Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
tenggelam


__ADS_3

Semejak Wolf dan Leon pergi, kediaman Qira menjadi lebih sepi. “ Fhuuuuuu.. ” Qira meniup helaian poninya yang keluar dari ikatan, ia sangat merasa bosan Semenjak Wolf dan Leon pergi dari kemarin, dia menjadi tak ada teman untuk bicara.


Qira turun dari ranjangnya, ia melangkahkan kakinya untuk keluar dari kediamannya, “ Putri, putri mau kemana?” Tanya Shu jin yang berada didepan pintu.


“Aku Sungguh merasa bosan mommy, aku ingin pergi mencari udara segar.” Jawab Qira sambil mengerucutkan bibirnya.


“ Saya akan ikut putri,” Ucap Shu Jin sambil menatap Qira.


“Tidak perlu, aku akan pergi sendiri.”


“Tapi putri—“


“Tak apa apa Mommy, lagi pula aku sudah hafal jalannya kok. ” Jawab Qira sambil meninggalkan Shu Jin “Sampai jumpa Shu Jin.” Teriaknya.


...


Qira melangkahkan kakinya menyelusuri jalan di istana langit. Sesekali ia bertemu dengan pelayan, kasim dan lainnya yang memberi hormat. Besok adalah hari dimana kerajaan tetangga akan datang untuk mengikuti lomba diulang tahun kaisar. Tepat Ia juga akan bertemu dengan saudara kembarnya.


Ia menuju kolam dekat dengan bunga lili, senyum tipis terselip saat terpahan angin menyapu wajahnya.


“Hallo putri yang terbuang...” Ucap seorang gadis. Ia menggunakan hanfu pink mencolok, dengan rambut yang diikat rumit.


Qira mengangkatkan satu alisnya,ia membalikkan tubuhnya untuk memandang sumber suara. ia memandang gadis itu dari atas sampai bawah berkali kali.


“Kau sudah dibuang, tapi masih mau memijakkan kakimu diiastana ini. Cx Menjijikkan!” Ucapnya sambil menatap Qira remeh


Qira masih diam dan memandang gadis itu dengan datar, ia sama sekali tak berniat untuk menjawab, ia melangkahkan kakinya pergi dari sana.


“Mengapa kau ingin pergi? Apa semua ucapanku itu benar?” Ucapnya lagi. Qira membalikkan lagi tubuhnya dan menatap seseorang itu.


“ Aku menjijikan?” TanyaQira “Kau tau, aku anak permaisuri SAH dikerajaan ini. Ini memang rumahku!. Dan kau?, Kau hanya anak selir rendahan yang menghina pemilik rumah yang kau tumpangi!. Kau itu hanya anak selir. Ingat itu!”


Gadis itu adalah putri Liang adik dari Putri Ken. Ia menatap marah kepada Qira, ia mengangkat tanggannya untuk menampar Qira.


Hap...

__ADS_1


“Bahkan tangan kotormu tak pantas menyentuhku...” Ucap Qira dengan menangkap dan menghempas tangan putri Liang dengan kasar. ia mengelap tangannya pada baju putri Liang seakan akan ia sudah memegang kotoran.


“Beraninya kau...” Teriak Putri Liang, ia memegang tangannya yang terasa sakit karena dihempas Qira dan menatap tajam dengan Qira.


Qira melangkahkan kakinya untuk pergi dari sana, belum sempat ia melangkahkan kakinya. Putri Liang mendorongnya kebelakang. Qira menghindar serangan itu. Tapi sialnya tanah yang ia pijaki adalah tanah yang licin, mengakibatkan ia jatuh kebelakangnya. Tak ingin jatuh sendiri, ia menarik tangan putri Liang, setidaknya ia tidak jatuh sendiri bukan?


Byurrrrrr.......


Qira dan putri Liang jatuh dalam kolam, kolam itu cukup dalam, kedalamannya sekitar 3meter. Qira memang pandai berenang, tapi lagi lagi ia terkena sial. Kakinya tersangkut oleh sesuatu, membuatnya tak bisa berkutik. Ia berusaha untuk melepaskan kakinya tapi tetap tak bisa.


Tak jauh dari kolam terdapat tiga pria yang berjalan menuju kediamannya. Mereka adalah putra mahkota Xian Lii Yuan, Guang lii dan juang lii. Mereka mendengar suara sesuatu yang terjatuh kedalam kolampun mengalihkan pandangannya


“Apa itu?” Tanya Guang Lii.


“Aku juga tidak tau, coba kita lihat kesana.” Jawab Juang Lii yang di angguki oleh putra mahkota.


Mereka pergi melangkah Menuju ketempat sumber suara, disana ada beberapa pelayan dari putri Liang yang meminta tolong.


“Ada apa ini. Dimana putri Liang?“ Tanya putra mahkota Xian Lii.


“To tolong, tolong yang mulia. Putri Liang dan putri Qira terjatuh kedalam kolam.” Ucapnya dengan terbata bata. Ia sampai melupakan memberi hormat kepada putra mahkota.


“Apa! Mengapa kalian diam saja!.” Teriak Juang lii


Byurrr...


Tanpa banyak bertanya ia menyeburkan dirinya kedalam kolam itu, dan itu dilihat oleh Qira, ia bisa merasakan itu adalah putra mahkola. Kakaknya. Ia hanya menggerak gerakkan tangannya isyarat untuk meminta tolong.


Putra mahkota Xian mencari putri Liang dan Qira didalam kolam itu. Ia bisa melihat putri Liang yang sudah tak bisa bernafas, ia bahkan sudah sangat lemah dan tak lagi bergerak.


Tak jauh dari sana ia juga melihat Qira bergerak sembarang arah seakan akan meminta tolong. Ia tak bisa berfikir jerni. Ia berfikir jika putri Liang sekarang jauh lebih membutuhkannya. Karena ia berfikir jika Qira masih cukup kuat untuk bertahan.


Ia mendekap tubuh putri Liang dalam pelukannya dan berusaha berenang keatas permukaan. Qira melihat hal itu menjadi terdiam ditempat, tak lagi memberontak dan tak lagi berusaha. Entah ia rasanya ingin menangis tapi waktu dan tempatnya bukanlah tempat yang tepat.


Putra mahkota muncul diatas permukaan kolam dengan memeluk putri Liang.” Dimana Qira?” Tanya Guang Lii. Putra mahkota tak menjawab, ia masih mengambil nafas dengan rakus.

__ADS_1


Guang Lii tak bisa menahan kekhawatiran lagi dan melompat kedalam Air disusul oleh Juang Lii.


Guang Lii dengan gusarnya mencari Qira, begitu juga dengan Juang Lii. Saat mereka sudah menemukan Qira, mereka berusaha menarik Qira tapi tak bisa karena kakinya yang tersangkut. Juang Lii berusaha melepaskan kaki Qira dan Guang Lii memeluk Qira dengan Erat. Qira sudah sangat lemah. Untunglah dia pernah hidup dihutan dan sering bermain disungai, jadi ia masih cukup kuat untuk sadar. Hanya saja tubuhnya sudah sangat lemah. Saat Juang Lii sudah bisa melepaskan kaki Qira yang tersangkut, mereka sama sama membawa Qira keatas permukaan Air.


Putra mahkota Xian saat ini melihat putri Liang yang sudah sadar . Tapi pikirannya tertuju pada Qira yang meronta meminta tolong dikolam tadi, ia hanya ingin menolong putri Liang lalu membantu Qira. Tapi ia sudah didahului oleh Guang lii dan juang lii. “Sial...” Teriaknya frustasi.


Guang Lii, juang Lii dan Qira muncul dipermukaan air. Guang Lii memeluk Qira dengan erat. Ia membawah Qira ketepi kolam. Tubuh Qira sudah sangat lemah, tapi ia masih sadarkan diri.


“Pelayan! Panggil tabib sekarang.” Teriak Juang Lii


Guang Lii memandang Qira, Qira menangis saat itu, ia bukan takut akan kematian. Ia hanya merasakan sakit dihatinya saat tau kakak kandungnya lebih memilih membantu Putri Liang.


“Jangan takut, kau sudah selamat sekarang, kami akan bersamamu dan melindungimu.” Ucap Guang Lii, Ia mengeratkan pelukannya kepada Qira. Ia mengira jika Qira masih takut akan kejadian itu. tapi bukan mati masalahnya!.


“Pengawal! Pancung semua orang yang menonton kejadian ini tapi tidak membantu putri Qira.” Teriak Juang Lii hanya putri Qira tidak dengan 'Putri Liang. Padahal mereka adalah kakak kandung putri Liang bukan?, ia mendekati Qira dan memeluknya lembut.


“Jangan takut, kami bersamamu.” Ucapnya ia mengelus pipi Qira dengan lembut. Qira tambah terisak. Bahkan orang lain lebih menyayanginya dari pada kakak kandungnya.


Putra mahkota mendekat untuk melihat Qira dengan rasa bersalahnya.


.


.


.


.


.


.


**hay para pembaca Qira. terimakasih yang masih setia menunggu updatenya setiap hari. dan terimakasih buat yang udah Like, komen dan Vote


berkat semua dukungan kalian autor jadi sangat semangat untuk melanjutkan cerita ini. Buat yang kasih saran, Autor juga sangat berterimakasih, Karena memang ini karya pertamaku di novel toon. emang masih butuh bimbingan dari kalian.

__ADS_1


terimakasih mau baca cerita ini yang menurut Autor jauh dari kata Bagus.


sekali lagi biar autor tambah semangat melanjutkan ceritannya. jangan lupa Votenya yaaaa semua.😇😇😇😇**


__ADS_2