlakukan setidak sopan itu, tapi herannya sama sekali tak ada ekspresi diwajah itu. “Kau mata-mata dari kerajaan musuh. Benarkan..!” Teriaknya.


Wajah Qira pias. bukankah kerajaan langit memang bermusuhan dengan kerajaan barat?. Tapi ia bukan mata-mata. “Bu bukan. Aku hanya dari Dari kerajaan tetangga...” Jawab Qira gugup.


Wajah pria itu semakin sinis. Ia semakin yakin jika Qira adalah mata-mata. Ia mencengkram tangan Qira lebih kuat. Andai yang ia cengkram bukan Qira. Mungkin tulangnya akan remuk. “Katakan. Kau dari mana?”


Mata pria itu semakin memerah. Dia adalah kaisar Zauhan, ia menatap Qira tajam. Sedangkan Qira membulatkan matanya melihat perubahan itu. Qira mencoba mencari apa yang dipikiran kaisar Zauhan, tapi sayangnya ia sama sekali tak bisa menembusnya.


“Kau...!” Ucap kasiar Zauhan.


“Hmm..” Jawab Qira bergumam.kaisar Zauhan melepas cekalannya dan memegang bahu Qira. “Bratttt...” Ia menyobek baju dibahu Qira.


Sontak Qira menyerang Zauhan dan mengerang marah. Zauhan pun menghindar semua serangan Qira.


“Apa yang kau lakukan...!” Teriak Qira. Tangannya dengan mudah kasir Zauhan tehan dan kunci.

__ADS_1


“Ini tanda jika kau sekarang istriku. Orangku. Jika kau mau menjadi mata-mata. Atau mengkhianatiku, maka tanda ini akan membunuhmu.” Ucapnya dingin. Ia menatap tanda dibahu Qira.


Tanda itu beerbentuk naga yang memeluk bintang. Tepat ditengannya ada gambar pedang yang bergagang Phoenix.


Mata Qira membulat saat melihat tanda dibahunya. Apa maksudnya coba? Ia mencoba mengikatnya? Siapa yang penghianat disini. Siapa mata-mata disini. Itu fitnah...! “Aku bukan mata-mata . Aku tak mau menjadi istrimu. “Jawab Qira berteriak. ia sama sekali tak dapat bergerak.


“Katakan apa rencana dari kerajaanmu. Maka kau akan ku lepas. Jika tidak, aku akan membunuhmu..!” Ancam kaisar Zauhan.


Qira menadakan dadanya. Ia mengarahkan lehernya tepat diwajah kaisar Zauhan. “Silakan bunuh... bunuh... cekik aku. Aku bukan mata-mata. Aku Sama sekali tak takut mati..!” Teriak Qira menantang.


Kaisar Zauhan melepaskan Qira. Ia melipatkan tangannya didada. “Aku tak Perlu mengotori tanganku. “ ucapnya.


Qira dengan cepat melangkah untuk meninggalkan kaisar Zauhan. Menyerang bukanlah jalan yang tepat, kaisar Zauhan bukanlah lawann yang tepat.


Tapi belum sampai ia membuka gagang pintu itu, tanda dibahunya, tepatnya pedang itu bagaikan menancap dalam disana. “Akh...” teriaknya kesakitan. Baru kali ini ia merasakan sakit lagi setelah ia belajar ilmu angin dan api. Tanda apa ini.


Kaisar Zauhan tersenyum sinis kepada Qira. “Sepuluh langkah kau jauh dariku, maka ia akan menyakitimu. Lima belas langkah kau jauh dariku, maka kau akan merasakan dihujami diulu hati. Jika kau jauh dariku sejauh dua pulung langkah, maka kau akan mati...!” ucapnya kejam.


Qira tak bisa membola matanya kaget. “Hey. Kau mau mebunuhku? Apa yang kau lakukan.” Teriaknya. Ia memegang bahu kirinya.


“Sudahku katakan. Tanganku akan kotor jika membunuh tikus kecil sepertimu.” Ucapnya ringan.


“Bagaikan tanganmu suci saja. Cihh” Umpat Qira.


“Pergilah. Maka kau akan mati.” Kaisar Zauhan duduk dikursi semula ia duduk.

__ADS_1


Qira menatap Zauhan kejam. Ia mengutuk kaisar Zauhan berkali-kali lipat. Ia tak bisa pergi, jika pergi akan mati, jika tinggal ia masih akan tetap mati, meskipun masih ada sedikit harapan.


__ADS_2