Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Bangkit kembali


__ADS_3

“Jadi apa alasan ayah membenciku?” Tanya Qira lembut. bukan lembut, namun lirih. Ia menatap ayahnya penuh tanda tanya.


Lalu Saat Itu Samuel duduk dibangku disamping Qira. ia mengelengam tangan anaknya lembut. “Kau anak kandung ayah Qiqi.. ayah bisa jamin itu.” Ujarnya lalu mencium punggung tangan putrinya sayang. Namun ditepis Qira membuat Samuel tersenyum miris.


“Tapi suatu kisah kami membuat kau harus menjadi tumbanya.” Ujarnya lagi. Terdengar lirih saat ni. Bahu ayahnya nampak bergetar, nafasnya tersengal karena menahan tangis.


Qira diam menatap ayahnya tenang. Disana Dika dan Kasih juga diam. menyimak, sebenarnya Dika tak membenci adiknya Qirana. Tapi ayah da ibunya selalu mewanti-wanti untuk menjauhi Qira dan jangan sampai menyayanginya. Ia pun tak tau apa alasannya, karena tak mau orang tuanya marah membuat ia menurut saja. Dulu ia pernah mengajak adiknya itu naik motornya untuk berangkat bersama. Tapi saat pulang ibunya memukulnya dan menghukumnya, bukan hanya itu. Saat Qirana pulang dari latihan Taikwondo, pintu rumahnya ibu mereka kunci membuat Qirana harus tidur didepan pintu. Bayangan saja betapa lelahnya Qirana tapi harus tidur dengan selimut angin dingin?


Dika mendekat ntuk mendengar lebih jelas. Ia mau tau apa peyebabnya. Namun ia masih memeluk Kasih sang bungsu. Sedangkan ibunya hanya diam tanpa menjawab. Ayahnya mulai bercerita lagi. “Kami bukan dari zaman ini? kami bukan dari sini nak.. apa kau perrcaya akan hal itu?” Tanya ayahnya pelan. Nyaris tak terdnegar.


Qirana membulatkan matanya. Sedangkan Dika memberi tampanhg polos tak mengertinya. “Maksudnya bagaimana ayah? Kita bukan berasal dari zaman sini? Zaman purba?” Tanya Dika nyolot.


Ayah mereka diam lalu mengeleng. Qirana tetap diam mendengar penjelasan ayahnya. “Ayah dan ibumu dari dimensi lain. kami harus pergi kedunia itu, dunia masa depan ini saat perang antara kaum bermata biru dan kaum manusia itu dimulai. Gara-gara ketamakan mereka membuat semuanya hancur termasuk ayah.” Ujarnya serius.


Qirana mengangat satu alisnya.” Jadi ayah bukan dari sini? bagaimana cara ayah pergi kesini? Apakah bisa kesan ayah?” Tanya Qira lemah. Ia ingin sekali kembali kesana. Sungguh.


Ayahnya Qira tersenyum. “Kamu mempercayai cerita ayah nak?” Tanyanya sendu.


Qirana menganguk.” Sebab selama aku komah aku tingal disana.” Ujar Qirana membuat ayah dan ibunya terkejut. “ Disana aku menemukan kakak-kakak yang begitu baik dan menyayangiku.” Qira menatap Dika sang kakak sendu. Kakanya yang tak pernah membantunya da menyayanginya.


“Mempunyai ayah angkat yang bahkan bisa mempertaruhkan nyawanya demi ku.. Aku juga mempunyai sahabat yang sudah ku angap menjadi ayah dan ibuku. Mereka sangat mmenyayangiku melebihi nyawanya sendiri. Aku menyayangi mereka dan aku mau kembali kesana.” Ujar Qira sendu.


Ayahnya terkejut. Ia mengeleng.” Tidak nak, kau tidak boleh kesana nak.. kami disini menyayangimu.” Ujarnya menangis dalam diam.


Keyna kembali menatap ayahnya “Kenapa ayah bisa kesini?” Bukanya menjawab, ia malah menanyakan sesuatu hal yang ingin sekali ia ketahui. Ia cukup terkejut saat tau ayahnya bukan dari dunia sini. Lalu bagaimana bisa ayahnya berkerja dan sebagainya?


Ayahnya kembali melanjutkan ceritanya. “Ayah bukan dari pihak Bluerose nak. Kaum manusia bermata biru yang ingin menghancurkan dunia yang merendahkan manusia bermata hitam nak. Karenanya ayah dan ibumu pergi menuju tempat yang paling aman. Dan tempat yang paling aman adalah dunia ini, dunia yang tak akan mampu ditemukan diketahui oleh kaum Bluerose.” Ujarnya.


“Saat itu kakakmu Dika masih berumur dua tahun sedangkan kamu baru saja lahir da berumur enam bulan. Kami kesini pun bersama dua sahabat ayah. Kamu taukan Cingelo dan Tangkie.. Mereka sama dengan ayah, namun bedanya mereka anak dari Xavir sang raja kaum Bluerose. kepergian kami sangat membuat mereka murka membuat mereka mencari kami dimana pun.”


“Paman Cingelo yang sudah meningal itu ayah?” Tanya Qira. ia belum pernah bertemu namun ayahnya kerap kali menyebutkan nama itu. Ia pikir dia adalah teman terdekat ayahnya. Dan ayahnya mengangguk sebagai jawaban.


“Awalnya mereka tak menemukan kami selama satu tahun. Dan saat satu tahun itu anak dari Xavier, paman Cangeo meninggal karena melindungimu nak. Saat itu kamu hampir mati ditabtra mobil. Karena kamu merangkat sendirian menuju jalan raya. Saat itu paman Cangeo baru saja tiba. Ia memelukmu dan membuat ia terpental dan meningal ditempat.”


Qirana cukup terkejut akan hal itu. Ia tak menyangkah akan hal itu, ia mengerjab polos. Bagaimana bentuk paman Cangeo? Apakah dia tampan dan baik? Tentu baik dan tampan. Qira yakin itu.


“Lalu setelah beberapa bulan ia meningal ayahnya Xavier menemukan kami. ia murka ketika tau anak pertamanya meningal hanya karena menyelamatkanmu. Jadilah ia ingin membunhn seluruh keluarga kita. ayah ibu, dan kakak. Tapi sebelum itu ia memberi pilihan kepada kami. jika kami mau memberikanmu sebagai anak kami kepadanya ia akan melepaskan keluarga kita nak. Dan betapa bodohnya ayah menyetujuinya..” Ujarnya menangis bodoh.


Qirana menatap nanar ayahnya ayahnya tega sekali rupanya sang ayah. Menumbalkan sang anak demi keselamatannya? Tapi ia harus apa? Karena memang menyangkut tiga nyawa. Setidaknya hanya mati satukan?

__ADS_1


“Kamu jangan marah? Kamu denger dulu ya kelanjuannya.” Ujar sang ayah saat melihat anaknya menatap ayahnya nanar. Ia merasakan sakit hari saat ini. ia mengauhi jika ia sangat keterlaluan dan sangat tak berperi kebapakan. Tapi ia harus bagaimana lagi? Qira diam lau mengagguk mengiyakan.


“Sertelah itu ia mengatakan jika kamu akan tingal bersama ayah dan ibu, dan suatu saat nanti ia akan mengambilmu dari kami. disitulah ayah dan ibu menjahuimu nak, kami tak ingin menyayangi kamu sepenuh hati. kami tak ingin saat kau pergi kami menangisi kepergianmu. Kami berusaha ikhlas sampai kau pergi. Kami tidak ingin hal itu terjadi.. Begitu juga denganmu. Kami hanya tak ingin kau menyayangi kami, kami ingin kau membenci kami, supaya kelak saat kau pergi dibawa Xavier kau tak menangis dan meratapi kami. tak mengkhawatirkan kami dan sakit karena kami. kami hanya ingin membisakan kamu untuk tak bergantung pada kami. maafkan ayah nak. Maafkan ayah, ayah hanya tak ingin ada yang tersakiti ketika kau pergi kelak.” Ujarnya lagi.


Tapi nyatanya kami tetap sakit nak saat kau meninggalkan kami,' Batin Samuel miris saat ini.


Qira menggelengkan kepalanya. Ia merasakan sesak didadanya ia tau jika pilihan ayahnya memang tepat, saat ia mendatangi dunia kuno itu ia tak sakit hati, ia tak terlalu khawatir dan ta terkalu memikirkan keluarganya.


Ayahnya memang memberikan jalan yang terbaik, meskipun saling menyakiti. Ia harus apa? Itu sudah menjadi pilihan ayahnya.


Ia pun ingat saat pilihan dari Dewa itu datang ‘Jika kau ingin kembali kedunia kuno itu aku memiliki tiga syarat.. satu untuk kau kembali keudnia aslimu, dan menghapuskan amarahmu, emosimu, dendammu pada keluargamu. Jadikan hati mu bersih sebersih kapas. Jadikan dirimu lahir kembali supaya kepergianmu tak membawa penyiksaan, sebab ada kesempatan untuk orang yang suci saja. Aku pun memberimu kesempatan karena kamu adalah orang yang sangat baik, hatimu tulus dan bersih Itulah yang ia ingat. Karenanya ia ingin tau kenapa ayahnya membeni dirinya? Ternyata itu bukan benci, melainkan cara supaya Qira tak menyayangi keluarganya dan Ayahnya berhasil... tapi sayangnya ayahnya terlalu bodoh, kenapa sampai membenci dan menjauhi Qira.


Qira ingat kenapa ayahnya selalu menarahi Qira jika ia pulang saat sudah melewati magrib. Tak boleh keluyuran dan tak boleh membawah kendaraan dendiri. Dan saat ini ia tau jika ayahnya hanya tak ingin diriya pergi...


kenapa ia tak mau meluangkan waktu yang sedikit pada Qira dan mengatakan hal yang sebenarnya. Setidaknya itu lebh baik bukan dari pada seperti ini? Saling menyakitkan dan menyiratkan kebenian satu sama lain.


Qira menghela nafas saat merasakan sesak didadanya. Ia mengalihkan pikiran buruk dipikirannya. “Usaha ayah berhasil. Aku tak menyayangi kalian dan tak mengkhawatirkan kalian disana. Aku memiliki kasih sayang seluas samudra disana..” Ujar Qira kepada ayahnya membuat ayahnya merasakan dihempas kedasar neraka. “ Tapi ayah tetap lah ayahku. Darahku dari darah ayah. Tak ada yang berubah. Karena aku masih menyayangimu ya..” Lanjutnya.


Ayah Qira menatap anaknya tak peraya. Sedangkan ibunya menangis dalam diam.” Saatnya Qira pergi ya.. tugas Qira saat ini sudah selesai. Ayah sudah tak perlu lagi membenciku dan aku tak perlu lagi berbuat ulah. Terimakasih telah menghadirkan ku dimua bumi ini dan membawaku kedalam kedamaian, dan maafkan aku, karena aku tak bisa menjadi anak kebangaan kalian.” Ujarnya tenang, tak ada air marta, sebab memang tak ada dendam dan tak ada sakit. Hanya saja ia merindukan dunianya.


Ayahnya mengeleng.” Tidak nak. Kau harus berada disisi ayah selamanya jangan tinggalkan ayah. Ayah mohon maafkan ayah, ayah janji supaya bisa menyayangi kamu dengan seluruh sayangnya ayah.” Ujarnya lrih.


Qirana mengeleng. “Aku sudah tak bisa disini. Lagipula ayah sudah mengiklaskanku setelah ayah menjadikanku tumbalkan. Jadi jangan menyesal ayah. Karena aku tak akan memilih kalian justru aku berterimakasih, setidaknya aku hidup dengan tiada penyesalan dan kekhawatiran.” Ujarnya sendu.


Ibunya mengeleng lemah. Tak setuju dari ucapan Qirana. Katakan saja jika mereka egois, baru sekarang menyayangi dan menyadarinya tapi semuanya sudah menjadi gosong, bukan lagi menjadi bubur, tapi sudah gosong, tak akan bisa menjadi apa-apa lagi, tak bisa dimakan atau apapun itu, hanya bisa dibuang ketong sampah dan dibuang sejauh jauhnya supaya tak menimbulkan bau yang busuk. Itulah dendam diujung waktu dan itu dilakukan oleh kedua orang tua Qira.


Qirana menegarkan hatinya. “Aku menyayangi kalian. jadi maafkan aku tak bisa menjadi anak yang baik.” Ujarnya. Sesuai janjinya, jika ia datang kedunia ini hanya ingin pamit dan supaya orang tuanya tak lagi menyesal. Ia merasakan dadanya sesak saat ini.


“Qiqi.. nak jangan bicara seperti itu nak.. Nak. Dengarkan kata ayah nak..” ia sibuk mengoyangkkan tubuh Qira yang sudah melemah. Namun Qira tak memberi rekasi yang baik.


“Dika pangil dokter cepat,..!!” Teriak ayahnya panik. Sesegera mungkin Dika memencet tombol darurat disana lalu mendekati adiknya... Qirana kejang-kejang ia kembali memuntahkan darah segar yang banyak, bukan hanya itu, tapi telinganya juga mengeluarkan darah.


“Qirana. Dek. Bangun dek, jangan tingalin abang, abang minta maaf, abang salah selama ini dek. Beri abang kesempatan untuk kita main..Dek main yokkk....” Ujarnya sayu.


Tapi Qirana sudah tak bisa lagi menahan dirinya darah membanjiri tubuhnya. “Kalian bisa keluar sebentar supaya kami bisa memeriksanya.” Dokter datang membawa teleskopnya membuat kedua orang tua Qira dan kakaknya keluar dari ruangan itu. Setelahnya doter itu mulai memeriksa tubuh Qira...


Sudah setengah jam tak ada perkembangan membuat keluarga Qira panik bukan kepalang mereka saling menyesal dan saling memeluk satu sama lain, setelahnya keluarlah dokter tadi, jas putihnya sudah terdapat bercak darah yang mereka yakini itu adalah darahnya Qirana.


“Bagaimana keadaan putri saya dok? di baik-baik saja kan dok?” Tanya Samuel khawatir setengah mati.

__ADS_1


Dokter itu mengeleng samar.” Maaf pak, tapi putri anda mengalami pendarahan yang cukup hebat... Maafkan kami kami sudah berusaha sekuat tenaga kami, tapi Tuhan berkehendak lain..!!!” Ujarnya sendu..


Samuel menggeleng tak percaya tanpa kata ia memasuki kamar Qirana sang putrinya.


Tangisannya meraung dikalah itu, mengguncang tubuh yang sudah mati tanpa memikirkan jika tindakannya tiada arti. Mungkin penyesalan yang paling sakit adalah ketika kita sudah tak mampu memperbaiki kesalahan ketika dimuka bumi ini, dan itulah yang dirasakan oleh keluarga Qirana.


Andika yang dulu tak pernah memperhatian adiknya, selalu bersikap cuek tanpa memikiran apapun, ibunya yang meberihkan kasih sayang yang tak adil, yang selalu menatap Qirana dengan sinis ucapan yang selalu pedas dan juga selalu membentak, tak ada kata-kata yang lembut, tak pernah ada belayan manja, dan tak ada pelukan hangat semuanya tak pernah ia beri pada anaknya itu, padahal itu adalah suatu kewajibannya bukan? Ia seorang ibu dan seharusnya ia tau akan hal itu. Tapi nyatanya ia tak memberi apa yang harusnya ia beri. Ia terlalu menjauhi anaknya sehingga membuat ia menyesal tiada akhir.


Andaikan dulu samuel memberikan sedikit sayang dan cinta pada putrinya ia tak akan menyesal seperti ini Qirana berani mati hanya untuk melindunginya, sedangkan sang ayah dengan nyali yang mencuiut, menjauhi anaknya supaya nanti tak merasakan kehilangan, seakan akan ia sendiri yang melumpuhkan kasih sayangnya pada putri kandungnya sendiri, seakan-akan ia sudah menganggap Qira bukanlah lagi dari keluarganya padahal Qira sama sekali tak bersalah.


Lagi dan lagi. Tuhan sedang mengingatkan supaya tak ada dendam lagi, tak ada lagi kesinisan. Yang ada hanya penyesalan yang berkepanjangan, tiada hari tanpa menangis dan tiada hari tanpa menyejuk riuh. Hanya ada tinta hitam diatas langit yang suram. Seakan dunia tau, jika kau sudah tiada arti. Hidup sudah terlalu banyak menyakiti orang lain.


Qirana sudah lelah dan saatnya bilang –Maaf, saatnya aku pergi—


***


Mata indah itu mengenjar dibaik kelambu indah dibalik rindu yang sudah lama tak terbuka rasa sakit menggema didadanya. Kepalanya bahkan berdenyut mesrah seakan sudah kembali berdetak tak karuan. Jantung yang awalnya hancur sekarang bisa berdetak ajaibkan? tentu saja ajaib, sebab ini didunia novel. Jika didunia asli enggak baal ada hoho.


Mata biru itu terbuka secara berlahan. Dengan mata sayu menatap nanar, nafasnya sedikit berat saat ini ia merasakan tubuhnya menggigil, tubuhyang membeku, kenapa ia bisa membek seperti ini? apa ia sedang dibelukan supaya tak membusuk? tapi ia merasakan bersyukur, setidaknya tubuh ini belum dibakar dan bisa ia tempati bukan?


“Dimana ini?” Tanyanya pelan pada dirinya sendiri, sunyi, dingin, tertutup membuat ia mengerang ia mencoba bangkit dari tidurnya namun dadanya berdenyut nyeri, namun hanya sebentar, lalu kembali normal.. Ia mengerjab pelan memandang sekitar.


Matanya menatap tubuhnya yang terbalut hanfu putih polos membuat ia mengerhab tak percaya. Hanfu? “Aku kembali?” Gumamnya. Ia tersenyum manis saat ini, ada getaran hangat didadanya, ia bahkan melompat karena girang jika ia sudah kembali keasal dimana ia ada sekarang.


“Terimakasih Dewa..!” Gumamnya pelan saat ini, ia melompat girang namun ia berhenti ketika melihat sosok pria tampan tertidur didepan ruangan itu, wajahnya damai bagikan kertas polos sedang apa Leon disana?


.


.


.


.


.


**Gue idupin lagi Qira seneng nggak? hehe


.Saatnya beraksi bersama Putri ZhU Qira Han... Marii Like komen and vote**...

__ADS_1


__ADS_2