Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
mandi


__ADS_3

..


“Kalian dari mana?” Tanya Yuan saat melihat kaisar Zauhan datang dengan wajah datar seperti biasa sedangkan Qira memeluk leher kaisar Zauhan dan memilih tidur.


Kaisar Zauhan tak bergeming. Ia hanya melirik Qira sebagai jawaban.


Tapi Yuan sedikit salah paham.” Qi qi qira kenapa? Apa dia sakit? Apa dia diserang perampok? Maafkan aku yang tak bisa menjaganya. Bawa kedalam saja ayyooo kita harus mencari tabib....” Ucapnya panik.


Qira mengangkat kepalnya lalu menepuk pundak kaisar Zauhan.” Turunkan aku..” Ucapnya memerintah.


Bugh,.


Arrrhh


2x Pantatnya mencium tanah. bayangkan 2x....!


“Hey mengapa kau menurunkanku..!” Teriak Qira karena tanpa aba-aba kaisar Zauhan menurunkannya secara tidak manusiawi.


Kaisar Zauhan berwajah datar, sepertinya moodnya sangat buruk saat mendengar jika Qira membahas teman-temannya itu.” Kau yang meminta.”


“Kau tidak apa-apa Qira?” Yuan sangat kaget saat kaisar dngan Tidak sukanya melepaskan gendongan itu. Aah, pasti sakit sekali pikirnya. Hanya saja tidak dengan Qira. ia hanya kaget dilepas secara tidak berpri kebokongan.


Qiar menerima uluran tangan Yuan dengan baik. Ia menatap kaisarZauhan taja. Baru malam tadi ia bilang cinta. Lalu sekarang ia menyakitinya. Ciih, cinta apa ini namanya.”Aku hanya kaget.” Qira mengangkat dagunya tinggi, tak akan ia biakan harga dirinya jatuh.


Kaisar Zauhan sedikit meradang saat Yuan membantu Qira membersikan bajunya yang kotor karena terjatuh. Sekarang ia mendekat lalu memposisikan dirinya ditengah-tengah Yuan dan Qira.” Jangan sentu milikku.” Desisnya.


"Tadi saja kau menjatuhkan ku. Sekarang mengatakan aku milikmu." Cibir Qira sosis yang ditanggapi oleh kaisar Zauhan datar.


“Ta tapi kau sangat kasar padanya.” Yuan sedikit takut saat menjawab.


Namun sebelum menjawab Ren sudah mendekat lalu berbicara pada kaisar Zauhan.” Zou. Kita akan pergi kerumah sebelah untuk membantu tabib Yaoyao dan Taotao.”


Qira meresepon dengan cepat.” Aku ikut.”


“Kau saja belum mandi.” Cibir kaisar Zauhan.


“Emangnya kau sudah mandi?” Tanya Qira mencebik.


Kaisar Zauhan hanya diam saja. Ia juga belum mandi sii.” Kita mandi terlebih dahulu setelahnya kita sarapan. Baru bisa pergi.”

__ADS_1


Qira bertepuk tangan ringan.” Aku duluan mandi..” Ia berleri kecil sesuai langkahnya.


Dengan cepat kaisar Zauhan menahan baju belakang Qira bagaikan induk kucing menggendong anaknya.” Kau lupa aku siapa?”


Qira berdecap. Kakinya terangkat tak lagi menyentu lantai. Kejam bukan? Ia bagaikan tikus yang tertangkap kucing sekarang. Bisakah kaisar Zauhan ini tak mengusiknya?


“Kan aku duluan. Jadi aku mandi duluan.” Ia menatap kaisar Zauhan yang sudah mengahapkan wajahnya dihadapan kaisar Zauhan.


Kaisar Zauhan menutunkan Qira lalu berlari.” Aku duluan..”


Tapi dengan cepa Qira memeluk pingggan kaisar Zauhan.” Aku duluan..” Ia menggigit punggung kaisar Zauhan.


Kaisar Zauhan menjulak wajah Qira dari pongungnya.” Bisahkah kau tak mengigit. Lepaskan, aku mau mandi.” Ucapnya kesal.


Qira mencibir lau berlari mendahului kaisar Zauhan.” Aku duluan.”


Kaisar Zauhan kembali menarik baju Qira la membuat Qira kembali menggelangtung diudarah. Qira memberontak takut bajunya sobek. Untung baju mahal. “Lepas..!”


Sudut bibir kaisar Zauhan tertarik saat merasakan kesenangannya melihat Qira belari mendahuluinya.


“Aku menang wuueeekll.” Ia menjulirkan lidaknya pada kaisar Zauhan seakan mengatakan kau kalah dan pecundang. Ahh, Qira iru manis, kejam, baik hati dan penyayang dalam satu jiwa. Bagaimana bisa ia terjerat oleh satu perempuan yang tak menyukainya.


Sedangkan Ren lagi-lagi meamatung melihat kaisar Zauhan yang bersikap seperti anak kecil. Rahangnya jatuh dengan meneguk salivanya berkali-kali. Mengerjab bagaikan orang bodoh pasih. Aah, dia jadi takit gila jika meliuhat kaisar Zauhan yang sekarang.


Aandai Qira melihatnya.


...


“Untuk apa kau mengambil buah itu?” Tanya Ren saat melihat Qira menjatuhkan satu tandan buah kelapa hijau yang muda.


Qira sekarang sudah memakai hanfu putih bercampur biru sangat serasi dengan rambutnya, andai matanya juga biru saat ini. ia juga menggunakan mainan rambut berwana putih yang berbulu pemberian Leon kepadanya. Membuat ia sangat manis dan juga imut sekaligus, namun wajahnya terlalu datar jika dilihat oleh orang yang tak mengenalinya.


Ingat ya. Qira itu bukan anti hanfu. hanya saja ia tak terlalu menyukai hanfu. Ribet.


Qira tersenyum samar. Ia menatap kedepan untuk dimelepaskan pisaunya yang kesekian kali menuju tandan kelapa. Disana ada banyak pohon kelapa hijau membuat Qira senang. Namun banyak sekali buah-buahnya yang sudah matang hanya berjatuahn dibawah pohon.” Ini untuk obat dan minuman.”


“Minum?” Beo Ren.


Qira mengangguk.” Hu’um..”

__ADS_1


“Bagaimana bisa? Ini tidak dimakan Qira.” Ren heran. Yaa, diera kuno ini tak mengerti tentang kelapa. Mereka tak pernah mengelolah kelapa membuatnya bingung jika Qira tida-tiba menggugurkan buah sampah ini.


Qira tersenyum lalu mengambul tandan yang sudah jatuh, disana banyak sekali ia mendapatkannya, sekitar ratusan kelapa muda. “Ayoo bantu aku membukanya. Suruh yang lain juga membantuku.” Uap Qira antusias.


"Bagaimana caranya."


“Untuk apa?


“ Cepet.!”


Ren hanya mengangguk lalu membawa beberapa pria, ada Yuan ada Lian ada Jozu dan lainnya.” Ini untuk apa?” Tanya Lian heran.


Qira sudah membuka satu kelapa. Ia meminumnya langsung dari batok kelapa. Membuat mereka melongo. “Ahh. Segar..” Ia mengusap mulutnya engan lengan.


“Ini untuk kalian. ini bisa menetralisir racun yang ada pada tubuh kalian. cobalah. Nanti kalian bagikan pada yang sakit. Setidaknya bisa menetralisir sakit dan memberikan sedikit kesegaran pada tubuh kalian.”


“’Ba bagimana bisa?” Beo Lian yang notabene nya seorang tabib.


Qira juga mendekati satu karung yang berisi daun-daun. Daun itu adalah daun Samiloto Tau samiloto?.” Ini juga direbus dan menjadikan Satu gelas menjadi setengah gelas saja, dan beri pada yang sakit sebanyak setengah gelas per pagi hari. lalu untuk yang masih sehat juga harus minum, namun sedikit saja untuk mengeluarkan racun kalian.” Jelas Qira. ia menemukan daun ini dihutan malam tadi, dan sebelum mengambil kelapa ini ia lebih dulu mengambil daun samiloto.


Daun samiloto itu juga terkenal diindonesia. Karena khasiatnya yang luar biasa. Samiloto juga sangat pahit, melekat di tenggorokan jika diminum.


“Apa kau tabib?” Beo Yin.


Qira mengangkat bahu acuh.” Pengetahuan itu tak mesti harus memiliki gelar bukan? Namun dengan belajar kita juga akan bisa.” Qira mulai mendekat lalu menepuk tanganya.” Ayo kita bantu yang lain. Setidaknya kita masih ada harapan untuk membuat yang hampir terkena wabah menjadi sehat kembali."


Tak jauh dari sana sudur bibir seseorang mendadak tertarik. Namun disudut lain ada seorang pria yang mengepalkan tangan kejam. Sisi lain mereka membuat siapapun merinding. Senyum kaisar Zauhan yang membuat orang merinding, namun senyum pria ain itu terlihat seperti iblis.


dua pria yang berbeda ekspresi namun tak mengurangi ketampanan mereka.


.


.


.


**Huuuu.


Banyak tugas jadi lama terus up nya. Maaf Kyun tapi author mau cepet nyelesin ini novel tapi nggak marathon. aahhh.

__ADS_1


Like komen dan vote ya**


__ADS_2