
Mau iklan bentar yey.... Hayuk mampir dinovel aku yang judulnya "Istri Butaku" Dijamin bapeeerr wwkwkwk..
.
.
.
.
.
Kadang ada saat dimana kita harus merasa rapuh dan lumpu, namun disuruh untuk berjuang dan kuat. Berdiri padahal kaki sedang patah Terbang meski sayapnya patah dan harus Kuat untuk orang yang pergi meningalkan kita, sebagaimana yang Leon rasakan saat ini. ia lemah dan rapuh namun ia harus kuat untuk orang yang sudah pergi.
Matanya terbuka lgi setelah dua jam ia tertidur, lagi-lagi ia bermimpi Qira menangis dalam dekapannya. Apa artinya? “Qiqi..” Gumamnya, ia bahkan merasakan pipinya basah, apakah ia menangis karena mimpi itu? Cengeng sekali ia setelah Qira pergi, bagaimana coba?
Matanya memutar melihat kanan dan kiri, ia baru ingat jika kakak Kim tadi berucap jika Qira berada dideatnya. Ia mentap kerah pintu lalu menegakkn tubuhny ia bernit untuk menemui Qira. “Arfgghh..” Ia meringis kecil dikalah kaki dan tubuhnya yng luka itu mengencang. Tapi ia memaksanakan diri soalnya bisa turun dari ranjang. Ia harus bertemu dengan Qira untuk melepaskan rindunya.
Dengan terlati-lati ia berjalan dan menyeret kakinya kedepan. Ia berusaha tergar dan kuat, namun ia sangat lemah, dengan ringisan keluar terus dari bibir tipisnya membuat ia menyeret saja kakinya. Ia melirik kanan dan kiri mencari kamar lain. “Dimana ini? kenapa semuanya es dan sangt dingin...” Gumam Leon, ia belum tau jika ini ada dikutub Es. Ia memeluk tubuhnya sendiri sembari berjalan pelan mencari ruangan itu, diatas goa itu banyak es yang berbentuk rinding membuat Leon terkejut. Dinding-dindingnya juga dilapisi oleh Es.
Matanya melirik suatu tempat yang ada batu besar dan sekat. Ia melihat itu membuat ia mendekat. Bentuk batu itu seperti kasur, datar namun terbuat dari es, uap dinginnya saja mengepul, disisi-sisinya ada cahaya bagaikan sekat... Bentuknya seperti kelambu yang melindungi sesuatu. Ia mendekat semakin mendekat dan.
“Qiqi...”1 Gumamnya pelan, ia menyeret kakinya lalu mendekati jasad Qira. saat ia mendekat kelambu itu menghalanginya membuat Leon meringis. “Qiqi...” Ia menangis melihat jasad itu. Ia terduduk dilantai karena bersedih. Hatinya bagaikan diremas saat ini. wajah yang ia rindukan ada didepannya, bentuknya bagakan orang yang sedang tidur, apakah Qira selamat membuat Leon menggeleng tak percaya.
Dengan mata yang berair ia memandang dari sana, memandag wakah cantik itu lembut lalu menghapuskan air matanya, ia meletakkan kepalanya dipembatas itu lalu memejamkan matanya.” Biarkan seperti ini Qira.. aku mau bersama mu dan tidur disampingmu.” Gumamnya sembari meneteskan air matanya.
Tak Leon sadari jika mata Qira mengeluarkan air mata saat ini, entah apa alasannya juga tak tau, hanya saja ada detik yang bukan nyawa Qira, namun ada nyawa yang hidup dalam dirinya namun bukan dunianya. Qira hidup, namun berbeda tubuh saat ini. lantas apakah Qira bisa kembali?
....,
Wolaf melangkahkan kakinya dengan cepat menuju istana kerajaan klan bermata biru itu, rahangnya mengeras saat ini. ia sangat takut adiknya terjadi apa apa....Disinilah mereka sekarang, mereka berada diatas pohon sembari melihat istana itu, istana yang berada dihutan. Maksudnya ditengah hutan rimbah, sangat dalam dan sangat jauh dari kehidupan manusia. “Kita sudah sampai Kim...”
Baru satu langkah tapi tangan kakak Kim sudah dicegat oleh kakek Suke membuat kakak Kim berbalik lagi. Matanya memerah saat ini.” jangan bertindak gegabah Kim. Karena Istana klan Blierose sangatlah ketat dalam penjagaannnya. Bahkan dalam jarj jauh saja ia bisa merasakan musuh, jadi jangan berbuat sesuatu yng memperburuk keadaan. Jika kau datang tanpa ancng-ancng kuat itu, kau akan mati konyol, bukan menyelamati adikmu.” Ujarnya dingin.
Kakak Kim mengeratkan rahangnya.” Tapi
bagaimana caranya Kek?” Tanyanya lemah.
Kakek Suke diam sesaat sembari berfikir bagaimana mereka masuk tanpa harus melewati banyak orang, mereka harus merencanakan matang-matang saat ini.” Apa kakek pernah masuk kesana kek?” Tanya kakak Kim membuat kakak Suke terkejut.
Akek Suke mengangguk.” Puluhan tahun yang lalu..” Gumamnya secara tak jelas.
“Apa kakek masih ingat jalan keluar dan masuknya? Atau jalan tikusnya kek?” Tanyanya pelan membuat sang kakek terkejut, kenapa ia baru saja berfikir akan hal itu.
“Tapi apakah masih sama Kim? “ Tanyanya sedikit kurang yakin.
Kakak Kim mengangguk.” Kita coba dulu baru mengeluh yaa...!” Ujarnya dingin. Kakek Suke dan Kakak Kim pun julai bereaksi dan mendekat, mereka mendekat dititi titik dimana kakek Suke arahkan. Dibagian barat dan timur, katanya disana ada trowomngan bawah tnah yang memang dibuat untuk para pemimpin dan jlan rahasia. Ketika terjadi peperangan mendadak, maka jalan itulah akses supaya bisa keluar. Yang menjadi masalahnya sekarang disana ada du prajurit yang menjaga, mereka berdiri diluar jalan dan katanya didalam juga ada Tiga atau empat biasanya. Lalu bagaimana?
__ADS_1
“Apakah kita benar-benar akan lewat sini kek?” Tanya kakak Kim pelan. “pakah ita tak akan ketahuan? Disana ada pengawal..” Ujarnya pelan lagi.
Kakek Suke mengangguk mengerti. “ Kau lihat ini..” Ujarnya pelan. Ia mendekat lalu megeluarkan sesuatu dalam tangannya tapi tak terlihat. Itu adalah angin, angin itu menerpah pohon yang jauh disana membuat perhatian para prajurit itu menatap pohon.
Pohon itu bergiyang sedikit kencang membuat merek kembali mendekat lebih dekat.” Siapa disana..!” Teriak salah satu mereka sedikit merinding. Pasalnya mereka tak mampu melihat apapun disana dan yang paling membuat mereka takut karena hanya satu pohon yang bergoyang sedangkan yang lain tidak. Bagaimana ini?
Karena semua sudah menyingkir kakek Sike mengunkana ilmu peringan tubuh dan menyelinap masuk. karena jalan tak dijaga, mereka bagaikan orang bodoh melihat pohon itu.
Salah satu dari mereka mengusap tengkuk dingin.” Udah berhenti..” Ujarnya pelan.
Yang lainpun meneguk saliva kering.” Apakah han han han han hantu..” Ujarnya sembari bergetar. Ia bahkan tak sadar diarea kakinya basah karena air kemi. Ihh joroknya..
“Kamu ngompol?” Tanya yang lain membuat ia melirik kebawah benar saja sudah basah semua.
Temannya mengangguk membuat yang lain meningalkannya sendiri, mereka juga takut melihat pohon itu, karena katanya memang disana banyak setan, maklum lorong itu memang tempat penyiksaan, jadi jika ada yang menganggu berbentuk roh akan selalu mampu membuat mereka meremang. Tak jarang mereka hanya melhat sosok tanpa kepala, tanpa kaki atau kepalanya hancur, ada yang tak lagi bahkan ada hanya kepalanya saja juga ada malahan. Sungguh ini membuat mereka merinding sedari tadi tak berhenti henti...
Saat sudah sampai didalam lorong kakak Kim dan kakek Suke kembali berjalan dan was-was.
.....
Suara gerakan kua beriringan sekarag mulai memekakkan telinga, debu –debu berterbangan mengiringi langkah kaki kuda dan manusia. Dari arah utara dan arah barat membuat suara itu semakin terpacuh.
Semua rumah dibakar habis oleh salah satu rombongan, siapa yang lewat aan dibunuh karena perperangan itu. Sudah seharian ini mereka berkuda dan berkelana. Baik dua sisi mereka. Nafas mereka tersengal senggal karena lelah dan juga marah, namun semangat mereka masih memuncak menciptakan semua itu tak ada arti apa-apa.
Luka? Lelah? Sakit? Lapar? Semuanya lenyap dengan satu kata. MENANG..! mereka harus menang kali ini.
Memang benar, jika dibandingkan dengan kerajaan mereka, maka jauh berbeda dengan kerajaan mereka. Jika disini rumah para warna jauh lebih besar dan lebih tinggi, persawahan dan perkebunan sangat terawat. Belum lagi perairan mengalir dengan sempurna melalui bambu-bambu yang diikat lalu disana keatas. Seluruh sudut desa jadi kebagian airnya. Sedangkan hia dikerajaan mereka tak ada yang seperti ini, jika ingin air maka harus menggali sumur atau mencari mata air. Tapi masih banyak yang menggunaan sungai jika dikerajaan Langit maupun lainnya.
Kenapa persawaan dan perkebunan disini jauh lebih asri dan lebih bagus? Karena disini semua menggunakan siring sungai. Dipingirnya dibuat batu-batu supaya tak menerobos dan juga hancur, jadi semua sawah kebagian air dan mempermudah jalan air mengalir.
Bangunan disini sudah menggunakan tanah liat sehingga sangat kokoh sedangkan dikerajaan mereka hanya sebagian yang menggunakan tanah liat, semuanya memang sagat maju dibandingkan kerajaan mereka, mereka akui itu.
Kaisar yang memimpin dikatakan sangat bijaksana dan juga tegas membuat pembangunan yang luar biasa, belum lagi kerajaan ini jauh lebih besar dibanding kerajaan mereka. Kerajaan mereka yang kecil saja tak bisa dihendel seperti ini, lantas bagaimana kaisar kerajaan Barat mampu membuat dan membangun semua ini?
“Kita lewat kanan...” Ujar kaisar Yuan “mengarahkan tanganya kekanan.
“Aapakah masih lama sampai ayah?” Tanya Xian Li. Sudah lebih dari tujuh puluh kali ia bertanya hari ini membuat semua orang ingin menutup telinganya kesal. sedangkan ada juga yang lain memang hanya diam jika menyangkut jam dan waktu. Memang jaraknya sangat jauh harus menghabisan tenaga ekstra.
“Kita akan sapai sebentar lagi.” Jawab kaisar Alexon seadanya, ini untuk kedua kalinya mengijakkan kakinya disini karena dulu mengajak kerja sama, tapi dengan mudah ditolak oleh sang kaisar. Sakit? Tentu saja, tapi yang namanya butuh ya harus menurut atuh.
Suara kuda disebrang terdengar, decap-decap kaki kuda menyatuh dengan air terdengar jelas membuat kaisar Alexon dan lainnya melihat asal suara. Disana, arah sungai ada ribuan pasukan berpakaian besi datang dengan garangnya.
Mereka sekarang ada ditengah lapangan luas, bisa dikatakan gurun pasir yang memang disiapkan untuk perperangan. Meskipun mereka berperang, mereka memang harus mencari lokasi arena itu sebabnya harus ada konfirmasi dari salah satu pihat mengajuhkan perperangan dengan alasan yang masuk akal.
Hukum disini memang sangat kental. Karena mereka dibela dua pihak haris menyepakatinya. Tapi ada banyak juga yang menyerang secara mendadak licik
Mata kaisar Alexon menatap tajam asal suara, ia membelokkan kudanya sedikit menyering membuat ia dengan tegarnya menatap, disana ada kaisar Zauhan dibagian paling depan, pemimpin, disampingnya ada pangeran Wex sebagai panglima perang terhormat, padahal dengn Qira ia kalah, seharusnya itu posisi untuk Ren, namun karena Ren pergi jadi digantikan oleh pangeran Wex, dari pada kosongkan?
__ADS_1
Disampingnya lagi ada jendral perang, jendral pertahanan perang dan jendral dua dan tiga, ada juga banyak Pertahanan dua dan tiga, masing-masing berada dibarisan semuai pangkatnya, semakin tinggi pangkat maka semakin depan pula ia bertarung.
Mereka semakin medekat satu sama lain, mata sama-sama menyela dan marah. Hanya saja dibela pihak kaisar Zauhan sedikit bermata sendu. Pasukan kerajaan Langit sama dengan kerajaan Barat. Kok bisa?
Padahal lima kerajaan lo?? Karena mereka jauh, mana bisa mereka membawa ratusan ribu jika harus menggunaan kapal, belum lagi mereka tak punya kapal sebesar kapalnya nabi Nuh, kapal yang muat ribuan orang sekalipun, apa mereka minjam saja ya?
Mata kaisar Alexon dan kaisar Zauhan terikat. Kaisar Alexon yang saling tatap, hanya terpisah oleh lima meter saja.
”Salam ayah mertua..” Ujar kaisar Zauhan sopan. Kok bisa sopan? Dia sungguh kaisar Zauhan tak mau bertarung saat sesudah mendengar jika ini sistem adu domba.(Kayak aman penjajahan diindonesia dan Belanda ya) ia melunak supaya bisa menjelaskan bagaimana alur cerita.
Kaisar Alexon dan lainnya mengepalkan tanganya. “Aku tunangannya. Dan aku calon n suaminya... kau jangan mengada-ngada..! kau iblis yang sudah membunuh Putri Qira...!” putra mahkota Xiolenyei itu menarik kekang kudanya lembut membuat ia maju dua langkah, hampir setara dengan kaisar Alexon.
Kaisar Zauhan mengepalkan tanganya. “Aku tak pernah mau membunuhnya, aku dihasut oleh mereka mata-mata dari kerajaanku. “ Ujarnya jujur. namun masih dingin dan datar.
Putra mahkota Xian Li maju dengan terkekeh.” Jika begitu kenapa kau tega membuh Qira? apa salah adikku, sampai semua dendam ini menumbalkan dia. Katakan iblis..!” Teriaknya marah. Urat dilehernya menonjol karena menahan amarah yang tak tersalurkan, bagaimana ini? apa ia maju duluan.
“Aku dijebak. Aku tak pernah mau mmbunuh Qira, tapi ternyata akulah penyebab ia mati. Maafkan aku..!” Ujarnya kembali lembut.” Jangan ada peperangan. Aku tak mau Qira menangis karena kita. “ Ia membujuk untuk berdamai bukan karena takut, tapi karena ia tak mau membunuh orang yang Qira sayangi, salahkah? Tentu saja tidak.
Rahang kaisar Long Wey semakin mengeras, niat membunuhnya membunca tinggi, bagaimana caranya ia harus mengendalikan emosinya. “Bagaimana bisa kau menyalahkan orang lain.. Sedangkan kau sendiri menghantarkan mayatnya dikerajaan kami...... Apa salahnya ...!” Teriaknya marah. Bahkan teriakannya melebihi teriakan yang lain.
Kaisar Zauhan diam dengan tenang, “ Kita akhiri pertarungan ini karena kita hanya diaduh domba, aku membunuh Qira karena dihasut oleh orang lain, jadi mengertilah, kita sama sama dirugikan disini. Aku mencintai Qira dan aku menyesal telah membuhnya. Aku menyesal. Dan aku tak pernah menghantarkan mayatnya, Mayatnya bersama orang yang ia cintai..” Ujarnya dan mengulangi kata ‘Au menyesal’ karena memang ia sangat menyesal. Namun egonya ia tak mengatakan kata ‘aku minta maaf’ Kembali
“Omong kosong aa yang kau ucap pecundang..! Kau lebih berenseeek dari pria hidung belang, karena pria hidung belang tak akan tega membuh orang yang ia cintai. Dan kau membunuh Qira tapi mengakuh cinta? Pernyataan gila macam apa itu?” Tanya kaisar Alexon menetralkan dadamya sesa.
“Tak ada kata akhiri sebelum nyawamu aku akhiri. Kami disini mau membalaskan dendam putri kamu...” Kaisar Alexon mengangkat pedngnya drai sarumnya.
Sling...
Suara gesekan itu memekak kan telinga, bagian yang lainnya sudah mengeluarkan pedangnya juga membuat mereka ancang ancang. “Dengarkan penjelesan aku dulu..!” Ujar kaisar Zauhan saat ada perasaan tak enak. Bukannya tak mau atau pecundang, hanya saja ia tak mau menyaiti keluaga Qira, salahkah?
Namun kalimat itu sama sekali tak digubris oleh mereka. Pedang kaisar Aleon keatas. Menjulang tinggih serentak disana ada petir yang menyambar dan melengking.” Serang...!” Ujarnya keras.
Dong...
Suara gendang itu adalah simbol peperangan dimulai, itu juga sebagai bukti siapa yang menyerang duluan, bagaimana bisa? Bisa dong.... karena memang dizaman ini harus seperti itum Adat istilahnya.
.
.
.
.
.
Like komen and vote ya...
__ADS_1