
Dengan tergesa gesa Leon dan Wolf melindungi Qira.
"Jika kalian berani menyentu Qira, Jangan salahlan aku jika kerajaan ini akan rata dengan tanah..! " Tegas Wolf. Ia berdiri didepan Qira untuk melindunginya.
"Siapa kau!, berani beraninya mengancam kami." Ujar Putra mahkota Tak kalah tegas.
"Aku disini datang dengan cara baik baik!, aku hanya ingin menjemput Shu Jin! " Ucap Qira datar.
"Mengapa kau begitu takut!, bukankah ini rumahmu? " Sahut kaisar mengejek.
"Rumah?" Beo Qira dengan sinis "Sayangnya Hutan kematian lebih indah dari pada disini! " Lanjut Qira cemoohan.
' apa dengan 2 tahun ia bisa berubah seperti ini'fikir kaisar
"Jika kau ingin Shu Jin!, kau harus ikuti syaratku"
"Katakan! " Ucap Qira. Ia mengerutkan kening nya.
"1, kau harus tinggal disini dan yang ke 2 kau tidak boleh memberi tahu dengan kembaranmu jika kau pernah diasingkan dihutan kematian, Sebulan lagi ia akan kembali"
Ternyata ini alasannya mengapa ia ingin Qira kembali!, sakit bagai pedang menancap tajam dihatinya, apakah dia memang tidak diharapkan? sakit! sangat sakit bahkan.
" Jika ia tahu sendiri bagaimana? " Tanya Qira. Ia menyembunyikan rasa sakit hatinya.
"Maka kau harus katakan bahwa Zhen selalu bersikap baik selama kau didalam hutan, selalu memberikan apa yang kau butuhkan" Jelas kaisar, ia tak mau nampak buruk dan dibenci anak anaknya, Tapi sama sekali tak mempedulikan Perasaan Qira.
Saudara kembar Qira sejak bayi di besarkan di manor jendral Zhu Bai Han, ia adalah ayah dari ibundanya Qira, ia tidak mirip dengan kembarannya, hanya mata birunya yang sangat mirip...
"Baiklah. Lepaskan Shu Jin... " ujar Qira tegas. Ada niat lain dalam hal ini.
"Prajurit!, Bawakan Shu Jin kemari...."Tegas kaisar. Para perajuritpun menunduk hormat dan melangkah pergi menemui Shu Jin.
"Putri! putri! kau tak apa? " Tanya Chao dan Chio sambil mengatur napas yang masih ngos ngosan.
"Yaa, Aku baik baik saja gege." Jawab Qira, tampa ragu Chao dan Chio memeluk Qira dengan erat, Qira tak kalah erat memeluk mereka.
Mereka saling melepaskan pelukan, tapi tidak dengan Chao, ia masih memeluk Qira dengan erat.
"Chao!, aku tak bisa bernapas..." Ucap Qira. Karena Chao memeluknya sangat erat.
"Tidak! Aku takut kau kenapa napa!. Aku sunggu mencemaskanmu!, " Jawab Chao kekeh.
"Aku tak apa Chao, Cepatlah lepaskan " Lemah Qira, dengan lembut Chao melepas pelukannya, ia memeriksa seluruh tubuh Qira, ia memutar badan Qira kiri dan kanan, lalu ia mengelus wajah Qira dengan jempol tangannya dan berkata" Kau yang paling berharga Qira, kami menyayangi kamu...." Ujarnya lembut.
Kaisar yang melihat itu entah mengapa. ia merasa menjadi ayah yang gagal, padahal selama ini ia tak pernah merasa seperti ini. Sedang kan putra mahkota merasa Sakit dan benci. Ia adalah Kakak yang gagal. Kakak yang kejam. Orang lain bisa menjaganya dengan lembut. Tapi dia? apa dia bersalah telah menjadi kakak yang jahat? " Fikirnya.
__ADS_1
"Putri... !" Teriak Shu Jin dengan baju yang sudah terkoyak koyak, ada lingkaran hitam dimatanya, matanya merah dengan tangisan yang terseduh seduh.
"Putri maafkan Saya, karna saya putri menjadi seperi ini..." Ucap Shu Jin sambil berlutut.
"Apa yang kau ucap?. Ini bukan salahmu!, Tapi salah Orang yang egois!, bahkan aku tak habis fikir mengapa Ibuku ingin menikah dengan ******** Anjing seperti dia..." Ucap Qira dengan lantang. Ia membantu Shu Jin berdiri.
"Lancang kau" Teriak putra mahkota marah. ia mengepalkan tangannya.
"Ada yang salah dengan ucapanku?. Aku hanya bilang ******** anjing? atau kau merasah bahwa aku membicarakan ayahmu? " Tanya Qira Ia menarik sudut bibirnya menatap Xian Lii.
"Dia juga ayahmu!, Kau terlalu kurang ajar dan tak tau aopan santun! " Teriak putra mahkota. Ia menatap Qira tajam seakan menusuk nusuk Qira.
"Bahkan aku jijik dengan darahku! karena bercampur dengan darahnya..." Jawab Qira mengerutkan keningnya. Ia menampilkan wajah jijik menatap Kaisar Alex.
"Lancang kau!, Prajurit cambuk dia 50 kali" Ucap kaisar dengan amarah yang mendidih, ia dihina anaknya sendiri,!. Wajahnya menjadi gelap.
"Berani kau mencambuk Qiqi akan ku bunuh kau...!" Teriak Leon lantang.
"Tenanglah. Kalian diam saja...." Ujar Qira " Ini perintah...." Lanjutnya saat Leon ingin memotong pembicaraan, Qira sudah menyahut duluan.
Seorang prajurit datang dengan cambuk berjalan ke arah Qira. Dengan Tatapan tajam Leon dan Wolf ia sudah gemetar ketakutan, belum dipaduhkan dengan Chao dan Chio.
"Maaf kan saya pu putri..." Ucapnya takut. Ia mengangkat tinggi cambuk itu,
Crab....
Tab
Tab..
Ia mendekat ke arah kaisar dan membuang cambuk itu ke arah kaisar dan berkata. "Kau yang ingin menghukumku bukan? Mengapa tidak kau saja yang mencambukku? " ujar Qira Tegas. ia menatap kaisar dingin.
."Zhen tak ingin mengotori tangan Zhen karena darah kotor mu! " Jawab kaisar tak kalah dingin.
"Haha.... Kau bilang darahku kotor?. Lantas apa kabar dengan darahmu? " Ucap Qira sambil tertawa cemooh.
Dengan mengerang marah ia mengambil Cambuk itu dan mendekat ke arah Qira. Qira saat itu menjatuhkan satu kakinya untuk mempersiapkan punggunnya. Sebenarnya ia ingin melihat apakah kaisar memang kejam? Apa ia tega mencambuk anaknya? Ternyata dia memang kejam dan tega.
Ctar....
Ctar.....
Cambuk itu melintasi kulit putih Qira dengan tenaga besar kaisar dapat dilihat satu cambukan langsung bisa menghasilkan luka yang sangat pedih, tapi tidak dengan Qira, ia sudah kebal, bahkan jika kulitnya berdarah itu hanya tipuan, Yaa ilmunya sudah sempurna, sangat sempurna.
Ctar...
__ADS_1
Ctarr...
"Putri...! " Teriak Chao dengan menangis.
"Tenanglah!, Qiqi orang yang kuat." Ujar Chio tak kalah khawatir.
semua orang di sana meringis melihatnya. Perdana mentri dan Jendral jendral lainnya bahkan ada yang meringis, dan memejamkan mata. Kejadian itu disaksikan banyak orang...
"Cukup atau kalian akan ku bunuh..." Teriak Leon dengan meronta ronta karena ditahan Wolf. Ia sudah tak tahan kelihat Qira dicambuk begitu kejam.
Qira melihat mereka, ia memberi senyum yang sangat manis dan menggengkan kepala isyarat 'jangan'...
Kaisar dan lainnya tercengang bagaimana bisa ia masih tersenyum saat seperti ini? bukan minta maaf tapi ia malah meremehkan.
Kaisar memegang cambuk lebih erat.
Ctar...
Ctar...
Suara itu menggema dua kali lipat. Kaisar mengerahkan kekuatannya di telapak tangannya.
Semua orang haya memejamkan mata mereka. Tapi kejadian tak kerduga terjadi membuat mereka terkejut menatap akan hal itu.
Sraaggg...
Suara panah meluncur di arah wajah kaisar tepat dihidungnya, Tapi ditahan oleh Qira. Dengan tubuh yang berlumburan darah ia memegang panah itu dengan wajah dingin. mata biru nya bertemu mata Kaisar Alex, sejenak Alex melihat itu.
Slab....
Bug...
Qira melemparkan belati yang di bakik bajunya tepat dari balik pohon, pisau itu tepat mengenai dada seseorang yang mengarahkan anak panah terhadap ayahnya. Ia jatuh dari pohon itu.
seluru orang tercengan melihat itu.
'Apakah dia memang Putri? '
'Dia lebih mirip dewi kematian... '
'Mengapa dia masih membantu Kaisar'
Fikiran orang dimana mana
Kaisar masih dalam mode terkejut menatap Qira, Qira dengan santai melangkah menjauh, ia meninggalkan hukuman. Padahal Hukum itu baru 28kali, ia menuju ke istana barat tempat ia tinggal kecil dulu, Dengan ingatan yang ia punya. Ia diikuti oleh Shu Jin, Chao Chio, Leon dan juga Wolf.
__ADS_1
Kaisar melihat punggung Qira yang menjauh 'Apakah aku terlaku jahat dewa.' Gumamnya.
'mengapa ia menyelamatkanku?. mengapa dia masih ingin melindungi ku?, sedangkan aku ingin membunuhnya sampai detik ini tanganku selalu menyakiti ' Batin Kaisar sambil menadakan tangannya dan melihat tangannya.