
Sebenarnya part tambahan ini banyak ngisi cerita ketika Qira pergi ya...
.
.
On Flashback.
Tujuh tahun sebelumnya setelah perperagan itu. Enam kerajaan menata kembali kehidupan mereka, ya.. mereka harus hidup sebagaimana yang Qira inginkan. Qira mengorbankan kehidupanya untuk mereka membuat mereka harus bekerja keras dan menghargai usahanya. Sosok lain yang sangat mencintai Qira yang tak lain adalah kakak Kim, begitu juga Qira yang sangat mencinta kakak Kim. Bagaimana pun mereka harus berusaha namun takdir masih memisahkan mereka membuat semuanya bisa berfikir bukan? Jika sebenarnya mereka tak ditakdirkan untuk bersama. Percayalah, tak ada yang mampu menentang tadir.
“Fhuu... Selesai..!!” Gumam kakak Kim melihat lukisannya. Lukisan yang tak lain adalah Qira sang gadis pujaan hatinya. Ia mengelus wajah Qira lembut dengan mata yang basah. Menatapnya saja kakak Kim bisa menangis, apa lagi mengingat tragedi dimana Qira pergi.” Apakah kau baik-baik saja disana Qira? apakah kau juga merindukanku..!!” Gumamnya sedih menatap lukisan itu. Ia menutup mukanya karena sakit yang menyesakkan dada.
Tak ia ketahui jika dibalik pintu itu ada ayahnya kaisar Georgue yang menatap anaknya piluh, sudah dua tahun lamanya Qira pergi tapi anaknya tak mau keluar dari ruangan ini. ia bagaikan orang tak punya kehidupan.
Matanya melihat sekeliling, lukisan Qira dimana-mana. Mulai dari Qira yang diatas pungung Wolf. Qira yang sedang memakan apel dan sebagainya. Sesak sekali rasanya saat melihat anaknya yang menjadi orang gila semacam ini. apakah dia salah jika ia mengatakan kakak Kim gila?
“Nak..!!” Panggilnya serak sembari mendekat. Kakak Kim menatap ayahnya tersenyum lalu mengangkat kepalanya tinggi. Kaisar Georgue mengelus pungung anaknya sayang.” Kau sedang apa hm?” Tanyanya sendu meskipun ia tau jika kakak Kim baru saja selesai melukis. Ia hanya ingin mendengar jawaban dari anaknya.
Kakak Kim menunukan lukisan barunya. Qira yang sedang tersenyum lalu memegang kue ulang tahun. Disekitarnya ada satu lampion dan juga rembulan. Qira disana sangat cantik dan peminim. “Lihatlah ayah. Aku melukis Qira saat dia memberikanku hadia ulang tahun, cantik bukan?” Ia tersenyum layaknya anak kecil polos menatap lukisan itu.
Kaisar Geourgue menadakan kepalanya takut air matanya jatuh. Dadanya seperti diinjak gajah saat ini. sesak. “Hmm. Kau makin pandai melukis..” Gumamnya tak mau menyakiti anaknya.
Kakak Kim tersenyum lembut kepada ayahnya. “Nak... kau lupa pesan Qira padamu hmm?” Tanya ayahnya membuat kakak Kim meletakkan lagi lukisannya diatas meja. Ia menatap ayahnya dengan alis yang menyatuh.
“Pesan yang mana ayah?” Tanyanya. Seingatnya ia tak pernah melupakan pesan-pesn Qira.
“Kau ingat tidak pesan Qira sebelum ia pergi meningalkan kita?” Tanya ayahnya sembari mengulung lukisan itu. Ia menghadap didepan anaknya penuh kasih sayang.” Dia minta supaya kamu bahagia, dia minta supaya kamu hidup bahagia..!! bahagia.. hanya itu. Tapi kenapa kamu seperti ini sekarang?” Tanyanya sedikit menekan kata perkatanya karena memang sudah memendang kekesalan ini terlalu lama.
“Aku bahagia. Lalu apa lagi yang aku lupakan dari pesan itu ayah?” Tanyanya lagi karena tak mengerti dari ucapan ayahnya. Sebenarnya bukan tak mengerti, hanya saja pura-pura tak mengerti supaya ia tak nampak tersakiti. Mana yang lebih sakit dikalah ditinggalkan oleh orang yang dicintai selama-lamanya, dipisahkan oleh alam dan ketika rindu tapi tak bisa bertemu. Sakit itu melebihi sakit dicambuk seratus kali. Jika dicambuk kita bisa merasakan sakit dipukul lalu terluka namun ada obatnya. Tapi rindu tanpa wujud itu tak ada obatnya. Tak ada, sungguh..!!
Ayahnya kakak Kim menggeleng.” Bukan bahagia namanya ini nak.. tapi kau yang terlalu berpura-pura bahagia. nak..!!” Ia mengguncang bahu anaknya kesal.” Qira menyuruhmu mencari gadis lain diluar sana supaya kau bahagia. tapi kau duduk disini, ditemani masa lalu yang kelam dan menyakitkan. Dimana yang bahagia nak, dimananya hm? Apa dengan memandang lukisan Qira kau bahagia hm? Tidak..!! sampai kau matipun kau tak akan bahagia dengan hanya memandang lukisanya..!!!”
__ADS_1
“Tapi aku cukup bahagia seperti ini ayah.. Tolong megertilah..!”! Kakak Kim menatap ayahnya dengan mata yang memelas bagaikan anak kucing yang mengatakan bahwa ia tidak bersalah.
Ayahnya rersenyum miris. “Tapi jika Qira melihatmu seperti ini, dia akan marah sayang. Dia akan marah dan bersedih. Dia dua kali berkorban untuk kehidupanmu. Pertama saat kau sakit, dia mengorbankan nyawanya, kedua saat kau hampir dibunuh kaisar Zauhan dan dia menyerahkan diri. Dan yang ketiga ia mengorbankan dirinya untuk kita semua. Tapi kau malah hidup seperti ini?” Kaisar Geourgue menatap langit-langit karena berat sekali ia mengataknannya. “ Tolong jangan jadikan pengorbanan Qira sia-sia dengan sikapmu seperti ini Kim. Dia mau kau hidup bahagia dengan gadismu, dia mau kau mencari kebahagiaan..!!” Ujarnya lagi.
Seebenarnya ia juga tak tega jika jadi kakak Kim. Dia juga pasti akan setia juga, karena memang klan serigala tak bisa disanggah lagi kesetiaannya. Namun ia tak mau anaknya terpuruk dalam kesedihan, hidup dalam bayang-bayang semu belaka. Dia mau kakak Kim bahagia meskipun tanpa Qira. setidaknya kakak Kim bisa hidup normal layaknya orang lain. tak salahkan? Setiap ayah ingin yang terbaik untuk anak-anaknya. Percayalah.
Kaisar Georgue juga sangat kagum dengan Qira, dia juga sangat menyayangi Qira layaknya anaknya sendiri. Sebab dua putranya bertekuk lutut dikakinya membuat ia kagum, Wolf yang sombong dan juga dingin sangat menyayanginya, begitu juga dengan kakak kim yang sangat baik dan sopan. Mencintai Qira sempenuh jiwa. Namun pada saat ia pergi ia mengelabui perasaan kakak Kim dengan mengatakan kakak Kim hanya mencintainya sebatas adik dan kakak. Tapi perasaan tetaplah perasaan, tak ada yang mampu membohonginya. Nyatanya kakak Kim memang mencintai Qira sepenuh hatinya.
Kakak Kim menatap jubah ayahnya yang berkibar sendu. Ia kembali menitihkan air mata. Lemah? Ia akui ia lemah karena Qira. ia tak saggup, ia tak kuat. Ia mau mati tapi belum saatnya, jika ia bunuh diri apa gunanya Qira mengorbankan nyawanya untuk dirinya.”Kau dengar Qiqi.. aku harus mencari gadis lain untuk kebahagiaanku..” Ia menghapus air matanya.” Omong kosong macam apa itu?!!” Tanyanya. Sudah ribuan kali keluarganya berkata semacam itu, sakit sekali rasanya ketika berfikir ia akan menyakiti Qira.
Brak...
“Hiks hiks hiks..!!” Ia menumpuhkan wajahnya diatas meja dengan tangan yang menangkupnya. Ingin sekali ia bunuh diri tapi ah sudah lah... ia sangat ingat pesan terakhir Qira, namun ia tak bisa. Bukan tak bisa, hanya saja ia belum mencobanya. "Aku harus pergi untuk menenangkan diri.. Qiqi, aku akan mencari gadis lain untukku supaya bisa menepati janjiku padamu. Kau doakan aku supaya aku bisa menemukan kebahagiaanku ya..!”! Ujarnya pelan.
Kakak Kim berniat untuk pergi mengembara saja kekerajaan lain sebagaimana Qira lakukan dulu. mengelilingi kerajaan lain sepertinya sedikit menarik dan juga menantang. salahkah? Tidak, tidak akan salah.. Ia hanya ingin mengikuti jejak kaki Qira.
Ia membersekan semua lukisan Qira, ia menggulungnya satu persatu lalu menciumnya satu persatu pertanda bahwa ia mencintai Qira. Tak ada niat untuknya menangis, tapi lagi dan lagi jika menyangkut Qira ia menangis. Ia meletakkan gulungan itu dilemari tempat perkumpulan lukisan Qira. jumlahnya bahkan puluhan, gitar Qira ia juga menyimpannya. Gelang? Kakak Kim mencium gelang itu, gelang yang memang Qira buat untuknya. Ia menciumnya lama untuk tanda ia tak akan melupakannya.
....
“Kau yakin ingin pergi mengembara Kim?” Tanya ibunya kakak Kim lembut sembari mengelus rahang anaknya lembut. ia juga sebenarnya tak ingin melihat anaknya seperti ini, tapi apa daya? Ia tak bisa berbuat apa-apa.
“Iya bu.. aku ingin mengelilingi beberapa kerajaan untuk mencari kebahagian ku dan juga kenang-kenangan. Nanti suatu saat aku akan kembali..” Ujar Kim. Kakak Kim sekarang meggunakan baju dingin yang berbulu tebal. Bulu itu tak membuat ia panas, hanya snagat saja, baju yang berwarna putih sangat cocok dengan mukanya yang putih, sungguh ia sangat tampan saat ini. bagaikan dewa yunani kuno yang sedang diturunkan dibumi.
Ibunya kakak Kim tau kakak Kim itu sedang menata hati membuat ia mau tak mau merestui perjalanannya.” Carilah kebagaiaanmu nak. Ibu tak akan melarangmu jika menyangkut kebahagiaanmu. Tapi ibu minta, jika kau kembali, maka kembalilah dengan kebahagiaan ya.. ibu selalu mendoakanmu..!!” Ujarnya memeluk kakak Kim erat.
Kakak Kimpun membalas pelukan ibunya tak kalah erat. “Terimakasih buk. Jangan khawatir, aku akan selalu bahagia, ya. Aku sellau bahagia..!!” Kakak Kim mengangguk yakin karena memang ia bahagia, hanya saja hatinya hilang dibawah Qira.
Puk.. Puk.. Puk... kaisar Georgue menepuk pundak kakak Kim lembut. tersunging senyum dibibirnya karena haru ketika anaknya mau bangkit. Kaisar Georgue memang mengatas namankan Qira tadi malam supaya kakak Kim mengeluarkan jiwanya. Terbukti kan? Kakak Kim langsung menurutinya sekarang. Kakak Kim mau bangkit saja sudah mereka syukuri. Apalagi ketika kakak Kim bisa mendapatkan kebahagiaannya.” Kami merestui kepergianmu nak. Hiduplah dengan kebahagian ya., dan jangan lupakan pulang dengan kebahagiaan..!”! Ujarnya lembut.
Kakak Kim melepaska pelukannya dengan ibunya. Ia memeluk ayahnya sayang dan disambut ayahnya.” Pasti ayah. Doakan aku..!!” Ujranya membuat kaisar Geougue memejamkan matanya karena merasakan pelukan yang akan ia rindukan suatu saat nanti.
__ADS_1
“Pasti..!!” Jawab kaisar Georgue serak. Ia merasa gagal menjadi ayah. Dulu ia kehilangan putrinya Shofia, dan sekarang ia hampir kehilangan putranya. Bagaimana bisa ia menjadi ayah yang gagal?
Perpamitan kakak Kim dengan keluarga membuat haru tersendiri bagi ia dan keluarga, keluarga yang mmembawanya kekebahagiaan, keluarga yang membawanya kekehidupan kedunia ini.
Kakak Kum melangkahkan kakinya menuju kerajaan Langit, kerajaan dimana Qira dilahirkan. Ia mau menjelajahi kerajaan ini karena ingin mengetahui kehidupan Qira dulunya. Apakah ia akan bisa move on jika seperti ini? semoga saja..
Sama seperti Qira dulu. Ia harus melakukan perjalanan beberapa hari untuk kekerajaan Langit. Tapi itu bukan masalah baginya, ia bisa menikmati pantai pemisah kerajaannya dengan kerajaan lainnya. Ia juga bisa merasakan matahari terbit sebagaimana kesukaan Qira namun tak ia tunjukan. Dari mana kakak Kim tau? Sebab dulu kakak Kim pernah melihat jika Qira duduk diatas bukit dengan mata yang terpejam, merasakan terpahan mata hari yang mulai bangkit. Akh mengingat itu saja kakak Kim bisa tersenyum. Kenapa? Karena wajah Qira yang sangat damai dan juga ia lebih mirip dengan bidadari.
“Humm...” Ia menentangkan kedua tanganya merasakan angin yang menerpa tubuhnya membuat bajunya berlenggok kesana kemari. Ia telah sapai kekerajaan ini. “Semoga aku menemukan kebahagiaanku Qiqi. Bantu aku ya..!”! Gumamnya berharap. Lalu melangkahkan kakinya menuju daratan, sebab saat ini ia masih dipinggir pantai.
Langkahnya penuh dengan tatapan liar. Para penjual manisan, penjual kain dan sebagainya menatapnya penuh minat. Mereka bahkan banyak yang tak berkedip bagaikan melihat malaikat saja membuat kakak Kim risih, Belum lagi ada yang ngeces dan mimisan. Ia memijat tengkuknya yang tak gatal.
Memang benar, kakak Kim itu sangat tampan. Sudah dijelaskan bukan, mata hijau terpancar indah. Kulit putih dan mulus, bibir tipis namun sexy, rahang tegas dan juga tersenyum manis. Bahkan lak-laki saa bisa gagal fokus. ia mengambil topi saja lau memakainya supaya wajahnya tak semakin mencolok dikalangan umum. “Apakah aku ada yang aneh?” Gumamnya. Sebenarnya baru kali ini ia berbaur dengan banyaknya manusia, ya.. karena selama ini ia tak pernah keluar dari kawasannya, jika pun keluar, itu hanya ingin menemui Qira saja.
Saat ia melihat kedai ayam bakar membuat perutnya lapar. Sudah siang tapi ia belum makan membuat ia melangkah kesana. Ia menatap kesegala arah dan mendapatkan kursi kosong dibagian sudut kanan. Tak apa, karena disana dekat dengan jendela luar, melihatnya mungkin akan indah bukan?
“Mau pesan apa tuan?” Tanya pelayan yang mendatangi kakak Kim. Kakak Kim baru saja memanggilnya.
Kakak Kim sedikit menurunkan topinya supaya tak menjadi tatapan liar. Ia meneybutkan pesanannya yang berjenis daging semua. Lalu menuruh pelayan itu pergi. Ia sangat risi dikalah pelayan itu dengan sengaja mengggesekkan dadanya dengan lengannya. Ini kedai makan apa kedai wanita? Ia meggeleng kesal saat ini.
Matanya melihat keluar jendela. Disana ada seorang gadis kecil yang duduk dibawah pohon. Bajunya penuh dengan sobekan dan juga ditambal warna lain. rambut yang kusut, mata yang memerah seperti baru saja menangis. Beberapa bagian tubuhnya dipenuhi luka. Dan kakak Kim merasa kasihan meliatnya. Umurnya? Mungkin baru 10tahun, masih sangat kecil usianya.
Namun tatapan mata mereka bertemu membuat kakak Kim mengedip mata terkejut, ia bagaikan orang yang terciduk saja. Ia memilih memandang kearah lain saja. Ia memilih melihat penjual tanghulu saja.
Namun ia kembali terkejut dikalah dapat ciuman dari jauh. Ia kembali membulatkan matanya lalu meihat kearah anak tadi. Dan ternyata anak itu pergi, entah kemana... Kakak Kim mengerutkan keningnya lalu melirik segala arah, Namun ia tak juga menemukannya.
.
.
Ini part yg nanya apa kabar kakak Kim ya...
__ADS_1