Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Sayimbara


__ADS_3

Pria itu adalah kaisar kerajaan barat. Ia adalah pria yang hampir membunuh Qira saat dikedai. Pria itu bernama Jiyin Zuahan yang dipanggil kaisar Zuahan. Umurnya 28tahun. Ia kasiar termuda, ia diangkat menjadi kaisar dari umur 19tahun. Karena memang ayahnya ingin bebas dari kekaisaran dan hidup bebas serta menghabiskan waktu tuannya dengan damai. Bahkan mereka sudah tak lagi tinggal diistana. Tapi karena putra mereka yang menjabat kaisar ini tak mau menikah membuat mereka harus turun tangan.


Mata kaisar Jiyin menatap Qira tajam. Ia awalnya sangat terkejut saat melihaat Qira dan lainnya. Tapi ia masih saja memberi kesan datar dan mematikan. Mata mereka saling menatap tajam. Mata kaisar Zuahan menatap Qira dengan mata mematikan, sedangkan Qira menatap penuh dengan kebencian.


“Hey. Tundukan pandanganmu...!” Bentak kaisar Zuahan tegas.


Qira mengangkat alisnya. Ia mengetuk-ngetuk ibu kakinya dengan irama yang teratur. “Kalau aku tak mau.” Tantangnya.


“Qira.....” Tegur Wolf takut, ia menarik Bju belakang Qira. Jika Qira mendengar dan menurut, Tandannya Qira sudah sakit jiwa....!


“Kau menantang kaisar?” Bentak salah satu pria berpakaian bangsawan. Ia bahkan berdiri melihat keberanian Qira.


“Lantas apa yang harus aku lakukan?” Tanya Qira bosan.


“Siapa kau? Apa kau penyusup?” Tannyanya.


“Fhuuuuuu haha...” Qira tertawa lepas. Semua orang menatap Qira terkejut. “Kalian ini pejabat bodoh. Mana ada penyusup mengaku jika kalian bertanya seprti itu bodoh! Cxcxcx.” Ucapnya cemooh.


“Lancang kau...! prajurit, tangkap gadis ini...!” Teriak salah satu bangsawan lantang.


“Ah maafkan putriku. Karena memang semenjak ia bangun dari bunuh diri membuatnya sedikit tidak terkendali.” Tiba-tiba seorang seorang paru baya yang Qira lihat didepan gerbang tadi berbicara lantang saat banyak prajurit yang maju untuk menangkap Qira.


Semua Orang menatap pria paru baya itu. Atau perdana mentri Woncu Qua . Qira mengerutkan keningnya. Dengan kadar kesombongan Qira yang sudah dipupuk menjulang tinggi membuat ia tak takut sama sekali. Tapi ia tetap menghargai seseorang yang ingin membantunya saat ini.


“Apa dia putrimu perdana mentri Woncu?” Tannya salah satu dari perdana mentri lain.


“Benar. Di dia putriku. Putri Ming Zu Qua. Putri keduaku yang belum pernah keluar, yang beberapa bulan lalu terjadi kecelakan itu.” Ucapnya gugup. Ia menelan silva takut.


Qira mengerutkan keningnya. Ia menatap perdana mentri itu intens dan mulai membaca fikiraannya. Bibirnya melengkung kebawah saat tau. Perdana mentri Woncu adalah perdana mentri kepercayaan raja terdahulu atau kaisar Xienji Guanye. Ia juga memiliki 3 anak semuanya seorang perempuan. Ia hannya memiliki satu istri. Putri Ming Zu adalah putri yang bodoh. Ia bahkan tak berani keluar rumah, satu bulan yang lalu putri Ming Zu ini tenggelam karena tak tau sebab. Dan tadi ayahnya menyuruh seluru putrinya untuk datang keistana untuk mengikuti acara kekaisaran. Tapi sayangnya putri Ming Zu tak mau pergi. Ia sangat takut berjumpa dengan orang lain. Andai kekaisaran tau jika salah satu putrinya tidak hadir, maka ia dianggap tidak sopan dan penentang dekrikrat raja. Putrinya akan dihukum pancung dan seluru keluarganya akan diasingkan. Kejam bukan kekaisaran barat?. Tapi dengan kekejaman ini membuat seluruh petinggi tunduk dan tak berani membanta dan berkhianat.

__ADS_1


“Apa dia gadis bodoh mu itu?” Tanya perdana mentri pertahanan, ia memandang perdana mentri Woncu cemooh. Ia bahkan menghina.


“I iya. Dia putriku. Maafkan putri hamba yang mulia.” Dia membungkuk hormat dihadapan kaisar Zuahan.


“Untuk apa kau membawa putri bodohmu kesini? “ Tanya perdana mentri pertahanan.


Qira menggelengkan kepala. Ia sangat muak akan istana yang penuh permusuhan, intrik dan saling menjatuhkan. Ia bahkan sangat muak akan kerajaan. Ia adalah korban kekaisaran, itu membuatnya tak sudi mengenal kekaisaran atau tinggal lagi dikerajaan.


“Aku akan pergi. Orang bodoh sepertiku memang tak pantas berada disini. “ Ucap Qira. Ia membalikan tubuhnya dan melangkah.


“Tunggu. Orang yang sudah masuk kesini tak semudah itu untuk pergi.” Ucap kaisar Zuahan tegas.


Qira melemaskan bahunya dan kembali membalikan tubuhnya menghadap kaisar Zuahan. “Lalu kau mau apa? Mau membunuhku lagi?” Tantang Qira.


Semua orang terkejut akan hal itu. Apa mereka saling mengenal?’ begitulah fikiran mereka. Dan ‘berapakah nyawa gadis ini, sehingga menentang kaisar begitu berani?’


“Mengapa harus membunuhmu jika menyiksamu lebih indah.” Jawab kasiar Zuahan.


“Ming Zuu. Jaga ucapanmu.” Ucap perdana mentri takut.


“Kakak Ming Zu.. Sini, jangan seperti itu.” Sahut salah satu gadis yang berbaris rapi tanpa berani mengangkat kepala. Ia melambaikan tangan.


Qira mendesah kebodohannya. Ia terperangkap antara perdana mentri Woncu dan anaknya. Ditambah kaisar mematikan ini. ia masu pergi, ia melirik Leon dan Wolf tapi mereka hanya memberi wajah datar dengan isyara kan. sudahku peringatkan’


“Bukankah putri Ming Zu memang bodoh? Jadi wajar saja ia tak bisa beretitut. Jangan membuang waktu yang sia-sia untuk gadis bodoh. Lanjutkan acaranya sebelum siang berkunjung.” Ucap paru baya gagah disamping kasiar Zuahan. Dia adalah kaisar terdahulu, ayahnya.


“Benar. Jika kita menuruti orang bodoh, maka kita semuakan menjadi bodoh bukan?” Sahut salah satu pria muda dideretan keluarga kerajaan.


“Aku tidak bodoh. Kalian adalah orang yang baru berani mengataiku bodoh seumur hidupku...!” Teriak Qira marah. Ia belum pernah diucap bodoh. Ia bahkan juara umum saat disekolahan didunia modern.

__ADS_1


“Bagaimana kau mau dengar, jika melihat orang saja kau tak berani.” Ejek salah satu perdana mentri lain.


Qira mengerutkan keningnya. Matanya tajam bak elang, rasanya ingin sekali ia membumi hanguskan kerajaan ini. cih, sadarlah Qira. Jika disini banyak orang hebat.


“Kembalilah kebarisanmu. Biar kita mulai acaranya.” Sahut kaisar terdahulu tegas. Ia mencoba mencairkan suasana.


“Putri Ming Zu. Berbarislah dibarisanmu yang disana.” Ucap salah satu prajurit. Ia bahkan sama sekali tak sopann lagi. Ih Qira sangat muak saat i ni.


“Wolf, Leon. Ayo kita duduk disana.” Ucap Qira marah.


Kaisar Zuahan menatap Qira sedikit berkedut, bisa-bisanya ada gadis yang begitu pemarah.


Qira berjalan yyang diikuti Wolf dan Leon dari belakang. “Acara apa ini Qiqi?” Tannya Leon berbisik.


“Akupun tak tau.” Jawab Qira acuh.


“Ini acara sayimbara untuk mencari istri kaisar Zuahan.” Jawab Wolf kesal.


Qira berhenti dan menatap Wolf terkejut. “Kau berbohong?. kau tau dari mana?” Bisik Qira tegas.


“Kau tak lihat itu?” Tannya Wolf menunjukan kertas yang ditulis tinta rapi. Itu berada didekat para gadis-gadis. Wajah saja Qira tak bisa mlihat. Tulisan itu tertutup hanfu cantik mereka.


“Lalu bagaimana ini?. aku tak mau “ Ucap Qira polos.


Wolf berdecap. “Kau tinggal diam tanpa menunjukan bakatmu bodoh. Kau cukup menunjukan kau memang Ming Zu bodoh.!” Jawab Wolf.


Qira terkikik geli. “Siap. ayo kita duduk dan nikmati penampilan mereka. Setidaknya kita dapat tontonan geratis dan makan geratis.” Jawab Qira bahagia.


“Benar, ayoo...” Jwab Leon bahagia. mereka tertawa menggemaskan sebagai sahabat,

__ADS_1


Sedangkan semua orang memang benar-benar menganggap Qira bodoh. Mana ada seorang putri yang mau tertawa seperti itu kepada pengawalnya?’ sedangkan Kaisar Zuahan menatap Qira intens. Tanpa ekspresi.


__ADS_2