
..
“Sudah lama sekali rasanya kita tak makan bersama ya Qiqi. Apakah kau disana makan banyak? Apakah disana makananya enak hm?” Tanya Leon sembari memakan makananya yang diperintakan oleh Qira pada pelayan tadi.
Qira mengangguk.” Disana aku lebih sering makan masakan kaisar Zauhan dari pada masakan warga, sebab masakan kaisar Zauhan enak loo..” Jelas Qira
Uhuk Uhuk..... Sontak saja Wolf dan Leon batuk batuk dengan nasi yang memasuki hidung mereka. Mereka terlalu keget saat mendengar kaisar kejam itu mau masak demi Qira.
Qira gelagapan, dengan cepat ia meraih gels minumannya lalu memberiknnya pada Wolf dan leon , disana juga ada Via yang memberikan leon dan Wolf minum. Tapi sayangnya Wolf dan Leon malah merebut minum Qira.
“Aku...” Serentak merka berebut sembari memijat tenggorokan. Ahh, saat seperti ini saja mereka masih berkelahi membuat Qira mengambil minum lain.” Ini.. Ternyata kalian masih bodoh ya...” Gumam Qira kesal. Coba ambil minum gadis disampinya ini, tak burukkan?
Via? Ia harus menurunkan gelas berisi air itu kebawah dengan hati yang retak, tentu saja retak karena tak diterima dan tak dipandang sedari tadi. Ia memilih mengaduk-ngadukkan makananya saja. Tak bermiat makan karena selera makannya hilang dibawah angin. Entahlah, sakit sekali rasanya jika dibuat seperti ini.
“Kaisar Zauhan memasak untukmu?” Tanya Wolf kaget setelah Ia menetralisir rasa pedih dihidungnya. Matanya saja masih merah berbeda dengan Leon yang masih menye-menye dengan bibir dan tengorokannya.
Qira mengangguk. “Iya.... Dia pandai masak nyatanya....” Ia jujur sekali.
"Memangnya kau siapanya kaisar Zauhan?"Pertanyaan yang menghantui pikiranmya sekarang keluar juga.
Qira diam tak tau harus menjawab apa. "Dia suamiku..." Jawabnya pelan. Iyaa. Dia mengkuhi jika kaisar Zauhan suaminya. apa lagi yang harus ia tutupi ha? ia kan memang sudah bermrjanji akan menerim kaisar Zauhan dengan hatinya.
Apakah kalian mengatakan jika Wolf dan Leon sakit hati? Maka jawabannya iya, tapi sakit hati dalam rangka posisi mereka telah tergeserkan bukan karena cinta ya. Sebab merka mengatakan jika dihatinya Qira itu lebih dari cinta. Ia mengangap Qira lebih dari kata cinta untuk bersama bukan untuk satu orang. Andai Qira mau menikah dengan mereka berdua, dengan sneang hati. Tapi jika hanya dengan salah satu, maka mereka lebih memilih menjadi sahabat seperti ini selamanya saja., karena ditinggalkan itu tidak enak..
Eeeaaa...
“Lalu apakah kalian tak mau menceritakan gadis disampingku ini hmm? Kekasih siapakah ini?” Goda Qira pada Via yang berada sisi sampingnya itu.
Via yang disebutpun mendonga menatap Qira. ia merasa pipinya memanas dengan senyumnya menatap Leon.
Wolf terkekeh.” Dia mencintai dan dan menyukai Leon Qiqi... Hanya saja Leonnya tak mau dikejar..” Ia menggoda dua insan itu membuat Leon memutar bola mata malas. sedangkan Via menahan semraut merah dipipinya.
“Hmm. Seperti putri Tea pada mu Wolf. Lihatlah, ia bahkan curi-curi pandang dari balik jendela untuk melihatmu..” Ia melirik jendela disebelah sana yang terbuat dari kayu ukir. Ada masa yang menatap disana. lebih tepatnya dipunggung Qira.
Putri Tea yang ditatap oleh Wolf, leon dan putri Via yang membalikkan tubuhnya menjadi gelabakan. Ternyata ia memang sedang mengintip. Ia mundur lalu
Bugh...
Argg.. kepalanya terkantuk oleh jendela yang disisi lainnya, membua ia mundur dan langkahnya terhenti dan bugh.. ia kembali terjatuh karena diganjal oleh pot bunga...
Hahaha.. tawa Qira menggema disana, begitu juga yang lainnya. Ia tak bisa menahan tawanya saat melihat kejadian itu. Wolf? Ia mendengus sekaligus tertawa melihat tingkah putri Tea yang absrut. Apakah ia sudah sering mengintipinya? Itulah yang jadi pertanyaanya....
__ADS_1
Sedangkan Via sekarang juga tertawa sekaligus kagum, bagaimana bisa Qira sangat peka dan tau jika putri Tea mengintip mereka? Sedangkan putri Tea mengintip dibalik pungungnya. Iaa ia tau, bagaimana bisa?
Qira bangkit dari duduknya lalu keluar menemui putri Tea yang sedang menahan malu dan menggerutu saat ini, ia menghempaskan hanfunya yang kotor karena kena tanah dan bokongnya yang luar biasa nyerinya. “Eh... apa yang kau lakukan putri Tea?” Tanya Qira menahan senyum.
Putri Tea gelagapan.” An an an anu. Saya anu.. saya lagi cari anuu eha, anu..” Ia mengucapkan apas ini. Ia menepuk bibirnya sendiri karena malu, kenapa pula ia harus gugup
Tapi membuat Qira tertawa.” Cari anuu? anu apa hayoo?” Tanya Qira. jujur ya Qira tak berpikir negatif, tapi membuat putri Tea memerah sepeerti ini sangt lucu.
Putri Tea mengerjab.” Aku sedang mencari kucing jantanku..” jawabnya seadanya sudah kalian tebakkan ini bohonhg atau tidak?
Qira menggeleng.” Katakan saja jika kau mengintip untuk melihat kucing jantankan hem?” Tanya Qira mengejek. Wolf kucing jantan... Tolong ingatkan Qira untuk menyematkan panggilan baru intuk Wolf.
Putri Tea mengangguk lalu mengeleng membuat Qira tertawa lagi. Entahlah yang kepo, kenapa Qira sering tertawa hari ini? ia sangat bahagia hari ini, entah karena sudah mengerjai kaisar Zuhan atau karena bertemu Wolf dan Leon. Tak penting, yang terpenting sekarang itu bahgia. Yakan?
“Putri...! Mau kemana kau..,!” Teriak pelayan tua yang dipanggil mama itu menggema, ia membawa satu rotan ditanganya membuat Putri Tea gelagapan.
“Aduh.. aku ketahuan.. Gimana ini..” Ia mengigit bibir bawahnya karena ia sudah ketahuan membuat ia mengangkat tinggi hanfunya lalu berlari kucar-kacir.
Pelayan tua itu terdiam sebari mengambil nafas. Qira mengerutkan keningnya., sepertinya putri Tea ini suka sekali kabur dalam pelajaran, apakah putri Tea ini memang putri kerajaan? Tapi kok dia sangat liar?
“Ada apa mama?” Tanya Qira pada pelayan itu karena kepo..
Mama itu gelagapan. Ia membungkuk memberi hormat.” putri Tea kabur dalam pelajaran tata kerama yag mulia permaisuri, hamba sudah sedari dulu mengajarkannya, tapi ia selalu saja tak pandai, kadang melamun, kadang tertawa tapi yang paling sering dlah kabur dan memilih mengintip kesatria yang mulia, Leon dan Wolf jika hamba tidak salah..”.
“Baik yang mulia..” Jawabnya lalu pergi meninggalkan Qira.
Qira menatap Wolf dan Leon yang mengintip dari jendela yang sudah dibuka lebar. “Kita main kepasar yok. Aku juga masih mau mencari kaum Bluerosa..” Ucap Qira pada kedua sahabatnya,
Wolf dan Leon salingpandang lalu meneguk salivanya yang mendadak kering. Bagaimana bisa Qira mencari hal itu sedangkan merekalah yang membuat Qitra berada disini, apakah Wolf dan Leon harus jujur? tapi perjanjiannya tidak boleh, mereka tak boleh jujur sebelum tepat pada waktunya, kakek Lue tak mau Qira gegabah dan akan merusak rencana.
Untunglah Kakek Lue sudah menutup pikiran Wolf dan Leon, Via juga. Merka ditutup pikirannya supaya Qira tak bisa membacanya. Wolf menatap Leon yang juga sedang menatapnya.” An an anu Qiqi. Kami tidak bisa, kami ada urusan yang harus kami urus sesegera mungkin..” Ucap Wolf pada Qira.
“Haiss. Anu-anu, kalian ini kenapa serba anu-anu kalian mau kemana memangnya?” Tanya Qira kesal, tak biasanya Wolf dan Leon tak mau mengikuti dan meningakan dia sendiri, apakah waktu dua minggu itu membuat teman-temanya berubah dan tak menyayanginya lagi? Qira kesal jika itu memang terjadi.
“Kami sedang beratih Qira, supaya kami bisa melindungimu nanti. Kami mau kuat sepertimu, kau pergi kepasar bersama putri Via saja ya..” Bujuk Leon yang memang tak bisa melihat Qira marah dan tak bisa berbohong pada Qira. hidup selama tiga tahun pada Qira tak perna ia menolak apa yang Qira inginkan dan ia tak mau Qira merasa tak enak..
“Aaa aku tak boleh ikut?” Tanya Qira masih mau ikut. Ia rindu dan mau menghabiskan waktu bersama dua sahabatnya ini.
“Tidak bisa Qira..” Ucap Leon lemah.
Qira tersenyum tipis. Tak mau mengambil hati ataupun sakit hati ia mengangguk.” Tak apa, jika begitu aku pergi dulu ya.. baybay...” Ucap
__ADS_1
Qira roang lalu pergi. Ahh,jujur saja bukannya Qira lebay yang mudah memasuki suatu hal dalam hati, tapi ini beda cerita, ketika penolkan pertama kali dari orang yang kita syanatg.
“Qira...!” Teriak Wolf dan Leon.
Leon mau berlari mengejar Qira. takut Qira mrah.” Jangan Leon.. biarkan saja, yang terpenting sekarang kita lalukan yang sudah kita rencanakan, jangan sampai Qira mencri bluerose lagi. Percuma, kita harus menjadi kuat dalam wkatu dekat...” Cegah Via pada Leon dan Wolf.
Tapi benar adanya ucapn Via membuat Wolf memukul dinding.” Sialan sii tua bangka itu...” Ucapnya marah. Iyaa, dia marah pada ketua blue rose itu.
....
Sepanjang jalan kaisar Zauhan berjalan tapi ia bisa melihat jika ada beberapa pelayan yang melihatnya sedikit lama dan sedikit menahan tawa, belum lagi sedari tadi Ren menahan gelak membuat ia muak. Ada apa? Apakah ada yang lucu?
“Katakan apa yang kau tertawai Ren? Jika tidak akan ku cincang kau disini..!” Desis kaisar Zauhan mulai muak.
“Maafkan hamba yang mulia. Tapi muka yang mulia...” Ia menjeda tak tau harus jawab apa.
Kaisar Zauhan meraba wajahnya, apakah tak hilang? Sialan lipstik itu, ia tak tau karena cermin perunggu itu tak memantulkan diri dengan baik, bisa dikatakan masih buram.
“Qira...” Gumamnya tetahan Belum lagi Ren menjawab, ia melihat jika Qira berjalan dengan wajah murungnya. “Qira....!” Teriaknya pada sang empu.
Qir yang diteriaki membuat ia mendongak. Tak jauh, hanya sepuluh meter saja jarak merka. Dundur untuk mencari ancang-ancang untuk kabur, ia tau jika kaisar akan marah, dari pada kena terkam, lebih baik ia kaburkan? didepan matanya, dari sini saja ia bisa melihat wajah kaisar Zauhan yang sih ada blink-blink dan merah muda. Apakah ia boleh tertawa. Bibirnya berkedut. Kakinya melangka mundur untuk mencari aba aba untuk kabur.
Kaisar Zauhan menatap Qira nyalang, semua orang menahan nafas, takut kaisar akan membunuh permaisurinya yang sengat lancang ini.” Jangan lari. Kau harus mendapatkan hukuman...!”Ucapnya menggema. Semua orang berlutut karena teriakan itu. Bukan main jika kaisar Zauhan sudah marah, ia tak akan membiarkan siapapun selamat ddidepan matanya.
Qira mencicit lari..sambil tertawa. Bukannya ia takut tapi ia malah menjulur lidahnya saat ini
.
.
..**Aku cuma minta Like komen and Vote kok
.
.
.
..
Btw aku juga mau jawab ni ada yaang nnya soalnya. Kok Qira murahan ya? mau peluk sana sini.
__ADS_1
maka jawabannya adalah...
Qirakan gadis baik..? dari bab awal sudah ada kok bab Qira yang suka digendong oleh Kenzi, Kaisar dan juga kakak kakaknya. Dan jawaban dari pertanyaan ini adalah . Qira akan nersikap manja dan menerima jika ia kenal dn sayang pada orang yang menyayanginya oke. .Qira nggak pernahkan dipeluk sama yang bukan orang baik**?