
lingling lirik kanan dan kiri. Saat ini mereka sudah pulang daris sekolah.
Ia mencari kusir kuda yang harus menjemputnya, diaampingnya ada Qeqe dan Heqi yang juga tak kalah celingak celinguk.
namun mereka mengernyit dikalah banyak anak yang dijemput oleh ibu dan ayah masing masing. "Hey anak nakal... Kau tidak dijemput oleh ibu kalian? " Pertanyaan sinis itu membuta tiga bocah itu menatap asal suara.
Disana ada bocah laki laki yang tak lain anak dari perdana mentri kerajaan Barat. Lingling dan lainnya. Menatap ia datar. "Kata ayahku. Hanya anak penakut yang bersembunyi diketiak ibu dan ayahnya. Jadi kami tidak perlu dijemput oleh ibu ataupun ayah. " Ujaelr Heai sinis saat ini. ia mendengus lau memutar bola mata. Malas persis seperti Qira.
Mata boca itu membrlalak diikuti ibunya. "Aku bukan penakut... Memang tidak boleh dijemput oleh ibu? Kalian saja yang tka disayangi ibu, mangkanya ia tak. Menjemput kalian bagai anak lain.. " Ujarnya sinis.
Lingling diam dalam kedatarannya. Ia tu malas meladeni hal. Semacam ini. "Oh ya? Jika begitu perjilah.. Kalian mau pulangkan? Kenapa Masih sempat sempatnya mengutusi hidupku dan saudara saudaraku? " Ujar Heqi sinis karena tak terimanucapan per ucapan anak itu.
"Kalian mengusirku? " Tanya anak itu mara tanyanya mengepal karena amarah.
"Sudah jangan main dengan anak nakal... " Derai sang ibu "Mungkin mereka anak haram tak. Memiliki ibu, mangkanya tak dijemput oleh ibunya... " Ujar ibunya memggususk punggung anaknya sayang.
"Yaa. Meskipun kami anak haram setidaknya kamu hanya punya satu ibu dan satu ayah. Tidak sepertimu, punya banyak ibu dan satu ayah. Ayah bukankah ibu kalian terlalu murah karena hartabia sudi menjadi selir? " Lingling mulai bicara karena marah dan tak terimah.
"Apa...? Benarinya kau?! " Ibu anak itu maju dengan anaknya yang ia sumputi dibelakangnya. Ia. Menatap tiga boca itu garang "Kau tau? Aku adalah istri pertama dari perdana menteri keuangan... Dan kalian akan ku laporlan pada suamiku karena sudah menghinaku... " Bentaknya keras membut banyak orang menatap mereka heran.
"Iya karena kamu istri pertama kami prihatin... "Ujar Heqi sinis " Dan laporkan saja. Aku tunggu panghilan dari kaisar dwngan senang hati" Tantang Heqi lagi. Apa yang ia takutkan dari kaisar. Zoulan pamannya? Bahkan pamannya tak akan pernah menyakiti mereka barang seujung kuku pun
"Kau... ! Berani kau? "Teriaknya mau. Menarik rambut Heqi keras. Matanya melotot tak terima.
Istri pertama dari perdana menteri keuangan dari kerajaan Barat. Yang terjenal sangat baik dan ramah. Namun nyatanya? Dia sombong dan juga suka. Mencela orang lain.
"Maaf nyonya..
Ini anak temanku, ada masalah dengan tiga bocah ini? " Suara itu membuat istri dari perdana. Mentri itu menghentikan aksinya. Ia menatap asal suara..
gleg...
Suara ia. Menelan saliva terdengar jelas. "Ya yang mulia Xiolenyei yang mulia permaisri Maoxi... Hormat pada yang mulia, semoga anda hidup seribu tahun.. "Ujarnya membungkuk. Karena ia tau posisinya saat ini.
Kiasar Xiolenyei Mendengus" Katakan kenapa dengan tuga bocah ini.? " Rasa amarahnya memuncak saat ini.
"Dia menghinaku.. Dia mengatakan suatu hal yang jelek jelek keadaku... Maka hamba mohon yang mulia, mohon kemurahan hati yang Mulia. " Permaisuri Maoxi yang dulu jahat sekarang baik.
Permaisuri Maoxi yang sudah menikah dengan Kenzi membuat ia banyak berubah, apa lagi Kenzi sangat setia membuat ia sangat berterimakasih pada Qira. Sedangkan kaisar Xiolenyei masih sangat berhubungan dengan tiga boca ini. Menganggap. Mereka anaknya sendiri. Iya karena mereka anak Qira...
....
Sepertinya Qira sudah membuat siapapun luluh. Hanya saja tiga boca ini tak banyak dikenali oleh madyarakat. Sosok mereka tak dikenali jadi jangan salah...
"Kau... Pergilah sebelum kakakku menghukummu.. " Ujar Maoxi sedang baik.
"Tapi...
"Pergi atau mau ku hukum. Cambuk ha?!! " Bentak kaisar Xiolenyi marah.
"Paman.." Tegur Lingling karena suara itu mampu merusak gendag telinganya.
"Km sudahku katakan. Jangan paman, tapi ayah.. Ayah Xio... " Ujar Kiasar Xiolenyei lembut. Ia. Menghantarkan tangannya lalu menarik tubuh Lingling masukndalam gendongannya... ia mencium puncuk kepalanya.
Xiolenyei memang menyuruh mereka memanggilnya ayah karena rasa bersalah. Jujur saja ia Sangat merasa bersalah karena ialah penebab Qira hamil.
Andai dulu ia tak memberikan obat perangsang pada Qira. Pasti Qira tak akan hamil. Dan tiga bocah ini tak akan lahir.
Ia sangat merasa bersalah membuat ia menganggap anak Qira adalah anaknya.
Sedangkan istri perdana mentri itu menganga siapa anak kecil ini sehingga membuat kaisar Xiolenyei menggendongnya? Bahkan kaisar Xiolenyei tak pernah nampak menggendong putra dan putri nya.
"Ba baik yang mulia... " ujarnya karena linglung.
Mereka pergi meninggalkan mereka bertiga ditambah dua orang dewasa itu.
" Kalian tidak apa apakan sayang? "Tanya pernaisuri Maoxi kepada mereka. Ia mengelus kepala Qeqe yang sedai tadi dima saja.
__ADS_1
"Kami baik baik saja ayah... " Ujar Heqi mengerakkan keplaanya kekanan dan kekiri tanda ia jujur.
"Lain kali jika mereka. Melakukukan itu lagi. Kalian lapor pada ayah Xio ya... "Ujar Xiolenyei mengelus kepalanya Lingling sayang.
"Biarkan kami yang mematahkan kepalanya sendiri, atau akan kulempar pisau kejantungnya supaya dia mati... " Ujar Heqi sinis.
"Benar.... aku tak akan biarkan dia menyentuh tangan kamii.. " Ujar Qeqe yang sedri tadi diam saja. Sebab memang dia orangnya lebih suka bertindak dari pada bicara.
Kaisar Xiolenyei terkekeh "Kalian sangat mirip dengan ibu kalian, sangat kuat dan menyeramkan... Kalian memang tak terjalahkan seperti ibu kalian.. "
"Bebarkah? Apakah benar ibu kami sekuat itu. " Tanys Heqi penuh binar. Mereka memang sudah diceritakan oleh ayah mereka, tapi tetap saja mereka mau mendengar dari mukut orang lain.
"Benar.... Ayah bahkan kalah darinya. Dia bukan hanya kuat dalam ilmu, tapi dia baik hati dan juga suci. Kalian sangat beruntung dilahirkab dari rahimnya... " Ujar kaisar xiolenyei. Sedangkan permaisuri Maoxi tersenyum lembut saja.
Qeqe tersenyum Manis"Jika memang dia baik, kenapa kita ditinggalkan dengan ayah saja... " Gumamnya.
Kaisar Xiolenyei tersenyum "Ibu kakian bahkan saat melahirkan kalian menitip pesan jika ia sangat menyayangi kalian.. " Ujarnya. Ia ingat akan terakhir kali senyum Qira.
Lingling hanya diam dengan pikiran masing masing. Ada rasa hangat dihati ketika mengetahui pesan dari ibunya itu. Mereka memang dipenuhi dengan banyak orangnya menyayanginya. Tapi tetap saja mereka merindukan ibu mereka yabg katanya kuat dan baik hati itu.
"Ayah ngapain kesini? " Tanya Qeqe pada kaisar Xiolenyei membuat suasana hening itu berubah.
"Kami ingin mendaftarkan putra putri ayah dan ibu Maoxi... Mereka ingin sekolah juga.. "
"Berarti Kenzo dan kenzu akan sekolah disini juga?. Mereka akan disini juga? Kakak Jungli dan giung lei juga? " tanyaLingling.
Permaisuri Maoxi mengangguk"Mulai besok mereka akan sekolah " Ujarnya.
Lingking mendengus "merepotkan.."
"Kenapa? Kau tak menyukai mereka hmm?" Tanya kaisar Xiolenyei.
"Iya.. Mereka merepotkan... Sellau mencium pipiku.. " Ujar lingling datar sedangkan saudaranya terkekeh geli saja.
"Itu kusir kita.. Ayo kita pulang..." Teriak heqi dikalah kereta uda mereka telah sampai, dengan dua prajurit.
"Maaf ibu. Kami tidak mau merepotkan kalian. Kami bisa pulang sendiri... " Ujar qeqe sopan.
Kaisar Xiolenyei terkekeh lagi "Kalian bicara bagaikan orang dewasa saja.. " Ujarnya mengekus kepala Lingking sayang. Ia menutunkan Lingling.
"Hati hati dijalan ya sayang... " Ujar Maoxi lalu mencium pipi mereka satu persatu...
"Sampai jumpah lagi ayah Xio dna ibu Mao... " Ujr mereka serentak lalu melangkah menjauh...
Permaisuri Maoxi menatap. Mereka sendu... "Apa kita harud melakukan doa pada ayah Dewa supaya Qira dihadirkan lagi kak? "Tanyanya pada kakak.
"Tapi ketika kita meminta sesuatu maka kita harus mengabdi dilangit selama lim atahun. Apakah kau mau hmm? Aku mau tapi ada kerajaan yang harus ku jaga... " Ujarnya sayang.
permaisuri Maoxi juga memiliki tanggun jawab, ada anak dan istri. Apa ia harus mengirbankan semua hal itu?
"Nanti bisa ku pikirkan.. Aku yakin Kenzi akan setuju... Tapi karena aku putri satu satunya dari banyaknya anak dewa. Maka syaratku berbeda dari kalian... " ujarnya..
"Apa itu? "
"Aku harus menjadi dewi bulan dan itu artinya aku harus hidup dilangit dan berpisah dengan anak anakku... Aku tak tau bagaimana... " Resahnya membuat kaisar Xiolenyei mengerang resah...
Kalian ingatkan jika mereka keturunan dewa karena ayah mereka tak bisa memiliki anak. Membuat ayah mereka berdoa?
Mereka harus hidup dilangit sampai umur 5tahun? Semoga masih ingat ya...
.....
Kaisar Long Wey menatap Zauhan yang sedang menaruh banyak maknan didepannya. Yaa.. Zauhan tak punya pelayan kecuali Shu Jin ya... Karena ia. memang ingin mengurus anak anaknya sendiri.
"Apa lingling masih lama pulanhnya paman? "Tanya Kenzu pada Zauhan. karena sedari tadi ia menatap keluar untuk mengetahui apakah Lingling sudah pulang atau belum. jangan harap Ia mencari Heqi atau Qeqe. karena yang ia tunggu adalah menggoda Lingling.
"Sebentar lagi Kenzu... kau makan saja dulu, nanti dia akan pulang. Sabar ya... " Ujarnya tegas namun lembut. Semuanya berubah, tak ada lagi Zauhan yang sadis dan kejam yang ada hanya Zauhan yang lembut dan penyayang. ia selalu berusaha menjadi ayah yang sempurna untuk anak anaknya. Bukan hanya menjadi ayah tapi juga menjadi ibu.
__ADS_1
Kenzu mengangguk lalu memakan manisan yang sisediakan oleh Zauhan. sedangkan yang lain menatap zauhan dengan tatapan sukit diartikan.
"Dimana Shu Jin? Aku dari tadi tak melihatnya, oh iya. Leon dan Wolf juga.. biasanya mereka selalu disini meskipun rumah mereka disamping sini.. " Tanya selir Xia pada Zauhan.
Memang benar Leon dan Wolf suka dekaki dirunah Zauhan. Bagaikan orang yang numpang makan saja.
"mereka sedang dirumah kaisar Yuan. Ap ayah lupa jika sebentar lagi Guan Llii akan menikah? "Tanyanya sembari menuangkan tehnya. "Mati ibu, ayah diminuk tehnya. Ini tehracikan dari Heqi lo. Terbuat dari daun min dicampur madu. Rasanya sangat segar dan nikmat "Ujarnya bangga dengan hasil karya anaknya. Padahal tidak ada yang mengajarkan nya akan hal itu.
"Pasti sangat kezat.. "Ujar permaisuri Fang dengan senyum lembutnya.
"Oh tentu. Cucu ku gitu... " Suara ledak tawa mereka menggema disana karena pusian itu.
"Cucuku juga itu... " Tak mau kalah permaisuri Fang dengan selir Xia. Meskipun mereka selir dan permaisuri tapi mereka sangat akur dan juga baik. Bahkan mereka bagaikan adik dan kakak saja. Mereka sama sama orang yang baik. Karenanya mereka sangat akrab.
"Cucuku juga.. Intinya tiga bocah jiblakan Qira itu adalah cucu kita... "Ujar kaisar Long Wey tergelak membuat mereka tertawa bersama kecuali Zauhan.
"Ehemm.. Balik ketopik pembicaraan.. Apa kalian tidak pergi keacara pernikahan Guang lii? " Tanya Kaisar Long Wey.
Zauhan menggeleng "Kami akan datang tapi tidak sekarang. bukankah jika pergi sekarang itu terlalu cepat? Ksaihan anak anakku, mereka akan menjadi bahan rebutan. Aku tak ingin mereka sakit nantinya. Terutama Lingling. Kalian taukan kekurangannya? "Tanyanya oada mereka.
Karena mmeang sii Tripeltwins itu selalu jadi rebutan para keluarga, baik keluarga Zauhan apalagi keluarga Yuan. Mereka primadonanya. Apalagi Lingling yang pemalas membuat siapapun gemes dan juga geregetan.
"Kau benar Zauhan... Kapan kau akan pergi? "Tanya selir Xia.
"Mungkin satu hari sebelum pesta atau dua harinya. Setiaknya meminimaliskan pertemuan mereka dengan orang asing dan keributan. " Ujar kaisar Zauhan jujur.
Kaisar Long Wey tersenyum tipis mendengarnya. Yang dilakukan oleh Zauhan selalu atas dasar anaknya. Tak pernah berfikir tentang dirinya sendiri. Dia soaok orang tua yang sempurna. Bahkan tahta sekakipun ia relakan. adakah manusia seperti itu?
"Apa kau tak ada niatan untuk menikah lagi Zauhan? Mereka butuh ibu bukan? dan kau pasti butuh pendamping dan kebutuhan sebagai laki laki? " Tanya kaisar long Wey padanya dengan serius. Ia hanya ingin tau seberapa besar pengorbanan kaisar zauhan.
Kaisar Zauhan paham akan kata kebutuhan seorang laki laki. Kalian tau kan? Apalagi ia hanya pernah melakukan hanya satu kali dan itundengan qira. Namun saat ia mau. menkawab, suara seseorang dibelakangnya membuat ia terkejut.
"Kami tak butuh ibu... Ayah saja sudah cukup... " Suara dinginnya Qeqe membuat yang lain merinding. Langkah nya diikuti oleh Heqi yang menggendong Lingling.
"Oh cucu kakek audah pulang. ayoo sini peluk kekek.. " Ujar kaisar Long Wey membuat Lingling turun dari punggung nya Heqi. Ia sangat menyukai kaisar Long Wey.
"Aku rindu lingling... " Teriak Kenzu sembari menyerobot pelukan Lingling yang seharusnya itu pelukan untuk kaisar Long Wey.
" Ih Kenzu atau kenzo aku tak tau siapa kau. tapi menyingkirlah, aku mau. memeluk kakek ku.. " Gerutu lingling memberontak dari pelukan Kenzu.
Sedangkan Long Wey dan lainnya terkekeh mslihat hal itu. "Tidak mau. Pelukanku lebih hangat dari kakek. Aku tampan sedangkan kakek sudah keriput. Oh ayolah Lingling, inu aku Kenzu.. " Ujarnya tak mau melepaskan pelukannya.
"Kalian apa kabar hmm? Tak ada yabg mau memeouk kakek.?"Tanya kaisar Long Wey pada Heqi dan qeqe.
"Aku merindukan kakek. kabarku sangat bik kek.. " Ujar Qeqe mendekat lalu memeluk kakeknya, sedangkan Lingling masih dipeluk oleh permaisuri Fang dan Xia. Namun maaih diawasi kenzu dengan posesifnya.
"Heqi. Kau tak mau peluk kakek? " Tanya kisar long wey saat melihat Heqi yang tak juga mendekat.
"Aa kakek audah mandi dan cuci tangan? Aku tak mau memeluk kakek yang saang kuman, nanti aku bisa sakit kek.. " Ujarnya mengibas ngibaskan tangannya.
KaisarL Long Wey menganga. ia dibilang sarang kuman? Astaga Dewa... "Hey kakek tak sekotor itu meakipun belum mandi.. " Bantahnya.
"Tetap saja.. Kakek kotor ya kotor... Jadi jangan banyak alasan kek... Aku tak mau terkena kuman, jika mau memelukku ya mandi dn cuci tangan dulu.." Ujarnya angkuh lalu meletakkan ranselnya diatas meja.
"Haiss anak ini... " Gumam kaisar Long Wey geregetan.
"Tapi kakek merindukanmu Heqi.. "Kaisar Long Wey memeluk Heqi erat membuat Heqi kejang kejang.
" Kakek kuman..! jangan peluk aku sebelum beraih kek. " Ujranya memberontak. "Jangan cium cium kek hueekkk.. "
Ledak tawa menggema dikalah Heqi muntah karena tak tahan akan phobianya. Iya.. setelahnya Heqi pingsan karena tak kuat akan kuman.
"Aku juga mau pleuk Heqi... " Ujar kenzo memeluk heqi yang pingsan. Karena kesempatan memeluk sosok ini memang saar ia pingsan atau tidur saja. Jika tidak ia akan selalu perotes akan kebersihan.
Ledak tawa menggema lagi dijalah itu karena tingkah Kenzo yang memeluk dan menxum Heqi yang wajahnya cantik itu. Ia memang sangat menyukai Heqi karena dulu Heqi oernah menyelamatkannya saat ia hampir dimakan harimau. Karena nyalah ia selalu mau dekat dengan Heqi. Tapi sayangnya Heqi terlalu susah didekati. Karena phobia kotor dna kuman. Hanya orang yang dekat aaja yang bisa menyentuhnya, Atau orang yang terjamin bersih dan higenis..
Apakah benar dia anaknya Qira dan Zauhan?
__ADS_1