
Senyum Qira mengembang ketika melihat para warga sudah meminum ramuan itu. Sekarang ia berdiri didekat pintu dapur dengan memegang kendi yang sudah kosong. Disana masih ada tabib Taotao dan lainnya. Ada juga kaisar Zauhan dan juga Ying yang berdekatan. Sedari tadi Ying mengajak kaisar Zauhan bercerita, namun satu pata katapun tak meluncur dari bibir tipisnya.
“Ahhh.. Zou.. Kau istirahat saja. Biar aku saja melanjutinya..” Ying tersenyum manis menatap kaisar Zauhan. Ia memegang lengan kaisar Zauhan dengan wajah yang tersipu malu.
Kaisar Zauhan menggoyangkan tanganya merasa risih, lalu memberikan kendi itu kepada Ying dengan sedikit kasar lalu pergi..
“Zou.. Kau mau kemana?” Seteah gelabakan menyeimbangkan pegangannya.
Sama sekali tak ada jawaban dari kaisar Zauhan membuat Ying kabakaran jenggot. Ia menghentakkan kakinya pelan dengan bibir monyong 5centi..
“Hmm. Apakah kau butuh bantuan Ying?” Tanya Jozu yang sedari tadi melihat interaksi Zou dan Ying. Ia tak suka Ying menjadi perusak rumah tanga orang. Dia menyukai Ying,.
Ying memberikan dua kendi ditanganinya pada Jozu secara kasar.” Bagikan kepada yang lain. Aku mau pergi sebentar.”setelah mengatakan itu Ying segera pergi entah kemana.
Sen yum Qora mengembang melihat drama itu. Hmmm, kebodohan apa lagi ketika menolak ketulusan untuk cinta yang semu?
“Apakah kau sudah selesai Qira?” Tanya Taotao yang tiba-tiba muncul dari balik pintu.
Qira membalikkan tubuhnya pada tabib Taotao. Ia mengangguk dengan senyum tipis yang terukir.” Sudah..”
“Ehemmm..” Sara kaisar Zauhan membuat Taotao sedikit membungkuk. Ia melirik Taotao geram. Ia merasa jika Taotao itu selalu mendekati Qira. ia menatap Qira dengan santainya menaikkan satu alis.” Sedang apa?” Tanyanya berbasa basi.
Qira mengangkat kendi yang berada ditangannya lalu menganyunkannya.” Kau bisa lihat bukan?”
Kaisar Zauhan mendekati Qira gemes. Qira satu-satunya perempuan yang menolak pesonannya. Sungguh luar biasa bukan? Ia mencubit pipi kiri Qira memes.” Bicara dengan suami itu yang manis.” rasanya ia ingin sekali mengigit dagu Qira gemas.
Qira memukul perut kaisar Zauhan pelan.” Suami endasmu...” Ucapnya..
“Endas... Endas itu apa?” Tanya kaisar Zauhan heran.”Apakah itu pangilan sayangmu padaku?” Tanyanya sembari menarik turunkan alisnya.
Qira mendelik dengan hidung yang ia sengaja kembangkan. Ia baru tau ingat jika ia hidup didunia lain alias dunia kuno.” Artinya kau tampan..” Bohong Qira sembari tersenyum geli..
Kaisar Zauhan semakin merapatkan dirinya kepada Qira. ia sedikit membungkuk untuk berbisik kepada Qira.” Jadi.. apakah kau sudah mencintaiku Qiqi? Akukan sudah tampan?” Bisiknya sembari mengerjab penuh harap.
__ADS_1
Qira menjauhkan wajahnya dari wajah kaisar Zauhan. Ia masih memeluk kendinya.” Nanti jika aku mencintaimu, aku akan bilang, tenang saja. Karena itu, jauh-jauh dariku..” Ia menjauhkan wajah kaisar Zauhan dari wajahnya dengan telapak tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya masih memeluk kendinya.
“Benarkah?” Tanya kaisar Zauhan tersneyum membuat siapapun akan cair. Aahhh, bahkan laki-laki saja sangat mengagumi ketampoanan kaisar Zauhan.
Qira mengangguk mengiyakan saja. “ Iya.. karena itu, menyingkirlah dariku..” Ucap Qira sembari bergerak gelisah.
Tanpa malu kaisar Zauhan mencium bibir Qira sekilas. Aahh, ia bahkan lupa jika disana masih ada tabib Taotao dan warga yang diam dan memandangi kelakuan mereka.menyedikan menjadi jomblo saat ini.
Tabib Taotao menggusuk tengkuknya yang terasa dingin. Ia jadi nyamuk saat ini, seakan kehadirannya sama sekali tak dilihat. Ia bagaikan makhluk tak kasat mata. Ahh, ia bagaikan piguran yang tak berguna.
Qira terasa tersengat leleh. Ia mengerjab dengan mata yang membola. Apa-apaan ini.” Dasar kaisar Edan...” Gumamnya pelan kesal.
Kaisar Zauhan masih bisa mendengarkan ucapan Qira membuat ia memajukan wajahnya.” Edan? Apa lagi itu edan?” Tanyanya dengan alis yang hampir menyatu.
Qira menggaruk tengkuknya yang tak gatal. “Edan artinya kau baik. Yaa, kau baik..” Ucap Qira senyum.
Mata kaisar Zauhan membelalak. Ia mendekati Qira.
Cup..
Cup..
Ciuman bertubi-tubi menyambar pipi dan bibir Qira membuat Qira mengeleng tak mau menerima, jadilah ciuman itu terkena pipi dan telinga. Ia mau memukul tapi masih memegang kendi.” Cukup...” Ucap Qira pelan.
Kaisar Zauhan berhenti.” Mengapa? Akukan mau jadi Edan..” Ia mau dibilang baik lagi dari Qira.
sial...
Uacapannya jadi bumerang dirinya sendiri...!
Qira mengelus dadanya dengan naluri. Wajahnya memerah dengan detak jantung yang goyang heboh. Ia menepis tangan kaisar Zauhan. Ia menginjak kaki kaisar Zuahan kesal.” Dasar Edan..” Maki Qira.
Dengan kaki yang berdenyut masih saja membuat kaisar Zauhan tersenyum mendengarkan ucapan Qira.” Terimakasih sayang. Aku memang baik. Sini aku cium lagii..” Ia memajukan bibirnya bagaikan bebek.
__ADS_1
“Zou stop.,,” Qira menendang kaisar Zauhan namun ditahan oleh kaisar Zauhan membuat orang-orang disekitar sana.
Hahahah..
Tawa para warga yang sakit bersahut-sahut membuat perhatian Qira dan kaisar Zauhan yang masih dengan kaisar Zauhan menahan kaki kanan Qira dengan tangan kanannnya, dengan bibir yang maju seperti bebek. Sedangkan Qira harus menyeimbangkan drinya dengan tangan kiri memeluk kendi dan tangan kanan menjauhkan wajah kaisar Zauhan dari wajahnya.
“Ehhemm..” Kaisar Zauhan melepaskan kaki Qira dengan lembut. ia kembali menunjukan wajah berwibawahnya meski rona merah tak bisa ia tutupi.
Qira berdecap sebal dengan rona merah diwajah. Ia sangat malu saat ini. Aahhh, kaisar Zauhan ngak ada akhlak memang.
“Ternya Zou yang bersifat dingin sangat manja dengan istrinya..” Salah satu pria paru baya mengusap sudut matanya yang berair karena terlalu banyak tertawa. Ternyata sedari tadi mereka menjadi sorotan masal.
“Kau benar Fuy... Ku kira dia tak bisa bersikap manis. Ternyata Zou sangat manis dengan nona Qira..” Sahut istrinya yang juga mengidap penyakit wabah.
Qira menggaruk tengkuknya.” Emang. Zou itu sangat menyebalkan..” Delik Qira sinis.
“Kalian sudah berapa lama menikah?” Tanya Fuy dengan menatap Qira.
“Kita sudah menikah selama 5tahun..” Bukan Qira yang menjawab. Tapi kaisar Zauhan. Qira mau tengeleam saja. Bagaimana bis aia menikah selama itu. Umurnya saja baru 16tahun. Masa iya dia menikah umur 11 tahun..” Ahh tidak. Tidak. Kami sudah menikah sejak dicipakan dibumi ini, yaaahhh dan sampai kami mati kami akan tetap bersama...” Lanujut kaisar Zauhan membuat Qira memijakkan kakinya kesal.
“Wahhh apakah itu benar? Yang mana sebenarnya yang betul. Tapi jika begitu lamanya, apakah kalian sudah memiliki anak?” Sahut ibu-ibu lain.
Kaisar Zauhan mengangguk.” Kami sudah memiliki anak 3. Mereka kembar..”
Qira menyipikan matanya menatap kaisar Zauhan. Sampai kapan ia berbohong. mereka bahkan baru bertemu dua bukan belakangan ini.
“Wahhh.. Kalian keluarga bahagia ternyata. semoga sealu diberkati dewa ya naakkk..” Sahut nenek-nenek dengan senyum mengembang.
“Tentu. “ Kaisr Zauhan selalu menjawab membuat Qira mengeleng-gelengkan kepala.
“Jika begitu saya duluan..” Ucap Qira kesal setengah mati. ia berlalu pergi meningalkan kaisar Zauhan.
Kaisar Zauhan melirik Qira sekilas. Ia mengikuti Qira tanpa mendengarkan kata-kata atau pertanyaan orang lain dengannya. Ia terlalu terobsesi untuk memiliki Qira. ahh, bukan obsesi, tapi cinta.
__ADS_1
Saat sudah didapur kaisar Zauhan menahan tangan Qira untuk berhenti.....