Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Minta penjelasan


__ADS_3

“Leon, Wolf.” Teriak Qira. Langkah kaki mungilnya berjalan cepat, ia mulai mencari Leon dan Wolf. Semua orang yang menunduk menatapnya tadi sekarang menjadi mencemooh Qira.


Cih Qira sangat muak akan hal ini. mereka menunduk hormat sebelumnya karena ada kaisar Zauhan, ya memang, mereka berfikir jika Qira adalah Ming Zu gadis bodoh, ada sebagian dari mereka yang menunduk hormat, ya siapa lagi jika bukan yang tau jika Qira memang hebat dalam bela diri.


“Qiqi..” Teriak Wolf tak jauh dari Qira.


Mata Qira sekarang menjadi bahagia saat melihat teman-temannya sudah berada didepannya. Qira tau jika Wolf dan Leon selalu menjaganya dari jauh, ya. Jangan lupakan jika Qira bisa merasakan situasi dari jarak jauh.


“Qiqi..” Ucap Leon. Mereka berjalan ingin memeluk Qira.


“Adoh... adoh... kenapa kau menjewer kami.”Kaki Wolf dan Leon terhenti. Telinga mereka dijewer Qira. Mata Qira tajam bak elang.


“Qira lepaskan, telinga kami bisa putus.” Ucap Wolf memelas.


Qira melepaskan jewerannya. “Sekarang jelaskan mengapa aku mendadak jadi permaisuri? Kalian tau bukan, judul novelku itu ‘PUTRI ZHU QIRA HAN, bukan Qira mendadak jadi permaisuri malaikat maut.” Kata Qira sambil mengibas-ngibas tangannya.


" Tanya aja sama author" Jawab Leon.


" Dasar author nggak punya akhlak" Jawab Qira.


" Dasar novel durhaka" Author


wkwkwk. balik lagi ya.


Wolf dan Leon menegang ditempat, mereka menggaruk tengkuk. “Anu...” Ucap Leon gugup.


Qira berdecak pinggang. “Ayo jelaskan. Jika tidak, aku akan menjual kalian.”


“Hey. Kami ini sahabatmu..”

__ADS_1


“Memang, tapi itu tak akan mengurangkan niatku menjual kalian.”


“Qiqi... “ Leon dan Wolf mulai merengek. Qira melipatkan tangannya didada. “Jelaskan cepat.” Ucap Qira. Wolf dan Leon mengajak Qira duduk dikursi dekat sana.. “Aku akan menceritakannya. “ Ucap Leon.


Flashback.....


Kaisar Zauhan menatap Qira cukup lama. Ia duduk dikursi dekat jendela sambil menyesap tehnya. “Baiklah. Kita mulai permainannya.” Ucapnya.


Kaisar Zauhan bangkit dari duduknya, ia memberi Qira ramuan berwarnah hitam kekuningan. Sesaat setelahnya, bahu Qira bersinar bagaikan emas. Kaisar Zauhan tersenyum tipis saat tanda itu sudah berbentuk. Ia menggendong tubuh mungil Qira.


Kaisar Zauhan membawa Qira pergi. Ia membawa Qira santai keluar kamar, saat sampai disana, ia menggunakan ilmu peringan tubuh untuk pergi kekuil suci. Tepatnya kuil itu kuil terpencil.


“Hormat kepada yang mulia.” Pria paru baya yang memakai baju serbah putih itu tunduk saat kaisar Zauhan sampai. Rambutnya sudah putih seluruhnya, mengenai umur, bisa kita prediksi sendiri kali ya wkwk. Ia bahkan berhenti beraktivitas saat melihat kaisar Zauhan datang.


'Ada apa kaisar ini datang' Batinnya.


“Mak mak maksud yang mulia?” Tannyanya gugup.


“Tetua Cin, nikahkan kami tanpa bertanya.” Titahnya tegas.


Tetua cin pun tak bisa berkata apapun, ia hanya mengangguk patuh dan menyiapkan peralatan pernikahan. Ia bahkan tak berani menanyakan, ‘Mengapa menikah mendadak? Mengapa tidak dihari yang tepat? Tubuhnya bahkan bergetar hebat ketika kaisar Zauhan menatapnya dingin.


“Leon... jangan gegabah, ia bukanlah lawan kita.” Ucap Wolf. Ya, mereka mengawasi Qira dari kejahuan, sebenarnya kaisar Zauhan tau, tapi ia hanya membiarkannya saja, saat ini yang bahaya menurutnya adalah Qira. Meskipun Qira perempuan, tapi kemampuannya tak bisa diremehkan.


“Tapi Wolf, lihat dia menikahi Qira yang sedang pingsan, dia kaisar gila...” Bentak Leon.


“Leon kecilkan suaramu.” Bisik Wolf. “Kita akan membantu Qira saat ia sudah sadar nanti, kau ingat bukan? Kita melawan kesatrianya kaisar Zauhan saja tidak mampu. Bagaimana jika menghadapi kaisar Zauhan.” Lanjutnya.


“Aku tidak peduli Wolf. Matipun aku rela untuk Qira...!”

__ADS_1


“Kau bodoh...! jika kita mati, untuk apa kita membantu Qira, dia pingsan , sudah pasti sia-sia. Beda jika saat ini Qira sadar, ia pasti membantu kita melawan kaisar Zauhan, dan meskipun kita mati, Qira akan aman dan pergi sejauh mungkin.” Jelas Wolf.


Leon berfikir jika semua yang dikatakan Wolf benar, semuanya sangat benar. Jika mereka mati, lalu apa gunanya membntu Qira yang pingsan. “Lalu bagaimana jika Qira marah?”


“Dia tidak akan marah. Kita punya alasan akan hal ini, lagi pula, aku yakin jika ia bisa selamat dari kaisar Zauhan. Kau harus tanamkan dihatimu, jika Qira adalah wanita hebat.” Ucap Wolf menenangkan. Sedangkan hatinya berkecamuk perih, ia sangat khawatir sebenarnya saat ini. tapi jika ia menunjukan bahwa ia juga khawatir, lalu siapa yang kan menguatkan dan mengingatkan? Siapa yang menenangkan?. Wajar bukan jika Wolf sebagai calon raja masa depan?


“Tapi Wolf.---“


“Sudah Leon. Sekarang yang terpenting itu. Kita selalu mengawasinya, jika kaisar Zauhan menyakitinya, baru kita maju dan melindungi Qira.”


Wolf dan Leon kembali menatap kaisar Zauhan dan Qira yang diats altar dan menghadap bmatahari, mereka bersujud dan berdoa..


(Tradisi kuno menikah dibawah matahari alias meminta berkah dari dewa. )


Kaisar Zauhan membawa Qira menuju altar, ia meletakkan tubuh lemah Qira disampingnya dan memeluk Qira erat. Ia mulai mengikuti ucapan ikrar janji antara ia dan Qira. Tetua Cin memberi arahan janji suci tersebut.


Ritual yang sama sekali tak Qira nikmati dan ketahui itu menjadi ikatan antara dirinya dengan pria yang sama sekali tak ia kenali.


Kebodohannya yang tak mau mendengarkan nasehat orang yang lebih tau darinya membuat hidupnya jatuh sejatuh jatuhnya kelubang yang sama sekali ia tak tau kedalamannya. Ia sudah terlanjur jatuh.


Andai Qira tak mengikuti nafsunya untuk memasuki istana satu itu, mungkin saat ini ia tertawa bersama Wolf dan Leon dijalanan. Tapi nyatanya semua itu tak terjadi karena kecerobohannya.


Kalian tau tidak, jika satu kata yang keluar dari mulutmu bisa merubah jalan hidupmu detik itu juga? Kamu tau tidak? Jika satu kali tanganmu mengibas dapat menyakiti orang lain? Dan kamu tau betapa cemasnya orang yang selalu mewanti-wantimu untuk tidak berbuat yang mereka tau konsekuensinya?. Berfikirlah yang cerdas, karena. Terkadang apa yang kamu lakukan sangat berpengaruh terhadap orang lain. Bahkan menghancurkan orang lain.*


Wolf dan Leon tak sadar jika rintik hujan kembali banjir dipipi mereka. Mereka tak tau mengapa begitu sesak saat melihat Qira sudah terikat dengan orang lain, apa mereka masih bisa seperti dulu? Saling berbagi kasih dan saling menghangatkan?. Mereka juga sangat merasa bersalah akan hal ini. mereka selalu berjanji untuk melindungi Qira, tapi nyatanya sampai detik ini mereka tak dapat melindungi Qira. Bahkan yang melindungi dan mengorbankan nyawanya itu Qira. Qira yang selalu melindungi dan memberi kebahagian kepada mereka.


Setelah kejadian itu, kaisar Zauhan mengumumkan jika Qira adalah istrinya saat ini. mereka sudah menikah dikuil suci terpencil dengan membawa tetua Cin sebagai bukti. Semua orang tak mampu menentang, karena kaisar Zauhan tak perenah ditentang dan siapa yang ingin mati!


Of Flashback.....

__ADS_1


__ADS_2