Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Penolong


__ADS_3

Happy reading


.


.


.


.


.


“Kenapa? Apa kau tak suka ?” Tanya kakak Kim memicingkan matanya menatap Jujing.


Jujing menggeleng. “Bukan.. hanya saja Jujing takut jika dia akan jahat dan tak menerima jujing..” Jujurnya mengerjab.” Hanya saja wajah nona sangat mirip dengan nona yang dulu pernah menolongku... apakah nona orang yang sama?” Tanya Jujing dengan alis terangkat. Ia meneliti seluruh yang adapada Qaila saat ini memang ia merasa familir dengan gadis ini.


Qaila menatap Jujing dengan tatapan tanya, apakah dimaksudnya Qira? bisa jadi dan pasti. Tapi ia harus apa? Karena ingatakn Qira tak semua ada padanya, terlebih lagi dia bukan Qira asli membuat ia hanya diam. kakak Kim menatap Qaila dengan tatapan lembut.” Dia gadis baik Jujing.. dan dia akan menjadi ibu yang baik, ayah yakin itu..” Ujarnya lembut lalu mengelus kepala Qaila sayang. “Oh apakah kalian saling kenal sayang? dan apa kau pernah membantu Jujing sebelumnya?” Tanyanya kepada Qaila tentang pertanyaan Jujing saat ini.


Qaila menggeleng. “Au terlalu banyak pergi kesana kemari sampai aku lupa bertemu dan menolong siapa saja... Dan untuk masalah menjadi ibu yang baik tergantung.” Ia menaikan satu alisnya seperti Qaila biasa.” Jika dia bisa menyayangiku dan menghormatiku maka aku akan menyayanginya sepenuh hatiku..” Lanjutnya jujur tak ada kemunafikan hanya untuk mengeret perhatannya kakak Kim. Ia berkata sesuai kata hatinya saat ini dan itu membuat kakak Kim yakin jika ini benar-benar Qira..


Jujing membulatkan matanya. Ia mendekat lalu memeluk Qaila dengan erat.” Kakak.. ini aku... Aku anak yang dibantu oleh kakak saat bersama pria itu loehh.. aku ynag dulu mencuri lalu kakak menolongku..” Ujarnya dengan lembut. “Aku tak menyangkah bisa bertemu dengan kakak baik. Dan aku terkejut saat tau kakak kekasih ayah angkatku..” Ujarnya dengan mengemaskan.


Qaila membelalak pelukan itu meksipun ia ragu. Sedangkan kakak Kim menatap Qaila dengan tatapan sendu. “Kau memang orang yang baik Qira..” Gumamnya dalam hati. inilah yang membuat ia jatuh pada pesona Qira.. pesona seseorang yang baik hati dan juga berhati malaikat. Membantu tanpa mengenal dan menjaga tanpa dibalas. Ia sangat mencintai Qira dengan hatinya.


Qira menggeleng tak mengerti.” Maaf tapi aku lupa...” Ujarnya jujur tapi tak membuat Jujing melepaskan pelukannya.


"Tak masalah tapi aku akan tetap mengingatnya..." Jujing menatap ayah angkatnya penuh binar. ”Aku merestui kalian.. aku yakin jika kakak akan menjadi ibu yang baik untukku. Dan aku sangat yakin jika kakak bisa mmenyayangiku sepenuh hati..” Ujarnya dengan kepala yang bergoyang.” aKha kalian memang sangat cock. Sama-sama baik hati dan lembut.. aku bahagia memiliki kalian..!” Ujar Jujing lagi mengecup pipi Qaila lembut.


Qaila menatap kakak Kim bingung tapi ia tetap tersenyum. Kakak Kim terkekeh lalu mengelus kepala Jujing. “Jadi kau mau kakak ini menjadi ibumu hmm?” Tanya kakak Kim menggoda. Ia menatap Qaila dengan tatapan manisnya.


Jujing mengangguk semangat.” Iya.. dulu aku kelaparan dan aku mencuri tapi aku ketahuan membuat aku hampir dikeroyok. Untungnya kakak cantik membantuku dan menolongku. Jika tidak aku pasti sudah dipancung oleh masyarakat..” Ujarnya jujur mengingat masa lalunya. “Lalu kakak cantik mengajakku main bersama teman baru dirumah asuhnya. Tapi aku menolak karena punya ayah dn ibu... tapi ternyata ibuku jahat padaku..” Ujarnya dnegan nada sedih.


“Memangnya ibumu kenapa? Tak ada ibu yang jahat dimuka bumi ini, semuanya baik, kalo dia jahat pasti dia enggak akan mau lahirin kamu..!” Ujar Qaila lembut. ia mengelus kepalaknya Jujing.


Jujing menggeleng lemah.” Ibu dan ayahku memang bukan orang tua kandung..” Ujarnya sedih. “Aku mau dijual kerumah bordil untuk membayar hutang mereka, tapi aku tak mau membuat ia memaksaku. Untunglah aku bisa selamat dan dibantu oleh ayah Kim. Jika tidak aku pasti akan mati keparan diluar sana..!” Ujarnya dengan manja.


“Lagi-lagi aku dibantu oleh kakak dan kekasih kakak. Kalian memang benar-benar serasi..” Ia mengacuhkan jempolnya hadapan kakak Kim dan Qaila... senyumnya mengembang sangat bahagia.


Qaila menatapnya nanar. Ternyata ini alasan kenapa Qira disayang dan dicintai kaak Kim. Wajar saja Qaila sampai diangkat menjadi Dewi. Dia cantik dan juga baik mampu mengambil hati siapapun karena kebaikannya dan ketegasannya. “Terimakasih Jujing... “Ujarnya megelus kepalanya Jujing.

__ADS_1


Kakak Kim memeluk Qaila dengan lembut. “Kita akan pindah kerumah dekat gunung sana..” Ujar kakak Kim mengarahkan pegunungan dikerajaan Langit itu. “Supaya hanya ada kita.. Jujing dan anak-anak kita nanti.. aku tak mau lagi kehilangan dirimu Qira.. aku hanya ingin menghabisi waktu bersamamu selamanya..!!” Ujarnya dengan lembut.


“Akh ayah. Jangan bicara selembut itu pada kakak dihadapnku.. kan aku jadi mau..” Ujar Juing dengn cemberut. Jujing berusia sepuluh tahun jadi wajar saja sudah tau hal semaca ini meksipun sedikit...


Dan itu mampu mebuat Qaila dan kakak Kim terkekeh. mereka saling memeluk satu sama lain. “Semoga kita bahagia sampai tua ya..” Gumamnya kakak Kim dalam hati menatap langit. Dia bahagia dengan apa yang ada didirinya sekarang.


..


Sedangkan ditempat lain lingling dan da kembarannya sedang berada disekolah dan sekarang waktunya mereka pulang. Karena memang sudah pukul dua siang... mereka dijemput oleh kusir kuda biasa, hanya saja mereka sedikit dijauhi oleh orang lain hanya karena mereka terkenal anak pedagang biasa, tapi tenang saja. Mereka punya Kenzu dan Kenzo yang mau berteman, Kenzu dan Kenzo memang sudah satu sekolah. Meksipun Kenzu dan Kenzo tinggal dirumah Qira saat ini. hanya semetara saja karena mereka ingin bermain dengan Qira katanya...


Sedangkan Qira yang sekarang sedang menggunakan cadar sudah menunggu didepan sekolahnya Lingling. Dia memang sudah berniat untuk menjemput anak-anaknya. Ia memang sudah menunggu sedari setengah jam dari tadi dengan santainya tertidur diatas pohon. Rambutnya tergerai cantik membuat siapapun akan menatapnya dengan tanya.


Sisi lain Lingling kesal karena diejek oleh anak lain. “Kenapa sii kalo muka ku jelek? Kan aku udah bilang. Jangan deketin aku kenapa kalian repot-repot mau hina aku? kasihan sama suara kalian..!” Ujarnya merengut lucu saat anak lain menghinanya.


Anak yang tak ain bernama Hyung Run. Anak perdana mentri salah satu kerajaan Dewa itu menghempaskan rambutnya. “Kau pantas dihina da diejek.. karena kakakmu tampan, Kenzu dan Kenzo juga tampan.. jadi kau saja yang penyakitan sampai-sampai harus menutupi wajahmu.. jadi kau harus sadar diri.” Ujarnya dengan mengayunkan bunga ayang ia petik kehadapan Lingling.


Ia iri melihat Lingling dikelilingi cowok tampan padahal masih kecil..


Lingling memainkan bibirnya. “Dasar iri..!” Ujarnya dengan sinis.


“Lingling jelek....!! Penyaitan hu..!”! Ujar nya dengan sinis lalu diikuti oleh beberapa teman perempuannya sampai pada Lingling didorong oleh seseorang membuat ia terhuyung dan jatuh ketanah karena lIngling tak menjaga keseimbangannya. Lingling terlalu terkejut.


Sedangkan ditempat lain Qira yang melihat anaknya dimain dan diejek orang lain membuat ia geram... Tatapannya tajam lalu mengambil anak panah yang ia siapkan.. lalu membidik tepat mengenai ujung baju seorang anak perdana mentri itu sampai tubuhnya juga melayang bersamaan anak panah itu dan tertancap dipohon disampng mereka cukup tinggi membuat anak itu mengambang.


“Kyakk.. Tolong... tolong... “ Teriaknya memberontak dan menangis karena bajunya tergantung membuat ia juga mengelayut, ia memberontak membuat bajunya sobek dan ia takut jika ia akan jatuh.


Sedangkan Lingling yang melihat itu mengerutkan keningnya llau menatap asal anak panah itu dan disana ada sosok perempuan yang mengedipkan satu mata dengannya, baju putih yang berkibar lalu pergi dengan cepat... Itu membuat Lingling tersenyum dan terjekeh sendiri.


“Kau lihat siapa yang memanah?” Tanya guru yang sampai pada Lingling. Ia tadi lihat bayangan hanya saja tak jelas, tapi ia melihat Lingling malah tersenyum. Jadi ia fikir Lingling pasti kenal.


Lingling mengangguk.” Dia ibuku...” Ujarnya terkekeh lalu pergi meninggalkan Hyung yang jatuh dengan bahu yang sobek. Ia terduduk diatas akar pohon yang cukup besar dan itu mampu membuat siapapun nyilu.., Hyung sangat mengenaskan saat ini.


Sedangkan Lingling ditemui oleh Kenzu dan Kenzo.. ada Heqi dan Qeqe juga,,..” Kau apakan Hyung?” Tanya Heqi dengan alis terangkat. “Kau bisa dikeluarkan dari skeolah jika kau berbuat masalah terus linglung. Kau ini nakal sekali..” Ujarnya. Dulu ia membuat kelas mereka tak masuk padahal itu baru hari pertama mereka masuk. Kedua lIngling pernah menempak panah tapi malah terkena gurunya dan yang terakhir ia pernah berkelahi membuat patah tulang anak jendral.


Untunglah saat itu dia dibantu oleh Kenzi.. Kenzi selalu turun tangan jika anak-anak Qira terkena masalah. Ataupun Zoulan.. semuanya selalu siap siaga..


Lingling memutar bola mata malas.” tadi bukan aku yang berbuat ulah.” Akunya dengan jujur,” Tapi ibu.. sepertinya ibu marah melihatku didorong dan diejek oleh mereka.. karenanya ibu beri sedikit pelajartan untuk Hyung.. jadi jangan marah padaku.. tapi marah pada ibu saja.” Ajunya dnegan imut.


“Ibu-kakak? Apa ibu-kakak ada disini dan menjemput kita?” Tanya heqi dan Qeqe serentak dan Lingling mengangguk.

__ADS_1


“Asyik... pulang...!!” Teriak Heqi dengan cepat.. lalu disusul oleh Qeqe menahan tasnya.” Aku duluan huee...!!” Teriaknya lalu berlari terjadilah kejar kejaran oleh mereka meninggalkan Lingling dan Kenzu dan Kenzo... Lingling menghela nafas susah saat ini. saudara-saudaranya memang jahannam, bagaimana bisa ia ditinggalkan.


Kenzu menepuk pundaknya LIngling..: Makanya buka cadarmu...” Ujarnya serius.” Pasti tak akan ada yang berani menghinamu.. ini semuakan kemaumanmu diejek..” Ujar Kenzu dengan sinis. Karena memang Lingling sendiri yang mengatakan jika ia jelek dan penyakitan. Siapapun kan tak ada yang mau dekat jadinya.


Lingling memutar bola mata malas.” Mau aku cantik, mau aku jelek. Mau aku kaya dan mau aku miskin. Tapi tetap saja akan ada yang benci sama aku. Kalo enggak benci ya iri.. itu sudah kodratnya setiap manusia Ken..” Ujarnya dengan santai.


” Jika aku miskin aku akan dijauhi karena aku tak punya uang, jika aku kaya maka banyak juga yang iri dan membenciku merasa hidupku paling sempurna, jika aku cantik maka pasti akan ada yang iri dan membenciku, merasa ada yang menyaingi mereka dan jika aku jelek orang akan pikir dua kali bermain denganku.. jadi aku lebih baik pilih yang mana?” tanyanya dengan berjalan seadanya mendekati gerbang. Disana sudah ada ibunya dan kedua kembarannya yang sibuk meminta pelukan ibunya membuat ia menghela nafas. Menjadi kembar tiga itu ini yang tak enak. Harus berbagi dan berebut kais sayang


“Benar kata Lingling..” Aju Kenzo sebagai pura mahkoata” banyak yang mendekati kami karena kami seorang pangeran, dan banyak yang menyukai kami karena tampan, tapi beda lagi jika kami jelek dan berada dikalangan berada. Kadang orang yang diberi wajah pas-pasan dan miskin lebih beruntung karena bisa mendapatkan ketulusan..” Ujarnya ia memang pintar dan tegas. Ia memang pantas menjadi raja dimasa depan.


“Jadi karena kamu ingin mendapatkan yang tulud membuat kamu harus menyebar rumor seperti itu lingling?” Tanya Kenzu yang baru nyaut dan itu membuat Lingling mengangguk samar. Ia memang berperinsip. Lebih baik punya satu teman tapi tulus dari pada punya seribu teman tapi modus.


Sedangkan tempat lain Qira menatap Ling-ling dengan tatapan lembut.” Kau tak apa hm? Apa ada yang sakit?” Tanyanya karena ia melihat Lingling didorong tadi.


Lingling menggeleng dan Qira berusaha menghemaskan rok Lingling yang terkena tanah.” Bu stop disana..!!” ujar dari Heqi menepis tangan ibunya. “Itu kotor dan banyak kuman. Nanti ibu sakit jika menyentunya. Jadi jangan pegang-pegang..!” Heqi mulai dengan drama


Qira menatap Heqi gemas. “ Tapikan itu kotor. Kasihan saudari kamu nanti bisa sakit..!” Ujarnya mengusap kepala heqi.


Heqi mencebik.” Bisanya juga mandi tiga kali sehari mana ada sakit dia kena kuman. Dia tu sudah menjadi induk kuman ibu-kakak. Ibu-kakak itu cantik jadi jangan sampai ternodai oleh kuman dan bakter ya..!” Ujarnya dengan menatap Qira.


Lingling menatap Heqi lempeng. “Jadi aku itu induk kuman dan bakteri?” Tanyanya dengan datar dan Heqi menganguk antusias. Lingling mengangguk paham lalu memeluk Heqi membuat heqi mengelinjang.


“kyak.. apa yang kau lakukan kuman?” Teriaknya dan itu mampu mebuat Qira menutup telinganya. Qira masih tak biasa dnegan tingkah absrut anak-anaknya ini.


Qeqe? Dia hanya diam dan menyaksikan disampin ibunya, sesekali ia menggerakkan tangan Qira supaya mengelus kepalanya dan memejamkan matanya. Merasakan kehangatan yang tak pernah ia rasakan selama ini.


“Kyak.... jangan sentuh aku..!” Teraik Heqi dikalah Lingling memegang tanah lalu melemparkannya pada Heqi sedangkan Heqi sudah mngebirit membuat Qira terkekeh lucuh melihatnya.


“Jangan lari-lari ayo pulang.., Ibu sudah masak buat kalian..” Teriakmya membuat yang lain menatanya.


“Asyik...” Teriak Kenzu dan kenzo membuat Qira menatap mereka berdua.


“Kebapa kalian yang bahagia? kan harusnya kami bahagia dan teriak?” Tanya Qeqe.


“Kan Ibu kalian ibu kami juga. Lagipula masakan ibu sangat enak taukk..” Adu Kenzu dengan jujur membuar Qira melempang. Jadinya saat ini dia punya lima anak bukan tiga..!! catat itu.. lima..!!


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2