
....
Dilain tempat...
Pagi hari ada sosok tampan bak dewa yunani yang duduk dikursi taman bunga lili. Hatinya semakin hari semakin rindu akan sosok gadis kecil yang ia cintai. Dia adalah Guang Lii.
Memang benar, jika Qira adalah adiknya. Tapi ia sama sekali tak bisa membohongi perasaannya. Qira adalah gadis perrtama yang ia sukai. Ditambah rasa kekhawatirannya bertambah karena tragedi malam itu, saat ia menangis tanpa tau sebab. Ia sangat mencemaskan Qira saat ini.
“Kapan kau kembali Qira? Aku merindukanmu.” Gumamnya lelah.
Tak lama kemudian ia dikejutkan oleh burung elang yang turun dan berdiri disampingnya. Keningnya mengerut. Tapi matanya beralih kepada kakinya. Ada surat yang diguluung. Tangannya terulur untuk mengambil surat itu.
“Surat ini untuk siapa?” gumamnya,
Ia membuka gulungan surat itu.
“Dari Putri Zhu Qira Han.”
Entah mengapa. Kalimat itu membuat senyumnya terbit. Ia berdiri dari duduknya dan berlari mmenuju aula istana. “Ayah...” ucapnya girang.
Seluruh orang yang berada didalam ruangan itu menatap Guang Lii terkejut. Sekarang ada rapat urusan kerajaan. “Ada surat dari Qira...” Lanjut Guang Lii melupakan tata Kerana kerajaan.
Wajah kaisar Alex yang awalnya marah menjadi tak kalah bahagia. ia berdiri drai kursinya. “Rapat Zhen berhentikan. Kalian boleh keluar.” Ucapnya tegas.
Para pejabat menatap kaisar Alex terkejut.
“Tapi—“
“Cepat.” Bentaknya. “Dan kau jendral Luo. Panggilkan seluruh putra ku.” Perintahnya.
Seluruh pejabar tak bisa membanta atau menjawab. Mereka segera pergi meninggalkan kaisar Alex dan Guang Lii. Tapi sebelumnya mereka mengucapkan tanda penghormatan.
“Kau tak membohongi ayahkan?” Tanya kaisar Alex curiga. Faktanya semenjak Qira pergi. Kaisar Alex menjadi sering murung dan tak berselera makan. Ia sering sakit karenanya. Ia sangat merasa bersalah dan juga Rindu kepada Qira.
Guang Lii mendekat. Tapi ia tak tau jika burung Elang pembawa surat itu mengikutinya. “Lihat lah ayah.” Ucapnya menunjukan surat.
Kaisar Alex mengambil surat itu. Tapi sebelum itu.
Bugh...
__ADS_1
Xian Lii dan Lian Lii menerobos masuk. Mereka bahkan membuka pintu secara kasar. Sebelumnya mereka sangat terkejut ketika jendral Luo mengatakan Qira mengirim pesan. Mereka kira jika itu hanya bualan semata. Tapi hati mereka meronta untuk percaya.
Tak lama setelahnya disusul Juang Lii., Zian Lii dan Zain Lii yang datang tak kalah bahagia.
“Mari duduk.” Ucap kaisar Alex kepada putra-putranya.
“Apakah benar ayah jika Qira mengirim surat?” Tanya Xiang Lii tak percaya,
“Benar.” Yang menjawab bukan lah Kaisar Alex tapi Guang Lii.
“Cepar buka suratnya..” Sahut Jian Lii tak tahan.
Kaisar Alx dengan cepat ia membuka gulungan surat itu.
“DADI PUTRI ZHU QIRA HAN.”
*Sebelumnya kalian beri makan burung pengantar surat dulu ya.”*
Kaisar Alex mengernyit bingung. Apa hubungannya dengan burung pembawa surat? Tapi matany tertuju kepada Guang Lii. Tepat dibelakangnya ada elang yang cukup besar. Ia baru paham maksud Qira. “Jendral Luo. Bawah burung elang itu dan beri ia makan yang banyak.” Perintahnya.
Sontak saja mereka semua terkejut. Tak terkecuali Guang Lii. Ia bahkan tak sadar jika burung itu masih mengikutinya.
*Apa kalian Merindukanmu? Bagaimana rasanya rindu? sakit bukan? Hehe...
Aku tahu. Yang menemukan surat ini pasti Guang Lii. Aku tahu jika Guang Lii selalu merindukanku dan menungguku ditaman lili. Salam sayang kepada kakakku Guang Lii. Aku sangat merindukanmu. Terimakasih karena kau selalu menjagaku. Jangan lupakan kesehatanmu. aku tak ingin memiliki kakak yang jelek dan kurus.*
Rasanya sangat sakit saat mendengar bait ini. siapa lagi jika bukan Xiang Lii dan Lian Lii. Bukannya mereka yang kakak kandungnya? Lalu mengapa Qira adiknya lebih menyayangi kakak bukan seibu. Bagaimana bisa Qira lebih mendahului orang lain dari pada kakak kandungnya.
Begitu juga kaisar Alex. Betapa sakitnya ia saat membaca surat itu. Apa Qira sedang menyindir dirinya? Apa Qira sedang menghukumnya dengan rasanya rindu? ditambah surat awalan diberi kepada kakaknya bukan ayahnya.
Beda dengan Guang Lii. Ia tersenyum bahagia. wajahnya bagaikan kupu-kupu yang berterbangan. Sungguh, ia merasakan sangat bahagia saat ini.
*Apa kabar Juang Lii? Apa kau suka makanan dari kedai yang sudah kuberikan? Aku tau kau sangat suka? Tapi jangan biarkan tubuhmu menjadi bulat. Aku sangat malu jika harus mengakuhi kakak yang gendut dan tak tampan nantinya. Aku menyayangimu*
Jiang Lii terkekeh saat mendengar surat untuk dirinya. “Aku sangat menyukai makananmu. Aku baru tau jika kau sangat kaya.” Jawbnya. Ia bahkan tak merasakan air matanya jatuh. Entah air mata rindu atau air mata bahagia, ia tak tau. Tapi semua menjadi satu saat ini.
*Apa kabar ayah Alex? Aku tau kau sekarang hidup dengan penyesalan. Mari makan yang banyak, aku ingin saat aku kembali kau terlihat sehat. Andai saja tubuhmu kurus dan kau sakit. Aku akan menghukummu dengan penyesalan yang lebih besar. Berhentilah merasa bersalah, karena rasa sayangku kepadamu tak akan hilang meskipun jarak menjadi tembok penghalang kita.*
Kaisar Alex terkekeh sambil menangis. Ia mengusap air matanya yang mengalir deras. Air mata ini air mata bahagia bercampur legah . “Ayah akan makan banyak untukmu. Maka dari itu, cepatlah pulang.” Gumamnya sedih. Ia sangat lega karena Qira masih menyayanginya. Setidaknya ia bisa tau jika Qira pergi bukan karena dirinya.
__ADS_1
*Hay Xiang Lii gege. Kau pasti mencemaskanku kan? Aku tau kau sangat menyayangiku saat ini. jangan fikirkanku. Bantulah ayah mengurusi istana. Jadilah calon raja yang bijaksana dan adil.. aku sangat bangga jika memiliki kakak yang bijaksana dan calon raja. Jangan lupa makan yang banyak. Kau harus menjaga kesehatanmu. Aku menyayangimu.*
Xian Lii memasang wajah datarnya. Hatinya terhenyuk mendengar jika ‘qira menyayanginya’” aku juga sangat menyayangimu. Aku juga sangat menyesal.” Gumamnya.
*Saudara gkembarku tersayang. Apa kabar denganmu? Apa kau masih malas mandi? Apa kau masih kekanakan? Aku hanya ingin mengatakan, berubahlah menjadi dewasa dan kuat. Aku ingin kau bisa menjagaku nanti. Aku ingin kita selalu berrsama nanti, jika kau masih malas dan lemah. Siapa yang akan menjagaku? Aku menyayangimu. Jangan lupa bahagia*
Lian Lii mengerucutkan bibirnya. “Kau jahat Qira. Kita bahkan baru berjumpa satu minggu. Tapi kau meninggalkanku. Aku berjanji akan kuat, supaya kau selalu berada disampingku. Aku akan melindungimu nanti.” tak terasa air matanya jatuh karena bersedih..
*Untuk twins Zian Lii dan Zain Lii. Kalian sangat mirif meskipun tak kembar. Zian Lii yang seperti anak-anak dan Zain Lii yang super dingin dan cuek. Entahlah aku juga bingung mengapa kalian bersaudara dan mirif tapi bersikap berbeda. Tapi kalian masih memiliki tempat teristimewa dihatiku. kalian bisa minum degan dengan Mommy Shu Jin jika merindukannya. *
Zian Lii dan Zain Lii terkekeh pelan. “Kau bisa saja Qira.” Gumam mereka. Wajah mereka mirif mungkin karena saudara kandung. Tapi sifat mereka memang jauh berbedah, seakan bukan kakak beradik.
*Kalian sudah tak khawatir bukan? Tapi disini aku juga berindukan kalian. Aku ingin kalian membalas suratku. balas surat yang kalian tulis, dan berikan pada burungnya. Aku sangat merindukan kalian. aku menunggu balasannya.
PUTRI ZHU QIRA HAN MENYAYANGI KALIAN. :)
Pesan itu dgulung kembali oleh kaisar Alex. Tak ia sadari jika Guang Lii dan lainnya sudah pergi meninggalkannya sendiri. Mereka berlomba-lomba untuk menulis surat untuk adik tercintanya. Sedangkan kaisar Alex tak mau kalah dari putra-putranya. Ia melangkah cepat menuju ruang kerjanya.
...
Lain tempat surat dikerajaan awan...
.
.
.
Alhamdulillah bisa Up hehr.
maaf ya menunggu. author tau menunggu itu lelah. Hanya saja Author memiliki agenda yang cukup padat saat bukan romadhan.
kalian sabar kan nunggu Qira?
**jangan lupa Vote. like dan komen ya......
beri nutrisi buat author dengan dukungan kalian....
jangan lupakan bacaan wajib kita...😇😇**
__ADS_1