Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
selir Mei


__ADS_3

.


.


Selir Mei sekarang sudah berada didepan gerbang istana bersama orang orang yang akan melihat kepergiannya. Termasuk pangeran Guang Lii dan Juang Lii. ada putri Ken dan Juga Liang.


Qira tak tertarik akan perpisahan itu. Ia hanya duduk bersantai menikamati makanan yang disediakan oleh Shu Jin di gazebo belakang kediamanan miliknya.


iIa hanya memejamkan matanya dengan damian, sesaat setelahnya.


"Putri, apa kau tak berniat untuk melihat kepergian selir Mei? " Tanya Shu Jin Lembut.


"Tak begitu menarik, " Jawabnya dalam posisi yang sama "Dimana Leon? " Tanyanya.


"Wolf dan leon sedang berburu putri, mungkin sebentar lagi mereka akan kembali." Jawab Shu Jin.


Yang hanya dibalas 'Hnnn ' Oleh Qira.


Sesaat setelahnya Wolf dan Leon kembali kekediaman dengan membawah 1 ekor rusa, 2kelinci dan 5 ekor ayam. Cukup membuat pesta kecil kecilan..


"Qiqi lihatlah kita akan berpestaria malam ini." Ujar Wolf semangat yang di iyakan oleh Leon.


"Leon, malam ini pergilah ke gubuk dimana selir Mei diasingkan! Curi semua uang yang ia miliki." Ucap Qira dengan membuka matanya, ia menatap Leon dengan tajam.


"Bukankah dia tak membawah apapun putri? selain 3hanfu kasar? " Tanya Leon.


Qira tersenyum sinis, memang benar seharusnya begitu, tapi jika hidup dengan orang licik dan munafik bukan berarti kita menjadi orang bodoh bukan?.


"Apa kalian percaya dengan manusia licik? Kalian tau? Bermain dengan manusia licik lebih berbahaya dari bermain pedang." Ucap Qira.


"Qiqi bagaimana kau bisa tau selir itu membawa uang? Ia bahkan di antar oleh prajurit kerajaan." Jawab Leon dengan raut yang serius.


"Lakukanlah! Maka kalian akan tau yang sebenarnya." Jawab Qira. Ia menjatuhkan lagi tubuhnya di gazebo miliknya, tempat ia terlelap sebelum mereka datang.


"Baiklah, besok malam aku akan melaksanakannya Qiqi." Jawab Leon.


***


Seorang gadis dengan wajah dan seluruh tubuh memerah, tubuhnya seakan akan digigit oleh ribuan semut api, semua tubuhnya membengkak sejak kepergian Ibunya. Awalnya ia hanya merasa gerah, tapi lama kelamaan kegerahan itu menjadi lebih dan lebih.


"Bagaimana keadaan Putri Ken tabib?" Tanya Kaisar. Yaa dia adalah putri Ken.


"Maafkan hamba yang mulia, tapi hamba tidak menemukan kesalahan apapun didalam putri Ken, seluruh tubuhnya normal." Jawab tabib tua, ia menundukan pandangannya takut melihat kaisar.


"Bagaimana bisa kau menjadi tabib bodoh...! Cepat sembuhkan putriku atau anakmu yang akan menjadi taruhannya..! " Teriak Kaisar Alexon. ia memandang marah kepada tabib yang gemetar ketakutan. Apa hal yang menyakitkan dan mengerihkan dari Anak yang dibunuh didepan matanya sendiri karena kesalahan Ayahnya perbuat? Tapi itu tidak berlaku untuk Kaisar Alexon..!.


"Maa maafkan hamba yang mulia, hamba akan mencoba sebaik mungkin." Jawab Tabib dengan gemetar, ia adalah tabib terakhir yang ada diistana yang memeriksa penyakit putri Ken, ditambah keadaan putri Ken memburuk saat malam tiba.


Kaisar dengan langka lebar masuk kedalam kediaman Putri Ken dengan raut wajah khawatir sebagai ayah.


"Ayah, seluruh tubuhku sakit, panas. " Ucap Lemah putri Ken, ia sama sekali tak seperti manusia waras saat ini, ia hanya menggunakan baju tipis karena panas, rambutnya tak tersusun rapi seperti biasa, tubuhnya memerah, bahkan ada beberapa bagian yang membengkak.

__ADS_1


"Bersabarlah, Ayah akan mencari solusinya." Ujar Kaisar lembut, sambil mengulas Rambut Putri Ken dengan lembut.


Kaisar memerintahkan orang orangnya untuk mencari penyebab putri Ken seperti ini, bahkan ia membuat sayimbara untuk para tabib yang mengobati Putri Ken.


Dua hari berlalu begitu saja. Tapi putri Ken sama sekali tidak membaik, Seluruh tubuhnya membengkak berisi cairan, cairan itu sangat busuk, bahkan jarak 10meter bau itu masih bisa tercium sangat pekat. Seluruh tubuhnya menghitam. Tak ada yang mau mendekatinya, bahkan pelayan setianya tak sanggup melihat putri Ken.


Desas desus mengatakan bahwa itu karma karena ibunya dulu membuat Qira seperti itu, tapi kini semua yang menimpa Qira berbalik kepada Anaknya.


Semua orang tak mempermasalahkan penyakit putri Ken. bahkan banyak yang terang terangan bersyukur akan hal itu. Sifat putri Ken yang congkak dan berbuat semaunya terhadap orang lain membuat orang orang membencinya.


***


Selir Mei?


Ia menjalankan Hidup yang depresi. Ia membawa sejumlah uang yang ia sembunyikan kepada pengawalnya. Tapi Itu dicuri oleh Leon dan Wolf, Sehingga ia sama sekali tak mempunyai uang sedikitpun.


Ditambah Tubuhnya sangat mengemaskan, seluru penduduk desa itu mengucilkannya, ia hanya tidur digubuk itu dengan keadaan mengenaskan seorang diri. Bahkan jari manis dan kelingking tangannya putus saat ini...


flashback...


"Tabib tolong, seluruh tubuhku panas, sakit..." Teriak selir Mei dengan tubuh yang sudah memerah dan membengkak.


"Maaf nyonya, tapi saya tak dapat melihat penyakit anda! Tubuh anda normal" Jawab tabib muda dengan setengah membentak, ia sudah 3 kali memeriksa selir Mei tapi tak mendapatkan hasil apa apa.


"Dasar tabib tak berguna," Teriak Seli Mei marah. "Pergi kau...! "


"Bagaimana dengan bayaranku nyonya? " Tanya tabib itu.


Selir Mei hanya diam tak menjawab, ia sama sekali tak memiliki uang saat ini, ia lupa jika uangnya habis dirampok.


"Aku punya uang! Tapi uangku dirampok tadi malam. Lagi pula kau sama sekali tak berguna! " Bantahnya.


"Aku ingin bayaranku nyonya! " Tabib itu menatap marah.


"Aku tak punya apapun untuk aku beri!" Jawab Selir dengan gemetar. tabib muda itu membentak dan berteriak terhadapnya.


Tabib itu memandang Selir Mei dengan marah, tatapannya jatuh pada jari manis selir Mei. Disana terdapat cincin giok berwarna hijau, itu adalah cincin pernikahannya kepada kaisar.


Selir Mei melihat tatapan tabib itu kearah barang berharga satu satunya dengan tatapan lapar. Ia langsung menyembunyikan tangannya didadanya.


"Berikan cincin itu padaku,! " Bentaknya.


"Tidak. Jangan! Ini cincinku..." Teriak selir Mei dengan menangis.


"Cepat berikan atau ku potong tanganmu! " Tabib itu menarik paksa tangan selir Mei. tapi selir Mei memberontak.


Bragh.....


Ia mendorong selir Mei hingga kepalanya terbentur dinding kayu gubug itu hingga mengakibatkan Selir Mei melemah.


Dengan cepat tabib itu menarik cincin itu dari jari manis selir Mei. Tapi cincin itu tak Kunjung lepas. Hingga ia mulai tak menyukai situasi ini..

__ADS_1


Cras....


Akhh.....


Darah dari jari manis mencucur deras. 2 jarinya terpotong habis. Tabib itu memotong jari Selir Mei untuk mengambil cincin itu. Setelah itu ia pergi meninggalkan selir Mei yang tak sadarkan diri.


Of flashback...


Selir Mei hidup dengan sangat mengemaskan! Bahkan jari yang dipotong kini membusuk. Ditambah tubuhnya juga membusuk, ia sudah 3 hari tak memakan apapun, tak ada pelayan ataupun uang. Setiap harinya ia menangis histeris hingga membuat orang mengira bahwa selir Mei menjadi Gila...! Itu membuatnya ingin mati.


"Dasar ****** kau ********! Ini pasti rencana kau ******! " Teriak selir Mei. ia mengira bahwa semua ini ulah Qira, itu faktanya! tapi tidak semua!.


Tapi, Hari berikutnya ada pria yang selalu datang kegubuk Selir Mei yang bertujuan memberi obat dan memberinya makan. ia datang setiap pagi. Ia adalah orang suruhan Qira.


Qira tak akan membiarkan Selir Mei mati dengan mudah! dan secepat itu!...


***


Hari berlalu dengan tenang.


Qira saat ini masak begitu banyak makanan. mulai dari kue bolu, kue ubi krispi, ayam krispi, bakso goreng dan bakso bakar.


Minumannya. Ia siapkan sop buah dan just jeruk dan degan jeruk. Ia membuat itu semua karena hari ini ia akan bermain bersama Chao Chio yang akan berkunjung.


Setelah memuaskan Rasa rindu. Mereka memilih untuk bermain bola.


"Mommy. Di istana ini dimana lapangan yang luas untuk bermain? " Tanya Qira.


.


"Disini terdapat lapangan berlatih putri. Disana terdapat lapangan yang sangat luas." Ujar Shu Jin.


"Tunjukan kami kesana." Jawab Qira.


"Tap--"


"Tak usah kawatir. Cepat tunjuk jalannya...." Kata Qira dengan memeluk bola di perutnya.


Qira, Chao, Chio dan tak Lupa Leon dan Wolf juga pergi mengikuti jalan yang di arahkan Oleh Shu Jin


Saat mereka telah sampai ditempat yang ditujuh mereka langsung masuk dan memberi kelompok tanpa mempedulikan prajurit sekitar yang melihatnya.


"Salam yang mulia putri. Disini adalah tempat berlatih bukan tempat bermain." Ujar Jendral Luo. Ia menghampiri Qira karena terasa terganggu...


.


.


.


**Qira: Tur kamu bilang aku baik tapi kok aku jadi jahat gitu si?

__ADS_1


Autor: Baik boleh. Bodoh jangan..!


Guys semua jangan lupa Vote. Like dan komennya yaa. Biar kita sama sama semangatnya.😇😇**


__ADS_2