
Sebenarnya dari kejahuan Qira menengar semua percakapan itu. Ia hanya tersenyum tipis. Ia bukanlah orang awam akan kerajaan. Bukankah kerajaan memang dipenuhi orang-orang munapik?’
Sedangkan putri Fing menatap kaisar Zauhan dan ayahnya terkejut, “Ayah..” Teriaknya panik. Ia melangkah mendekat dan mbersujud didepan kaisar Zauhan. “Lepaskan ayah hamba yang mulia. Maafkan ayah hamba. Hamba mohon.” Ucapnya mabil menangis.
“A aampun yang mu mulia. Maafkan hamba.” Ucap perdana mentri terbata-bata. Pasokan oksigennya sudah sangat tipis. Cengkraman kaisar Zauhan dilehernya bukan main akan kekuatannya. Jika saja ini berlangsung lebih dari dua menit. Dapat ia pastikan jika lehernya bukan hanya patah, tapi akan hancur.!
Kaisar Zauhan masih sangat berbaik hati. Ia melepaskan tengannya dari leher perdana mentri Hiyuang dan menghempasnya jauh.
Perdana mentri Huang terhempas keras menyebabkan ia memuntahkan segelas darah segar. Cepat-cepat puri Ping mendekat kepada ayahnya dan membantunya mendekat. “ Aku maafkan kali ini. tapi tidak untuk esok.” Ucap kaisar Zauhan Dingin.
Qira menatap mereka dingin, seakan-akan itu pertunjukan yang santa membosankan. Kaisar Zauhan mendekat kepada Qira dan menarik lengannya untuk meninggalkan perdana mentri Hiyuang dan putrinya yang duduk bersimpuh dilantai.
“Ayah. Apa ayah baik-baik saja, hiks hiks.” Tanya putri Ping sambil menangis sesegukan.
Perdana mentri Hiyuang masih sadar meskipun sangat lemah. “Awas kau...” Gumamnya lalu pingsan.
Sontak saja putri ping menangis dan menyuruh prajurit disekitarnya untuk membantu memopong tubuh ayahnya. Ia membawa ayahnya ketempat tabib kerajaan.
__ADS_1
..
Qira berjalan santai menjauh. Ia menghentikan langkahnya dan menatap kaisar Zauhan serius. Kaisar Zauhan yang masih memegang tangan Qira menjadi melepaskannya. Ia menatap Qira dengan tanda tanya. Ia tak tau jika Qira mendengar dan menyetahui semuanya. Karena memang wajh Qira hanya datar dan acuh. Andai gadis lain, bisa dipastikan mereka akan meleleh baper dan jantungnya akan bergoyang heboh.
“Aku ingin melakukan penawaran kepadamu.” Ucap Qira.
Kaisar Zauhan tak habis pikir akan Qira. Penawaran apa lagi yang akan diajukan oleh gadis ini’ Batinnya.
“Aku mengajukan penawaran yang menguntungkan bagimu, meskipun tidak bagiku.” Ucap Qira. Kaisar Zauhan terkejut. Ia merasa jika Qira dapat membaca pikirannya, meskipun sebenarnya Qira juga sangat bingung karena tak mampu membaca pikiran kaisar Zauhan, tapi mimik wajah kaisar Zauhan tak dapat dibohongi.
Qira menarik tangan kaisar Zauhan mendekat. Ia mendongak menatap wajah kaisar Zauhan yang memang sangat tinggi. Tinggi Qira bahkan hanya sebatas ketiak kaisar Zauhan. “Aku bisa mencari mata-mata yang kau inginkan. Tapi ketika aku sudah menemukn mata-mata itu, kau harus melepaskanku.” Uxap Qira.
Kaisar Zauhan menatap Qira remeh. “Bukankah kau mata-matanya?”
“Aku bukan mata-mata. Aku bisa pastikan, tapi kau harus melepaskanku dulu. Bagaimana bisa hidupku tergantung kau ada didekatku. Aku punya aktivitas lain, dan kau juga seorang raja bukan?. Aku bisa menjaminmu.” Jawab Qira tegas.
Kaisar Zauhan menatap Qira, tak ada kebohongan dimatany. ia mengibas jubah kebesarannya. “Aku tak percaya.”
__ADS_1
“Maka beri aku kesempatan untuk memberi bukti. Setidaknya jangan sesukamu membuatku seperti ini. aku manusia, aku memilih hak untuk bebas. “ Jawab Qira tegas dan jelas.
Kaisar Zauhan menatap Qira sinis. “Bebas untuk berbuat kejahatan dikerajanku?”
Qira menatap kaisar Zauhan tak kalah sinis. Ia meloipatkan tangannya didada. “Coba kau jelaskan. Apa keuntunganku untuk memata-mataimu. Uang?, aku punya uang banyak. Jika kau tak percaya, maka beri aku kesempatan kepadamu untuk menunjukan uangku. Maksudku koinku. Untuk apa aku jadi mata-mata bodoh. kau harus mendengarkan orang lain.” Jawab Qira.
Kaisar diam sesaat. “Apa yang kau bisa lakukan untukku?” Tanyanya.
“Aku tak pernah mau memberikan apapun untukmu. Aku hanya ingin bebaskan aku, aku tak mau hidupku kacau karenamu. Aku akan mencari mata-mata dikerajaanmu dalam dua pulu hari. Tapi kau harus beri aku kebesan.” Jelas Qira tegas.
Kaisar berfikir sejenak. Ia memang sangat egois terhadap gadis didepannya. Menikahinya ketika pingsan, bangun menjadi linglung akan kenyataan, serta mengikatnya secara sepihak. Ia menghela nafas lalu menekan bahu Qira yang ada tanda.
“Akh..” Pekik Qira. Itu sangat sakit. Apa sebenarnya yang dilakukan pria ini, mengapa ilmunya sama sekali tak berfungsi.
Kaisar Zauhan melepaskan tangannya dari bahu Qira. Ia menatap Qira dingin. “Kau bisa pergi dari ku sejauh manapun. Tapi kau tak akan bisa berkhianat dariku, bahkan jika kau berfikir kabur dariku. Maka tanda itu yang akan membunuhmu.” Ucapnya dingin. Ia meninggalkan Qira yang masih berdiri kaku. “Jangan lupakan janjimu.” Lanjutnya dalam perjalanan.
Qira menatap kaisar Zauhan sadis. “Sial...” Umpatnya kesal. “Leon... Wolf...” Teriaknya....
__ADS_1