
Ia menelan saliva keringnya saat ini menatap tubuhnya, lalu ia menatap seseorang disampingnya itu, “Ki kita. kita tak melakukan apapun malam ini bukan? “ Tanyanya gugup. sedangkan yang ditanya masih menangis sembari menelungkup wajahnya . bahunya bergetar pertanda jika Putri Thea kembali menangis, bahkan tangisannya lebih keras dari sebelumnya.
“Jawab..!!” Bentak Wlf keras sembari memungut bajunya, ia gugup dan takut. Nafasnya naik turun saat ini, ia berusaha memakai bajunya lalu menghadap sosok perempuan yang membuat ia serangan jantung pagi pagi..
Bukannya menjawab putri Thea semakin membenamkan wajahnya ditangkupan tanganya, ia merasa gagal menjadi seorang perempuan, meskipun ia memberikan kehormatannya untuk seorang yang ia cintai tapi bukan berarti ia menyerahkan harga dirinya semudah itu. Harga diri itu menunjukan apakah kamu pantas dihargai atau tidak. Itulah selogan yang digunakan oleh perempuan perempuan baik, termasuk putri Thea.
Harga diri harga mati yaa...
Wolf yang mendengar it menjadi gelisah, ia memandang kain yang menampilkan bercak darah membuat ia tertegun, ia mengingat apa yang terjadi malam tadi lalu memandang seseorang itu. Ia berhenti didepan Putri Thea yang hanya menutup bagian depan tubuhnya dengan kain, wajahnya tertutup membuat ia tak tau siapa gadis didepannya ini.
Ia berusaha mengingat semua hal, namun ia terkejut dikalah ia ingat jika malam tadi ia bertemu dengan Putri Thea dijalanan, ia ingat saat ia mengusir putri Thea tapi putri Thea malah mendekatinya membuat ia hilang kendali, ia ingat semua itu membuat ia mengerang memegang kepalanya. Ia ingat melakukan sesuatu pada putri Thea tapi ia tak ingat dikalah ia membobol pertahanan putri The. Namun ia yakin jika ia melakukanya malam tadi. “Thea.. .. Thea maafkan aku..!”! Gumanya lirih.
Sebenarnya Wolf bukanlah lelaki pengecut dan juga mudah terpengaruh. Ia tak akan merusak gadis yang memang bukan pilihanya, karena menurut klan serigala, menikah hanya satu kali, setia hanya pada satu gadis dan tak ada kata meningalkan sebelum maut yang memisahkan. Kaum serigala memang terikat hanya stau perempuan, tidak akan lebih, jika pun lebih berarti ia seriaga bajingann wwkwk.
“Kau jahat Wolf. Kenapa kau melakukan hal keji semacam itu padaku? Hiks hiks? Kau jahat.. hiks hiks.. kau..” Ia kehabisan kata kata, ia tak terbiasa mengumpat atau berkata kasar pada seseorang, ia perempuan yang baik dan perempuan polos, ia tak mungkin bisa mengatakan hal yang jahat pada orang lain. hatinya halus melebihi sutera. Tapi satu fakta yang membuat semua orang tak tau, karena hatinya yang halus sehalus sutera itulah membuat ia lemah dan rapuh, semuanya tergantung dengan perasaanya membuat ia lemah akan perasaan, sekali senggol nangis, apalagi dipukul atau disiram? Itulah putri Thea.
Sedangkan Wolf diam, ia menginat apa yang terjadi sebeum ia melaukan hal itu pada putri Thea, ia tak mungkin melakukan hal semacam itu jika tidak ada yang membuat ia terangsang dan juga ingin meledak, ia memang pria normal, hanya saja ia memiliki perinsip bagaikan baja.
On Flashback..
Apa yang kalian fikirkan dengan rumah bordil? Rumah yang berisih pacuran, dan juga minuman keras? Ada banyak perempuan sexy dn juga pria hidung belang? Apa yang akan mereka lakukan disini? Dan apa yang dilakukan dengan Wolf?
Rumah bordil ini adalah rumah yang cukup mega dan besar, disini bukan hanya ada pacuran, tapi juga ada penari, pajangan lukisan, dan sebagainya, namun lebih banyak hal yang berbauh negatifnya dari pada yang positifnya.
Namun Wolf disini hanya ingin menumpang mabuk saja, selalu mengambil tempat yang ramai supaya hilang penatnya, ia meminum beberapa botol minuman lalu memandang penari yang handal, meksipun ujung ujungnya penari tu akan masuk salah stau bilik kamar untuk melanjutkan kerja tambahan mereka. Namun Wolf sama sekali tak tertarik akan hal itu.
“Hai tampan.... Apa kau butuh kami temani?” Tanya serang peremuan.
Wolf yang merasakan sentuhan didadanya membuat ia mentap asal suara yang berjenis menggoda itu, ia mengangkat stau alisnya lalu menepisnya, ia memandang perempuan itu tajam lalu menatap dari atas sampai bawah dua kali membuat ia mendengus. Bagaimana ia tak mendengus saat melihat baju perempuan itu sangat panjang namun bagian dadanya hampir saja menampilkan benda pusakanya seutuhnya. Apakah disini kurang bahan untuk melanjutkan menjahit bajunya? Atau memang modelnya seperti itu? Mana riasan wajahnya sangat tebal, sebenarnya tidak apa-apa jika tebal, tapi tolong sama ratakan dengan leher dan lengan. Hanya itu saja, supaya tak mirip dengan Zebra.
Jika ata moderennya mereka cabe cabean kali ya. Bibir merah merona mencolok lalu menatap gebetan dengan cara menatap ayam MD wkwk.
“Pergi dari. sini jallang..!!!” Ujar Wolf dingin membuat mereka bertiga tambah semangat mendekati Wolf, laki-laki dingin lebih menantang dari pada lelaki yang bermata keranjang.
__ADS_1
“Oh tuan, kau sangat tampan, beruntungnya kami jika kami bisa tidur satu ranjang kepadamu..!”! Ujarnya dengan memanja manjakan suaranya membuat Wolf ingin muntah. Da lebih parahnya ia berani sekali mengusap belakang telinga Wolf untuk memancing birahinya..
“Lancang kau..!! Jika aku bilang pergi ya pergi..!! jika tidak, aku akan memukulmu sampai kekerajaan tetangga... kau mau mati ha? Brak...!!” Ujar Wolf marah membuat banyak orang menatap kerahnya, mereka kasihan melihat tidak gadis itu didorong paksa oleh Wof dengan cara yang mengenaskan.
Sebenarnya bukan pertama kalinya mereka mengejar Wolf seperti ini, sudah biasa bagi orang orang yang berda diclub ini. bahkan ada yang menjilat leher Wolf saat ia sedang mabuk tapi berujung yang sama, sama sama ditendang dan didorong. Mereka bahkan mengangap jika Wolf adalah Gey, yang memang tak bisa merasakan belaian perempuan selain belaian sesama jenis.
Ditambah dulu ia pernah kesini bersama Leon, pemuda yang tampan bercampur cantik itu. Sama sama tegas dan juga menakutkan, karenanya paradigma mereka tentang Wolf yang Gey semakin melambung tinggi.
Tiga gadis itu mendengus lalu mengelus lutut yang sedikit terkoyak membuat sedikit berdarah. Namun ada juga yang lukanya lumayan parah membuat lututnya terkoyak dan berdarah begitu banyak, tapi Wlf seakan buta akan hal itu. semua orang tak berani mendekat, karena Wolf salah satu orang yang terpandang dan terkuat disana, siapa yang tak kenal d kesatria Dewi Qira? ya.. semua meyebutkan Qira Dewi, karena hatinya yang suci dan mati demi rakyatnya. Mereka menyayangi Qira sebagaimana layaknya seorang hamba pada permaisuri atau ratu dikerajaannya, jangan lupa jika dulu Qira menjabat sebagai permaisurinya Zauhan. Dan menjadi ratu ketika ia mati, meskipun sebenarnya ia menikah dengan Zauhan itu Saat ia tidur Waktu itu. Dan ia tak menyadarinya.
“Kurang jajar.. aku sangat malu dengan dia..!!” Gumam gadis berbaju hijau tua itu mengelus sikunya yang lecet. Ia memandang Wolf dari kejahuan dengan mata elangnya.
“Iya.. benar... dia berani menolak kita dan membuat kita malu, kita harus memberi pelajaran dengan rdia yang sombong seperti dirinya..!!” Hasut perempuan berbaju Ping disana, ping mencolok bagaikan pewarna makanan, namun untungnya kulitnya putih, jika ia hitam bisa bayangkan saja.
“Tapi aku ingin sekali tidur bersalmanya, dadanya saja sangat keras, apa agi Uh... aku tidak tahan menghayalnya.!” Ujarnya sensual. Gadis memakain baju Biru tua namun yang paling ketak dan terbuka, yang paling seksi dan glamor, ia memang disebut sebut ratu malam, atau ratu lacurann.
“Bagaimana jika kita beri obat perangsang saja, kita bisa tidur bersamanya malam ini. kalian maukan?” Tanya sang gadis berbaju biru itu cepat saat menemukan ide gila bagi yang waras.
Mereka mendekati pelayan yang melayani Wolf, ia memberi beberapa koin emas membuat sang pelayan mengangguk, mereka melaju dengan senyum liciknya, dan mereka menduduki pantat mereka disalah satu kursi dengan memandang lurus pada Wolf, mereka yakin saat ini Wolf sedang menunggu minumannya.
Mereka mengjhitungnya dengan jari dikalah Wolf mulai meneguk minumananya tanpa ada rasa curga sedikitpun. Matanya menatap kedepan dengan tatapan kosong, ia sesekali tersenyum dikalah ia mengingat tragedi ia menyewa pelayan dan tukang pijit. Ia pikir itu adalah pijit beneran pijit, ternyata eh ternyata itu pijit Pus plus. Ia bahkan menyewa tiga pelayan dan pemeijit sekaligus membuat ia hammpir kehilangan keperjakaannya, ia bahkan sanpai menendang pintu karena pintunya mereka kunci. Akh dia bagaikan orang gila saja saat mengingat hal itu.
Setelahnya ia merasakan kepalamya sedikit pening namun ia pikr itu hanya efek dari minumanya saja, tapi ia sedikit bingung, bagaimana bisa ia mabuk hanya dengan satu gelas saja? Biasanya ia menghabiskan lima atau enam gelas baru mabuk, itupun masih setengah sadar.
Disudut lain tiga gadis tertawa menyeringai. Ia tau obat yang diberi itu sudah mulai bekerja didalam aliran darahnya Wolf, mereka menyulang minuman arak mereka lalu tertawa.mereka sangat teropsesi dengan pria tampan, pria manapun itu tanpa kecuali Leon mungkin.
Sedangkan Wolf sudah merasakan pening yang luar biasa dikeningnya. Ia mengerang dan merasakan panas ditubuhnya, ia mengusap lehernya yang terasa geli geli aneh, ia merasakan gejolak aneh dalam dirinya, aneh karena terpancing tanpa sebab, bukankah itu aneh? Namun ia menocba mengglengkan kepalanya karena rasa berat dimatanya, namun semakin berat membuat ia tertidur datas meja, kepala yang diatas meja dengan dua tangan yang mengelayut, mulutnya sedikit terbuka karena pipinya yang tertekan diatas meja.
“Lohh kog dia tidur? bukankah dia harusnya menyerang... “ Ujar sang perempuan berbaju pink itu polos, ia mengerjab tak paham akan hal itu.
Sedangkan gadis yang memberikan obat itu tersenyum lalu mendekati Wolf yang tertodur.” Memang efeknya, biarkan saja, karena memang jika ia tidak tidur, ia bisa memberontak dan kita kehilangan kesempatan. Lagipula dua jam lagi dia akan bangun kog, makanya kalian bantu aku angkatkan dia kekamar yang sudah kita sewa oke..” Ujarnya menjelaskan membuat yang lain diam dan menganguk saja.
“Ini ada apa nona? Kenapa tuan Wolf pingsan?” Pertanyaan itu adalah pertanyaan dari pemilik rumah bordil ini. ia mash muda dan cantik. Ia tak memiliki anak dan juga Suami, menurutnya terlalu repot. Jika mau anak ya tinggal angkat saja. Meskipun nukan dari rahimnya, setidaknya ia yang memberi makan dan ia tetap menjadi anaknya kan?
__ADS_1
“Dia pingsan? Ia hanya tidur, jangan ikut campur madam, dia makanan kami..!!!” Ujar sang gadis berbaju biru keras membuat pengunjung menatapnya heran. Bisik bisik terdengar disana membuat suasana hening seketika, semuanya menatap satu titik. Yaitu tepat keributan.
Ternyata pemilik rumah bordil ini juga mengincar Wolf selama ini, ia menyeringai kejam karena dibentak. ” Dia makananku, kau hanya orang yang menjeratnya saja. Pergilah, aku yang akan memakannya, dia mangsaku sejak lama. “ Ujarnya dngin dan datar.
“Tidak.. kau sudah tua bangkah, ta sadar umur. Seharusnya kau cari pra buncit saja yang lebih cocok denganmu.. kau ini terlalu madam...terlalu membosankan hahaha..!!” Teriaknya perempuan berbaju hijau keras membuat yang lain ikut tertawa.
“Apa? Beraninya kua menghinaku..!!” Teriak madam mona disana. Ia mamang yang terkenal akan meniduri banyak pria untuk menuntaskan hasratnya. Di lebih mata keranjang dari pada laki laki biasanya. Ia lebih suka pemuda yang umurnya muda dibandingkan pria tua seumurnya. Katanya lebih Hot dan memuaskan. Ia bahkan yang membayar pria, bukan pria yang membayarnya.
****** bahasanya... ya bukan si?
“Dia mangsaku.. dia priaku, aku yang berhak berada diatas ranjang bersamanya, aku anak jendral Fuainyi dan kalian tak berhak melebihi aku.. kalian taukan aku siapa?” sosok lain datang dengan wajah sombongnya.
“Kami yang menangkapnya dan kau mau? dasar tak tau diri..” Teriak sang peremuan berbaju biru membuat mereka berkelahi, terjadilah perkelahian satu sama lain, madam mona menghajar tiga perempuan tadi, lalu masuklah anak dari jendral itu. terjadilah tarik menrik rambut membuat suasana kacau.
“Ada apa ini?” Gumam Wolf dikalah mendengar suara itu samar samar. Ia masih bertahan dan bangun meski berat. Ia merasakan kepalanya tertimpah batu bertonton besarnya. Ia mengerjab lalu mengucek matanya.
“Pergilah tuan. Anda dijebak disini, anda mau diperkosa oleh lima perempuan itu..!!” Salah satu pelayan perempuan itu menegur Wolf membuat Wolf terkejut setengah mati. bagaimana bisa seorang perempuan yang memperkosa pria? apakah dunia sebencanda itu?
Setelahnya ia merasakn tubuhnya panas membuat ia berjalan cepat meningalkan mereka yang berelahi, sedangkan pelayan perempuan itu menatap pungung Wolf sendu, sosok yang selalu ia pandang ketika ia bekerja, ia bukan nona malam, ia hanya pegawai biasa sjaa, ia tak merias wajahnya , bahkan memperburuk wajahnya supaya para lelaki tak tertarik padanya. Namun pada kenyatannya ia sama saja dengan perempuan lain, tak mampu berpaling dari pesonanya Wolf. Dia salah satu perempuan yang mencintai Wolf dengan caranya, ia sadar ia hanya yatim dan tak akan bisa bersama Wolf.
Dan setelah itulah Wolf berjalan dan meningalkan rumah bordil itu, ia berjalan secara pincang pincang, tak bisa berbuat apa dan juga merasakan sesak didalam inti tubuhnya, ia merasa ingin meledak saat itu juga, akh efek dari obat itu sangat besar dijiwa Wolf.
Sedangkan saat ia pulang ia mendapatlan putri Thea seperti itu membuat ia tak bisa menahan diri. Lalu setelah ini, siapakah yang salah? Wolf atau putri Thea? Atau tiga perempuan tadi?
.
Of Flashback...
.
.
.
__ADS_1