Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Hujan


__ADS_3

.


.


.


.


.


“Apa? Putri Zhu Qira Han sudah pergi dari desa itu?!!!” Tanya Xiolenyei.


Xiolenyei sudah tak mengawasi Qira sedari ia dipukul oleh kaisar Zauhan dimalam itu, yaa. Ia mengalami patah pinggang karena tenaga kaisar Zauhan saat menyerangnya bukan main-main membuat ia harus tidur diatas ranjang beberapa hari, karenanya ia memerintahkan seseorang dari pelayanya untuk menjaga dan mengawasi Qira. dan kabar yang ia dapat pagi ini membuat ia terkejut dan marah. Buktinya saja suara itu terdengar menggema dikamar itu membuat sang pelayan gemetar karena ketakutan.


“Iya ya ya ya—yang mulia.. Yang hamba dengar, mereka akan kembali kekota karena harus kembali keistana.” Jelas sang pelayan gugup. Ia bahkan memejamkan mata karena ketakutan, sebenarnya bukan takut karena mati, tapi jika ia melakukan kesalahan, maka bukan hanya dirinya saja yang terkena hukuman, tapi juga keluarganya, bahkan bisa membuat keluarganya hangus dalam satu malam dan membuat namanya ditelan bumi.


Putra Mahkota Xiolenyei mengernyit. Ia sangat kesal karena dimalam itu tak bisa melakukan rencananya pada Qira, dan yang membuatnya marah adalah pria yang menolong Qira mendapatkan hasil dari apa yang ia rencanakan. Jika memikirkan hal itu saja membuat ia memukul kepalanya sendiri dan mengutuk jika dirinya sangat bodoh. “Kenapa ia pergi kekota dan keisitana? Bukanya kerajaan Langit dan kerajaan Barat itu bersiteru?” Tanya Putra Mahkota Xiolenyei pada pelayanya itu heran.


Sudah bukan jadi hal tabu akan kebencian kerajaan Barat pada kerajaan Langit. Bahkan permusuhan mereka sudah diketahui oleh kerajaan lainnya dan sekarang putri dari kerajaan Langit pergi keistana? Apa yang dilakukan hingga berani masuk kedalam kandang singa?


“Yang hamba ketahui jika putri Zhu Qira Han hanya mengikuti suaminya saja yang mulia...”


“Suami? Jadi Qira memang benar-benar sudah menikah dan yang menerjangku saat itu?... Suaminya?” Gumam putra mahkota Xiolnyei tak jelas. Ia kesal sekali akan hal ini membuat ia menggertakkan giginya.


“Iy iya yang mulia. Jadi, apakah yang mulia masih akan menginginkanya?” Tanya sang pelayan takut.


Putra Mahkota Xiolenyei tertawa sinis. “Aku tak akan berhenti sebekum mendapatinya. Sampai kapanpun aku akan mengejarnya.... Meskipun harus menghancurkan dirinya sendiri...” Sudah bisa ditebak jika putra mahkota Xiolenyei sangat terobsesi oleh Qira, terobsesi karena Qira pernah menolaknya membuat ia harus mengurung Qira dalam hidupnya, yaa.. Ia harus menalukkan Qira supaya hidupnya bisa tenang untuk kedepannya.


“Tapi bagaimana dengan perang antara kerajaan kita dengan kerajaan Awan yang mulia? Bukankah kita harus kembali setelah beberapa hari lagi? Kita harus mempersiapkan segala hal, jika tidak yang mulia kaisar akan marah besar...” Peringat sang pelayan sedikit takut.


“Kita akan kembali untuk mempersiapkan perang, setelahnya kita akan kembali lagi keisni..” Putus Xiolenyei. Ia akan menghancurkan kerajaan Awan karena sudah berani menghina sang adiknya yang cantik jelita, benar saja pertunangan yang hampir menuju jenjang pernikahan dibatalkan disebela pihak dan itu membuat para kerajaan lain akan mencemoo putri Maoxi sanga adik, ditambah alasan putra mahkota Kenzi menolak karena sudah mencintai gadis yang ia incari dan ia obsesikan yaitu putri Zhu Qira Han membuat ia menjadi sangat marah.


“Apakah ada kabar lain?” Tanya putra mahkota Xiolenyei pada maidnya.


Pelayan itu nampak sedikit ragu akan mengucapkannya, tapi melihat aurah yang semakin mengelap membuat ia memberanikan diri untuk mengatakan hal ini. “ Kabar lainya adalah. Kerajaan lainnya sudah tau jika putri Zhu Qira Han berada dikerajaan Barat yang mulia..”


Kabar itu sukses membuat putra mahkoa Xiolenyei membelalakkan mata.” Apa? Bagaimana bisa?” Tanyanya heran. Ia saja yang baru berada disini terkejut saat melihat Qira dikerajaan musuh, lalu bagaimana bisa orang lain menemukan Qira?.


“Sepertinya ada yang menyebarkan kabar ini yang mulia. Tapi kami tidak tau itu siapa.”


Sial... Saingan putra mahkota Xiolenyei semakin banyak. Kenapa ia bisa membuat musuh bertambah banyak. Sebenarnya dalam hati yang terlubuk, ia sangat menyesal sudah berencana untuk menduakan Qira. andai dulu ia tak pernah berfikir untuk mengambil selir sebanyak mungkin, mungkin Qira sekarang sudah berada dibawahnya. Memikirkan hal itu membuatnya tambah pusing dan menyesal.


“Jika begitu kau boleh keluar..!” Pelayan itu bernafas lega karena perinta itu, perinta yang ia tunggu-tungg sedari tadi.ia membungkuk dan memberi penghormatan sebelumnya lalu pergi meningalkan putra mahkota Xiolenyei yang masih berbaring diatas kasur dengan wajahnya yang sudah memerah karena marah.


Putra mahkota Xiolenyei harus mencari cara agar kerajaan lain tak mencari Qira sampai sini. Tapi satu hal yang putra mahkota Xiolenyei syukuri. Yaitu Qira yang tinggal dikerajaan Barat. Karena kerajaan lain tak akan berani mengusik dan juga mencari Qira sampai dikerajaan Barat. Karena kaisarnya yang kejam dan tak pernah nampak dipublik. Ahh, ia tak tau saja bagaimana takdir nantinya.


Disisi lain dua insan menungu hujan mereda dengan satu manusia yang kehadirannya layak tak kasat mata. Yaa, siapa lagi jika bukan sii jomblo Ren.

__ADS_1


Qira menadakan tangannya untuk merasakan hujan, sedangkan kaisar Zauhan hanya melirik Qira sedari tadi, kadang tanganya menepuk-nepuk keatas, kadang menarik ulur tangannya sendiri layaknya anak kecil. Dan semua hal yang dilakukan oleh Qira tak luput dari mata kaisar Zauhan, sedangkan Ren hanya...curi-curi pandang pada istri dari tuanya ini. yaa memang, Ren bahkan tak dapat menolak pesona Qira, andai saja Qira bukan istri dari tuannya, sudah pasti ia kurung dalam dunianya...


Qira itu cerminan dari idaman semua pria.


Cantik? Iya..!


Baik? Iya...!


Manis?.. ! Tentu saja.


Dan penyayang dengan caranya sendiri, Qira juga sosok yang dingin sekaligus lembut disatu waktu yang bersama. Ahhh, membayangkan saja jika ada satu perempuan seperti ini pasti Ren akan maju paling depan.


“Jangan menatapnya...” Desisi kaisar Zauhan pada Ren yang sedari tadi cutri-curi pandang sekarang gelagapan.


Ren mengaruk tengkuknya.” Permaisuri kita cantik..” Jawabnya enteng.


Mata kaisar Zauhan melotot mendengar permaisuri kita. Hello, Qira hanya permaisurinya, dan asal Ren tau, jika ia bisa memiliki Qira seutuhnya itu perlu perjuangan dan pada akhirnya ia sudah memiliki fisik tadi belum seiutuhnya dengan hati.


“Permaisuriku Ren...” Tegas kaisar Zauhan lalu menatap Qira yang sudah menguap, nampak sekali jika Qira menahan kantuk tapi masih bermain.


“Apakah kau mengantuk Qira?” Tanya kaisar Zauhan.


Qira berdeci, sudah lihat ia menguap, sudah pasti ia mengantuk, dan kaisar yang katanya pintar ini bertanya? Qira memutar bola malas dengan menjawab gumaman secara tidak jelas.


“Mendekatlah jika kau lelah..” Ucap kaisar Zauhan lembut. wajar saja jika Qira mengantuk dan juga lelah, mereka sudah menempu perjalanan sedari tadi dan bermain ditaman bunga, belum lagi mereka terjebak diacara hujan yang membuat siapapun nyaman untuk tidur, apalagi mereka baru saja sudah makan membuat rasa kantuk itu akan sangat tajam.


Kaisar Zauhan mendengus, karena Qira tak mau mendekat, ia memilih untuk mendekat saja lalu menarik tubuh Qira. tentu saja Qira terkejut lalu menepis. “Jangan membantaku Qira.. mari ikut aku..” ucap kaisar Zauhan lalu menari lembut tangan Qra.


“Kau bermain air karena menghilangkan bosan?” Tanya kaisar Zauhan lalu mengajak Qira duduk dilantai. Yaa, kaisar Zauhan rela duduk dilantai hanya demi Qira. ia menyandarkan kepada Qira didadanya, sedangkan tubuh Qra diapit oleh dua kakinya. Tentu saja Qira resah, jantungnya itu lo..


“Aku tak suka seperti ini..” Uca Qira teringat akan kejadian malam itu. Qira sama sekali belum lupa akan malam itu, ia mencoba berdiri tapi ditahan oleh kaisar Zauhan, tanpa persetujuan Qira. kaisar Zauhan mengusap kepala Qira sayang.” Tidurlah, nanti jika hujannya mereda kita akan pergi..” Ucapnya lembut.


Awalnya Qira masih mau memberontak, tapi karena usaan dari sang suami yang begitu lembut membuat Qira terbuai. Matanya yang awalnya sudah mengantuk sekarang menjadi sangat berat bagaikan tertimpa batu besar.


Tak menungu lama Qira tertidur dipangkuan kaisar Zauhan membuat kaisar Zauhan tersenyum tipis. “Anak pintar..” Gumamnya senang. Ia masih megelus kepala Qira sayang lalu mengatup tubuh Qira dengan jubah yang ia minta pada Ren supaya Qira tak kedinginan.


Ren? Ia harus mengusukkan diri sendiri supaya ingin hangat, jahat sekali kaisar Zauhan. Ren tau jika kaisar Zauhan hanya modus mengatakan Qira mengantuk. Bilang saja jika mau dekat-dekat, apa susahnya coba? Dan bodohnya Qira mau mau saja.


Ahh sudahlah Ren. Hilanglkan fikiran burukmu pada orang lain. Itu namanya iri, yaa iri. Iri tanda tak mampu..Qira tak mau, ia mau segera sampai membuat kaisar Zauhan menurut saja.


...


Karena tragedi harus menunggu hujan membuat Qira dan kaisar Zauhan menunggu hujan reda dan sekarang mereka sudah sampai dijam 12malam dikerajaan Barat, awalnya kaisar Zauhan tak mau pulang dulu, lebih baik menginap saja dipenginapan untuk istirahat, tapi....


Tapi ada baiknya mereka pulang jam segini, karena jika mereka pulangnya jam segini akan mengurangi kecurigaan dan mata-mata membuat mereka sampai tanpa halangan.


Saat Qira sudah sampai matanya melebar, ia sudah tak sabar bertemu dengan Wolf dan Leon, apakah kabar mereka? Ia mau bercerita banyak hal, terutama tentang Yuan tapi tidak tentang malam itu. Apa ia harus menceriktakanya juga? Ahhkk, Qira takut sekalgus malu, ia hilang kesuciannya diumur 16tahun.

__ADS_1


“Jangan lompat-lompat Qira. nanti jika kamu keguguran gimana?” Tanya kaisar Zauhan membuat Qira serangan jantung. Matanya melotot karena tak suka. Sedangkan Ren tak bisa menyembunyikan kekagetanya juga.


“Apa sii ahkk, Janga bercanda..” Ketus Qira karena telinganya sudah memerah.


Kaisar Zauhan mengikuti Qira yang sudah mau berjalan.” Aku berkata jujurkan? Jika kamu hamil karena malam itu bagaimana? Jadi kamu harus jaga diri kamu baik-baik, jangan lompat-lompat.” Ujarnya mengungkapkan apa yang ada dikepalanya. Iyaa, dia berharap jika Qira mengandung anaknya supaya Qira tak pergi lagi dari hidupnya.


Bolehkah kaisar Zauhan jujur? saat melakukan itu saja kaisar Zauhan sadar, bahkan sangat sadar. Karenanya iya meminta izin dan akan bertangung jawab. Dan semoga saja apa yang ia idam-idamkan terwujud. Ia mau pewarisnya segerah tumbuh dirahim Qira.


“Mimpi..” Desisi Qira tak suka.


“Itu bukan mimpi, tapi keinginan.. Kau mau kemana?” Tanya kaisar Zauhan mengarahkan langkah kakinya menuju kamar Wolf dan Leon.


“Mau bertemu dengan teman-temanku lahh..” Jawabnya ketus.


Kaisar Zauhan menghela nafas menatap Qira. selalu saja sifatnya ini, kadang ketus, kadang baik dan kadang bahagia. bisakah Qira selalu menjawab pertanyaanya dengan selalu tersenyum?


Nikahi saja orang lain...!


“Ini sudah malam Qira. kau akan mengganggu mereka tidur, lebh baik kau istirahat, kita baru saja sampai, kau pasti butuh istirahat..” Bujuk kaisar Zauhan. ia tak mau Qira berpelukan dengan dua manusia hutan itu.


Qira menggeleng.” Aku mau sekarang..” Ketusnya mau pergi.


“Qira... Jangan seperti ini. kau tak kasihan membangunkan mereka tengah malam seperti ini? teman mu butuh istirahat.”Desis kaisar Zauhan lembut.


Qira pun mengangguk karena ada benarnya kata kaisar Zauhan. ia memilih memasuki kamar kaisar Zauhan. iyya, kamar kaisar Zauhan, kediaman naga tanpa mau menungu kaisar Zauhan, sampai-sampai kaisar Zauhan bertanya, disini siapa sii kaisarnya?


Kaisar Zauhan diam dengan seribu bahasa saat melihat Qira hanya seperti itu, mata para perajurit mengaga karena kaisar Zauhan yang hanya iam saja melihat tingkah Qira. andai orang lain, pasti orang itu akan di sudah dibunuh dengan satu kali tebas.


Qira melangkahkan kakinya santai, tapi matanya menatap sosok burung peliharaannya masih setia diatas pohon membuat Qira membelalak. Ia baru ingat jika surat dari kerajaan Awan, untunglah burung itu setia menungu, yang jadi pertanyaan bagi Qira. apakah burung itu tak makan dalam dua minggu ini? Qira merasakan bersalah membuat ia berlari lalu menemui burung itu.


“Haloo Elang...” Ucapnya melambaikan tangannya. Burung yang awalnya tertidur itu menatap Qira langsung menerjang Qira. mungkin karena ia marah.


Qira bukanya kesakitan tapi ia malah tertawa. Sebenarnya inilah yang Qira suka, yaitu binatang itu lebih setia pada tuannya dari pada manusia yaa. Termasuk burung ini. ia bahkan tak makan dalam beberapa watu demi janjinya pada tuanya.


Qira mengelus kepala elang itu sayang lalu melirik kakinya yang terikat pesan itu. “Apa kau mau makan? Tentu saja burung itu menganguk membuat Qira bangkit dengan memeluk burung itu.


“Bawah daging sebanyak mungkin kesini sekarang juga...!” Perinta Qira pada pelayan yang menatap Qira heran sedari tadi. Yaa, Qira diawasi beberapa pelayan dan kaisar Zauhan yang tak jauh darinya.


Hari sudah gelap tak membuat Qira mengurungkan niatnya untuk memberi makan elang Itu. Qira memilih duduk dibawah pohon dengan satu lampion dan mulai membaca surat. Ia harap perang itu tak terjadi, karena ia takut dengan ramalan itu terjadi. Ia juga tak tau harus apa, karena besok malam ia ada janji dengan kakak Kim. Yaa dibulan purnama kakak Kim ulang tahun.


“Ini yang mulia permintaan anda...” Salah satu pelayan itu membawah nampan itu dan diletaknya dengan sopan disamping Qira.


Qira menganguk. Ia tak mau langsung mengambil surat itu, ia masih punya cara..! masa iya dia langsung mengambil surat lalu melupakan perjuangan elangnya. Ia bahkan tak tau elang itu beberapa kali dibunuh oleh perajurit karena takut itu penyusup. Qira meletakkan elang itu didepan makananya lalu mengelusnya.” Makanlah. Maaf, aku merepotkanmu.” Ucap Qira tlus.


Elang itu berkoak tanda memaafkan dan langsung menyerahkan kakinya pada Qira supaya mengambil surat itu, Qira pun menerimanya dan mengambil surat itu. Sedangkan Elang mulai menyantap hidangan didepanya.


Kaisar Zauhan? ia hanya mengawasi dari jauh. Sebenarnya ia penasaran apa yang Qira lakukan, tapi ia sadar jika setiap orang punya privasi, dan kaisar Zuhan akan menungu sampai Qira akan menceritakan sendiri tentang keluarganya, jati dirinya dan tujuannya. Suatu saat nanti ia percaya jika Qira akan memandangnya.

__ADS_1


__ADS_2