
Qira berjalan mengekori kaisar Zauhan dari belakang. Ia berjalan dengan tatapan kosong. Ahh, banyak sekali yang ia fikirkan saat ini. belum dari ramalan tentang masa depan. dan sekarang ia menemukan masalah baru. Tapi tubuhnya terikat, apa yang ia harus lakukan supaya bisa lepas dari jeratan pria yang berjalan didepannya ini.
Bugh..
Karena fikirannya yang melayang, membuat ia menabrak punggung kokoh kaisar Zauhan. Untunglah ia tak lari, jika tidak bisa mental jauh tubuhnya saat ini.
Sedangkan kaisar Zauhan berhenti karena ia heran. Tidak biasanya Qira itu diam seperti ini. diam Qira membuat dia sedikit bingung.
Biasanya Qira selau mengajaknya nego siasi dan berdebat. Ia membalikan tubuhnya saat merasakan Qira menubrak punggungnya.
Qira menggelengkan kepalanya untuk menghindarkan rasa sakit kepala. Dirasakannya ada tangan yang mengelus jidatnya. Qira mendongak untuk menatap sang pelaku. Mata coklatnya bertemu dengan manik mata kaisar Zauhan.
Mata itu kejam, tajam dan juga bercampur kesedihan. Mengapa? Apa yang pernah dilewatkannya sehingga mata itu aneh. “Mengapa kau berhenti?” Tanya Qira menghilangkan rasa gugupnya.
Aneh jika Qira gugup hanya karena usapan. Usapan ini membuatnya gugup, beda dengan usapan Wolf dan Leon yang nyaman. Tapi jika dengan kakak Kim, maka usapan itu akan menjadi suatu kebahagiaan tersendiri. Ahh. Qira juga pusing memikirkan dirinya sendiri saat ini.
Kaisar Zauhan mengibaskan tangannya untuk menyuruh para kasim dan juga para dayang yang mengikuti mereka. Ia membawa Qira duduk disalah satu kursi ditaman dekat mereka berjalan. “Apa kepalamu sakit?” Tanyanya lembut.
Qira menggelengkan kepala. “Tidak juga. Hanya sedikit.” Jawabnya jujur.
Kaisar Zauhan semakin curiga. Ada apa ini? mengapa Qira sedikit berbeda dari bahasanya. “Apa kau sedang menyembunyikan sesuatu?” Tanyanya.
Qira diam tak menjawab. Ia pusing memikirkan banyak hal saat ini. ia memijit pangkal hidungnya yang sedikit berdenyut. “Apa aku boleh pergi dari sini?” Tanya Qira pelan.
Mata kaisar Zauhan memicing. Pergi kemana? Bersama pria lain? Tidk akan. Jangan harapkan Qira bisa pergi jauh dari sisinya. “Tidak..!” Jawabnya tegas.
__ADS_1
Qira menghembuskan nafas berat. Ia menatap mata kaisar Zauhan serius. “Kau punya masalah apa denganku? Mengapa kau selalu membuatku tak bisa bergerak?” Tanya Qira heran.
Kaisar diam. ia harus menjawab apa? Ahh, ia sendiri tak tau apa alsannya. Apakah dia memang sudah mencintai Qira? Atau hanya obsesi semata? Tapi semakin hari ia semakin ingin Qira berada disisinya. Sifat Qira itu unik. Dingin sekaligus hangat dalam satu waktu. Kejam dan baik dalam waktu yang sama. “Karena kau sudah berjanji padaku bukan? Kau bilang akan menjadi pelayan ku selama satu tahun. Kau ingat bukan perjanjian kita saat kau mengajukannya dulu?” Hanya itu yang kaisar punya untuk alasan. Karena Qira sudah seikit menjauh dari Zuzu. Bahkan Qira tak lagi mau menggendong Zuzu. Bukan karena Qira mempercayai ramalan itu, tapi menghindar sekarang adalah suatu hal yang lebih baik.
Qira ingat akan kesombongannya itu. Ia menggelengkan kepalanya. Mencari cara agar dapat akses untuk pergi dengan tali yang sudah lepas. Ada senyum terbit ketika ia ada satu cara. Yaitu membuat kaisar Zauhan mempercayainya dan menyukainya. Yaa, seperti Wolf dan Leon. Jika kaisar Zauhan menyukainya pasti ia akan menerima apapun. “Bagaimana jika aku meminta waktu tiga buan saja untuk pergi menyeesaikan masalahku.” Ucap Qira bernegosiasi.
“Katakan padaku. Aku yang akan menyelesaikan masalahmu.” Jawab kaisar Zauhan talak. Ia tak akan pernah membiarkan Qira pegi. Tak akan pernah. Ingat itu..!
“Aku tak bisa menjelaskan padamu.” Uca Qira sambil mengerutkan keningnya.
“Kenapa?” Beo kaisar Zauhan. Apa Qira sama sekali tak bisa menerimanya? Atau Qira sama sekali tak menykainya.
“Kau jangan egois. Aku tak bisa bersama mu terus. Jangan ikat aku seperti ini.” Bentak Qira keras.
Sontak kaisar Zauhan menatap Qira tajam. “Aku memang egois. Jadi kerena itu, jangan pernah membuat perjanjian padaku jika kau tak bisa menempatinya...! “ bentanya tak kalah keras.
Dugh..
Ahh, mengapa jantung kaisar Zauhan seperti diremas. Apa-apaan ini. mengapa Qira bisa menikah? Siapa calonnya? Apakah pria idaman Qira? Tapi yang pasti kaisar Zauhan tak akan pernah membiarkan itu terjadi. “Tapi aku tak akan membiarkanmu menikah dengan siapapun. Kau istriku..!” Bentaknya.
“Aku bukan istrimu..! Kau pikir aku sadar saat kau menikahiku? Apa yang kau mau dari ku ha.” Bentak Qira.
Kaisar Zauhan berdiri dan mencekal tangan Qira. Ia menyeret Qira menuju kediaman naga. “Apa yang kau lakukan Zauhan..! Lepaskan aku..” Bentak Qira sembari memberontak. Tangannya sakit karena cekalan itu sangat kuat. Ia memberontak dengan menggoyangkan tangannya kenanan dan kekiri. Tapi tiada hasil yang memuaskan.
Atsmosfer mendadak menjadi mencekam. Siapapun menatap hal itu menunduk takit. , bahkan ada yang memiliki kaki yang bergetar. Tak ada yang seberani itu pada kaisar Zauhan. Tak ada kecuali Qira.
__ADS_1
Dum..
Kaisar Zauhan membanting pintu kediaman itu. Ia tak mau membicarakan hal ini ditempat umum. Apa kata orang nanti jika kaisar Zauhan memaksa?. Matanya terkunci pada mata manik mata tajam Qira. “Lepaskan aku..! Apa yang kau lakukan Zauhan..!” Teriak Qira.
“Diam..! Kau mau ini pernikahan yang kau sadarkan? Baiklah kita menikah lagi.” Putusnya.
“Tidak. Tidak mau, aku tidak mau. Aku mau menikah dengan seseorang. Kau tak boleh seperti ini. aku manusia, bukan budakmu yang bisa menuruti semua kemauanmu Zauhan.” Ucap Qira tegas.
Kaisar Zauhan memegang bahu Qira sembari meremasnya kuat. Untung Qira tak merasakan sakit. “ Aku tidak akan mengizinkan siap pun memilikimu.. tidak akan pernah.” Bentaknya.
“Tapi aku aku manusia yang memiliki piihan. Kau jangan bercanda.” Qira membalas tatapan itu tanpa gentar. Meskipun ia tak pernah melihat kaisar Zauhan semarah ini. ini pertama kali baginya.
Mata kaisar Zauhan semakin memerah. “Aku mencintaimu Qira...! Jadi tak akan ada yang memilikimu. Jikapun kau mau menikahi orang pilihanmu, maka aku akan membunuh siapapun pilihanmu. Siapapun..! Sampai kau memilih diriku. Dan jika kau masih tak memilihku saat ini, maka lebih baik kau mati supaya tak ada yang memilikimu..!” Ucapnya panjang lebar.
Duhg.
Apa itu suatu pernyataan cinta? Tapi mengapa itu terdengar sangat mengerikan. Apa yang harus Qira jabar? Melawan? Bisa saja Qira melawan, tapi kaisar Zauhan bukan lawan yang tepat. “Kau tak bisa menjadi begitu kejam. Aku tak bisa menjadi hewan pliharaanmu yang menuruti satu tuan. Dan kau bukan tuanmu.” Bentaknya..Ini bukan jawaban yang kaisar Inginkan. dan ini juga bukan hal yang ingin Qira katakan. Qira ingin bertanya apakah kaisar Zauhan serius.mencintainya?
Kaisar Zauhan mendorong Qira hingga Qira terjungkang dilantai. Kaisar Zauhan mendekap tubuh Qira dengan satu tangannya. Sungguh tak elit. Seharusnya dikasur atau disopa. Atau didinding saja. Ini lantai...! “Aku tak pernah main-main. Aku mencintaimu dan kau harus menerima cintaku. Mati saja kau jika tak mau menerimanya..!” Bentak kaisar Zauhan.
Nafas kaisar Zauhan memburu menerpa wajah Qira. Qira mmejamkan matanya saat mendengar teriakan itu. “ bunuh.. Sekalipun kau bunuh, aku tak bisa mencintaimu. Aku menyukai kebebasa dan kau adalah burung yang disangkar emas. Kita berada didua alam yang berbeda. Jadi jangan bayangkan burung bisa hidup didalam air.” Ucap Qira setenang mungkin.
.
.
__ADS_1
.