
“kita ikuti lomba ini. Jika kau berhasil memenangkan lomba ini maka aku akan berdandan seperti putri, tapi jika aku yang menang kau harus mencabut perjanjian kita yang ini.” Ucapnya. Faktanya ia harus menggunakan hanfu selama satu minggu. Ia harus mencari cara supaya itu tak berlanjut.
“Hahah, kau sedang menawarku....” Tawa Qira pecah akan hal itu. “Baiklah, kita bertaruh lagi...” Ucap Qira. Ia menadakan tangan didepan Jin Yu. Yang diterima Jin Yu. “Baiklah...” jawabnya.
Pertandingan pertama putra mahkota kerajaan Timur melawan pangeran ke3 kerajaan iblis. Tentu saja putra mahkota kerajaan timur yang memenanginya. Acara sudah dimulai sejak lama. Peserta lomba semakin lama semakin menipis. Sesekali Qira menguap menonton pertandingan itu.
Prtandingan ini semua orang boleh menggunakan bela diri. Menggunakan pedang dan lainnya. Bahkan kematian bukanlah hal yang jarang ditemui.
“Putri Zhu Qira Han melawan Jendral Zink dari kerajaan iblis.” Ucap kaism tegas. Semua orang menatap Qira tak percaya. Mereka kira Qira tak mengikuti lomba, ia dari tadi hanya duduk dan menonton. Jendral Zink adalah jendral terkuat dikerajaan Iblis. Ia bahkan mendapatkan gelar raja kegelapan, wajahnya yang tampan tak membuat semua wanita luluh akan dirinya. Semua orang bahkan lebih memilih mundur jika berperang melawannya.
Qira berjalan menuju tengah lapangan. Ia hanya menggunakan baju biasa. Beda dengan jendral Zink yang sudah siap dengan baju Zirahnya. Ia sudah berdiri disana menanti lawannya.
“Qira. Biar aku saja yang bertanding ya, aku tak mau kau terluka.” Putra mahkota menahan tangan adiknya. Ia takut, karena lawan Qira bukanlah lawan main main. Ia duduk dipaling depan didekat kaisar Alex.
“Kemenanganku nanti akanku hadiakan pada kalian. Tenanglah.” ucap Qira. Ia mulai berjalan lagi tanpa mempedulikan ucapan atau raut wajah khawatir yang diberi ayah dan kakak-kakaknya.
Qira sekarang berada tepat ditengah lapangan. Ia dapat melihat jika lawannya menggunakan pedang, mau tak mau dia juga harus menggunakan pedang. Bukan tanggung-tanggung pedang yang Qira pegang. Beratnya mencapai 5kg mungkin lebih. Ini adalah pedang untuk perang.
Jendral Zink menatap Qira datar. Ia baru kali ini harus melawan perempuan, ia tak ingin meremehkan Qira, karena ia sudah melihat betapa lihainya ia saat tampil disaat pesta malam lalu.
“Mulai.” Teriak kasim.
Qira mulai bersiaga menatap jendral Zink. Tak ada pergerakan dari jendral Zink atau pun Qira untuk menyerang. Sampai jendral Zink berucap “Seranglah aku duluan.” Ucapnya.
Qira tersenyum tipis. ‘dibalik wajah dan kengerian dalam dirinya ternyata ia adalah orang yang baik’ Batin Qira.
Tanpa kata Qira menyerang jendral Zink. Jika ia tak berinisiatip maka dapat dipastikan jendral Zink tak akan mau menyerangnya duluan.
__ADS_1
Cling...
Suarah pedang yang bergesekan pertanda bahwa pertarungan dimulai. Pedang Qira ditahan oleh pedang jendral Zink mudah. Ada senyum tipis diwajah jendral Zink. Semua orang mulai pokus menatap pertarungan Qira. Tapi tidak dengan kaisar Alex ia bahkan tak ingin menatap putrinya yang sedang bertanding. Wajah kaisar Wey? Jangan tanya. Bahkan jika diibaratkan dengan bunga bermekaran, maka wajahnya jauh lebih mekar lagi.
Cling...
Cling...
Mereka mulai bertarung. Dengan gerak santai Qira mengayunkan pedangnya untuk menyerang jendral Zink. Ia hanya ingin mengulur waktu. Rambutnya berlenggok kesana kemari seirama dengan gerakan Qira. Begitu pula dengan jendral Zink. Ia bergerak dengan mudah melawan gerakan Qira.
“Saatnya kau yang menyerangku. Bukankah itu adil jendral Zink.” Ucap Qira dipertengahan pertandingan. Jendral Zink menyerang tanpa kata.
Sling.
Sling..
Slap.
Pedang Qira mengenai kaki jendral Zink. Jendral Zink menatap kakinya. Ia tak menyangka jika ia bisa terluka dari gadis kecil.
Cling..
Sekarang gerakan Qira menjadi sangat cepat. Bahkan ia menggunakan ilmu peringan tubuhnya.
Slap.
slap.
__ADS_1
Banyak goresan pedang yang terukir indah dikulit jendral Zink.
Slap .
Satu sayatan panjang dilengan atas jendral Zink. “Apakah kau sudah menyerah jendral yang terhormat.” ucap Qira. Jendral Zink menatap marah dengan ejekan Qira. Ia berusaha menyerang Qira dengan mengabaikan luka ditubuhnya. Darah mengalir deras di tubuhnya, karena pergerakannya yang menyerang Qira menambah darah itu mencucur deras.
Cling.
Cling.
Dengan sedikit tak terlihat Qira mengangkat pedangnya Kearah leher jendral Zink. “Sudahlah, kau sudah terluka. Aku Tak ingin melanjutinya.” Ucap Qira.
Jendral Zink tubuhnya kaku saat pedang itu tepat dilehernya. Bahkan baru kali ini ia merasakan ada orang yang mengacungkan pedangnya kelehernya. Dan itu anak kecil. Ditambah lagi dengan ucapan Qira. Itu bukanlah ejekan, melainkan perhatian!.
Qira tersenyum tipis saat melihat semua orang menatapnya dengan tatapan tak percaya. Jendral terkuat dikalahkan dengan tubuh yang mulus?. Bahkan satu titik goresan saja Qira tak terkena, itu sebuah anugra atau mukzizat?. Saat kasim mengumumkan Qira pemenangnya sebagai pemenang pertandingan.
Dengan sedikit senyuman Qira menepuk pundak jendral Zink yang masih diam Tak bergeming “ Puk, puk, puk, kau sungguh hebat kakak.” Ucap Qira. Jendral Zink menatap Qira. Ada senyum tipis diwajahnya saat Qira memanggilnya Kakak.
.
.
.
**hay para pembaca Qira. ini akak kasih langsung 3 epa buat kalian. karena banyak yang sedih akak kasih 1 eps.
kalian cukup klik Like dan memberikan komentar kalian buat autor. serta Votenya untuk Qira. 😇😇
__ADS_1
Qira : ayo vote untuk autor. 😇😇**