
Yatuhan...! Sakit ini begitu sesak. Apa memang ia tak pantas mendapatkan kasih sayang?. Dikehidupan sebelumnya ia tak diharapkan!. Disini ia di benci..! Apa salahku.... " Batin Qira.
Air mata Qira sama sekali tak keluar, mungkin Air matanya sudah kering, tapi sakit yang mana lagi yang lebih sakit dari pada sakit Tampa tangisan?.
"Kau tau! Jika aku bisa Meminta kepada Tuhan supaya aku tidak dilahirkan dimuka bumi ini sudah ku lakukan sejak awal...! " Teriak Qira.
" Aku benci hidupku sendiri!. Aku benci karena diriku kalian kehilangan ibu! , kalian selalu menyalahkanku, Seolah olah aku lah pembunuhnya. Mengapa kalian tak menyalakan Dewa karena telah menurunkan aku dirahim ibu!. Kau pikir aku bahagia dilahirkan dimuka bumi ini? " Tanya Qira sambil mendekatkan wajahnya ke arah Putra mahkota " Apa yang harus aku bahagiakan? Aku dilahirkan oleh ibu!. Tapi ibu meninggalkanku dengan kalian semua!, aku tak pernah melihat wajah ibu dari kecil!. Bahkan dari mimpi pun aku tak pernah!. "
Dia memalingkan wajahnya sesaat lalu melangkah lebih dekat dengan putra mahkota dengan berteriak " Kau selalu menyalahkan ku. Karena aku kau tak dapat memeluk ibu lagi bukan?! . Kau hidup dengan kasih sayang ibu selama 5tahun!. Kau dikasihi di sayang ayah seumur hidupmu! . Kau diberi hidup yang sangat mewah! Apapun yang kau mau. Pasti kau dapatkan!, sedangkan AKU.....! Aku mengintip dari semak semak untuk melihat ayah dari kejahuan!. Jangankan makan dengan sendok emas! Dengan tangan ku sendiri saja aku tak sanggup karena tangan ini selalu di pukul, Tubuh ini selalu di cambuk. Wajah ini selalu dilempar telur busuk. Aku dari kecil tak pernah dipeluk dengan Ayah!. Jangankan dipeluk!, senyum saja ia tak sudi! ".
Entahlah. rasanya seribu jarum menusuk relung hati Putra mahkota, Tapi Qira merasakan ribuan kali lipat sakit dari apa yang kakaknya rasakan..
Putra mahkota menatap Qira dengan sendu, ia ingin sekali memeluk Qira, tapi hatinya terlaku egois, Bisa ia lihat mata biru itu dipenuhi dengan sakit dan benci.
Qira membalikan badannya lalu pergi meninggalkan seluru orang disana.
Kakak kakaknya Qira menatap Qira sendu. Mereka adalah orang yang selalu membully Qira, selalu melempar Qira dengan telur busuk, menendang Qira dengan teganya, Tapi dulu waktu mereka kecil, mereka tak tahu apa apa. Yang mereka tau itu adalah kesenangan mereka.
Qira menjauh dari sana. Ia kembali ke kediamannya yang disusul oleh Shu Jin.
"Kau Mengapa Qiqi? " Tanya Wolf.
"Aku ingin pergi ke kota! Apa kau ingin ikut denganku? " Tanya Qira.
"Pasti..." ujar Leon sambil bangkit dari kasur.
Yaah Wolf dan Leon satu kediaman sama Qira. Hanya saja berbeda ruangan dengan Qira. Tapi jika disiang hari Mereka pasti mengekori Qira, kemanapun Qira pergi.
"Hey..! Qiqi bicara dengaku!. Kau tak boleh ikut...." Teriak Wolf.
"Aku mau ikut..." Ujar Leon tak kalah keras.
"Tidak boleh! ".
"Aku ikut dengan Qiqi bukan denganmu musang..." ujar Leon.
"Kau bilang aku apa? Musang.. Dasar kucing betina tak tahu diri" Imbu wolf.
"Kalian masih ingin berdebat? Atau ikut. " Tanya Qira sambil keluar.
Ia keluar dari kamarnya. Saat ia membukakan pintu ia melihat pangeran ke2 ke3 ke4 dan ke5 tapi tidak dengan putra mahkota.
Wajah mereka awalnya gelisa. Saat matanya bertemu Qira, entahlah Kegugupan itu bertambah.
"Ha hayy..." senyum pangeran ke2 mengembang. Bisa dilihat gigi putihnya berjejer rapi.
"Ada apa? " Tanya Qira dengan wajah malas. Ia menyandarkan Tubuhnya ditembok.
.
__ADS_1
" Mereka Siapa Qiqi" Tanya Leon.
"Kalian yang siapa.?" Tanya pangeran ke3.
"Kami sahabat Qira..." Jawab Leon
."Kami Kakaknya Putri Qira" Tak kalah ngotot dari Leon..
"Cukup!. " Bentak pangeran ke4. ia mulai bicara " Adik.. Kami ingin meminta maaf padamu. Karena selama ini kami terlalu keterlaluan. Kami bah-" Belum sempat ia bicara tapi Qira memotong.
"Adik kalian sudah Mati...! " Ucap Qira. Bagaimana mungkin mereka mengakui kesalahan mereka di saat orangnya sudah mati.!. Bahkan jika ia adalah putri Zhu Qira Han yang nyata. Ia berfikir ribuan kali untuk memaafkan mereka.
Para pangeran hanya menunduk. Mereka sangat merasa bersalah. Terlebih lagi mereka mengingat masa mereka mengusik Qira dengan kejam.
***
Flashback
Seorang gadis dengan tubuh yang penuh dengan cacar. Ia tergeletak di tanah dengan dikelilingi oleh para pangeran yang tak lain kakak kakaknya sendiri.
Pukkk
Pukkk
Mereka melempar Qira dengan telur busuk, sedangkan qira hanya menangis tersedu sedu.
"Mengapa kalian jahat sekali dengan Qira hiks hiks hiks...." Ucap Qira dengan lemah.
Tak ada yang mau menolong Qira. Mereka terlalu percaya jika Qira adalah orang yang membawa kesialan.
Dengan kaki yang gemetar Qira menumpuhkan tangannya ke tanah untuk bangkit. Tapi salah satu dari mereka malah menendang Qira ke danau.
Seluru tubuh Qira yang dipenuhi luka terasa disayat puluan kali lipat. Perih menkalar diseluru tubuhnya. Ia tak bisa berenang. Apa lagi ia terkenah cacar. Cacarnya tak boleh terkenah air. Jika tidak penyakitnya akan bertambah parah.
Dengan susah payah ia melambaikan tangannya tapi tak ada yang menolongnya.
Malahan dia mendengar suara orang orang tertawa.
Saat nafasnya sudah habis. Penglihatannya mulai buram ia mendengar ada orang yang melompat kedalam kolam itu.
Bummm...
Orang itu membawa Qira ke atas permukaan air, Qira samar samar melihat. Ia adalah pangeran ke2.
Qira dibawah oleh pangeran ke2 ke kediaman Qira. Penyakit Qira tambah parah. Bahkan ia juga terkena cambuk oleh ayahnya karena pangeran ke2 tertular penyakit cacarnya.
Of flashback...
"Kami benar benar menyesal. Saat itu kami sama sekali tak tahu apa yang kami lakukan. kami bersungguh sungguh meminta maaf..." ujar pangeran ke3.
__ADS_1
Kalian tau. Pangeran ke3 adalah orang yang paling arogan. Sombong, tak mau kalah.
Sedangkan pangeran ke2 adalah orang yang paling baik hati dan yang paling hangat. Ia juga ramah kepada siapapun.
Pangeran ke4 adalah orang yang paling pendiam, cuek, dan juga paling dewasa dari yang lain.
Sedangkan pangeran ke5 adalah orang yang unik. Manja dan kekanak kanakan.
"Wolf, Leon ayoo kita pergi..." Ajak Qira. Ia malas untuk meladeni mereka. Ia tahu jika mereka memang benar benar tulus. Tapi ia ingin mereka belajar untuk meminta maaf dengan cara yang benar.
Para pangeran hanya menatap adiknya dengan sendu
"Bagaimana ini gege?" Rajuk pangeran ke5.
"Sabarlah. Kita akan meminta maaf lain waktu." Jawab Pangeran ke2.
"Tapi kesalahan kita memang benar benar fatal. Aku baru tahu jika Qira menjalani hidup dengan berat, apalagi dulu kita sangat kejam" Jawabnya sambil mengingat kelakuan mereka terhadap Qira...
"Kau benar. Apa mungkin ia memaafkan kita" Gumam pangeran ke3.
Qira yang ditemani Wolf dan juga Leon pergi ke pasar. Dengan jalan santai ia menyelusuri pasar yang begitu ramai. Ia melihat ada penjual tanghulu. Ia tersenyum dan menarik tangan Wolf dan leon " Ayoo kita beli tanghulu itu" Rengek Qira dengan manja.
'*B*agaimana bisa ia beruba menjadi anak mengemaskan diluar istana?' Batin wolf.
'*C*oba saja wajahmu selalu seperti ini Qiqi' Batin Leon..
Mereka mengikuti Qira ketempat penjual tanghulu.
"Paman aku ingin beli 10 tanghulu"Ucap Qira dengan penjual itu.
Penjual itu membungkus tanghulu itu dan memberikannya dengan Qira.
"Berapa ini paman? " Tanya Qira.
" Hanya 10 perak nona..." Ucap penjual itu.
Qira mengeluarkan 10 perak dan memberikannya kepada penjual itu.
"Ini untuk Leon. Dan ini untuk Wolf" Sambil memberi masing masing 3 buah tanghulu kepada Wolf dan Leon.
"Benarkah?" Binar leon
"Makanlah..." Ucap Qira. Qira dan lainnya memakan tanghulu dengan lahap. Saat Qira melahap tanghulu yang satunya lagi. Ia melihat ada 2 anak laki laki yang berpakayan kumuh menatapnya dengan menelan air liurnya. dapat dilihat dari tenggorokan nya yang naik turun.
Qira memesan tanghulu sebanyak 20 buah lagi dan mendekati anak kecil itu
." Hay adik kecil. Kau mau ini..." Ujar Qira.
Mereka menunduk lalu mundur.
__ADS_1
" Jangan takut. Ini untuk kalian..." Bujuk Qira sambil mengangkat tangannya Untuk mengelus kepala salah satu dari mereka. tapi mereka malah menghindar, bahkan salah satu darinya bersembunyi dibelakang anak laki laki yang lebih besar darinya 'mungkin adiknya.