
“Oke. Mari sebut apa yang kau mau terlebih dahulu.” jelas kaisar Zauhan dengan dingin.
Qira menyeringai.” Kau jadi peliharaanku..!”
Dug..
Peliharaan?
Dia kira kaisar Zauhan binatangkah?
Kaisar Zauhan mengepalkan tanganya marah, dia masih marah lalu dibangkitkan lagi kemarahannya. Ciihh. ”Baiklah. Tapi jika kau kalah, kau yang harus jadi peliharanku bagaimana?”
“Deell..” Ketus Qira engembangkan senyumnya manis. Ahh, ia bahkan sangat jarang tersenyum sampai menyipitkan matanya.
“Kita akan berburu beruang hitam yang paling besar. Karena disini beruang hitam sangat langkah, jadi siapa yang akan mendapatkan beruang dengan mudah dan paling besar, maka dia pemenangnya.” Jelasnya.
“Tapi aku tak punya alat untuk berburuh.” Ketus Qira.
Kaisar Zauhan mengeluarkan dua pisau yang sepertinya berguna untuk dia membersikan kulit buruan. Ia melemparkanya pada Qira.” Kita hanya menggunakan itu. Kita akan kembali kesini dalam waktu dua jam kemudian mengerti?”
Qira mengangguk paham.” Bersiaplah jadi peliharaanku.”
Kaisar Zauhan tersenyum tipis.” Silahkan tunjukan padaku.”
Kaisar Zauhan dan Qira mulai mencari beruang. Ahh, Qira menguap tak peduli, sedangkan kaisar Zauhan mulai melangkahkan kudanya jauh. Ia akan membuat Qira jadi peliharaannya, dan itu tandanya Qira akan menjadi menurutinya bukan?
Kesempatan besar membuat Qira takhluk padanya. Ia jadi tak sabar membuat Qira menuruti kemauannya.
Skipp..
Qira keluar dari hutan hanya dengan waktu 1jam. Ia berjalan dengan beruang diatas Black. Ukurannya sangat besar. Ia bahkan kewalahan saat mengangkatnya. Ahh, senyuamnya mengembang dengan dada yang membusung tinggi. Ia yakin jika ia akan menang.
“Kau sudah sampai duluan?” Qira mengerjab saat melihat kaisar Zauhan yang sudah ada ditempat mereka janjian untuk bertemu. Dan disana sudah ada kaisar Zauhan yang menungu dengan kudanya. Tapi disana tidak ada beruang membuat Qira tersenyum sinis.
“Sudah sedari setengah jam yang lalu. Kau lamban...!” Ucap kaisar Zauhan sinis padda Qira.
Qira mengerutkan keningnya. “Mana beruangmu mana memangnya?”
Kaisar Zauhan mengibaskan tanganya. “Ikut aku...” Ia berjalan mengarahkan kesuatu tempat membuat Qira meradang.
“Hey. Bagaimana beruangku? Lihatlah, beruangku sangat besar..” Ucap Qira berteriak.
Kaisar Zauhan melirik beruang Qira. yang sebenarnya beruang itu tiga kali lebih besar dari kuda, tapi kuda yang membawanya. Kelihatan sekali jika kuda Qira menyumpahi Qira.
__ADS_1
“Lihat beruangmu sepuasnya. Karena kepalanya saja tak akan menyamai kepala beruangku.”
“Mana mungkin. Beruangku paling besar disini.” Qira melipatkan tanganya didada menatap kaisar Zauhan sinis.
Kaisar Zauhan tetap bejalan.” Ikuti saja aku. Nanti kau bisa sombong kembali. Yaa, itu jika kau menang. Tapi jika kalah, kau harus menjadi peliharaanku.” Kaisar Zauhan tersenyum tipis.
Wajh Qira pias. ia mau kabur, tapi tak bisa. Ia melangkah takut-takut, rasanya keringan dipelipisnya menjadi beku.
Tak butuh wkatu lama Qira sudah sampai ditempat kaisar Zauhan kehendai. Bisa dilihat, disana ada sebuah beruang yang tergeletak.
Mulut Qira menganga. Itu beruang terbesar yang pernah Qira lihat. Besarnya bahkan bisa mengalahkan mobil pengangkut barang. itu beruang raksasa!!! Beruang itu sudah mati sayangnya membuat Qira sesak napas.
Dia jadi peliharaannya kaisar Zauhan..!
Qira mengaruk keningnya yang gatal, ahh, ia bahkan ta tau jika keningnya itu sakit, bukan gatal.
Kaisar Zauhan tersenyum tipis. Beruang Qira itu hanya remang-remangnya saja.
Diibaratkan yaitu remang-remang renginang hahah...
“Ayoo sini peliharaanku..!” Ucap kaisar Zauhan melambaikan tanganya pada Qira membuat Qira kicep.
“Lari ayoo larii...”
Mengonggong..
“Gugu gug...”
Meong...
“Meong”
Putar lagi...
Cium..
Qira diam. kepalanya sudah pusing berputar terus mengonggong bagaikan peliharaan. Ahh, ia mau mati saja. Ia benar-benar menjadi peliharaan kaisar Zauhan membuat ia menuruti kaisar Zauhan.
Dasar kaisar sialan..! mau marah, tapi perjanjian. Ia tak boleh gegabah.
“Cium..!”
“Aku kan peliharaan. Mana ada cium-cium..” Qira menahan emosi yang mau meledak.
__ADS_1
“Hey.. kau itu peiharaanku. Karenanya kau harus menuruti semua yang ku mau..!” Kaisr Zauhan menunjukan bibirnya dengan wajah puas membuat Qira menahan amarah yang sudah keubun-ubun.
Qira mendekati kaisar Zauhan. “Membungkuk. Aku tidak sampai..!” Ucap Qira. karena tinggi mereka yang sangat berbedah.
“Berusahalah..” Kaisar Zauhan sama sekali tak mau menunduk. Ia bahkan menegakkan tubuhnya lebih tingi membuat Qira mau menangis marah.
Qira menarik napasnya pelan. Ia menjinjit lalu..
“Kyakkk. Apa yang kau lakukan Qira....!” Bentak kaisar Zauhan saat Qira mengigit dagunya kaisar Zauhan sangat keras, bahkan menimbulkan cap gigi disana.
“Kau harus tau. Jika peliharannya bukan hanya bisa menuruti perintah tuannya. Tapi juga bisa mengigit dan juga mencakar..” Ucap Qira puas lalu pergi.
“Dasar peliiharaan tak tau diri...1” Decap kaisar Zauhan mengusap dagunya. Cihh, “ pasti asin kau gigit Qira. “ Gumamnya. Karena ia kan baru dari berburu ndan berkeringat. Ahh, kaisar Zauhan mau tertawa saja mengingat Qira berputar dan mengogong.
.
,
.
.
Setelah kejadian sore tadi, Qira tak mau bertemu kaisar Zauhan lagi, ia tau mau jika nanti dia disuruh aneh-aneh membuat ia melarikan diri.” Sialan kau Zauhan.. Beraninya menyuruhku mengongong..” Ia mericau ditengah hutan dengan sangat tak suka.
“Tai kenapa aku selalu kalah denganya. Selalu, selalu dan selalu...!” Bentaknya geregetan. Ia bahkan tak ingat jika sudah masuk kehutan terlalu dalam. Ciih, ia bahkan tak peduli dimana tempat ia berada sekarang.
“Hallo... Putri.. kita bertemu kembali..” Sahutan itu membuat Qira terkejut. Ia membalikkan tubuhnya.
Disana ada Xiolenyei tanpa topengnya. Ia tersenyum manis pada Qira membuat Qira terkejut.
Sebenarnya Xiolenyei, Kaisar Zauhan dan kakak Kim itu sangat-sangat tampan. ,manusia yang paling tampan yang Qira pernah temui. Kaisar Zauhan yang berparas bak dewa keabadin yang terpahat sedemikian sempurnanya. sedangkan Xiolenyei dengan rambut rubah putihnya, atau rambut putih yang langkah, sedangkan kakak Kim yang memiliki wajh penuh kelembutan dan kasih syaang, siapapun yang melihatnya akan jatuh hati. Ahhh. Qira bahkan tak bisa menolak pesonanya.
Qira pernah menyukai Xiolenyei saat pertama kali berjumpa. Tapi tidak lagi ketika ia tau bejadnya Xiolenyei yang mau mencari selir. Ciih, persetanan dengan selir. Qira bahkan tak menykai penghianatan.
Qira tak sadar jika Xiolenyei menaburkan bubuk tak kasat mata membuat Qira menghirupnya
Wanginya sangat harum membuat Qira mendengus. Ia tak tau bau apa ini, tapi yang pasti ini adalah bauh yang dibuat oleh Xiolenyei.
Xiolenyei menyeringai tajam membuat Qira terkejut. Tubuhnya panas. “ Bubuk apa yang kau tabur Bajinga*n..!” Bentak Qira karena ia merasakan pans sekaligus geli sekujur tubuhnya. Qira takut jika yang ia hirup adalah bubuk perangsang.
Xiolenyei tertawa.” Kan sudahku katakan. Jika aku pasti akan memiliki mu setuhnya..!”
“Bajinga*n kurang ajar kau...!” Qira marah dengan tubuhynya semakin panas.
__ADS_1