Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Rindu


__ADS_3

Mata itu kosong menatap kedepan, dimana hamparan bunga membuat siapapun akan merasa sejuk. Namun entah kenapa sosok gadis ini sangatlah kosong, ia mengerjab dengan ragunya. “Kamu kenapa Qirana?” Tanya seseorang membuat sosok yang dipanggil Qirana itu sedikit menatap kebelakang.


Disana ada sosok yang paling ia rindukan. Sosok dimana yang ia harapkan pelukannya dan kasih sayangnya. Ia menggeleng tanda tidak apa-apa. Ia kembai menatap kedepan dengan tatapan kosong dan kesedihan.


Sosok wanita paru baya itu menatap Qirana sedih, semenjak seminggu lalu ia bangun, ia sama sekali tak mengeluarkan kata-kata apapun, yang ada hanya menggeleng lalu mengangguk, bahkan sosok itu hanya melamun bagaikan orang kehilangan jati dirinya. Namun tepukan dibahunya membuat ia menada dan menatap sang pelaku. Ia menangis dengan isakan. “Qirana... Kamu hiks hiks..” Ia menangis menatap sang putri.


Sosok gadis Qirana tak lain adalah Putri Zhu Qira Han. Ia kembali kedunia modernnya ia benci dunia ini, ia lebih menyukai dunia kuno itu, setidaknya ia punya keluarga mencintainya, disini? Ia hanya punya kesedihan dan kemalangan, masa lalunya yang sangat buruk membuat ia benci berada disini.


Ia bangun ketika tiga bulan koma dan kritis. Padahal ia sudah melewati tiga tahun didunia kuno. Bagaimana bisa? Apakah selama ini ia hanya mimpi? Lalu bagaimana keadaan disana? Pasti saat ini teman-temanya sedang menangis. Lalu bagaimana ayahnya? Long Wey? Mengingat itu membuat air mata Qirana berderai. Ia benci akan hal ini, jika ia memang ditakdirkan untuk sesaat disana, ia ingin mati saja, ia tak akan mau kebahagiaan sesaat.


Qira bisa merasakan pelukan hangat dari ayahnya dari belakang, tapi pelukan ini tak sehangat pelukan Leon ataupun Wolf, tak semanis pelukan kaisar Long Wey ataupun kaisar Zauhan. ia benci pada kenyataan yang membawanya kembali didunia jahat ini, ia benci. “Maafkan ayah sama ibu nak.. maafkan ayah yang selalu nyakitin kamu..” Ayhahnya kembali menangis dipelukan Qirana, meratapi penyesalan. Ia ayah yang kejam, membeda-bedakan kasih sayang antara dirinya dengan anaknya yang lain.


Ayahnya yang selalu memukulnya padahal ia tak salah, ayahnya yang slealu mengekangnya padahal ia butuh keebasan. “Maafkan ayah.. ayah janji akan kasih apapun untuk kamu, jadi jangan kayak gini ya... ayo ngomong nak, ayah rindu suara kamu..” Ujarnya histeris. Ia masih memeluk Qirana dari balik punggungnya.


Sedangkan ibunya sudah mendekat lalu memeluk kaki Qiraa, ia memeluknya erat meminta permohonan, disana ada Kasih sang adik yang ia selamatkan, dan juga abangnya bernama Andika menatap Qirana sedih. Sungguh, Qirana bagaikan mayat hidup, tak pernah merespon kata-kata orang lain, bisanya hanya menangis yang orang lain tidak tau apa yang ia tangiskan.


Qirana sudah merasaan mereka meraung menangis meminta maaf, tapi Qirana seakan buta dan hilang akal. Ia hanya menatap mereka saja tanpa mau mengatakan apapun. Ia bisukah? Entahlah, tapi saat ini ia tidak bisa bicara apapun.


Kepala Qirana dielus lembut oleh ayahnya lalu ia mengecup pelan kepalanya. Ia bersyukur karena Qirana anaknya selamat dari kecelakaan itu. Ia hampir gila saat anak yang selama ini yang selalu ia sakiti kembali hidup. Qirana sekarang menggunakan kursi roda ya.


“Ayoo kita balik aja. Udah waktunya kamu pulang kerumah, kamu maukan pulang? Bunda masakin ayam bakar kesukaan kamu.” Ujar ibunya memandang Qirana piluh.


Udah telat bu udah telat...! ia bahkan selama ini selalu makan ayam bakar dengan nikmat dan penuh kasih sayang..!” Qirana berteriak dan memaki dalam hatinya. suaranya tak keluar sedikitpun namun matanya menajam.


Ayahnya dan ibunya saling pandang. Mereka tau jika Qirana sangat menyukai ayam bakar, tapi dulu dengan jahatnya ibu dan ayahnya menjatahkan punya Qirana. Qirana tak mempunyai banyak kasih sayang sehingga ia bisa makan enak buatan ibunya.


Kursi roda Qirana didorong oleh ayah dan ibunya. Ia hanya diam saja tanpa menjawab atau apapun itu. Dia hanya diam-diam saja tanpa menyahut apapun. Dengan berat mereka membawa anak tanpa dimaafkan olehnya. Mereka menyesal, dari kecelakaan itu membuat mereka sadar jia Qirana berarti dan putri mereka juga.


Mungkin hari ini mereka belum dapat maaf dari Qirana. Mereka akan berusaha supaya bisa dimaafkan oleh putri mereka, dan mereka berjanji akan hal itu.


.....


Qirana mengalami patah kaki membuat ia harus menggunakan Gift. Sudah satu bulan namun kakinya masih sakit, patah kaki dari Qirana itu mengenai tulangnya yang rusak parah., penyembuhannya bahkan menghabiskan enam bulan, dulu ia dioprasi dibagian kepala karena geger otak.


Jantungnya rusak dan melemah membuat ia hanyalah anak penyaitan saat ini. ia bahkan tak bisa terlalu lelah dan makan sembarangan. Sunggu Qira benci hidup semacam ini..


“Dekk.. sini abang anterin yuk sekolahnya..” Ujar abangnya. Ia membawa mobil kesekolah, ia kasihan melihat adiknya yang dulu selalu ia tinggalkan saat berangkat sekolah, karena malu punya adik seperti laki-laki. Tapi kenapa ia tak malu mempunyai adik penyakitan seperti saat ini?


Qira hanya diam tanpa ekspresi. Tapi ia tak membantah, ia masih menggunakan tongkat dan kakinya digift. Tentu saja ia mau sekolah karena suntuk dirumah. ia benci ayah dan ibunya sekarang sok perhatian. Dimana mereka dulu? Apa ia harus mati dulu baru ayah dan ibunya sadar.


“Sini kakak bantu..” Ujar Andika sang kakak melihat sang adik susah berjalan. Ia membantu adiknya namun dengan cepat Qira menepis tangan kakaknya itu untuk berjalan sendiri, ia benci dikasihani. Jika mereka baik karena kasihan lebih baik mereka tetap jahat saja.


Qira memasuki mobil kakaknya. kakaknya Dika ini kelas tiga sedangkan ia kelas dua, mereka satu SMA. Dulu ia ingin mempunyai mobil tapi sayangnya ayah Qira sama sekali ta peduli. qirana hanya punya motor hasil dari tabungannya, dan itu hanya motor Mattic saja.

__ADS_1


Saat diperjalanan Dika sedikit-sedikit melirik adiknya yang diam saja, tatapan masih kosong dan sedih. “ Kamu kenapa Qiqi? Kenapa kau berubah? Kenapa kau tak bisa bicara? Apakah karena kecelakaan itu kau bisu?” Tanyanya takut. Ia taunya saat Qira bangun Qirana tak mampu bicara apapun dan sampai detik ini Qira tak bicara padanya. Apa salahnya?


Qira mendengarnya, hanya saja ia tak menatap Dika dan tak menjawab. Ia tak mau bicara dan tau mau mengelarkan suaranya. Ia termenung dalam dirinya. ‘Apakah aku bisa kembali kezaman itu? Aku ingin kembali dan bertemu dengan mereka bagaimana caranya. Dimana jalannya? Tuhan, bantu aku untuk bertemu dengan mereka..” Gumamnya dalam hati,


“Qiqi..!” Qirana terkejut saat Dika mengusap kepalanya, ternyata merea sudah sampai.


Sebenarnya Dika kesal saat sang adik tak menjawab pertanyaannya, tapi ia ta mau adiknya ketakutan. Ia tak mau mencari masalah lagi, cukuplah adiknya mengalami kejadian berat. Qira mengangguk, ia mengeluarkan tongkatnya lalu “ Sini kakak bantu.” Dika meletakkan tanganya ditekiat Qira, ia menggelendong Qira sampai keluar dari mobil.


Qira mematung, ia baru ali ini sedekat dan disayang oleh kakaknya. “Kau bisa berdiri?” Tanya Dika menatap Qira yang belum juga melepas diri.


Qira menggeleng lalu menganguk. Ia mulai berjalan tanpa mengucapkan terimakaih ataupun sampai jumpa. Dika menatap sang adik dengan tatapan sendu. “Maafkan kakak ya. Kakak emang kakak yang buruk.” Ia memgusap pipinya yang basah, ia merasakan sakit didadanya melihat Qira tak mau bicara.


“Ehhh kak udah sembuh ya’’


‘Aduh kak makin putih ya gara-gara lama dirumah sakit’


‘kakak cantik banguaat’


‘Nyatanya sekarang lumpu’ “Hahah dia tu Qirana gadis perusuh itukan? Wah wahh... karma ni.’


Banyak ucapan orang lain, ada yang senang dan ada juga yang mencibir. Berapa banyak yang sedang dan mencibir? Maka jawabannya adalah banyaklah yang mencibir, sebab manusia tu tenpatnya membua dosa bukan?


Qirana masih diam tanpa mengucap apapun, ia masih bejalan dan terus berjalan mengabaikan ucapan-ucapan orang lain. ia tak mau ambil pusing dan tak mau repot-repot, sebab dulu ia tak pernah mencari masalah dengan orang lain dan tak akan mau cari masalah.


“Gue kangen banget sama loe, sumpah Qiqi... Loe lama banget tidur nya.” Ujar salah satu dari mereka yang namanya Leo, yapp. Salah satu alasan kenapa Qira memberi nama Leon itu karena ia mengangap Leon adalah Leo. Salah satu lagi namanya Lingga. Ia ikut memeluk Qiqi dalam.


Qirana tersenyum lalu membalas pelukan mereka. “Gue juga kangen banget sama kalian.’” Ujarnya pelan, inilah suara yang pertama kali ia keluarkan sedari selama satu minggu ini. rasanya suaranya sangat mahal untuk orang-orang yang menyakirinya. Salahkah? Ia memang ta bisa bicara, tapi pada orang yang ia hindari.


Leo dan Lingga melepaskan pelukannya lalu menatap kaki Qira, ada Gips dan tongkat, “ Loe udah nggak apa-apakan? Kenapa loe masuk sekolah? Tunggu pulih dulu dong.” Ujarnya lembut.


Lingga menepuk tangan Leo.” Kan bonyoknya benci Qira jadi sekolah tempat terr the bast bagi dia.” Bisiknya pelan namun terdengar oleh Qira.”Kita bantuin kekelas yuk..” Tawar Leo saat merasa canggung.


Qira mengangguk. Dengan gerak santai Leo berjongkok didepan Qira.” Ayok gue gendong katak biasa. Gue kan kuda loe. Gue kangen banget gendongin loe hahaa.” Ia menarik tangan Qirana lalu dengan hati-hati menggendong Qira supaya betisnya tak tersentu.


“ Sini tas loe biar gue bawah, sekalian tongkatnya. Loe kan masih lemah jadi enggak boleh bawa berat-berat.” Ujar Lingga manis lalu memeluk tas berwarna Biru itu.


Qira merasakan matanya berkaca-kaca. mereka persis seperti Leon dan Wolf. Qira merindukan mereka, ahh bagaimana ini? “Loe kenapa nangis Qi?” Tanya Lingga khawatir mendapati pipi Qira berair. Ini pertama kali ia melihatnya, pasalnya Qira adalah gadis yang ceria.


“Gue Cuma kangen aja sama kalian. masakasih ya udah mau jadi temen baik gue.” Ujar Qira lalu memeluk leher Leo erat supaya tak terjatuh. Lingga dan Leon pun mengangguk dan terkekeh.


Lingga mengelus kepala Qira sayang, sedangkan Leo mengangguk.” Buat prinses kita apa sii yang enggak.” Ujarnya tersenyum manis.


Lingg dan Leo itu adalah salah satu pria incaran disekolah Qira. Wajah? Sangat tampan, mirip dnegan Oh Sehun. Sedangkan Leo mirip Partcanyeol. Bagaimana bisa mereka menolak pesona mereka? Hanya saja mereka tak menyukai joget dan dens. Ya, katanya jyjyks bana hh.. namanya juga selerakan? Mereka bukan termasuk dalam golongan selera itu.

__ADS_1


.....


Setelah memasuki kelas Qira duduk dibangku paling belakang. setelah gurunya masuk ia diam tak bergerak atau menjawab pertanyaan demi pertanyaan orang lain hingga mereka mengangap Qira menjadi bisu setelah kecelakaan itu. Entahlah Qira rasa itu tak penting membuat ia acuh saja.


Setelah satu jam belajar ia merasakan kepalanya seperti dielus sayang dan ada kecupan hangat dipipinya semua tu membuat ia mengantuk dan matanya sangat berat. Ia menguap beberapa kali lalu tak tau lagi arah. Ia menjatuhkan kepalanya diatas Meja. Ia memilih tidur.


Dalam tidurnya ia melihat kakak Kim yang mengopres tubuhnya penuh kelembutan, lalu mengecup pipinya. Ia ada disana namun ia tak mampu menggapai kakak Kim. “Kak... Kakak Kim jangan menangis..” Ia mengelus pipi kakak Kim lembut sangat lembut. matanya melirik disampung kakak Kim, sosok dirinya dulu. Putri Zhu Qira Han. Wajah pucatnya tertidur lelap dan sngat damai.


Ia mendekati tubuh itu lalu memeluknya.” Aku mau kembali.. Aku tidak mau melihat kakak Kim gila Qira. bagaimana ini hiks hiks. Aku mau kembali, bawa aku kembali kesini.. hiks hiks..” Ia menangis keras disana. Ia memeluk qira sayang.


Setelahnya ia melihat kakak Kim menggenggam tangan Qira yang sudah mati lalu menciumnya penuh khidmat. “ Ayo bangun sayang. Aku menungumu bangun... cup.. Cup..” Seyelah mencium tangan Qira ia memajuhkan wajahnya lalu mencium wajah Qira, mulai dari kening, mata kanan dan kiri, hidung, dagu dan yang terakhir bibir, cukup lama dan sangat lama. Ia hanya menempelnya saja, namun air matanya menetes dipipi Qira.


“Kakak Kim... aku juga,, kak ayo bangun kak,jangan seperti ini..” Tapi sayangnya ucapan Qira tak digubris atau dilihat oleh kakak Kim. Kakak Kim bahkan mendekati Qira lalu memeluknya dalam tidur. ia mengelus pipi Qira sayang dan mendekapnya erat.


Kakak Kim meletakkan kepalanya didada Qira lalu memejamkan matanya, nampak diwajah kakak Kim wajah yang sangat sedih dan merana, bahkan air matanya masih menetes membuat Qirana ta tahan. Mereka tertidur pulas dalam berpelukan.


“Dewa bawa aku kembali kepada mereka. Aku tak mau melihat kakak Kim seperti ini. “ Ujar Qirana pelan...


“Hiks hiks hiks..” Air mata Qira yang sedang tertidur keluar dengan isak tangisnya membuat seluru teman kelasnya menatap Qira aneh. Isakan itu semakin menjadi dan semakin kencang.


Leo dan Linga melihat itu terkejut, mereka dudul dibelakang Qira dan Qira duduk disamping Lia. Dengan gerak cepat ia membangun Qirana.” Hey Qira.. kamu kenapa?” Tanya Leo panik ia mengguncang tubuh Qira sedikit kasar karena takut.


“Kakak Kim...!” Teriak Qirana sadar. “Kakak Kim... Tolong kakak...!” Ia meribcaui tak jelas dan segera bangkit, tapi ia tak sadar jika kakinya patah.” Argha. Bugh..” Ia terduduk namun kursinya tertendang membuat ia terjatih dilantai.


Dengan segera Leo dan Lingga mendekati Qirana lalu membantunya, namun sayang ya Qira sudah tak sadarkan diri. Dengan segera mungkin ia membawa Qirana keUAS Dan memberi penanganan. Dengan rasa khawatir dan cemas mereka membawanya tergesagesa tanpa pandang siapa didepan yang penting diterjang.


...


.


.


.


.


Awalnya aku tu mau ksih kristal.kehidupan aja buaT Qira supaya tetap hidup. Tapi nanti malas sama dengan Novel tetangga nanti jadi bisik bisik tetangga kalo aku Copas. Jadi aku mau tamatinnya beda sama Novel lain


Kenapa mau beda kak? Soalnya enak aka hehe...


Maaf ya nggaknup darinkemarin


Soalnya ada agenda hehe.... Jangan lupa likw komen and vote ya...!

__ADS_1


__ADS_2