
Setelah sarapan selesai. Zauhan membantu Lingling untuk menggunakan bajunya, ia juga membantu mengucir dan memberi mainan rambut anak itu. Sedangkan Lingling hanya duduk manis dan tersenyum menerima perlakuan ayahnya itu.
Setelahnya Zauhan membawa Lingling kedepan menuju kusir kuda, disana sudah ada Qeqe dan Heqi yang sudah cemberut karena terlalu lama. “Lingling kamu itu bikin kesel tau nggak, sekarang udah siang., kita telat tauk..” Ujar Heqi cemberut. Sedangkan Qeqe hanya melirik datar pada Lingling yang super pemalasanya itu.
Lingling malas menjawab, ia hanya memutar bola mata malas.” Yaudah.. kalian hatihati dijalan ya, jangan nakal dan harus jadi anak pintar. Paham..!!” Zauhan menasehati anak-anaknya itu dengan sedikit membungkuk supaya dapat melihat mereka, maklum karena kereta sedikit tertutup kain. "Jangan lupa jagain adeknya...! "
“Paham ayah.. kami pergi dulu ya... dadah..!!” Heqi melambai tangan ceria dengan ayahnya sedangkan Qeqe hanya tersenyum kepada ayahnya. Lingling? Ia menyandarkan kepalanya dipenyangga tangan karena malas. Diibaratkan itu, tulangnya itu diciptajan lunak seperti jelly oleh dewa, entahlah...
“Andai kau masih disini Qira.. kau pasti akan mengomeli anak-anak kita. sekarang mereka sudah besar dan merindukanmu... Apalagi Heqi sagat mirip denganmu...” Zauhan meghapuskan air matanya yang menetes dipipinya setelah melihat kuda anak-anaknya melaju membela jalan. karena memang Zauhan tingal didekat gunung, bukan diperdesaan, karenanya lah mereka harus datang secepatnya, namun apa daya Lingling yang memakai baju saja harus diurus. Akhh Zauhan rasanya tak sanggup hidup tanpa Qira.
Dikediaman ini, Zauhan tidak tinggal sendiri, sesuai keinginan Qira, disebelah rumahnya ada Leon dan Wolf, ada Shu Jin yang mengurus keperluan rumah, ada Caho dan Chio kadang kadang. Hanya saja, mereka tak ikut saat ini karena mereka kembali kekerajaan Langit sementara, katanya Guang Li akan menikah, karenanya mereka sedang sibuk, sedangkan Zauhan dan anak-anaknya akan datang menyusul saja nanti.
Lain lagi jika didalam kereta.. tiga bocah itu berbeda-beda ekspresinya. Ada yang tersenyum secerah mentari, ada yang datar, dan ada yang menutup matanya sesekali menuap, seperinya pembagian semangat dari mereka itu tidak merata saat Zauhan membuatnya. Atau mungkin Qira yang tak membagi ekspresi pada anak-anaknya itu.
Sesampai disekolahnya. Tiga kembaran itu berjalan dengan aurah yang mematikan. Inilah mereka, jika sudah didepan umum, sama seperti Qira, datar dan dingin, ber aurah tegas dan juga disegani. Termasuk Lingling yang pemalas, hanya saja Lingling saat ini digendong oleh Qeqe karena malas berjalan, ia membenamkan wajahnya dicengkuk leher kembarannya itu.
Benar dugaan mereka, mereka telat setengah jam dari yang lain, sebab sekolah ini sangat sepi. Sekolah yang dimasuki oleh mereka ini adalah sekolah terbaik dienam kerajaan, karenanyalah, disini banyak para pangeran dan juga putra mahkota dari kerajaan lain, para anak mentri dan juga jendral. Jangan harap bertemu dengan anak yang kurang mampu ya..!! sebab yang sekolah pada zaman itu hanyalah orang yang terpandang saja.
Semenjak kejadian tujuh tahun yang lalu itu membuahkan dampak besar bagi kerajaan kuno. Semuanya bersatu, awalnya kerajaan langit bermusuhan dengan kerajaan Barat maka sekarang tidak, begitu juga dengan yang lain. sehingga sekarang kerajaan barat membebaskan kerajaan lain masuk kekerajaannya sesuai kesepakatan beberapa kerajaan, hanya saja sebelum masuk mereka harus meminta izin dari pihak kerajaan, semacam surat izin, kalo didunia moderrn harus ada Vaport.
Toktoktok...” Permisi..!!” Ujar Heqi mengetuk pintu diruang kepala sekolah karena mereka terlambat.
Disana ruang kepala sekolah itu diisi oleh Guru Jonglioni yang dipanggil guru Jo itu menatap tiga bocah itu denga dahi mengerut.” Ada perlu apa ya?” Tanyanya.
“Kami terlambat pak. Jadi bisakah bapak mengantarkan kami kekelas mana? Kami dari kediaman Han..” Ujar Heqi dingin membuat guru itu gelagapan. Siapa yang tak tau keluarga itu? Itu adalah keluarga yang mengendalikan jual beli dinegaranya. Bahkan ia menguasi lahan yang hampir setengah dari kerajaan Barat. Meskipun mereka bukan pejabat, mereka sangat kaya.
Tunggu. Apakah mereka tau jika Zauhan mantan dari raja? Maka jawabannya tidak, sebab Zauhan dan Zoulan kembar membuat mereka hanya bertukar posisi tanpa pengangkatan, sebab memang jabatan itu punya Zoulan. Jadi tidak ada yang tau jika Zauhan adalah mantan kaisar yang kejam.
Setelah itu Guru Jo menghantarkan mereka kekelasnya. Lingling tak bergeming. ia manatap guru Jo dengan datar. Sampai didepan kelas yang disana kelas ‘Kesikapan’ membuat mereka menganguk saja.” Permisih bu. Disini ada anak-anak dari kelas ini yang baru datang.” Ujar Guru Jo dengan mata yang mengode’ jangan hukum mereka’
__ADS_1
Ditangapi oleh guru itu mengangguk.” Kenapa kalian terlambat?” Tanyanya lembut.
“Karena kami mau..” Jawab Heqi ketus membuat Qeqe menatanya tajam.” Adik saya kesiangan tadi bu.’ Jadi kami harus menunggunya terlebih dahulu.” Ujarnya.
Meskipun tak ada kata’ Maaf’ tapi guru itu cukup mengangguk mengerti. “Baiklah. Kalian boleh masuk kali ini, tapi jangan sampai telat dikemudian hari..” Ujarnya membuat mereka bertiga mengangguk membuat Guru itu mendengus kesal.
Kompak saat darmtanya saja...
“ Jika begitu bapak keruangan dulu ya..” Ujar pa Jo ramah.
“Hm..” Ujar mereka bertiga serentak dan berirama membuat pak Jo membelalak, mereka kompak sekali jika menyangkut dingin. Ia mengeleng lalu pergi meninggalkan mereka bertiga.
“Perkenalkan nama Saya Chiangli. Kalian bisa panggil Saya Guru Chia. Baiklah, bisakah kalian perenalkan diri kalian..!!” Ujarnya pada tiga bocah itu. Ia mengamati penampilan mereka, baju mereka? Sederhana, hanya saja bahan yang digunakan itu adaah bahan untuk baju para pangeran, dari mana ia tau? Tentu saja ia tau, melihatnya saja ia tau itu barang mahal, belum lagi aksesoris yang digunakan Lingling membuat mereka akan mengira Lingling adalah tuan putri. Meksipun itu benar adanya. “Itu bisa dilepaskan dulu adiknya?” Tanya Guru Chia menatap Lingling yang digendong.
Lingling yang jadi tersangkah pun melepaskan kakaknya lalu berdiri, jangan harap ia berdiri lurus, ia berdiri sebentar lalu bersender dimeja guru membuat guru itu mengerjab, sedangkan yang lain menatap bingung Lingling yang menutupi wajahnya dengan cadar, sedangkan beberapa lagi menatap dua kembarannya dengan tatapan lapar.
“Qendri, kakak dari mereka..”
“Hendri adik Hyung Gehe Qendri.”
“Lingling..” Ujar Lingling malas. Sudah taukan jika ia adiknya.
"Singkat sekali...! " Batin mereka.
Guru Chia mengerjab polos. “Kamu kenapa tutup mukanya?” Tanyanya murid perempuan yang meggunakan baju Hanfu Pink mencolok itu. Rambutnya diikat rapi dengan aksesoris berbentuk Phoenix yang artinya dia seorang putri raja.
Lingling menghirup nafas terlebih dahulu. “Aku punya penyakit menular, jelek dan juga Panuan, jadi jangan deket-deket sama aku. Ribet.!!” Ketusnya lalu diam lagi dengan mata yang menyipit.
Semua orang cengo menatapnya. Ada beberapa menatapnya jijik, sedangkan Heqi dan juga Qeqe hanya mengeleng menatap sudarinya ini. Ia mengatakan itu karena malas banyak teman, ia lebih suka sepi dan sunyi.
__ADS_1
“Ih kamu serem.” Ujar sang gadis lain yang menggunakan baju paling mewah sinis.
“Sudah-sudah. Kalian duduk saja ya..!!” Ujar Guru Chia pada mereka. Ia menatap Lingling ngeri.
Dengan seringaian jahil Lingling mengambil tangan gurunya dan menciumnya.” Kyak.. apa yang kau lakukan..!!” Teriak guru Chia terkejut.
“Sopan santun. Karenanya aku menyalami ibu. tidak boleh?” Matanya yang bulat berkedip-kedip lugu.
Guru Chia mendengus.ia mengusap pungung tanganya dengan dihanfunya.” Tidak boleh. Mau ku hukum?” Tnayanya jijik.
Sedangkan tiga boca itu terkekeh menatap Guru Chia. Bukannya Lingling jera. Ia bahkan memeluk Guru Chia erat membuat Guru Chia kembali berteriak keras dan berlari mengelilingi kelas untuk menghindari Lingking. Terjadilah tawa meledak dikelas itu akibat Lingling yang jahil.
Tau kenapa Lingling jahil? Sebab ia tak mau belajar, ia mau gurunya pergi dari kelas ini. akh baru pertama masuk saja ia sudah bikin onar. Bagaimana kedepanya ya?
.
.
.
Halloo... Author akan lanjut cerita anak-anak Qira ya.. Mungkin aku akan tambah bebetapa puluh upnya ya.. Nanti aku akan Up mulai tanggal 1Sepetember, setiap hari, tunggu aja tanggal segitu ya, dan Upnya setiap hari, sebab mau liat kebahagiaan keluarga ini katanya? Oke aku turutin ya hehe..
Jika kelanjutan anak Qira nanti aku bakal bikin khusus novelnya ya, biar enak pembagiannya, biar enggak kecampur. Jadi mungkin aku bakal nampak Part aja. Mungkin 30eps cukup menggambarkan anak-anak Qira ya? Atau mungkin 32 nanti. Entah, yang pasti engggak lebih dari 50part. Soalnya kalo kebanyakan bisa ambyar haha..
.
.
ingat... 1september insyallah hehe... salam sayang
__ADS_1