
klik 👍 dulu yey...
.
.
.
.
.
Kaisar Zauhan menatap langit dengan gelisa ia bahkan sudah lebih dari dua puluh bolah-balik saat ini. keluar masuk kedalam aula istana hanya untuk memastikan satu hal.
Yaitu, Gadis sombong yang sudah sedikit mengigit hatinya, ahh, bukan hanya hatinya. tapi juga perasaan dan pikirannya. a karena sudah 3hari ini ia pergi tanpa kembali.
“Dimana kau Qira..” Gumamnya, kepalanya tambah sakit karena selalu mendengar Zuzu yang selalu menangis dan merengek untuk bertemu Qira. Anak itu saat ini sedang demam, mungkin karena saat ada Qira kemarin ia cubit terus dan sekarang demam rindu akan ibunya itu.
Ahhh, sekedar informasi, Qira sudah tidak pulang selama 3hari. Yaa, karena ramalan itu, ahh. Ramalan itu memakan waktu yang tak dirasakan baik Qira, maupun Kakak Kim.
Kaisar Zauhan mengusap kepalanya kasar, ia sudah Menyuruh beberapa prajurit mencari Qira. Tapi tak kunjung juga bertemu. Ditambah tanda dibahu Qira sama sekali tak berpungsi, membuat dirinya sedikit heran. Dimanakah Qira berada sehingga dirinya tak mampu menemukannya.
Harinya suram, kegelisahan melandanya. Setiap hari ia mencari Qira dan mengabaikan pekerjaannya. Ia juga meninggalkan Zuzu dengan Leon dan Wolf. Ahh, bukankah mereka ayahnya juga?
Leon dan Wolf sama sekali tak mengetahui jika Qira hilang, karena kaisar Zauhan mengunci berita itu secara rapat. Ia tak mau jika apara sahabatnya Qira akan menyalahkan dirinya karena kejadian ini.
__ADS_1
Setiap Wolf dan Leon bertanya dimana Qira. Maka kaisar Zauhan hanya menjawab. ‘Jangan pikirkan istri orang’ dan jawaban itu membuat Wolf dan Leon menahan marah setengah mati. Mereka tak heran. karena memang selalu seperti itu kaisar menjawab sedari dulu. Jika ditanya khawatir atau tidak, maka jawabannya sangat. Tapi mereka harus apa? Pergi kemana?
“Hormat kepada yang mulia.” Bayangan hitam itu mendarat entah dari mana tapi sudah berada disamping kaisar Zauhan.
“Apa kau sudah mendapatkan berita bagus?” Tanya kaisar Zauhan menatap bayangan itu.
“Hamba baru melihat yang mulia permaisuri Dihutan Mangilon. Di—“ Belum sempat ia menjelaskannya lagi. Kaisar Zauhan sudah pergi lenyap bersama angin membuat ia juga mengikuti kaisar Zauhan menuju hutan tampat Qira berada.
Dan hal yang kaisar Zauhan lihat, membuat ia murka. Ahh, pemandangan kemesraan antara Qira dan kakak Kim, kakak Kim yang sedang memegang bahu Qira lembut sembari tersenyum. Ia mengepalkan tangannya erat, hingga kuku-kukunya memutih, urat dilehernya bmenjulir dipermukaan kulit. Dia bagaikan iblis saat ini.
“Yang mulia. Hamba menyarankan untuk tetap disini, jangan membuat permaisuri semakin tak menyukaimu.” Untunglah bayangan itu cepat datang. Ia adalah Ren, kesatria sekaligus tangan kiri kaisar Zauhan. Ia menahan kaisar Zauhan ketika kaisar Itu melangkah lebar.
“Tapi, siapa pria itu?” Tanya kaisar Zauhan menggertakkan gigi.
Ren hanya menghembuskan nafas kasar. Ia menatap Qira dan kakak Kim secara datar. “Yang mulia lihat? Yang mulia permaisari bisa begitu lembut pada pria yang lembut. hamba juga tidak tau siapa pria itu, tapi, dengan sorot matanya memberikan kesan bahwa ia sangat menyayangi yang mulia permaisuri.” Ucapnya memberi argumen.
Karena sedari bayi, Ren adalah teman dekatnya. Bahkan saat pertama kalinya kaisar Zauhan mimpi basah, ia bercerita pada Ren. Begitu juga Ren. Saat ibunya meninggal, Kaisar Zauhan lah tempatnya menangis. Ren adalah anak dari kesatria yang melindungi ayah kaisar Zauhan terdahulu, karena itulah, hidup Ren memang sudah dilati sedari ia bayi untuk dekat dan mengabdi pada kaisar Zauhan. Masalah kekuatan? Kaisar Zauhan memang jauh lebih unggul, tapi Ren tak bisa dikalahkan sembarang orang. Kalian ingatkan saat ia melawan Wolf dan Leon?.
Ren terkekeh geli. Kapan kaisar Zauhan melembuti Qira. “ Yang mulia peermaisuri memang bodoh, tapi kebodohannya itu karena yang mulia tak memberi tahukan isi hati yang mulia. Cobalah membuat dirinya ingin menerima yang mulia sebagai teman, hamba yakin yang mulia permaisuri akan memberi ruang untuk dekat pada yang mulia, disitulah yang mulia tunjukan bahwa yang mulia peduli.”
Kaisar Zauhan mendengus kesal. Apa-apaan ini. jomblo menasehati orang jomblo? Sok tahu bukan? Tapi mengapa semua saran yang ia berikan itu membuat kaisar Zauhan menerimanya. Aahh, kaisar Zauhan tak mau menjawabnya, ia memilih untuk mendekati Qira saat melihat pria yang bernama kakak Kim itu sudah pergi. Tapi ia sempat terkejut saat pria itu berubah menjadi serigala. Ia tak Menyangka jika Qira menjalani hubungan dengan seorang siluman.
Lalu bagaimana kaisar Zauhan menerima Wolf dan Leon? Apa ia tau jika mereka semua siluman.
Bug..
__ADS_1
Kepala Qira membenur sesuaru membuat ia mengernyit.
Kapan disini ada dinding?
Matanya mdnongak dan bertemu dengan manik elang sang pria egois. Qira menaikkan satu alisnya. “Apa yang kau lakukan disini?”
Pemilik mata elang itu menatap Qira tajam,” Seharusanya aku yang bertanya. Apa yang kau lakukan dengan pria lain dibelakangku?”
Dibelakangku? Qira seperi tertangkap habis berselingkus saja saat ini, membuat ia terkekeh geli. “ Memangnya mengapa kalau aku main dibelakangmu? Kau lagi tak membuat drama sedang cemburu pada istri palsu bukan?” Qira menaik turinkan alisnya sembari tersenyum smirk.
Kaisar Zauhan menatap Qra dengan tatapan yang mematikan. Ia tak suka kalimat ‘istri palsu’ ia tak suka Qira menentangnya dan menatapnya tak selembut pria tadi. Ia menekan bahu Qira dan menyematkan sesuatu dibahunya Qira membuat Qira sdikit meringis kesakitan. “ Itu hukuman buatmu. Kau pergi selama 3hari dan pergi bersama pria lain. Lima puluh langkah kau pergi dariku, aku pastikan kau mati dengan tulang yang mencair.” Ucapnya dingin.
Ayo hujat kasiar Zauhan yang egois,, tak mau mengakuhi ia cemburu dan mengekang Qira supaya ada disampingnya terus. Apa yang harus ia lakukan? Mengungkapkan ia ceburu lalu menerima penolakan secara mentah-mentah? Ia bisa pastikan untuk membunuh Qira saat itu juga. Ia mau Qira selalu berada didekatnya dan tak ada pria lain yang berada disisinya.
Qora memegang bahunya. Ia bahkan hampir lupa jika ia terikat pada kaisar Zauhan. Tapi tungguh. 3hari? Bukankah ia baru pergi pagi tadi? Lalu mengapa dibilang 3hari? “ Aku baru pergi pagi tadi. Kapan aku pergi 3hari?” Ia mengernyit heran. Bukan pertanyaan itu seharusnya keluar. Tapi kalimat laknat untuk kaisar Zauhan yang mengunci dirinya dengan dirinya sendiri.
Kaisar Zauhan menaikan satu alisnya. Ia menatap Qira inens. Ahh, wajah sayu, dengan bau tubuh seperti sesuatu yang menganjal. Ia tertegun sebentar. “ Iya. Kau sudah pergi selama 3hari. Apa kau sudah makan?” Tanyanya. Ia bisa melihat jika perut Qira kempes.
Qira menggeleng polos. Ia mengangkat bahu acuh. Tungguh-tungguh. Bahu? Saat ia mau mengumpat dan mengajak kaisar Zauhan berdebat masalah bahunya, kaisar Zauhan sudah mendekapnya dan memeluknya erat. Sedangkan lengan jubahnya ia sematkan dimata Qira dan berputar.
Mata Qira yang ditutup lengan jubah kebesaran itu mengernyit dikalah lengan itu sudah tak lagi didepan matnya. Dan saat ini ada didepannya adalah satu pindok kecil yang berada diatas pohon. (rumah pohon)
.
.
__ADS_1
.
.