
Disana ada sosok pria tampan nan rupawan yang menggunakan baju berwarna putih, rambutnya putih seperti kaisarXiolenyei, mata ambernnya bercampur hazelnya membuat siapapun jatuh bertekuk lutut. Cahaya itu berasal darii drinya saat itu. Namun yang mengerikan saat ini karena sosok itu menatap Lingling tajam ia bagai malaikat maut yang sedang menatap mangsanya.
Lingling menghela nafas, ia kira tadi hantu. Sungguh ia terejut dan ia menghela nafas setelahnya. Ia mengeleng karena merasakan lega, ia mengusap punggungnya karena sakit, sebab baru kali ini ia merasakan jantuh, iya.. ia baru kali ini jatuh seperti itu. Karena selama ini ia selalu dilembutkan bagaikan telur puyu.
Sedangkan sosok lain itu menatap Lingling datar bagaikan es saja. Namun es bisa cairkan ea.... “Siapa kau?” Tanyanya dingin. Suaranya lembut dan halus. Halus bagaikan sutera dan merdu, bahkan sangat merdu mengalun ditelinganya Lingling. Bisa memabukkan setiap kaum hawa yang ada dimuka bumi. Jika ada manusia lain disini yang melihatnya pasti akan pingsan atau meninggal.
Lingling meneguk saliva kering karena umurnya yang kecil dan juga tak paham dengan situais ini. ia mengerjab polos dan meluap mendengar suara alunan itu. “Tadi aku melihat cahaya paman, dan aku kira itu adalah raja iblis yang baru. Tapi ternyata itu bukan, ehh apa paman raja iblis pengantinya paman Zoulan?” Tanyanya mengerjab. Sunguh baru kali ini Lingling mau bicara hal yang sepanjang itu dengan rang asing..
Sosok itu menatap Lingling lebih menusuk. Ia mendekat membuat Lingling tersekat lalu mundur beberapa langkah, entah kenapa ada dorongan membuat Lingling merasa ada dorongan untuk mundur. “Ku pikir aku kaum iblis?” Tanyanya memiringkan wajahnya, wajah datarnya masih saja terlihat namun tak mengurangi ketampanannya. “ Dan kau beraninya menatapku?” Ia juga bingung bagaimana bisa manusia bisa menatapnya sepert ini. Biasanya jika manusia menatapnya, mereka akan meleleh, pingsan atau meningal. Mimisan ataupun yang lainnya. Benar. Dia penyakit yang harus dihindrai bagi kaum manusia. Bukan hanya kaum hawa ya.. tapi juga kaum adam, karena kaum adam saja bisa besok jika melihat wajahnya.
Lingling mengangkat bahu acu lalu meninggalkan pria itu karena merasa tak penting. Pria yang nampaknya sudah bsar itu. Jika dilihat dari pengamatannya, pasti pria itu sudah berumur 25tahun dan pastinya bukan lagi perantaranya. Itu hanya mungin ya.. bisa jadi umurnya 28 atau 30 karena memang dia sudah dewasa. Lingling bahkan merasakan sakit dilehernya karena harus mendongak dikalah menatap snag empu.
“Kua mau kemana? Kau belum menjawab pertanyaanku dn kau belum menjadaptkan hukuman karen telah melihat wajahku..!!!” Ujarnya pria itu tegas dikalah melihat Lingling menjauh. Sebenarnya ia sedikit gemes melihat pipi Linging yang sedikit merah merah. Ingin sekali ia menggigitnya dan memeluknya bagaikan guling.
Lingling diam tak menjawab awalnya namun saat mendnegar Hukuman karena melihat wajahnya pria itu’ membuat Lingling berbalik. “Kenapa? Apa menatap wajahmu tak boleh paman? Memangnya wajahmu kutukan? Atau wajahmu wajah dewata sehinga Aku melihatnya harus mati sebagaimana rumor yang beredar?” Tanyanya mengerjab lucu.
Pria itu tersenyum tipis melihat kepolosan dari wajahnya Lingling. “Benar.. kau harus mati karena aku tak bisa dilihat oleh manusia..!!” Ujarnya tegas dan juga dingin. Ia menyeringai kejam.
.
Lingling mengangguk antusias.” Ayo lakukan. Supaya ku bisa pergi bertemu ibu dan minta maaf.. ayo bunuh aku dan buat aku bertemu dengan ibu..!!” Ujarnya polos lagi, ada kaca yang pecah dibalik mata bulatnya.
Ada rasa sedikit miris dihati pria itu. Ia menatap Lingling lalu berjongkok menatap wajah Lingling yang sendu. Ia bahkan menutup matanya dengan dua tangan yang dikepalkan kedepan bagaikan peliharaan yang polos dan meminta makan pada tuannya. Bibirnya bahkan tersenyum tipis membuat pria itu tertegun. Bbir tipis itu sangat mengoda dan juga seperti menarik?..
Ia mendekat lalu mengecup bibir tipis itu. Namun didetik itu terasa detiknya berhenti. Daun daun yang jatuh sekarag berhenti diudara. Kupu-kupu yang sedang bercanda dengan teman temannya sekarang berhenti. Seakan waktu terhenti didetik itu juga membuat pria itu seketika menghisap dan mengecap rasa Manisnya bibir itu. Sedangkan Lingling ak bisa bergerak, ia tak menyadari hal itu dan ia tak sadar akan hal itu. Hanya pria itu yang merasakannya.
Apakah pria itu pedofil?
Pria itu membuyarkan rasa yang nyaman dibalik bibir mungil Lingling, ia menggeleng karena baru kali ini ia merasakan ketertarikan pada perempuan, baru kali ini ia bernafsu akan bibir seseorang dan parahnya itu seorang gadis mungil yang berani menatapnya. Ia melepaskan dirinya dari Lingling dan mengusap bibir merah Lingling seakan itu sangat menarik dan sangat tak rela untuk ditingalkan. Karena rasa tak rela tadi membuat ia sekali lagi mengecup bibir tipis itu sebagai salam perpisahan saja. Dan nyatanya ia kembali merasa candu membuat ia buyar.....
Dengan lagkah pasti dia menjauhi Linging. Ini bukanlah hal yang dibenarkan batinnya. lalu ia berkedip membuat kupu kupu kembali berlarian, dedaunan kembali melayang dan suara air terjun terdengar jelas dan itu membuat Lingling kembli tersedot didunia nyata. “Kenapa hukumannya ta terjadi, apa kau belum mati?” Tanya LINGLING. NAMUN Ia merasakan rasa manis dibibirnya membuat ia mengecap ngecap bibirnya.
__ADS_1
"KENAPA INI. “Apakah tadi kau member madu dibibirku? Kenapa rasanya ada rasa manis dan berlendir?” Tanyanya polos pada pria itu mengusap bibirnya.
Pria itu lupa membersihkan rupahnya membuat ia gugup namun tak terlihat. “Kau milikku mulai sekarang..!!!” Ujarnya dingin. Ia sudah mengklam Lingling miliknya mulai detik ini. ia tersenyum manis untuk pertama kalinya. Jika orang lain melihatnya, pasti akan membuat orang akan kejang kekjang. Dia lebih tampan dari pada Kakak Kim, Zauhan dan juga Zoulan. Bahkan Xiolenyei. Tak ada tandingannya. Dia ketampatan yang terkutuk dari dewa.
Lingling mendengar tu mengernyit tak tau . Ia bertanya apa, lalu dijawab apa oleh pria itu. dia masih kecil untuk mengertikan suatu hal itu. Namun ia terkejut dikalah melihat pria itu memberikannya satu kristal berbentuk burung merpati. Disana juga ada satunya lagi namun itu milik pria itu.” Ambillah ini, ini sebagai tanda jika kau milikku dan tak bisa diganggu lagi.. dan kau bisa meminta satu permintaan disana, pasti akan dikabulkan. Namun syaratnya kau harus menjadi milikku..” Ujarnya lagi membuat Lingling yang polos tersneyum senang.
‘”Semuanya?” Ulangnya gemes.
Pria itu menganguk. Bajunya yang butih ia gerakkan sebagai tanda iya.
“Tanpa terkecuali?” Tanya Ling ling lagi dengan mata bulatnya.
Dengan anggukan lagi ptria itu lakukan.
Lingling terkekeh.” Aku mau aku mau.. tapi aku mau buat permintaan dulu ya..!!” Ujarnya membuat dia tersenyum. Ia dapat melihat Lingling yang menatap kristal itu. Lingling menatap burung krsital itu sendu.” Hey kamu.. aku minta supaya ibuku bisa hidup kembali dan hadir ditengah tengah kami. apakah bisa?” Tanyanya sendu dan itu mampu membuat pria tampan itu menipiskan bibirnya.
Tapi tak ada perubahan membuat Lingling mengerjap polos. Ia mengoyang goyangan kristal itu dengan kesal. “Kenapa? Tidak bisakah? Kau tak bisa memberikannya? apa kau sudah rusak? ” Tanyanya hampir menangis. Ia mengusap air matanya yang belum ada.” Aku sudah punya semuanya. tapi hanya tak punya ibu.. aku tak butuh apapun selain ibu..” Ujarnya menangis. Ia mengusap air mata yang teratuh. Satu hal kelebihannya Lingling. Air matanya mampu membuat tanaman mejadi subur iya.. bahkan detik itu juga tanaman bisa langsung besar.
Pria itu mendekati lingling lalu membawanya kedalam pelukanya.” Bukan seperti itu kerjanya. Kau harus meneteskan darahmu diatas kristal itu sebagai tanda kau menerima permintaanku. Jika sudah baru kau bisa mendapatkan apapun yang kau mau. itu tandanya kau sudah terikat denganku..!!” Ujarnya lembut.
Ia mulai melukai tanganya tanpa pikir apa yang akan terjadi suatu saat nanti. Ia mulai dengan menekan hujunganya membuat darah menetes dikepala burung itu.” Lalu minta lah..!!” Arahan pria itu membuat Lingling menganguk.
“Ak mau ibuku kembali hidup dan berada ditengah tengah kami. aku ingin keluargaku bahagia..!” Ujarnya lantang membuat pria itu terkejut. Sedangkan kristal itu menimbulkan cahaya putih yang begitu terang, sangat terang membuat Linging terkejut lingling keilangan keseimbangan membuat bola itu terjatuh dari tangannya.
Bola burung itu hilang ditelan bumi membuat Lingling menatap sekeliling.” Dimana ibuku? Dimana ibuku? Katanya bisa. Apa kau berbohong? kau membohongiku paman?” Tanya nya kepada pria itu keras lalu menatap sekeliling dengan tatapan mata menelisik kemanapun.
Sedangkan pria itu terkekeh. Dia mengusap kepala Lingling supaya tenang namun dihempas oleh Lingling.” Kua membohongiku..!!!” Teriak Lingling lantang karena tak terima. Ia merasa tertipu saat ini.
“Permintaanmu akan dikabulkan. Tapi besok... besok akan dikabulkannya..” Ujarnya membuat Lingling diam.” Bukan sekarang?” Tanya Lingling membuat pria itu menggeleng, sedangkan Lingling mendadak lesuh. Ia berjalan lemas menjauhi pria itu merasa tak penting.
“Kau mau kemana?” Tanya pria itu karena heran.
__ADS_1
“Pulang.. Kua pembohong..!!! Kau pembohong.!!” Teriaknya keras. Disini sangat sepi membuat suaranya terdengar sangat nyaring. Namun ia dikejutkan dari hutan seberang, tepatnya dari rumahnya ada yang memanggil suaranya keras.
“Lingling..!! kau dimana nak?!!” Teiakan itu dari sara ayahnya membuat Lingling terkejut. Ternyata ia sudah lama disini.ia kucar kacir meningalkan pria itu menemui ayahnya.
Pria yang ditingalkan tersenyum tipis. “ Umurmu 17tahun nanti aku akan kembali. Bersiaplah..” Ujarnya tersenyum misterius.. ia menghilang ketika mengibaskan tanganya entah kemana namun meningalkan kunang kunang disiang hari. Kunang kunang yang melebur dikalah sudah menghilangnya pria itu dan berganti menjadi kupu kupu dia sangat indah berwarnah warni.
Sedahkan disisi lain tadi Qendri sang kakak sanga cemas dikalah sang adik sangat lama disungai membuat ia mendekati ayahnya, disana juga sudah ada Heqi dan Kenzu yang habis berkelahi dan diceramahi oleh ayahnya dan kakek Long Wey. Iya sudah menjadi kakek bukan?
“Dimana Lingling? Apa dia sudah kembali?” tanyanya khawatir.
Namun mereka mengeleng membuat yang lain juga baru sadar jika sedari tadi Lingling belum juga kembali.” Lingling belum juga kembali? Benarkah? tadi dia bilang mau kesungai..” Ujar Zauhan terkejut. Ia mendadak cerewet jika menyangkut anak anaknya.
“Itulah ayah. Aku mengkhawatrkannya. Ayo kita susul saja ayah..” ujarnya membuat yang lain menganguk sebagai tanda menyetujuinya.
Berjalanlah mereka kesungai bersama disana ada Zauhan memimpin perjalanan, ada Long Wey dan anak anaknya. Ada anak Kenzi juga. Sedangkan permaisuri Fang dan Selir Xia sedang masak didapurya Zauhan. jadi ia tak akan ta peristiwa ini.
“Lingling.. kau dimaa nak?!!!” Teriaknya Zauhan panik. Ia memindai seluruh tepat namun tak mendapatkan Lingling membuat ia tambah khawatr.
"Lingling kau dimana?.... "
“Lingling..!! Apa kau hanyut? Jika iya bilang dimana kau?!!!” Teriaknya Heqi keras membuat yang lain memukul kepalanya.” Aduh kenapa kepalaku dipukul kek?” Tanyanya meringis karena kepalanya dijitak Long Wey..
“Kau menyumpahi cucuku mati heh?” Tanyanya keras karena tak terima Lingling dibilang hanyut.
“Ih kakek baperan ih. Kan kalo Lingling bisa jawab itu artinya dia enggak hanyut atau tenggelam kek. Kakek sudah menjabat menjadi kaisar selama itu saja masih bodoh. dasar...” Ujarnya sinis sembari mencebikan bibirnya.
“Kau anak nakal tak sopan..!!” Ujarnya Long Wey menatap tajam Heqi. Orang sedang pusing dia sedang main main.
“Tenanglah. Lingling berada disudut sana. Dia masih hidup dan masih sehat, dia sedang berlari menemui kita..!!” Ujar Heqi sembari duduk diatas batu, ia melipatkan kakinya mebuat gayanya selangit.
Sedangkan yang lain menatap Heqi dengan bingung. Bagaimana bisa Heqi tau? Bagaimana bisa ia setenang itu. Apa dia tau dimana Lingling? Namun mereka dikejutkan lagi dikalah melihat Lingling yang menyeret hanfnya diseberang sungai dengan cepat menuju tempat mereka.” Ayah.. aku disini.. aku masih hidup, tidak hanyut..!! Heqi jahat..!!” Teriaknya keras membuat yang lan terkejut bagaimana bisa Lingling tau?
__ADS_1
Lingling mengangkat hanfunya tinggi dikalah harus melewati sungai... sungainya sangat dangkal, hanya sebatas pahanya saja. Membuat celana dalamnya nampak, namun diusianya membuat ia sangat imut sperti itu.
” Dari mana kau ling?”