
“Tapi aku bisa membuat mata birulu menjadi hitam. . Atau merubah mataku menjadi wernah lain sperti ini..” Ujar Qira merubah warna matanya yang biru menjadi ping..” Atau seperti ini..” Ujarnya sembari merubah bola matanya menjad hijau. “Atau seperti ini..” ujarnya memberi warna kuning...”Tapi jika masalah wajah, aku akan mengunakan cadar dan penutup kepala, jadi tak akan bisa melihat fisikku..
“Tidak semudah itu Qira...” Ujar kaisar Langit dengan nada lembutnya, “ Matamu kutukan, sikapmu kutukan, dan seluruh yang ada padamu adalah kutukan. Kau tak layak dibumi Qira kai layak dilangit.. kau layak hanya menjadi Dewi. Dewi Qira..!! Bahkan Dewi bulan aja kalah denganmu..!!” Ujarnya dengan lembut. Ya.. pesona Qira mampu menundukkan siapapun itu membuat Qira dipersulitkan untuk hidup. Jika dulu karena kaum Bluerose tapi ternyata itu salah. Ap karena memang Qiranya kutukan. Siapapun akan merebut Qira bagaimanapun caranya, meskipun menggunakan cara kotor sekalipun.
Qira mengusap keningnya mebuat Fugo menatap Qira ibah. Dia juga tertarik pada Qira, hanya saja tertarik bukan karena cinta. Mungkin, dia tertarik karena Qira meiliki dua sipat, sifat laki-laki sekaligus perempuan, lembut sekaligus tega, memiliki perinsip dan juga teguh. “Tapi kau bisa hidup kembali dengan satu syarat. Bagaimana?” Tanya kasar Langit lagi membuat Qira menatap kaisar langit penuh binar, ada harapan disana.
Kaisar Langit menatap satu pesatu lainnya. “ Kau harus menjadi Dewi Bulan, karena Dewi bulan tak memiliki anak yang cocok menggantikannya , karena memang kau adalah titisan dari dewi bulan. “ Ujarnya membuat yang lain menatap kaisar dengan tatapan sulit diartikan.
“Tapi yang mulia.. saya tidak bisa, saya ingin menjadi manusia biasa saja, hidup dengan keluarga dan anak anak saya. Itu saja, tidak lebih...” UjarQira mengutarakan keinginannya. Dia menatap kaisar Dengan tatapan memelas.
“Kau bisa tinggal dengan keluargamu Qira.. bahkan selamanya, hanya saja kau harus menggantikan Dewi bulan.. apa kau mau? jika kau mau maka kau akan bisa hidup kembali..!!” Ujarnya menawarkan. Karena memang Qira adalah calon dari dewi bulan, hanya saja Qira menolak keras membuat ia menjadi pelayan. Kecewa sekali dewi bulan awalnya tapi harus bagaimana lagi? Dewi bulan memiliki dua anak perempuan, hanya saja tidak ada yang cocok dan pantas, karena mereka memiliki haus kekuasaan dan juga sombong, sedangkan menjad Dewi dan dewa tak semudah yang mereka pikirkan.
“Tapi bagaimana caranya? Aku bahkan akan tinggal dibumi nantinya..!!” Ujar Qira bingung. Jika dia menjadi dewi tandanya dia akan tinggal dilangit bukan? Bersama orang orang ini lagi?
“Kau bisa tingal dibumi, hanya saja aku harus menutupi tubuhmu sesuai yang kau bilang tadi, lalu tinggal ditempat terpencil, kau juga akan kembali kelangit ketika aku panggil dan mengerjakan tugasmu dibumi. Hanya itu saja..” Ujarnya lagi membuat Qira diam sejenak
Qira mengaguk sebagai jawaban. Tak ada cara lain, jika dia harus menunggu sepuluh tahun lagi dia tak akan sanggup, sunguh ia tak akan sangup.. sepuluh tahun lagi mungkin anaknya akan dewasa dan mereka akan melupakan sosok ibunya dia rela berkorban demi anak anaknya. Apapun itu.” Baiklah. Aku terimah..” Ujar Qira tegas.
Kaisar Langit tersenyum mendenarnya. “Karena inilah kau pantas menduduki kursi ini Qira.. “ Gumamnya. Karena Qira memiliki hati yang tulus dan lembut. Dia keras dan sombong. Meksipun sombongnya Qira itu memang adanya lo bukan diada adain hoho.. nggak apapa. Yang penting bukan sombong suatu hal yang ngga ada.
..
Malam ini Lingling dan juga kakak-kakaknya tak bisa tidur, karena kepikiran dnegna ria yang dikatakan Lingling dia mengatakan jika esok ibunya akan kembali yang artinya ibunya akan kembali, tapi ia takut jika itu hanya tipuan belaka, tapi lagi ni ya.. namanya anak kecil, pasti kepikiran terus jika tidak dijelaskan.
“Kenapa kalian belum tidur?” Tanya Zauhan menatap anak-anaknya yang belum tidur juga. Dia baru saja masuk dengan lilin ditangannya,
__ADS_1
Sedangkan yang ditanya menatap ayahnya dengan tatapan sendu. Zauhan memasuki kelambu anak-anaknya itu supaya tak digigit nyamuk. Saat dia masuk, anak anaknya langsung memeluknya dengan erat membuat ia terkejut dan kaget. “ Ada apa hm? Apa ada yang mengaggu pikiran kalian?” Tanya ayahnya dengan lembut. Zauhan meletakkan lilin itu dinangkas lalu mematikannya.
“Kami rindu ibu..!!” ujar Heqi dengan mata memelas bagaikan anak kucing.” Bisahkah ayah ceritakan kembali bagaimana ibu? kami ingin sekali mendengarnya sebagai dongeng tidur supaya kami bisa memimpikan ibu. bolehkan?” tanyanya berat. Tapi ia memang merindukan sosok ibunya.
Zauhan menghela nafas jadi ayah tak boleh cengeng, jika ia menangis nanti bagaimana dengan anak anaknya? Masa anak anaknya juga akan menangis kan tidak lucu. “Tidurlah.. biar ayah ceritaan tentang ibu kalian, tapi berjanjilah kalian akan tidur hm..” Ujar Zuahan mengelus kepala Heqi lembut.
Heqi menganguk antusia lau kembali keposisi masing masing. Membenamkan tubuh mungil itu kedalam selimut tebal itu lalu menatap Zauhan dengan tatapan penuh binar. Mereka biasanya memang didongengkan dan diceritakan tentang ibu mereka. Hanya saja jika menyangkut nama ibunya keluarganya sensitif sekali, kadang menangis kadang lanngsung melamun, bahkan ada yang mendadak sedih sepanjang hari. hanya ayahnya saja yang napak tegar, padahal dihatinya sangat rauh.
“Ibu kalian memiliki mata biru dan jernih. Bagaikan air laut yang mampu menyedot perhatian siapapun itu. termasuk ayah..” Ujarnya menerawang pertemuanya dengan Qira, “Matanya bisa berubah apapun, warna biru ungu ataupun hitam. Keren bukan? Ya.. ibu kalian memang keren sekali..” Ujar ayahnya terkekeh, mendadak matanya basah.
“Kuat dan juga pandai dalam segala hal. Dan satu hal yang harus kalian tau. Ibu kalian itu sangat sombong. Dia bahkan tak pernah memberi hormat kepada ayah meskipun dulunya ayah kaisar..” Ujarnya terkekeh dikalah ingat hanya Qiralah yang tak memanggilnya dengan embel embel yang mulia dan sebagainya. Qira terlalu luar biasa memang.
“Benarkah? Apakah ibu lebih hebat dari ayah?” Tanya Qeqe kagum pada sosok ibunya.
“Tapi sayangnya kami tak bisa bertemu dengannya.!!” Ujar Lingling membuat yang lain melototi adiknya itu.
“Sudah. Kalian tidurlah.. besokkan kalian akan sekolah, jadi harus bangun pagi dan sarapan.. jangan menjadi orang bodoh disekolah ya.. nanti ibu kalian malu dilangit sana..!!” Ujar Zauhan tak kuat meanjutkan ceritanya. Menceritakan masa lalu sama saja membuka jahitan luka ditubuhnya Zauhan. tapi apa daya, itu harus dilakukan bukan?
“Terimakasih ayah karena ayah masih bertahan untuk kami. menjadi ibu sekaligus ayah. Kami menyayangi ayah, selamanya..!!” Ujar dari Qeqe membuat Zauhan terenyum lembut dan mencium kening anaknya masing masing. Penghantar tidur indah bagi anak anaknya. Dia mengelus kepala Heqi sayang karena Heqi mirip dengan Qira, sebagai pengobat rasa rindunya membuat ia mengecup dalam kepala Heqi. Ia merasakan Qira disisinya jika ada Heqi.
Setelahnya ia keluar dengan hati hati supaya tak menimbulkan suara, sedangkan tiga anaknya sudah tertidur dengan damainya, disana sudah gelap karena lilin semuanya sudah dimatikan oleh Zauhan, hanya sinar rembulan yang samar samar saja yang menerangi mereka.
Zauhan memilih pergi ketempat perang, dimana hilangnya Qira, dia ingin menangis dan menumpahkan kegelisahannya, karena disana dia bisa merasakan Qira yang hilang dibawah angin, dia merasakan sosok dimana Qira dipelukannya dan mengatakanya cinta.. akh Qira memang membuat hatinya bahagia sekaligus tersakiti.
“Kau tau Qira.. tadi anakmu menanyakan ibunya.. katanya mereka merindukanmu..!!” Ujar Zauhan dengan duduk. Dia menatap batu yang sudah diberi nama Qira disana memang sangat dijaga oleh penduduk, karena memang Qira sudah dianggap dewi penyelamat. jadilah disana dipenuhi dengan bunga bunga yang ditanam oleh masyarakat. Bahkan sangat banyak bunganya.
__ADS_1
Zauhan menangis dengan piluh. Laki laki bisa menangis.. “Mereka sangat bangga memiliki ibu sepertimu. Andai saja kau ada disini, kau pasti sangat bahagia..” Zahan terkekeh lemah.” Heqi yang mirip dengamu. Qeqe yang miip denganku dan Lingling, entahlah, dia mirip siapa, sepertinya perpaduanmu dan diriku.. dia pemalas dan juga manis,.. kenapa tidak Lingling saja yang mirip denganmu? Lucuh bukan? Ini malah anak laki laki kita..!!” Ratapnya memeluk gundukan yang dibuat, hanya sebagai simbiolisme. Disana penuh dengan bunga mawar putih menandakan kesucian dan kebersihan.
“Mereka sudah besar Qiqi. Sudah besar dan sudah sangat cerdas... Hiks hiks. Mereka semua sudah besar.. “ Ujarnya merasakan angin menyergap ditubuhnya namun tak membuat ia dingin, dia merasakan bunga yang harum menyerbak kehidungnya membuat ia tertawa lalu menatap langit.” Kami merindukanmu Qira.. sunggu kami meirndukanmu..!!!” Ujarnya Zauhan penuh kepiluhan dan juga penghayatan, tak ada kebohongan disana.
“Dan aku juga merindukan kalian..!!” Suara itu membuat Zauhan terkekeh, dia menangis lalu menampar pipinya..
Zauhan tertawa keras karena merasakan dirinya gila. karena berhausinasi akan adanya Qira disisinya. “ Aku bahkan sudah gila, mendengar suaramu sayang.. aku gila karena rinduku padamu..!!” Ia mencium tanah gundukan itu dengan air matanya.
“Kau memang gila Zuhan.. karena aku memamg ada, kau bukan hausinasi. Aku ada disini..!!” Siara itu membuat Zauhan berhenti menangis. Dia menatap sekeliling untuk menatap sosok itu. Namun ia terhenti disosok yang cantik dipenuhi cahaya, hanfu putih dengan wajah yang bagaikan dewi. Dia menangis dengan lucunya membuat ia tertegun.
“Kau mengapa menatapku seperti itu? Kau menatapku bagaikan menatap hantu saja..” Ujar sosok itu dengan nada khasnya. Ia melihat semua yag Zauhan katakan dan lakukan tadi. dia melihatnya sedari tadi dan itu membuat ia sedih dan juga menangis.
“Kau memang hantu.. jadi aku harus apa? Aku patsi berhalusinasi lagi Qira.. tapi halusinasiku kali ini kau lebih cantik dari sebelumnya kulitmu putih bersinar tidak seperti dulu yang dekil dan jarang mandi. Kau terasa nyata dan seperti dewi.. apakah aku benar benar gila... kau bahkan nampak tak seperti Qira yangku kenal.” Ujar Zauhan jujur dengan mata yang menatap kedepan. Ia tak bisa mengalihkan pandanganya dengan sosok yang sangta cantik tersebut.
Qira yang mendengar itu mendadak kesal. Ia yang menangis *** sekarang dihina. Ia melemparkan Zauhan dengan sendalnya membuat sendal itu menimpa kepalanya Zauhan dan Zauhanya jatuh. “masih mengaku halusinasi? Sakit tidak? jika tidak sakit akan aku tambahkan..!!” Ujar Qira keras padahal ia merindukan sosok Zauhan yang penuntut dan juga egois ia ingin melirik Zauhan. Tapi menggodanya lebih baik sepertinya..
Bukanya marah tapi Zauhan malah bangkit sembari memegang sendal itu. itu terasa sangat nyata membuat ia mengerjab polos. Keningnya lecet tapi tak terasa. Ia mendekati Qira dengan tatapan tak percayanya lalu memeluk Qira erat..” Hiks hiks.. ku harap aku tak akan pernah bangun dari halusinasi ini Qira...” Gumamnya dengan lembut sembari memeluk Qira erat.
Qira yang dipelukpun membalas pelukan Zauhan. dia merindukan sosok Zauhan yang keras sekaligus penyayang ayah dari anak anaknya ini. “Aku juga...” Gumam Qira ditelinga Zauhan membuat Zauhan kembali menangis. Ia merasakan halusinasi yang sangat nyata.
Zauhan menium puncuk kepala Qira sayang.” Kau tau Qira.. aku merindukanmu sepanjang malam, setiap detik dan juga sepanjang waktu tanpamu. Aku ingin mati rasanya. Tapi kau malah memberikan tiga bocah itu supaya ku tetap hidup. Qira.. kau sangat kejam menghukumku.. kau sangat kejam membalasku..” Ujarnya sesegukan.
Qira terkekeh meihat Zauhan bagaikan anak kecil.” Kau ini tak malu dengan umur apa? Kau sudah tua tapi menangis bagai balita yang tak diberikan susu.. ayolah, mana Zauhan arogan yang ku kenal? Apa karena tiga kurcaci itu membuatmu menjadi loyo seperti ini ha?” Tanyanya mencubit pipi Zauhan.
Zauhan merasakan sakit dipipinya membuat ia menatap Qira sendu.” Rasanya sakit dan ini nyata. Apakah kau membuatku kembali gila Qira? ku mohon bawa aku bersamamu kesyurga..” Ujarnya memeluk Qira lagi bagai orang mabuk saja. Ia tak rela jika sosok ini menghilang.” Jangan menghilang lagi Qira.. seperti ini sebentar saja. Aku moon..
__ADS_1