Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
kerajaan awan


__ADS_3

Like baru baca.....😀😀


Lain di kerajaan Awan...


Apakah ada yang bertanya bagaimana keadaan disini? Jawabannya akan terjadi peperangan antara dua kerajaan. Ya karena suatu tragedi antara putra mahkota Kenzi memutuskan pertunangannya dengan putri Maoxi. Kalian ingat putri Maoxi yang menabrak Qira dan terjadi keributan dibab sebelumnya. Ternyata itu sangat berdampak besar baginya dan hubungannya.


On Flashback...


“Apa? Ayah tidak membohongi kami kan?” Tanya Kenzi setengah berteriak.


Kaisar Wey hanya menampilkan wajah sendunya. “Ayah tak berbohong. Qira memang sudah pergi dari kerajaan langit. Dan sekarang kita tidak tau dimana keberadaannya.” Jawabnya berat.


“Mengapa ia pergi ayah? Bukannya hubungan Qira dengan keluarganya sudah baik-baik saja.” Jawab Kenzi.


Jujur saja. Kenzi sangat terkejut saat mendengar jika Qira pergi tanpa memberi tahunya. Bukannya mereka sangat dekat? Apa salah dirinya hingga Qira sama sekali tak memberinya kabar.


Kaisar Wey menghembuskan nafas kasar. “Tidak semudah yang kau katakan Kenzi. Meskipun Qira sudah memaafkan keluarganya. Tapi hati Qira masih saja memendam luka. Ia harus memulikan lukanya.” Jawabnya. "Kau tak tau seberapa dalam Lula dihatinya saat ini"


Permaisuri dan selir Xia menangis mendengar Qira pergi. Bagaimana bisa Qira pergi tanpa memberi tahu mereka? Lalu apa guna Qira menanam rasa sayang terlalu dalam. “Apa yang Qira alami sebelumnya sehingga ia harus pergi membersikan luka dihatinya? Apakah luka itu terlalu dalam?” Ucap selir Xia sambil menangis.


Kaisar Wey menatap istrinya sendu. Semenjak datangnya Qira membuat kerajaannya berubah. Bukan hanya kerajaannya, tapi juga hatinya yang keras. “ Ya,... dia memiliki luka yang sangat dalam. Bahkan jika kita yang mengalaminya, tak mungkin kita menjadi sosok setegar Qira...----“ Ia menceritakan kejadian-kejadian yang Qira alami selama hidup ini.


Mulai dari Qira yang tak mendapatkan kasih sayang ibunya. Dibenci oleh keluarga kerajaan sejak kecil, ayahnya yang selalu menghukum Qira karena hal sepele. Sampai pada Qira yang hampir dibunuh kaisar Alex dan menyebabkan Qira patah tulang dipunggung, tangan dan kakinya. Semua itu pasti membuat dua wanita yang ia cintai menangis histeris. Bahkan selir ketiga juga menangis meskipun ia tak terlalu dekat dengan Qira.


Air mata sang pria sombong seperti Kenzi lolos saat mendengar penderitaan Qira. Ia tak menyangkah dibalik topeng datar diwajah Qira terselip luka yang begitu dalam. Apakah sedalam itu? Lalu nbagaimana bisa Qira masih memaafkan keluarganya.

__ADS_1


“Akanku bunuh mereka semua...!” Bentaknya penuh amarah.


Kaisar Wey tentu saja menahan putranya. “ Tidak bisa. Karena Qira sudah memaafkan mereka.”


“Aku tak terima Qira diperlakukan seprti binatang seperti itu ayah. Aku tak mau...” Ucapnya penuh amarah.


“Kau pikir ayah rela? Andai saja Qira lahir ditengah-yengah kita. Jika saja Qira tak menyuruhku untuk memaafkan mereka. Sudah kupastikan besok kita akan berperang.” Jawabnya tak kalah dingin saat mengingat Qira.


“Kapan Qira kemnali?” Tanya Kenzi.


Kaisar Wey hanya menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Kenzi.


Sejak sat itu juga kerajaan Awan dan Langit perang dingin.


Dihari dimana kerajaan Dewa datang untuk menanyakan hubungan antara Kenzi dan Putri Maoxi. Kenzi memilih pergi dari istananya.


Tepatkan dua minggu yang lalu. Putri Maoxi mendapat kabar bahwa Kenzi memutuskan pertunangan mereka. Tentu saja itu membuat masalah diantara kerajaan awan dan kerajaan dewa. Kerajaan dewa mengancam akan berperang jika Kenzi membatalkan pernikahan. Tepatnya pertunangan yang masih merancang pernikahan.


Kenzi sama sekali tak peduli. Yang ia pedulikan saat ini adalah menemukan Qira, jika peperangan membuat ia lepas dari ikatan yang ia tak suka. Maka ia akan lakukan. Kalian belum lupa bukan bagaimana Sikap keras dan sombongnya Kenzi?


Of pleshback...


Langit begitu cerah. Burung-burung bersiul ria bersama teman-temannya, seakan menunjukan bakat dan meminta pujian alam semesta. Bolehkah reranting iri? Ia hanya menjadi penari handal oleh angin. Tarian menimbulkan seruling gesekan merdu bagi orang yang menatap rindu akan kesegara.


Ada sosok dimana pria paru baya yang menyeret juba kebesarannya, jangan lupakan lambang naga besar disana. tak lupa mahkota terbuat dari emas dan dihiasi batu giok merah dan biru menghiasinya. Wajah yang sedikit keripiut itu masih menunjukan ketampanan yang tak dimakan usia.

__ADS_1


Ia membuka pelan pintu coklat kediaman teratai. Dapat ia lihat disana selir Xia yang terbujur lemah disana. “ Bagaimana kabarmu Xia?” Tanyanya lembut penuh perhatian.


Selir Xia yang awalnya memejamkan mata sekarang mengerjab lalu menatap asal suara. Ada senyum kecut diwajahnya. “Aku baik-baik saja yang mulia.” Jawabnya lemah.


Kaisar Wey duduk disisi ranjang selir Xia. Ia mengelus lembut kepala selir Xia, lalu merapikan rambut selir Xia yang menghalangi wajah cantiknya. “Kau tak perlu mencemaskan Qira. Karena aku yakin ia baik-baik saja. Apa kau lupa ia gadis yang hebat?” Tanya kaisar Wey sendu. Bohong jika ia tak mengkhawatirkan Qira. Bohong jika ia mengatakan jika tak merindukan gadis kecilnya, dan bohong jika ia merasakan hari-harinya menjadi kian sepi.


“Aku tau. Tapi baga—“


“Suthh.” Kaisar Wey menutup bibir pucar selir Xia dengan telunjuknya lembut. “Sudahku katakan bukan. Apa yang kau ucapkan adalah doa. Aku tak mau jika itu terjadi. Selalu berfikirla yang fositif.”


“Bagaimana aku bisa---“


“Bisa. Kau hanya perlu mendoakan keadaan Qira. Kau ibunya, aku yakin jika Dewa mendengarkan doamu nanti.” Ucap kaisar Zauhan sedikit lemah.


Tapi ketukan dari jendela membuat mereka mengarahkan kejendela yang tertitup hordeng. Ada satu burung elang yang berukuran cukup besar disana.


“Siapa itu?” Tanya kaisar Wey. Ia memilih mendekat dan melihat, tapi tangannya ditahan cepat olehsselir Xia. Ia menggeleng dan terliaht cemas. “Tenanglah. Aku hanya melihat saja. Kau tunggu disini.” Ucap kaisar Wey lembut lalu melepaskan tangan selir Xia lembut.


“Penyusup... Burung penyusuup...” Teriak para prajurit diluat jendela.


Kaisar Wey terkejut mendengar hal itu. Mereka memang sangat mengetatkan penjagaan akhir-akhir ini, karena konflik antara kerajaan Angin dan kerajaan Dewa terlihat bukan main-main. Ia memilih keluar dari kediaman teratai dan pergi menuju sumber suara.


“Ada apa ini? dimana burung penyusup itu?” Tanya pria muda yang dayang menyeret jubah putra mahkota kebesara. Ya dia Kenzi, bukan kaisar Wey.


Para prajurit menunduk hormat. “Ampun yang mulia putra mahkota. Kami menemukan burung elang ini mengintip dikediaman selir Xia.” Jawabnya ragu.

__ADS_1


Tak lama kemudian kaisar Wey datang dari belakang mereka. “Burung penyusup? Dimana burung itu?” Tanyanya mendengar ucapan prajurit.


__ADS_2