
Matanya menatap tubuhnya yang terbalut hanfu putih polos membuat ia mengerhab tak percaya. Hanfu? “Aku kembali?” Gumamnya. Ia tersenyum manis saat ini, ada getaran hangat didadanya, ia bahkan melompat karena girang jika ia sudah kembali keasal dimana ia ada sekarang.
“Terimakasih Dewa..!” Gumamnya pelan saat ini, ia melompat girang namun ia berhenti ketika melihat sosok pria tampan tertidur didepan ruangan itu, wajahnya damai bagikan kertas polos sedang apa Leon disana?
Dengan menuruni kaki mungilnya ia mendekati Leon salah satu orang yang ia rinduan. “Leon.” Ujarnya terkikik bahagia. tanpa kata ia langsung memeluk Leon dengan kelambu cahaya yang memecah.
“Leon.. kenapa kau tidur disana kau merindukanku ha?” Tanyanya mengguncang tubuh Leon bagaikan mengguncang minuman shakemilk
Mata Leon mengerjab polos saat ini, bagaikan bayi yang baru bangun tidur, wajahnya memang sedikit pucat dimata Qira. namun Leon baik-baik saja. Bibir Leon menyungingkan senyum, ia membalas senyuman Qira dengan tulus. “Jika ini mimpi, tolong jangan bangunkan aku Dewa.” Ujarnya. Ia menengelamkan wajahnya dinahu Qira lemah, sedangkan satu tanganya ia letakkan dipingang Qira dan satu tangannya lagi ia letakkan dicengkuk Qira supaya mereka berpelukan erat.
Qira mengerjab sedih ia juga memeluk Leon sayang. Air matanya jatuh” Hey.. ini aku,, aku Qira, kau tidak sedang bermimpi Leon. Buka matamu” Ia membuka mata leon dengan mengunakan telunjuknya dan juga jempolnya.
Leon mengegerang. “Jangan membangunkan ku Qira, aku mau bersamamu saja.” Ia masih mengeratkan peukannya.
Qira tau jika Leon pasti akan putus asa seperti ini. Ia memanyunkan bibirnya, ia tak boleh menangis. Ia mencubit pipi Leon keras.” Sakitkan? Kau sedang tak mimpi Leon ayolah jangan begini..” Ujarnya lagi.
Maa Leon membelalak. Cunitan itu sadis, bagaikan abe rawit kecil kecil namun pedas. Itu bagaikan dangingnya dikupas secara paksa. Ia mengerjab menatap gadis didepannya ini. “Sakit.” Cicitnya pela.
Qira tergelak sekarang wajah Leon sangat lucu” Jadi kau bukan sedang bermimpikan? Aku ini nyata Leon.” Ia gemes sekali melihat temannya satu ini.” Ahhkk. Aku merindukanmu..” Ia mengunyel-ngunyel pipi Leon lembut.
“yakk Qira,,, “ Bugh... Leon meompat lalu memeluk Qira hinga membuat Qira menerjang kebawah. Sedangkan Leon diatasnya ia memeluk Qira degan eratnya melupakan ia sedang sakit atau apapun itu
Qira membelalak saat ini.” Leon tubuhmu berat.. apa-apaan kau ini...!” Teriaknya ditelinga Leon. Ia memukul dada bidang Leon keras badannya terhimpit. Bukannya ditawar minum ia malah diterjang bagaikan kancil kecil saja..
Leon menatap Qira tajam “Haiss.. kau ini selalu merusak suasana saja Qi.” Ujarnya mendengus.
Qira memutar bola mata malas, padahal hatinya saat ini sedang bahagia, salahkah jika Qira lebih memilih dunia kuno? Salahkah ia ingin kesini? “Dimana ini Le? Dimana Wolf? Kenapa disini sangat dingin?” Tanyanya heran ia menatap ruangan itu yang suram ia menghembuskan nafasnya berat saat Leon sudah bangkit dari posisinya.
__ADS_1
Leon menatap Qira sendu.” Kemana saja kau selama ini? kenapa kau meningalkan kami Qi? Kau tak tau betapa hancurnya kami. bahkan sekarang dunia yang akan hancur karenamu..” Ujarnya bukanya menjawab pertanyaan Qira ia malah bicara hal yang lain.
Qira membelalak. Ia ingat..! ia ingat syarat kedua ia disini, yaotu harus menggagalkan perang..matanya melorok saat ini karena ingat akan tugasnya disini. “Leon. Ayo kita ketempat perang, dimana Wolf? Dimana dia? Apakah dia baik-baik saja?” Tanya Qira khawatir salahkah?
Qira sebelumnya sudah diberi tau oleh Dewa jika dunia kuno seranag kacau karena ia pergi, dan sekarang Qira harus mengagalkan perang itu ia sudah tau tentang Xavoer yang sudah membuat semua sekenario ini, ia juga tau jika hidup kerajaanya diujung tanduk, dan ia ingat semua itu arena ia sudah diceritakan dengan baik dan jelas.
“Dia sekarang sedang ditahan oleh kaum bluerose Qi..” Ujar Leon lesu.” Mafkan aku, karena aku tak bisa menjaga mereka..” Ujarnya pelan dan sendu.
Qira mengerjab, ia tak tau jika Wolf ditahan” Kakak Kim? Kakek Suke? Dan kakek Liu?” Tanyanya pelan, sebab ia sudah diberi tau siapa saja dipihaknya dan ia juga tau jika selama ini kakak Kim yang sudah merawatnya penuh kasih, ingin sekali rasanya Qira memeluknya erat, ahhh tolong ingatkan Qira jika mereka bertemu nanti...!
“Kaa Kim sekarang sedang membantu Wolf dan lainnya, mereka akan menyelamatkan Wolf dan lainnya, dan semoga saja bisa.bisa..” Ujarnya lagi ia menatap Qira masih dalam tatapan tak percaya bagaimana bisa ia hidup kembali setelah lama mati? ini terlalu diluar nalar“ Lalu bagaimana caranya kau hidup kembali Qiqi? Kenapa tidak hidup lebih cepar sebelumnya?” Tanyanya polos.
Qira mencebik. Ia mengibaskan tanganya. “ Sudahlah Leon, itu tidak penting untuk saat ini kita harus kekerajaan Bluerose dan menyelamatkan mereka, kita harus menghentikan perperangan ini bukan?” Ia menaik turunkan alisnya pelan.
“ Kau tau dari mana jika sekarang perang?” Tanyanya lagi penuh tanda tanya. Padahal *** ia sudah memberi tahu. Dasar Leon...!
Qira mangut saja..” Tapi kita minum dulu ya,, aku sangat haus.” Qira mengerucutkan bibirnya polos
Leon tak tahan untuk tak terkekeh, ia mencubit pipi tirus Qira sayang.” Mau ku gendong?” Tanyanya.
Dengan cepat pula Qira mengangguk. Ia langsung melompat daj “Lets go..!!!” Bukannya marah tapi Leon malah tertawa renya saat ini, ia merubah tubuhnya menjadi singa lalu meloncat meningalkan goa yang sudah menjadi rumah bagi Qira meskipun Qira ta ingat, Qira sangka jika ia hidup kembali ia akan menempatkan tubuh orang lan, karena tubuhnya sudah dibakar ternyata tidak.
Kakak Kim menjaganya seperti bayi. Ahhh kakak Kim terlalu baik jika harus diutarakan kata-kata hujan sebagai berkah saja itu terhadapnya, sebab jika hujan adalah rakmat, maka Kakak Kim adaah keindahan tiada tara.
Terimakasih Dewa...🌈
...
__ADS_1
“Lepaskan kami...!!” Kakak Kim selalu memberontak sedari tadi namun tak ada yang mau menghiraukannya membuat ia mengeram marah. Ia kesini mau menolong saudaranya tapi ia dan kakek Suke tertangkap.
Satuhal yang ia syukuri dari tertangkapnya ini, yaitu bisa bertemu dengan Wolf tanpa susah susah ia diwabah menuju Wolf saat ini. ahhh ada satu lagi, ia tak mati ditengorokan naga itu naga itu sangat menakutkan dia nyatah. Sunguh.!!
“Wolf..!!” Gumamnya saat matanya menatap sang adik yang ia cari. Mereka ditahan penjara yang sama, hanya saja tubuh Wolf dirantai habis.
“ kaak...!!” Teriak Wolf saat ini penuh haru. Matanya menyorotlan ucapan ‘Terimakasih kakak’ namun pupuslah jika kakak Kim juga ditahan...
“Kalian tingal disini, jangan keluar sebelum kami menyuruhnya..
.
.
.
.
.Jika novel yang Hijrah sanggadis pemberontak rada lama upnya maaf ya. soalnya mau namatin putri Qira dulu
inayaalah akhir bulan kota selesaikan
.
.
jangan lupa jempol ya...
__ADS_1