
.Awalnya kaisar Zauhan mengejar, tapi sayangnya Qira lebih dulu melayangkan ilmu anginnya membuat kaisar Zauhan yang belum tau serangan itu terhempas lagi. Dengan cepat Qira melesat bagaikan vampir.
“Qira....!” Teriak kaisar Zauhan saat bayangan Qira sudah tak nampak.
Nafasnya memburuh dengan tangan yang terkepal, “Jangan lari kau dari ku. Jangan harap bisa pergi, akan ku patahkan kakimu saat aku menemukanmu nanti..!” kaisar Zauhan melangkah dengan mengibaskan jubahnya yang kebesaran. Matanya memerah dengan aurah byang mematikan.
..
Qira melesat dengan hati yang sakit, sakit katrena kaisar Zauhan yang sudah ia percayai membentaknya, sakit karena kaisar Zauhan membela Zuzu padahal ia sudah berkata jujur, tak ada kesengajaan saat ia menendang perut Zuzu, ia hanya mau mengejar burung itu tak lebih, ia tak habis pikir pada kaisar Zauhan. mana janjinya jika ia tak mau menyakiti Qira? semuanya bulshit bukan? Cih Qira benci pada semua hal itu, ditambah pengungkapan dan semua janji manis kaisar melayang dipikirannya, berkali-kali ia mengumpat kasar untuk menghilangkan pikiran buruk ini.
Ada satu hal yang menganjal saat ini. tadi Zuzu menahannya kan? Kenapa Zuzu menahanya? Apa salahnya? Tidak mungkin Zuzu melakukan hal itu tanpa sebab, apa lagi Zuzu sangat terkejut saat melihat burung-burng itu terkena pisau Qira.” Sialan.. Gara-gara mereka aku tak menemui petunjuk.” Maki Qira dijalanan. Ia memilih berjalan menuju pasar saja.
“Lebih baik aku mencari kado untuk kakak Kim nanti malam, tak mungkin aku datang tanpa kado.” Gumam Qira. ia memilih memcari kado sembari mencerna apa yang terjadi.
Saat sudah sampai dipasar tak banyak yang melirik Qira, apa lagi Qira sangat cantik dengan balutan hanfu orange ini, belum lagi perhiasanya yang sangat cantik.
Qira memilih-milih apa yang akan ia beri kepada sang pujaan hati. Iya pujaan hati, karena kakak Kim adalah pujaan hati Qira. dengan mata teliti Qira mencari barangnya, apa ia memberi mainan rambut? Baju? Atau barang lainya? Tak ada yang menarik dimata Qira, sunggu semuanya sangat membosankan.
Ada satu hal yang membuat Qira membulatkan mata lalu mengangguk. Jika dalam fantasi komik pasti ada lampu yang bergoyang diatas kepala Qira.” Gitar.. sudah lama aku tak bermain gitar..” Gumam Qira semangat.
Qira tersenyum manis.” Guzel mirifkan dengan gitar? Tinggal buat gitar sendiri dan aku harus menyelesaikannya..” Gumam Qira semangat lalu melangkah menuju tukang kayu dan tukang senar guzel disini.
....
Tubuh burung itu melemah karena darah yang berceceran sedari ia terbang membuat ia kebanyakan kehilangan darah, saat ia memasuki istana membuat ia terjatuh pingsan. Begitu juga dengan pelayanya.
“Tuan... Ada apa ini?” Tanya kakek Lue pada sang tuannya yang tergeletak dengan pisau yang tepat dilengan atasnya, disana bajunya sudah basah dengan darah, yang membuat ia bertanya siapa yang bisa melakukan hal ini? belum lagi mereka sama-sama tertancap pisau, dan satu hal yang kakek Lue lebih terkejut, jika pelayan itu mati karena pisau itu melukai jantung, karena sedikit bergeser saja.
“Pelayan..! Pelayan..! Cepat bantu aku membawa Tuan kekamar..” Teriak kakek Lue membuat beberapa pelayan membantunya.
Ada beberapa juga yang membantu mengangkat pelayan setia tuannya, yaa, Pelayan itu adalah pelayan setia sang tuan, lalu. Bagaimana reaksi sang tuan ketika taun jika pelayan kesayanganya sekarang sudah tak bernyawa?
Sudah satu jam Si Tuannya dirawat oleh tabib, sebenarnya sii Tuan sama seperti Qira, tak bisa merasakan sakit, tapi meskipun begitu ia masih manusia biasa jika kehilangan banyak darah akan membuat ia jatuh juga. Setiap manusiakan memiliki kelemahan.
__ADS_1
“Bagaimana keadaan Tuan Tabib?” Tanya Kakek Lue pada tabib yang baru saja membereskan semua obat-obatan, baju tuanya juga sudah diganti dengan yang baru dan bersi membuat wajahnya damai.
“Keadaan Tuan cukup memprihatinkan...” Ia menatap Kakek Lue murung lalu menghela nafas.”Pisau yang mengenai tubuhnya itu terlumbur racun, racun itu terbuat dari darah yang mematikan, untunglah belum tersebar keseluru tubuh, karena, ditambah untunglah pisau itu tak mengenai titik syaratnya, sepertinya sang penyerang itu memang sengaja membuat hal semacam ini untuk melumpuhkan lawan, “Ia menatap Tuan yang masih belum sembuh.” Tuan kita sepertinya sangat berusaha untuk kabur, lawannya bukan main-main.”
Ddyg.. kakek Lue membisu, darah beracun? Darah beracun itu bukannya punya Qira? siapa yang punya darah beracun yang mematikan selain Qira? lalu pisau? Siapa yang bisa menyerang seperti ini selain Qira? kenapa ia berfikir Qira saat ini? bisa jadi ada yang seperti Qira diluar sanakan? Tapi itu hanya kemungkinan.
“Bagaimana bisa tabib mengatakan jika itu racun darah?” Tanya Kakek Lue pada sii tabib.
“Darah Tuan sangat wangi dibagian lengan, tepat dipisaunya membuat saya sedikit bingung awalnya, tapi setelah saya ingat-ingat lagi tentang berbagai racun, hanya racun darah lah yang memiliki aroma sewangi ini, jadi kemungkinan besar itu racun Wehing, campuran dari racun racun yang sangat kuat, jangankan meminum racunnya, terkena darahnya saja kulit kita melepuh, dan karenanya juga kulit lengan atas tuan kita melepuh dan inilah kabar buruknya, lengan atas tuan kita kemungkinan besar mati syarapnya membuat tanganya lumpuh.” Jelasnya.” Sebenarnya kita harus memotong tangan Tuan supaya tak membusuk dan meramban kebagian lain, tapi karena saya sudah memberi penawar meskipun tak dapat mengobati membuat tanganya tak membusuk tapi hanya mati syarafnya saja.” Jelas tabib paru baya itu sopan.
“Bagaimana keadaan pelayan Gone?" Tanya Kakek Lue untuk mencari fakta yang harus ia hubungkan saat ini. ia cukup kaget mendengarkan hal ini dari tabib, bagaimana bisa tuannya menjadi tak berdaya seperti ini.
“Pelayan Gone memang sudah tiada tertolong semenjak ia menapakkan kaki diistana tuan, Itu juga membuktikan jika racun yang mengenai mereka ini memang sangat kuat. Bagian jantungnya pelayan Gone tergores oleh pisau membuat ia tak bisa bertahan, sepertinya saat diperjalanan racun itu berjalan sangat cepat.” Jelas tabib itu.
Tak salah lagi. Ini racun Qira. ini racun punya cucunya itu bukan? Karena ia tau jika Qira memilik darah yang beracun karena tragedi ia hampir dibunuh saat ini. racun didarah Qira itu terbentuk karena darah Qira yang memang sudah berbaur dengan racun. Sejak Kecil Qira selalu diberi racun untuk merusak tubuhnya sera berlahan dan itu racun yang berbeda, belum lagi racun yang membunuh Qira saat itu, itu adalah racun yang sangat ditakuti, tergores dan terminum dalam hitungan detik akan menyebabkan seseorang meningal dalam hituangan detik.
“Bagaimana jika Tuan tau jika ini dilakukan Qira? orang yang menjadi bidak caturnya? Tanganya lumpuh dan pelayan kesayangannya mati. “ Kakekk Lue memijat pelipisnya sedikiit keram.” Ada dua kabar berarti saat ini, kabar baik dan kabar buruk. Kabar baiknya adalah Tuan belum bisa menjalankan rencananya dalam waktu dekat ini membuat aku bisa menjalankan misiku menyelamatkan cucuku, tapi kabar buruknya adalah Tuan semakin marah pada cucuku Qira dan membuat ini semakin sulit. Ia pasti tak akan melepaskan Qira karena sudah melumpuhkan tangannya..” Suara hati kakek Lue.
“Ada apa kakek Lue? Apakah kau khawatir dengan Tuan?” Tanya tabib pria paru baya itu sopan.
“Teriimakasih tuan, jika begitu saya permisi, jika kalian membutuhkanku lagi panggil saja ya..” Ucapnya lembut .
Kakek Lue menganguk.” Tentu.”
Seusai kepergiannya tabib membuat kakek Lue memijit kepalanya. “Bagaimana bisa Qira melukai tuan separah ini? apakah tuan sudah ketahuan membuat ia bertarung dengan bidak caturnya sendiri dan merasakan kekalahan?” Gumamnya tak jelas. “Bagaimana bisa sang tuan kalah dengan bidak caturnya sendiri, ini namanya senjata makan tuan..” Lanjutnya terkekeh dengan pikirannya sendiri.
Benar bukan? Tuannya yang menyuruhnya untuk menggajar Qira untuk menuntut ilmu angin, dan jurus pisau itu salah satu dasar ilmu angin, san sekarang jurus itu menimpa sang tuan yang menyuruh mengajari Qira. lucu jika dipikir-pikir.” Ku harap kau sedikit lama ya tuan untuk sadarnya. Mungkin ini cara dari Dewa untuk kami bisa mempersiapkan segala keperluan dikemudian hari.”
Ia mengibaskan jubah putihnya lalu meningalkan sang tuan.” Jaga tuan sampai siuman, jika sudah kabarkan padaku.” Ucapnya pada dua penjaga didepan kediaman tuannya, mereka juga memunyai mata biru, dan pada intinya semua yang ada diistana ini adalah manusia bermata biru, baik pelayan, penjaga dan sebagainya, hanya saja mata biru disini ada tingkatanya, dan tingkatannya itulah yang menentukan ia biisa menjadi tuan atau menjadi pelayan.
Seperti mata biru yang menjadi pelayan itu biasanya karena ia tak seperti mata biru sang lebih kuat. Ia tak sepekah mata biru tingkat tinggi, ia hanya bisa merasakan gerak gerik seseorang dari jarak 15meter saja, sedangakn jika mata biru tingkat tinggi bahkan bisa merasakan orang lain dengan jarak 50an meter, belum lagi kegesitan dan kelincahan mata. Yang bisa menjadi tuan dihormati adalah seseorang yang memiliki kepekaan yang tinggi, kejelian yang tajam dan juga kegesitan mencapai angin, dan semua itu ada pada Qira. Qira memiliki kemampuan sebanding dengan sang Tuan yang memimpin saat ini. dan itu juga yang membuat sang tuan mau menghancurkan Qira secepatnya supaya tak ada yang nenandinginya.
Kemampuan? Tuannya sudah pasti lebih besar. Tuannya memang diberi ilmu yang jauh lebih besar dari Qira, hanya saja Qira lebih cerdas dari sang tuan.
__ADS_1
Tanpa mereka ketahui dan sadari jika Tuan mereka mengambil tiga keuntungan sekaligus saat memanfaatkan Qira, yaitu. Satu karena ingin menghancurkan dunia, dua menjadi pemimpin satu-satunya diseluruh kerajaan disini dan yang ketiga yaitu menghancurkan Qira supaya bisa mengabulkan keinginan yang kedua. Jika masih ada Qira, maka ia tak bisa menjadi tuan.
Ia baru sadar akan kemampuan Qira saat Qira belajar dari kakek Lue, dengan ia belajar hanya satu tahun setengah membuat ia sedikit terkejut, pasalnya dulu ia belajar ilmu angin dan api itu menggunakan waktu selama 5tahun, dari umur 15 sampai 20, dan seterusnya. Sedangkan Qira? ia hanya menghabiskan waktu satu setengah tahun, jadi jika Qira mempelajari ilmu lain bisa dipastikan jika Qira lebih kuat darinya. ahh membayangkan hal itu saja membuat darah si tuan naik keubun-ubun.
...
Seorang pria bergopong-gopong memasuki aula yang sedang ada rapat besar-besaran antara kerajaan awan dan kerajaan Langit. Yaa. Kerajaan awan akan membantu peperangan kerajaan Awan karena surat dari Qira, Qira mengirim surat supaya kerajaan Langit mau membantu mereka. Satu hal lagi, kerajaan iblis juga membantu kerajaan Awan karena Qira yang meminta. Qira mengirim surat pada Jin Yu selaku teman sesaatnya yang pada saat perlombaan sata itu.(Yang pakek hanfu itu loo. )
Brag...
Nafasnya tersenggal-senggal karena berlari.” Ada apa Lian Li? Kau tidak sopan..!” Bentak kaisar Alexon pada Lian Li yang masuk dengan raut wajah yang memerah pertanda bahwa ia sudah berlari sejak tadi.
Lian Lii mengangkat tangan pertanda nanti dulu. Ia menelan saliva yang sedikit tersendat.”Pu putri Qira...” Ucapnya tersenggal-sengal.
“Ada apa dengan Qira?” Tanya kaisar Alexon pada Lian Lii. Ia melirik para kakak Qira yang lainya yang juga ikut berdiri, bahkan disana ada putra mahkota Jin Yu yang ikut berdiri, mereka melupakan tahta kerama Lian lii.
“Bicara lah Lian Lii...!” Ucap Xian Lii selaku kakak pertama dari beberapa suadara disana.
“Aku menadapatkan kabar dari luar jika Qira berada dikerajaan Barat ayah, kakak. Ia berada disana saat ini, dan kabar ini sudah diketahui oleh kerajaan lainnya.”
“Apa? Bagaimana bisa?” Tanya mereka serentak.
Lian Lii memberikan gulungan surat yang mengatakan jika Qira berada dikerajaan barat membuat mereka terkejut. Apa ini bisa dipercaya? Tapi siapa yang mengirim akan hal ini. mereka yakin jika yang menyebarkan hal ini pastilah orang yang membenci Qira. pasti.
“Bagaimana ini ayah? Apa kita harus menyusul Qira?” Tanya Xian Lii yang diangguki oleh Guang Lii.
Kaisar Alexon menggulung lagi surat itu.” Kita harus melaksanakan apa permohonan Qira terlebih dahulu. Kita harus membantu kerajaan Awan untuk berperang.” Ia melirik kaisar Wey yang juga berdiri.
Disana ada Jin Yu sebagai perwakilan kerajaan iblis, ada juga kaisar Wey yang menjadi perwakilan kerajaannya sendiri, ada beberapa mentri dan jendral yang mereka bawah dari kerajaan masing masing.
“Tapi bagaimana jika Qira ketahuan jika ia berasal dari kerajaan Langit? Ia bisa dibunuh oleh kaisar kerajaan Barat? Ayah taukan jika kaisar kerajaan barat sangat membenci kerajaan kita?” Tanya Juang Lii khawatir pada adik perempuannya itu.
“Tenanglah. Qira pasti baik-baik saja, “ Ucap kaisar Alexon menenangkan. Ia juga khawatir, tapi ia tak bisa mengungkapkannya saat ini.” Kita tak boleh gegabah untuk memutuskan suatu hal. Berfikirlah secara tenang dan dingin.” Ia menduduki kursi kebesarannya membuat semua orang disana juga duduk.
__ADS_1
Kaisar Wey diam, karena ia tak tau bicara apa. Ia sangat mengkhawatirkan Qira. tapi dalam hati yang paling dalam ia yakin jika Qira disana baik-baik saja. Qira kuat dan berbeda membuat ia yakin jika Qira pasti akan pulang. Mau bicara apa? toh saat ini ia ta bisa melakukan apa-apa, ditambah perang dilakukan selama dua minggu lagi membuat ia harus melangkah dengan cara yang benar.