Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Liong


__ADS_3

Lingling mengangkat hanfunya tinggi dikalah harus melewati sungai... sungainya sangat dangkal, hanya sebatas pahanya saja. Membuat celana dalamnya nampak, namun dusianya membuat ia sangat imut seperti itu.” Dari mana kau lingling?” Lingling yang harus berhati hati melewati batu yang sudah licin itu tak tau harus jawab apa. Dia mengerjab lugu karena pusing menjawab apa. Apa dia harus jawab dia ketemua pria? Akh. Bahkan dia lupa siapa nama pria itu...


Iya..Lingling lupa menanyakan siapa nama dari pria tadi membuat ia tertegun ditengah sungai. Ia menepuk dahinya sendiri karena merasa bodoh. “Lingling. Kenapa kau disana? Ayo cepat kemari.. nanti kau hanyut..!!” Ujar Kenzo keras menatap Lingling yang sudah basah sana sini.


Lingling menganguk lalu berjalan lagi mendekati ayahnya yang menyambutnya itu. Ia tersenyum manis karena menatap wajah ayahnya khawatir, dia menggaruk tengkuknya kaku karena merasa bersalah, ya merasa bersalah karena sudah membuat ayahnya khawtir..”mengapa kau kesana? Kan sudah ayah bilang, jika mau kemana mana itu harus pamit dan juga bilang sama ayah nak. Ayah mengkhawatirkanmu. Kau taukan dihutan itu ada apa? Dan tempat apa?” Tanya Zauhan lembut lalu mencium pipi anaknya berkali kali. Rasa takut kehilangan didirinya meggebu gebu, ia tak akan membiarkan siapapun menyakiti anak-anaknya. Cukup istri saja ia gagal menjaganya.


“Tadi aku lihat cahaya.. disana..” Ujar Lingling menununjukan hutan itu membuat ayahnya menatap kesana.” Aku kira paman Zoulan, ternyata bukan, dia binatang roh ayah.. sangat cantik dan manis..!!” Matanya menyipit karena tersenyum manis.


“Lain kali jangan lagi ya.. ayah tidak mau kau kenapa napa..!!” Ujar ayahnya kaku lalu mengelus rambut anaknya. Meksipun ada rasa tak percaya dihatinya tentang apa yang diucapkan anaknya, tapi ia cukup menyimpannya saja, karena tidak baik bukan jika harus memaksa anak anak kita?


.


Anak kita? lu aja kali, gue jombloe..!!


“Kau dari mana saja sii cucu ku? Kakek khawatir..!!” Ujar kaisar Long Wey nenarik tangan Lingling. Ia melihat penampilan Lingling dari atas sampai bawah. Ia dapat melihat dipantat Lingling kotor membuat ia mengernyit.” Ini kenapa? Kamu jatuh? Jatuh dimana? sakit tidak?” Tanyanya beruntun bagaikan kereta api. Ia menatap manik mata hitamnya Lingling.


Ling ling berdecap dalam hati, kenapa kakeknya ini sangat peka jadi orang? “Anu kek, tadi saat aku disana aku terjatuh karena terkejut. Tapi aku tidak apa-apa kok..!!” Ujarnya jujur. lingling memang sangat jujur,baru kali in ia bohong masalah pria itu. Ia takut ayah dan kakeknya akan takut dan mengkhawatirkanya nanti.


“Iw.. Lingling bauk... kau ini jorok sekli Lingling..!!” Ujar Heqi mengalihkan pembicaraan, ia tau jika Lingling itu sedang butuh bantuan membuat ia turun tangan,” Cepat mandi sana.. bersihkan tubuhmu..!!”Pekiknya jijik. Ia mengibaskan tangannya membuat ia menjadi nampak arogan.


Lingling memutar bola mata malas. “Iya.iya.. tapi aku mau mandi disini saja... denganmu hahah..!!” Ujarnya menyiramkan air kewajahnya Heqi membuat Heqi terkejut dengan mata yang melebar.


“Hey apa yang kau lakukan Lingling.. kau mengotoriku.. Tunggu pembalasanku hiya...!!!” Teriaknya lalu bangkit. Ia mengejar Lingling membuat Lingling melarikan diri dengan cara menceburkan diri. Disana tak dalam, namun dibagian hujung itu sangat dalam, membuat mereka hanya sebatas pingiran saja. Sebab masih dilarang oleh Zauhan ayah mereka.


“Hati hati... kalian ini..!!” Teriak Zauhan keras. Ia baru saja khawatir tapi anak-anaknya sudah mulai mencari gara gara dan bermain ulah lagi. Ia hanya mengusap dada kasar karena malas untuk marah marah, bisa bisa ia cepat tua nanti... akh memang sudah tua sii...


“Biarkan mereka aku saja yang menjaganya ayah. Ayah tak perlu cemas...” Ujar Qeqi yang melihat ayahnya nampak cemas dan khawatir ada urat lelah diajahnya membuat ia tak tega.

__ADS_1


Zauhan menganguk.. ia tersenyum tulus.” hati hati ya.... ayah kelqdang dulu, karena tadi belm selesai membersikan beberapa rumputnya..” Ujarnya mengelus kepala anaknya sayang. Elusan itu memang lembut namun tetap saja tak selembut ibu bukan?


Heqi menganguk.. “Aku ikut.. aku ikut...!!” Teriak Kenzu menarik legan bajunya kaisar Long Wey. Namun disebelahnya kenzopun menarik bajunya kaisar Long Wey” Aku juga mau ikut kek... Aku mau ikut mandi disini..!!” Ujarnya tak kalah berteriak.


“Emangnya kalian bisa berenang? Disini bukan istana loh..!!” Ujar kaisar Long Wey membuat mereka diam. “Jika kalian tak bisa berenang, nanti kalian akan hanyut dan dimakan buaya, kalian mau?” Ujarnya lagi menoel hidung mereka. Mereka itu adalah pangeran dan tak pernah hidup dialam bebas seperti ini. jad bisa saja mereka nanti alergi dan hanyt. Kaisar Long Wey tak akan membiarkan hal itu terjadi. Sebenarnya bukannya ia membeda bedakan cucunya dari Qira atau dari Kenzi anak kandungnya. Hanya saja ia tau batasan dari setiap cucunya. Cucu yang selalu hidup dengan sendok emas akan berbeda kebiasaannya dengan cucu yang selalu makan dengan bambu.


Kenzu dan Kenzu bergidik ngeri. Sebenarnya mereka tak bisa berenang, karena mereka tak perah berenang. Jikapun mereka berenang, itu hanya berenang dikolam kecil dikediaman mereka. Dan itu mampu membuat mereka menuruti kaisar Long Wey. Jadilah mereka memilih pulang saja meninggalkan tiga boca yang asik bermain itu.


Kaisar Zauhan dan kaisar Long Wey sudah meninggakkan air terjun itu,diikuti buntutnya Kenzi... sedang bermain kejar mengear itu berhenti dan mulai mendekat satu sama lain. bedanya hanya saja Qeqi tak basah membuat mereka mendekati kakaknya itu. Ya.. pembicaraan sesamakembaran... mereka mulai memandang Lingling yang menunduk saja. “Kau sedang berbohong Lingling.


"0Kenapa?” Tanya Heqi... Ia mendadak dingin saat ini. satu hal kelebihan Qeqe dari pada yang lain, dia bisa membaca fikiran orang lain, sama speerti Qira dulu... bedanya Qeqe yang bisa merasakan seseorang atau pergerakan dari jarak jauh. Lingling yang memiliki pendengaran setajam siket, bahkan dari jarak jauh.. mereka memang memiliki kelebihan masing masing.


Lingling menunduk takut. Sebab ia takut sekali Qeqe mengetahui isi kepalanya namun ia yakin kakaknya itu mengetahui semuanya. Hanya saja ia ingin mendengar kebenaran dari bibirnya.” Tadi aku bertemu dengan seseorang pria. Dia sangat tampan dan aku kira dia raja iblis yang baru. Ternyata dia bukan... sepertinya..” Ujar Lingling ragu. Sebab ia juga tak tau siapa pria itu. Ia duduk dismaping Heqi dengan wajah yang masih saja lusuh.


Sedangkan Heqi mulai mengusap wajahnya. Ia mengambil alap kering yang ia letakkan sebelum ia mandi tadi dan mengelap dibeberapa bagian tubuhnya. “ Sepertinya? Kau tak mengenanlinya memang?” tanya Qeqe heran pada adiknya. Kata kata adiknya terlalu ambigu dan juga sulit dimengerti. “ Lalu apa yang kalian laukan disana? Dan apa yang kalian bicarakan?” Tanyanya pada lIngling lagi...


Lingling mengerjab polos.” Aku tak tau siapa dia, siapa namanya dan kenapa dia ada disana kak...” Ujar Lingling jujur lagi.” Tapi tadi dia memberikan ku satu bola kristal untukku. Katanya aku bisa meminta stau permintaan dan aku menerimanya dan meminta satu permintaan..” Ujarnya lagi dengan jujur. hanya saja ia tak bilang jika pria itu mengatakan jika ia sudah menjadi miliknya. Ia juga tak tau itu harus diceritakan atau tidak, namun menurutnya itu tidaklah pentinting.


“Lalu kau minta apa Ling?” Tanya Qeqe dingin, dia tak bisa marah karena Heqi sudah marah. Mereka tak boleh marah semua, harus ada satu yang membujuk, sebab mereka yang ganjil harus saling mendukung dan mengingatkan. “Lalu apakah kau mendapatkannya?” Tanyanya lagi melihat semua bagian tubuh Lingling. Mungkin ada benda begitukan.


Lingling menatap kakaknya sendu.. bibir mungilnya sudah sedikit menggil karena dingin, karena memang haris sudah ingin malam. “Aku minta supaya ibu dihidupkan kembali..” Ujarnya menunduk dengan meremas hanfunya karena gugup.” Tapi dia tak memberikan ibu padaku.. katanya besok ibu akan tiba... dia membohongiku..” Ujarnya bergetar lagi... ia hampir menangis.


Heqi dan Qeqe saling tatap. Ia memeluk adiknya dengan tenang. Heqi bagian kanan sedangkan Qeqe bagian kiri.” Tidak apa. Lain kali jangan lagi ya.. kita tidak tau diluar sana. Apakah mereka berniat baik atau jahat pada kita. tetaplah tersenyum ya..!!” Ujarnya mengelus pipi adiknya membuat Lingling menganguk.


“Yasudah ayo kita pulang... kita harus kembali sebelum Heqi demam, lihatlah. Dia sudah pucat karena terkena air terlalu lama.. haha..” Ujar Qeqe terkekeh melihat Heqi yang sudah memucat. Ya benar.. Heqi sama dengan Qira, tak bisa terkena air terlalu lama jika tak mau sakit, dia selalu saja seperti itu. Dia terlalu lemah jika menyangkut pertahanan tubuh.


Tak mereka sadari jika ayah mereka Zauhan mendengarkan semua yang mereka bicarakan, dia berada diatas pohon besar disana dengan tenangnya menatap anak anaknya. Matanya basah karena tak kuat. Ia memukul dadanya karena tak kuat. Ia melihat betapa sedihnya anak anaknya tanpa Qira.. “ Maafkan ayah nak, andai dulu ayah tak membunuh ibumu. pasti ibu kalian masih ada sekarang..” Gumamnya bersedih lalu mengusap wajahnya. Ia harus berada dirumah sebelum anak anaknya sampai duluan membuat ia mengunakan ilmunya. Jangan slaah, meskipun ia sudah bukan lagi kaisar, tapi ia masih kuat dan juga gagah ya..

__ADS_1


..


“Dari mana kau? Kenapa tak mengajakku.. Aku sudah menunggumu disini sedari dua jam yang lalu.. Mengapa kau meninggalkanku? Apakah kau baru saja pergi kebumi?” Tanyanya beruntun karena temannya yang baru sampai itu hanya diam dan datar. Tak ada raut wajah yang ia berikan, jangankan menjawab, melirik saja ia tidak membuat ia berdecap.


“Oh ayolah... kau mau kemana? Mengapa kau pergi ketempat dewi dewi Liong...” Ujarnya lagi melihat temannya yang bernama liong itu. “Apa kau masih mau menemuli nona Qira? kan sudah ditolaknya ribuan kali dan kau sekarang kau menemuinya lagi? Kau tak malu Liong? “ Tanyanya lagi kesal menatap sahabatnya itu.


Ya... Dia Liong.. pria yang bertemu dengan Lingling dibumi tadi, saat ini dia sedang diistananya dengan wajah datarnya, dia pria yang dikenal tampan dan gagah disini, dia disegani dan juga dikejar oleh siapapun, tapi sayangnya tak berlaku bagi satu perempuan yang unik, perempuan yang sombong dan juga angkuh, namun penuh kelembutan dan kasih sayangnya. .


“Bisakah kau diam Fugo? Kupingku sakit..” Ujarnya dingin lalu pergi lagi membuat temannya yang bernama Fugo itu mencebikan bibirnya, ia nemang sudah terbiasa dengan apa yang dilakukan oleh temannya ini, temannya memang sangat dingin, tapi kadang tidak kog.


Saat ini ia berjalan mendekati pulau dewi. Dewi bunga, disana dipimpian oleh Dewi Shougi.. dewi yang sangat cantik, paling cantik diaam langit. Siapapun akan terpesona melihatnya. Ia memiliki satu pelayan sekarang, dia adalah perempuan yang dicintai oleh Liong yaitu Qira.. ya.. hanya saja Qira selalu menolaknya...


Saat ia sudah menemi sosok yang ia cari membuat ia mendekat, sosok perempuan yang menggunakan hanfu putih polos dengan rambut biru, mata biru berkilau dan juga sendu. Menatap langit yang berisi kerinduan terhadap anak anaknya. Ia memeluk kakinya karena ingin memeluk dirinya sendiri. “Qiqi..!!” Gumam Liong membuat sosok itu menatapnya. Dibelakangnya ada Fugo yang sedang menyecer bagaikan anak itik saja.” Halo Qiqi.. “ Ujarnya membuat sosok itu tersenyum.


“Ada apa Liong? Fugo? Apa ada yang bisa ku bantu?” Tanya Qira dengan mereka lembut dia seharusnya memanggil dengan sebutan tuan, hanya saja ia tak mau. ia masih saja sombong. Da itu menjadi nilai plus dirinya bagi setiap orang disini.


“Tadi aku bertemu dengan anakmu Qiqi.. dia sangat cantik seperti ibunya..” Ujar Liong tersenyum lembut. ia mencintai Qira sedari pertama bertemu dan sampai sekarang, namun cintanaya tak terbalaskan membuat ia harus diam dan menatap berkejahuan. Sosok yang tegar dan penuh pengorbanan, kesetiaan dan juga kerinduan.


Ya.. dia Putri Zhu Qira Han.. mengapa dia ada disini? Itu karena perjanjianya terhadap dewa kematiannya. Ia boleh hidup kembali jika bisa memenangkan perperangan dan jika ia mau kembali maka ia harus menjadi seorang Dewi. Namun ia tak mau, karena jika dia menjadi dewi maka ia tak bsa memiliki kesempatan bertemu dengan keluarganya kembali atau berengkarnasi, karenanya dia memilih menjadi pelayan saja. Ia masih memiliki kesempatan hidup kembali dan berengkarnasi sepuluh tahun lagi, setidaknya nanti ia bisa melihat anaknya yang sudah besar bukan? Itulah perjuangan seorang ibu, selalu mengorbankan kehidupannya hanya untuk anaknya, padahal ia belum bertemu dengan anak anaknya..


“Benarkah? Dari mana kau tau dia anakku atau bukan?” tanyanya Qira antusias, namun ada kaca yang pecah dimatanya.” Apa dia tampan? Apa dia cantik? Oh bukan dia., tapi mereka.. apakah mereka mirip denganku Lio?” Tanyanya haru sembari menatap Liomg sendu..


Liong menatap Qira tersenyum membuat Fugo mencebik.” Jika dnegan Qira senyum, tapi jika melihatku. Mau muntah iya.. dasar bucin..!!” Cibirnya.” Dewa terbucin diraih oleh Tuan Liong dari....”


“Plak.. bisakah kau diam..!!” Teraik Qira melemparinya dengan sendal, tepat mengenai bibir Fugo.” Acara haruku menjadi gagal karena ulahmu hais..” Decap Qira kesal.


Fogo mengelsu bibirnya yang tak berdarah namun sakit itu..” Bisa bisanya kau mencintai gadis kasar seperti ni Liong lihat ini? ia bagaikan induk gorila yang ada dibumi..!!” Cg. Apakah tak ada perempuan lain? seperti Jusi, Lince.. Huaiku.. mereka semua cantik dan angun, sedangkan dia bagaikan induk gorila yang ada dibumi, sangat menyeramkan dan juga buas,, argh.!!” Ujarnya dengan ngeri. Karena dulu ia pernah dikejar oleh induk gorila membuat ia trauma sampai detik ini. menurutnya gorila lebih mnengerihkan dibanding harimau atau singa...

__ADS_1


“Kau Fugoo.. akan ku koyak mulutmuu kyak...” Tetiak Qira kencang dengan melempar lagi speatuhnya.


“Ampn ibu gorila... ampun.. Argh..” Teriak Fygo yang memegang kepalanya yang dijambak oleh Qira.” Sakit yaampun... kepalaku bisa botak. Tak lucu jika ada dewa botak Qira yaampun....” Gumamnya keras karena merasakan jambakan itu sekamakin lama semakin kuat..


__ADS_2